Connect with us
Advertisement

NASIONAL

Arti Lambang Burung Garuda Pancasila, Lengkap dengan Penjelasan

Published

on

Jakarta – Burung garuda adalah lambang negara Indonesia yang dicetuskan oleh Sultan Hamid II pada 1950. Setelah melalui proses yang panjang risikonya burung garuda resmi dijadikan selaku lambang negara.

Lalu, apa arti lambang burung garuda Pancasila? Berikut klarifikasi selengkapnya.

Proses penyeleksian burung garuda sebagai lambang NKRI sendiri tidak asal-asalan. Sebab, burung garuda yang dijadikan selaku lambang negara ini memiliki makna yang mendalam. Mulai dari jumlah bulu, warna, sampai simbol-simbolnya pun memiliki arti yang cukup dalam.

Arti Lambang Garuda Pancasila

Lambang garuda Pancasila terdiri atas sekumpulan lambang-lambang yang mempunyai arti sekaligus mencerminkan nilai-nilai luhur di dalamnya. Berikut dijelaskan arti burung garuda dan perisainya.

Arti dalam burung garuda

Dikutip dari laman Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi, burung garuda pada lambang Pancasila melambangkan kekuatan dan warna emasnya melambangkan kemuliaan.

Sementara perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia. Kedua kaki burung garuda yang kuat mencengkeram pita putih bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika bermakna “berlainan-beda namun satu jua”.

Slogan ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia yang memiliki keragaman suku, budaya, agama, dan sebagainya.

Dengan sayapnya yang mengembang, hal ini menyiratkan bahwa garuda siap menjunjung tinggi nama baik bangsa dan negara Indonesia.

Setuturnya adalah jumlah bulu yang ada pada tubuh burung. Berikut penjelasannya:

  • 17 helai bulu sayap kanan dan kiri: melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia
  • 45 helai bulu leher: melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia, adalah 1945
  • 19 helai bulu pangkal ekor: melambangkan tahun Kemerdekaan Indonesia, adalah 1945
  • 8 helai bulu ekor: melambangkan bulan kemerdekaan Indonesia yakni Agustus, sebagai bulan kedelapan dalam satu tahun kalender Masehi.

Angka-angka bulu tersebut memperlihatkan tanggal 17 Agustus 1945 yang ialah tanggal Kemerdekaan Indonesia. Hal ini memiliki makna historis untuk membangun proses penyadaran bagi setiap warga negara Indonesia agar menyayangi negara dan menghargai sejarah Kemerdekaan Indonesia.

Arti perisai burung garuda Pancasila

Setuturnya, beralih ke perisai burung garuda. Tahukah kamu bila setiap simbol perisai pada dada burung garuda memiliki arti yang berhubungan akrab dengan Pancasila.

Perisai merupakan lambang perjuangan dan perlindungan, alasannya lazimnya perisai dibawa ke medan perang oleh para prajurit untuk melindungi diri dari serangan lawan.

Garis melintang yang membagi perisai menjadi ruang atas dan bawah melambangkan garis Khatulistiwa yang memang membelah kepulauan Indonesia.

Perisai yang ialah lambang tunjangan membagi lima bab, yang masing-masing mempunyai simbol dan melambangkan sila-sila dalam Pancasila. Untuk lebih ucapnya, berikut arti lambang burung garuda Pancasila dan penjelasannya:

  • Arti lambang sila ke-1

Bintang yaitu perumpamaan sila pertama, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Menggambarkan sebuah cahaya, mirip cahaya kerohanian yang berasal dari Tuhan setiap insan.

  • Arti lambang sila ke-2

Rantai yakni perumpamaan sila kedua, adalah Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Memiliki mata rantai yang berupa segi empat dan lingkaran yang saling berhubungan membentuk sebuah bulat.

Keterkaitan itulah yang memiliki makna bahwa bangsa Indonesia saling berkaitan, saling melakukan pekerjaan sama, bahu-membahu, dan saling membutuhkan.

  • Arti lambang sila ke-3

Pohon beringin merupakan istilah sila ketiga, Persatuan Indonesia. Pohon besar yang mampu melindungi banyak orang di bawahnya. Hal tersebut menyiratkan bahwa negara Indonesia ialah kawasan berteduh bagi bangsa Indonesia.

Pohon beringin juga mempunyai sulur dan akar yang menjalar ke segala arah, yang memiliki arti keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia.

  • Arti lambang sila ke-4

Kepala banteng ialah ungkapan dari sila keempat, yakni Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.

Filosofi dari kepala banteng ini adalah musyawarah karena banteng ialah hewan sosial yang suka berdiskusi. Lewat diskusi atau musyawarah, maka akan melahirkan sebuah keputusan-keputusan baru bagi negara.

  • Arti lambang sila ke-5

Padi dan kapas merupakan simbol pangan dan sandang yang menyatakan bahwa syarat utama negara yang adil yakni yang mampu meraih kesejahteraan untuk rakyatnya secara adil dan merata.

