ADVERTORIAL
Pj Bupati Muarojambi Hadiri Pelantikan DPC APDESI
Muarojambi – Pejabat Bupati Muarojambi, Bachyuni Deliansyah, SH., MH., mendampingi Gubernur Jambi, Drs. H. Al Haris, S.Sos., MH. hadir dalam acara Pelantikan Kepengurusan Forum Kades Kabupaten Muarojambi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Muarojambi Periode 2023-2028 di ruang Aula Nang Inang kantor bupati, Bukit Cinto Kenang, Bukit Baling, 8 Maret 2023.
Dalam sambutan Pj. Bupati Muarojambi, Bachyuni Deliansyah, menyampaikan agar para pengurus yang baru saja dilantik DPC ADEPSI kabupaten muarojambi dapat bekerja sama.
“Hari ini saya senang dan bersyukur karena dapat menghadiri acara pelantikan pengurus baru DPC APDESI Kabupaten Muarojambi, dan saya ucapkan selamat kepada pengurus DPC APDESI yang baru,” ucapnya.
Bachyuni Deliansyah berharap agar semua Kepala Desa dapat tetap kompak dan saling bersinergi secara bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten maupun Forkopimda Muarojambi untuk membantu masyarakat dan membangun muarojambi kedepan dengan lebih baik. Dalam hal ini, Gubernur Jambi, Al Haris, menghimbau agar semua kepala desa yang ada di kabupaten Muarojambi khususnya tidak ada yang bermasalah dengan hukum tentang pengelolaan anggaran desa.
Senada dengan hal ini, Sarkoni sebagai Ketua DPC Kabupaten Muarojambi Periode 2023-2028 dalam sambutannya mengatakan agar dalam kepengurusan DPC APDESI Kabupaten Muarojambi yang baru, para pengurus dapat bekerja sama dan kompak dalam melaksanakan tugas yang telah diberikan.
“Saya bersama-sama pengurus mengucapkan terima kasih, kami mohon bimbingan, dukungan, saran, dan masukannya agar kami bisa melaksanakan tugas dengan baik. Dan mohon kerja sama dari semuanya agar kita bisa bersama-sama dapat memajukan desa se-kabupaten Muarojambi dan menjadikan desa-desa di bumi sailun salimbai menjadi Desa Mandiri,” ucapnya.
Sarkoni meyakini dengan dukungan Pj. Bupati Muarojambi dan sekda Muarojambi dan seluruh jajaran Forkopimda Muarojambi akan menjadikan Kabupaten muarojambi semakin terdepan MUARO JAMBI BEGERAK MANTAP.
“Semoga kita dapat bekerja sama sehingga bisa mewujudkan Muarojambi Semakin MANTAP” tutur Sarkoni.
Hadir sebagai undangan Gubernur Jambi, Pj. Bupati Muarojambi, Sekda Muarojambi, Ketua DPD APDESI Provinsi Jambi, Kepala Diskominfo Muarojambi, Kepala Dinas Sosial Muarojambi, Kepala Dinas Sosial Muarojambi, Kepala Dinas PMD Muarojambi, Kaban BPPRD Muarojambi, Dinas LH Muarojambi, Dinas Perkim Muarojambi, Kepala Kejari Muarojambi, Kapolres Muarojambi, Pabung Kodim 0415/Jambi wilayah Kabupaten Muarojambi, Ketua DPC APDESI Muarojambi, Camat se-kabupaten Muarojambi Kepala Desa se-kabupaten Muarojambi, dan undangan lainnya.
ADVERTORIAL
Homecare Segera Hadir, Pemkab Jember Siapkan 50 Mobil dan 1.200 Nakes ke Pelosok
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah progresif untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Melalui program prioritas Homecare, Pemkab Jember menyiapkan sebanyak 50 armada mobil operasional beserta ribuan tenaga medis yang siap berkeliling mendatangi warga.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk mengatasi hambatan jarak dan mobilitas yang kerap dialami warga saat hendak berobat ke fasilitas kesehatan.
“Masyarakat yang tidak mampu itu punya kesulitan untuk ke puskesmas dan ke rumah sakit sehingga kita antar, jemput bola ya, jemput bola ke rumah-rumahnya,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut saat kegiatan Bunga Desaku di Desa/Kecamatan Pakusari pada Senin, 20 Juli 2026.
Peresmian perdana layanan Home Care ini dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli mendatang di wilayah pinggiran.
Kecamatan Sumberbaru dipilih sebagai titik awal karena lokasinya yang jauh dari pusat rumah sakit daerah.
“Tanggal 24 (Juli) nanti di Kecamatan Sumberbaru. Salah satu kecamatan yang terjauh dari rumah sakit yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Jember,” tuturnya.
Untuk memastikan kualitas layanan setara dengan fasilitas medis pada umumnya, Pemkab Jember melibatkan 1.200 tenaga kesehatan.
Layanan ini bahkan menghadirkan dokter spesialis hingga pemanfaatan teknologi telemedicine secara langsung dari rumah pasien.
