ADVERTORIAL
Al Haris: Deklarasi Lapas Bersinar Perkuat Komitmen Berantas Narkoba
Jambi – Gubernur Jambi, Dr.H.Al Haris,S.Sos,.M.H., mengemukakan, deklarasi Lembaga Permasyarakat Bersih dari Narkoba (Lapas Bersinar) merupakan salah satu bukti nyata Pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi. Hal tersebut dikemukakan Al Haris pada Deklarasi Lapas Bersinar oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi, yang berlangsung di Lapas Perempuan Kelas IIB Bukit Baling Kabupaten Muaro Jambi, Rabu, 1 Februari 2023.
“Kita mengharapkan kegiatan ini mampu menjadi salah satu momentum dalam komitmen bersama sebagai aksi nyata guna pencegahan, pemberantasan terhadap penyalahgunaan hingga peredaran narkoba di wilayah Provinsi Jambi khususnya dan Indonesia umumnya,” ujar Al Haris.
“Deklarasi ini merupakan komitmen semua pihak untuk bersih dari narkoba, dimana pemberantasan narkoba harus benar-benar menjadi fokus untuk menyelamatkan generasi muda bebas narkoba. Ini adalah komitmen kita secara moral, Jambi ini negeri Melayu yang punya adat, kita ingin tidak ada masyarakat yang mengkonsumsi narkoba, apalagi bekerja jual beli narkoba,” kata Al Haris.
Al Haris menegaskan, membutuhkan sinergi bahwa semua pihak dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, instansi terkait hingga masyarakat dari berbagai lapisan karena keterlibatan semua pihak dapat membentuk daya tangkal yang kuat terhadap ancaman narkoba. “Jangan pernah lengah karena disekitar kita ada musuh besar yaitu narkoba yang bisa merusak generasi muda, sehingga kita harus memperkuat komitmen dan adanya kewajiban bersama dalam memerangi narkoba,” kata Al Haris.
Al Haris menuturkan, hal yang terpenting dari semua komitmen bersama memerangi narkoba adalah bagaimana bisa melakukan pencegahan sedini mungkin bagi generasi muda. Bahaya narkoba selalu mengincar masyarakat, termasuk generasi muda penerus bangsa, sehingga salah satu hal yang penting untuk mencegahnya adalah melalui jalur prestasi di berbagai bidang.
Al Haris juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk melakukan segala upaya dalam memberantas narkoba, khususnya BNN Provinsi Jambi yang aktif melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba.
“BNNP dan semua pihak terkait sudah bekerja usaha keras hingga Kabupaten Kota, tentu kita mengharapkan ini terus berjalan dengan baik. BNN Provinsi Jambi kedepannya terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jambi, salah satunya dengan program pendidikan subuh, dimana pada program tersebut BNN Provinsi Jambi bisa melakukan sosialisasi terkait pemberantasan narkoba,” tutur Al Haris.
ADVERTORIAL
Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan
DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.
Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.
Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.
“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.
Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.
Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.
“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)
ADVERTORIAL
Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.
Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.
Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.
Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.
Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.