Demikian arti lambang burung garuda Pancasila dan penjelasannya yang wajib kalian pahami selaku warga negara Indonesia. Semoga makna-makna pada simbol garuda Pancasila senantiasa mengingatkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme pada bangsa dan negara Indonesia.

NASIONAL

Kolaborasi Pendidikan Global: Chungbuk University Korea Selatan Kunjungi SMA Kolese De Britto Yogyakarta

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Yogyakarta – SMA Kolese De Britto Yogyakarta menerima kunjungan akademik dari Chungbuk National University, Korea Selatan, yang berlangsung selama 2–6 Februari 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan jejaring Internasional sekaligus ruang pembelajaran lintas budaya dalam dunia pendidikan.

Selama hampir sepekan, delegasi Chungbuk University terlibat langsung dalam berbagai agenda utama, mulai dari praktik mengajar di kelas-kelas, workshop pengembangan profesional guru, hingga kegiatan City Tour budaya Yogyakarta bersama siswa dan pembimbing SMA Kolese De Britto.

Pada agenda praktik mengajar, para dosen dan mahasiswa Chungbuk University berinteraksi langsung dengan siswa di berbagai kelas. Kegiatan ini menjadi sarana pertukaran pendekatan pedagogis, memperkenalkan perspektif pendidikan global, sekaligus membangun suasana belajar yang dialogis dan kolaboratif.

Puncak kegiatan akademik dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026, melalui Workshop Guru yang berlangsung pukul 13.30–15.00 WIB. Workshop ini diikuti oleh para guru SMA Kolese De Britto dan difokuskan pada pengembangan praktik pembelajaran, refleksi pedagogi, serta berbagi pengalaman pendidikan antara Indonesia dan Korea Selatan. Suasana workshop berlangsung dinamis, penuh diskusi, dan saling memperkaya wawasan profesional pendidik.

Selain agenda akademik, delegasi Chungbuk University juga diajak mengenal kekayaan budaya Yogyakarta melalui City Tour pada Kamis, 5 Februari 2026, pukul 10.00–16.00 WIB. Bersama perwakilan siswa dan pembimbing SMA Kolese De Britto, rombongan mengunjungi Keraton Yogyakarta dan Museum Sonobudoyo. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas budaya, di mana nilai-nilai sejarah, tradisi, dan kearifan lokal Yogyakarta diperkenalkan secara langsung kepada tamu Internasional.

Kunjungan ini tidak hanya memperkuat kerja sama antar lembaga pendidikan lintas negara, tetapi juga sejalan dengan semangat pendidikan humanis yang dihidupi SMA Kolese De Britto, pendidikan yang membuka diri pada dunia, membangun dialog, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam keberagaman.

Kunjungan Chungbuk University menegaskan komitmen SMA Kolese De Britto Yogyakarta untuk menghadirkan pendidikan yang berwawasan global, reflektif, dan berakar pada nilai kemanusiaan.

Continue Reading

NASIONAL

MBG di Muaro Jambi Bikin 104 Orang Masuk Rumah Sakit, Kanreg BGN Jambi Bilang Begini…

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jambi dibikin heboh oleh insiden keracunan massal sejumlah pelajar di lingkup Kecamatan Sekernan dan Sengeti, Kabupaten Muara Jambi, Jumat 30 Januari 2026.

‎Hingga sekira pukul 21.30, pihak RSUD Ahmad Ripin mencatat terdapat sebanyak 104 pelajar dari berbagai sekolah mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA. Selain itu ada pula Guru dan Balita mengalami keracunan makanan.

‎Penyebabnya diduga kuat dari konsumsi soto, menu MBG yang disajikan oleh SPPG Sengeti. Pihak Pemprov Jambi lewat Satgas Pangan pun mengambil langkah cepat dengan menonaktifkan sekentara SPPG yang dikelola oleh Yayasan Aziz Rukiyah Aminah.

‎Soal ini Kepala Regional (Kanreg) BGN Provinsi Jambi, Adityo mengklaim bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Muaro Jambi juga Provinsi Jambi dan BPOM untuk melakukan uji lab atas sampel makanan.

‎”Kita masih nunggu hasil dari pengecekan lab. Yng dicek itu dari sampel makanan dan air,” ujar Adityo, Jumat 30 Januari 2026, di RSUD Ahmad Ripin.

‎Kalau menurut Kanreg BGN Jambi itu, insiden keracunan yang terjadi di Muara Jambi merupakan kali pertama dalam pelaksanaan MBG di Provinsi Jambi. Kepada murid, wali murid serta pihak terdampak lainnya. Dia pun menyampaikan permohonan maaf.

‎Untuk tindak lanjut dari BGN sendiri, SPPG Sengeti dihentikan sementara sembari hasil investigasi penyebab keracunan massal terungkap. Penyaluran terhadap 28 sekolah oleh SPPG Sengeti pun disetop sementara.