“Nanti bisa kita tentukan apakah dia dirawat tetap di rumahnya, terus dia membutuhkan obatnya apa. Kalau memang tidak dibawa kan akan kita antar nanti obatnya,” ujar Gus Fawait menjelaskan alur penanganan medis di rumah warga.
Adapun sasaran utama program ini difokuskan pada kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga penanganan tengkes atau stunting.
“Kita identifikasi mulai dari lansia, terutama lansia sebatang kara. Kemudian saudara-saudara disabilitas. Anak-anak stunting dan beberapa kriteria-kriteria lain yang sudah kita identifikasi,” tuturnya.
Pemerintah daerah berharap partisipasi aktif dari masyarakat untuk saling menginformasikan jika ada tetangga atau warga sekitar yang membutuhkan akses layanan Home Care tersebut agar bantuan dapat segera disalurkan.
ADVERTORIAL
Telemedicine Jadi Andalan Homecare Jember, Dokter Spesialis Bisa Diakses dari Rumah
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan layanan telemedicine sebagai salah satu penopang utama program Homecare yang segera diterapkan.
Melalui sistem ini, tenaga kesehatan yang melakukan kunjungan ke rumah warga dapat berkonsultasi langsung dengan dokter umum, dokter spesialis, hingga subspesialis saat menangani pasien.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengatakan kehadiran telemedicine bertujuan mempercepat pengambilan keputusan medis sehingga pasien memperoleh penanganan yang tepat tanpa harus menunggu lama.
“Ketika nanti ke lapangan, kalau dirasa membutuhkan konsultasi dengan dokter umum, dokter spesialis, maupun subspesialis, nanti disediakan fasilitas telemedicine atau melalui handphone, seperti layanan Halodoc dan sejenisnya,” ujar Gus Fawait saat mengunjungi Puskesmas Pakusari, Senin, 20 Juli 2026.
Menurutnya, hasil konsultasi tersebut menjadi dasar bagi tim medis untuk menentukan langkah penanganan, mulai dari perawatan di rumah, rujukan ke fasilitas kesehatan, hingga pemberian obat sesuai kondisi pasien.
Pemkab Jember juga menyiapkan mekanisme distribusi obat apabila kebutuhan pasien tidak dapat dipenuhi saat kunjungan berlangsung.
“Sehingga nanti bisa kita tentukan apakah dia dirawat tetap di rumahnya, terus dia membutuhkan obatnya apa. Kalau memang tidak dibawa, akan kita antar nanti obatnya,” katanya.
Selain didukung teknologi telemedicine, program Homecare akan diperkuat oleh 1.200 tenaga kesehatan yang disiagakan untuk memberikan pelayanan langsung ke rumah warga di berbagai wilayah Kabupaten Jember.
Gus Fawait memastikan pelayanan tersebut berlangsung sepanjang waktu agar masyarakat dapat memperoleh akses kesehatan kapan pun dibutuhkan.
“Ada 1.200 nakes. Jadi, 1.200 nakes itulah yang akan nanti keliling-keliling untuk melaksanakan home care. Pelaksanaannya 24 jam, pokoknya sampai tuntas,” tuturnya.
ADVERTORIAL
Mencetak Lulusan Unggul, Pascasarjana UNJA Finalisasi Revitalisasi Kurikulum Berorientasi Capaian
Jambi – Pascasarjana Universitas Jambi (UNJA) menggelar Workshop Penguatan Sistem Pengukuran dan Evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) serta Finalisasi Revitalisasi Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Graha Singadekane Pascasarjana UNJA pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat implementasi kurikulum agar menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pascasarjana UNJA, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Pascasarjana UNJA, para pimpinan fakultas, ketua program studi, serta dosen di lingkungan UNJA. Workshop ini juga menghadirkan Guru Besar Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS sekaligus Tim Ahli Kurikulum Belmawa Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T.
Direktur Pascasarjana UNJA, Prof. Dr. Dra. Muazza, M.Si., mengatakan bahwa transformasi kurikulum menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, dosen saat ini tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
“Sebagai dosen, kita tidak lagi hanya dituntut untuk mengajar, tetapi bagaimana memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyusunan kurikulum harus mampu mengikuti perkembangan zaman sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan relevan.
“Melalui workshop ini, kita ingin membangun kurikulum yang selaras dengan tuntutan zaman. Kurikulum yang kita susun harus solid, efektif, dan mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia industri,” katanya.
Dalam pemaparannya, Prof. Syamsul Arifin menjelaskan pentingnya penguatan sistem pengukuran dan evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai bagian utama implementasi Outcome-Based Education (OBE). Ia menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran di perguruan tinggi diukur dari tercapainya kompetensi lulusan melalui kurikulum yang terintegrasi, sistem asesmen yang tepat, serta kesesuaian dengan KKNI dan SN-Dikti.
Melalui workshop ini, Pascasarjana UNJA berharap setiap program studi mampu menyusun kurikulum yang lebih adaptif, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran sehingga dapat menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap menjawab kebutuhan dunia kerja. (www.unja.ac.id)