‎Disinggung terkait hasil pengecekan sementara, Adityo menolak untuk berkomentar dengan dalih bahwa saat ini investigasi masih dilakukan. Soal standar operasional masing-masing SPPG di Provinsi Jambi, dia mengklaim semua yang beroperai sudah tersertifikasi.

‎”Yang operasional itu semua sudah menggunakan sertifikasi Laik Higiene Sanitasi. Jadi memang kita memang sudah sesuai standar yang berlaku,” katanya.

‎Sementara untuk prosedur pengolahan dan penyajian makanan, Adityo kembali mengklaim bahwa semua sudah sesuai SOP yang berlaku meskipun ia tak menjelaskan secara detail SOP yang dimaksud.

‎Berdasarkan pengakuan masyarakat di RSUD Ahmad Ripin terdapat pelajar yang membawa pulang jatah MBG nya, kemudian dikonsumsi oleh keluarga. Selain itu terdapat juga guru yang turut mencicip makanan MBG.

Disini Adityo bilang kalau serah terima jatah MBG dilakukan pada penerima manfaat yang terdata. “Jadi kalau memang sudah nyampe di sekolah memang itu balik lagi ke pihak sekolahnya,” katanya.

‎Lantas bagaimana pengawasan dari BGN Regional terhadap pelaksanaan MBG di daerah-daerah? Disini Kanreg BGN Jambi lagi-lagi menekankan soal sertifikasi Laik Higiene Sanitasi.

‎Dengan insiden di SPPG Sengeti, Adityo menolak untuk sertifikasinya diragukan. Kata dia, bukan diragukan, berarti ada pelaksanaan SOP nya yang kurang berjalan dengan baik oleh pihak SPPG.

‎Dari insiden ini, Adityo mengklaim bahwa sudah terdapat banyak hal untuk melakukan pencegahan mulai dari penentuan menu makanan, pemilihan bahan baku hingga seluruh hal teknis harus sesuai SOP yang berlaku.

‎”Kali ini fatal. Karna kalau saya pribadi, apapun yang terjadi klau memang sudah ada yang terdampak itu fatal. Mkanya saya pribadi sebagai Kepala Regional memohon maaf atas kejadian ini,” katanya.

‎Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading

NASIONAL

Terus Bertambah! Korban Keracunan MBG dari SPPG Sengeti Kini Sudah 102, Ada Balita Hingga Guru

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Jumlah korban  keracunan MBG dari SPPG Sengeti terus bertambah, terbaru Sekda Muaro Jambi Budi Hartono didampingi Kadinkes Aang Hambali menyampaikan bahwa tercatat 102 korban yang sudah mendapat perawatan medis di RSUD Ahmad Ripin, Jumat malam 30 Januari 2026.

‎”Saat ini sudah terdata tadi 102 anak dari TK SD SMP, ada 1 orang SMA. Ada juga anak-anak yang itu kakaknya membawa makanan ke rumah terus dimakan sama adiknya, kena. Ada juga beberapa orang guru, kena juga,” ujar Sekda Budi, Jumat malam, 30 Januari 2026.

‎Lebih lanjut Sekda Muara Jambi itu menyampaikan terdapat 2 Balita yang dirujuk ke RSUD Raden Mattaher. Prtama berusia 1 tahun 4 bulan kedua 2 tahun 9 bulan.

‎Berdasarkan pemantauan sementara Pemkab Muara Jambi, penanganan terhadap korban keracunan MBG dapat tertangani sejauh ini. RSUD Ahmad Ripin disebut mengerahkan seluruh tenaga medisnya untuk melayani korban keracunan MBG.

‎Imbas insiden keracunan kali ini, operasional SPPG Sengeti dihentikan sementara berdasarkan hasil rapat bersama pihak BGN dan juga Pemerintah Provinsi Jambi.

‎”kemudian sampel makanan itu yang ada di dapur maupun di sekolah-sekolah akan diteliti nanti di labor kita. Setelah itu nanti akan kita investigasi dimana ini kelalaiannya,” katanya.

‎Terkait sanksi, menurut Sekda hal tersebut menjadi domain dari BGN RI.
‎Sementara itu pihak SPPG Sengeti ketika dikunjungi oleh awak media terkesan tertutup. Beberapa kendaraan roda dua dan 4 tampak mejeng depan SPPG.

‎Namun pihak keamanan mengatakan bahwa tidak ada pihak berwenang yang dapat memberi keterangan.

‎”Tadi dari Polres sama dari Dinkes udah datang. Sampel udah diambil,” ujar security SPPG Sengeti.

‎Informasi dihimpun, bahwa SPPG Sengeti dibawah Yayasan Aziz Rukiyah Aminah melayani 28 sekolah dengan 3400 porsi MBG bagi sekolah di Kecamatan Sekernan dan Sengeti.

‎Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs