ADVERTORIAL
Puluhan Kades Terpilih Resmi Dilantik Bupati M Fadhil Arief
Batanghari – Puluhan Kepala Desa terpilih yang mengikuti ajang demokrasi tingkat Desa pada bulan Desember 2022 lalu akhirnya dilantik.
Puluhan Kepala Desa tersebut secara resmi dilantik dan diambil sumpah janji jabatan langsung oleh orang nomor satu di Batanghari Muhammad Fadhil Arief yang berlangsung di serambi rumah Dinas Bupati.
Pada kesempatan tersebut hadir juga, Sekda Batanghari, para Asisten Setda Batang Hari, Ketua DPRD dan Anggota, Kapolres Batanghari, Puluhan Kades yang bakal dilantik, serta para tamu undangan lainnya.
Bupati Batanghari dalam sambutannya mengatakan para Kades yang dilantik pada hari ini, Senin, 20 Maret 2023 star dalam bekerjanya juga mulai hari ini.
” Dalam jabatan itu sebelum melangkah harus melakukan Mapping pemetaan dirinya dan tantangan kerja itu yang mesti kawan – kawan kepala desa lakukan dan juga menyusun RPJMDes 2023-2029,” katanya.
Lanjut Suami Zulva Fadhil, mengenai tugas jenjang Pemerintahan akan selalu saling terkait mulai dari pusat hingga ke desa, maka dari itu RPJMDes harus sinkron dengan RPJMD Kabupaten Batanghari.
” Soal Kepala Desa deman atau tidak dengan Bupati dak ada urusannya, akan tetapi program Pemerintahannya harus selaras,” kata Fadhil Arief.
Diakhir sambutannya orang nomor satu di bumi serentak bak regam juga mengucapkan selamat kepada para kades yang baru saja dilantik dan mari bersama – sama membangun Kabupaten Batanghari.
” Kami mengucapkan selamat kepada seluruh kawan – kawan Kepala Desa, yang telah dilantik dan yakinlah niat baik apabila dijalankan dengan baik akan dipermudah oleh Allah SWT,” tutur M Fadhil Arief.
Berikut daftar nama 37 kades terpilih yang dilantik oleh Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief
Kecamatan Mersam
Kepala Desa Simpang Rantau Gedang Epkusuma S.Pd
Kepala Desa Tanjung Putra Amrin
Kepala Desa Sengkati Mudo Tri Sutrisno.S. Kep
Kepala Desa Bukit Kemuning Romzi
Kepala Desa Bukit Harapan Ali Rahmad
Kepala Desa Sengkati Gedang Daud
Kepala Desa Teluk Melintang Nurdin
Kecamatan Muara Tembesi
Kepala Desa Pematang Lima Suku Hermanto
Kecamatan Muara Bulian
Kepala Desa Aro Rusli
Kepala Desa Simpang Terusan Suryadi Ningkrat
Kepala Desa Pelayangan Sumantri
Kepala Desa Tenam Yakub S.Ag.
Kecamatan Batin XXIV
Kepala Desa Mata Gual Anton Sugihartono, S.Pd
Kepala Desa Olak Besar Muhammad Ayub
Kepala Desa Terentang Baru Wahyu Pranyoto
Kepala Desa Jangga Baru Idham Holik
Kecamatan Pemayung
Kepala Desa Kampung Pulau Suldan Hadi
Kepala Desa Lubuk Ruso Irwansyah, A.Md
Kepala Desa Lopak Aur Aman
Kepala Desa Selat Asnawi
Kepala Desa Pulau Raman Azwar
Kecamatan Maro Sebo Ulu
Kepala Desa Peninjauan Aldian, S.Kom
Kepala Desa Kembang Seri Baru Muhammad Saharudin Mustakin, S.St.Pi
Kepala Desa Sungai Ruan Ilir Peri Vermata, S.Pd
Kepala Desa Sungai Lingkar Kitmir
Kepala Desa Padang Kelapo Budiyanto, SP
Kepala Desa Olak Kemang Hayat
Kepala Desa Tebing Tinggi Usman
Kepala Desa Rawa Mekar Jamaludin
Kepala Desa Mekar Sari Zainudin, SP
Kecamatan Bajubang
Kepala Desa Sungkai Sumadi, SE
Kepala Desa Petajen Sumiati
Kepala Desa Mekar Sari Nes Swali S.Ag
Kepala Desa Penerokan Mungkari
Kecamatan Maro Sebo Ilir
Kepala Desa Bukit Sari Mami
Kepala Desa Karya Mukti Dasmin
Kepala Desa Kehidupan Baru Nurul Hilal
ADVERTORIAL
Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Gus Fawait Dorong Kesetaraan Pendidikan dan Hak Santri
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya dalam memberikan kesempatan yang setara bagi santri untuk mengakses pendidikan, pelayanan publik, hingga berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Alun-alun Jember pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026.
Di tengah kemeriahan acara yang dihadiri oleh para ulama, pengasuh pesantren, tokoh lintas agama, dan jajaran pemerintah daerah, Gus Fawait mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan terhadap lulusan pesantren yang kerap dianggap terbatas pada bidang keagamaan saja.
Menurutnya, pendidikan di pesantren membekali para santri dengan nilai-nilai pengabdian yang kuat sebagai modal untuk mengisi berbagai posisi strategis di masyarakat.
“Santri pintar ngaji kitab, santri pintar baca Al-Qur’an, santri juga bisa memimpin menjadi bupati,” ujar Gus Fawait di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa kesetaraan tidak cukup hanya disuarakan melalui pidato, melainkan harus diwujudkan secara nyata lewat kebijakan yang membuka peluang luas bagi perkembangan santri.
Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah penyediaan program beasiswa pendidikan dari Pemkab Jember guna membantu para santri berprestasi melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Gus Fawait menegaskan, keberhasilan seorang santri tidak semata-mata diukur dari kemampuan membaca kitab kuning atau menghafal Al-Qur’an, sebab prestasi di bidang akademik maupun nonakademik juga memerlukan pengakuan yang adil.
“Kita tidak ingin membeda-bedakan yang santri maupun yang bukan santri, tetapi kita harus memberikan hak santri seutuhnya,” katanya.
Selain sektor pendidikan, perhatian pemerintah daerah terhadap komunitas pesantren juga direalisasikan melalui bidang kesehatan.
Warga ber-KTP Jember kini dapat memanfaatkan akses pengobatan gratis di berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia.
Pemkab Jember turut menghadirkan layanan Mobil Cinta yang disiapkan untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk mempermudah proses pengantaran pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang pendidikan atau lingkungan tempat tinggal mereka.
Di samping itu, Gus Fawait mengingatkan bahwa santri memiliki tanggung jawab yang lebih luas di tengah masyarakat, yakni menjaga persatuan dan keutuhan bangsa serta mengambil peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan negara.
“Saya cerita ini bukan niat sombong. Kita hanya ingin memberikan pesan bahwa santri kalau diberi amanah, insyaallah tidak akan kalah dengan yang bukan santri,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa para santri berhak memperoleh porsi perhatian yang adil dalam pemanfaatan anggaran daerah, baik untuk kebutuhan pendidikan maupun program pembangunan lainnya, sehingga stigma lama dapat dihilangkan sepenuhnya.
“Tidak boleh lagi santri dipandang kelas dua, kelas tiga dan sebagainya. Santri punya hak yang sama mendapatkan perhatian dari APBD Kabupaten Jember,” tutur Gus Fawait. (*)
ADVERTORIAL
Gus Fawait Gerak Cepat Evakuasi Warga Penderita Ulkus Pedis Kronis di Sumberbaru Jember
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, bergerak cepat merespons kondisi kesehatan seorang warga lanjut usia bernama Amze Suminah (71), warga Sumberbaru, yang menderita Ulkus Pedis Kronis.
Pada Sabtu, 10 Oktober 2026 malam, Gus Fawait mendatangi langsung pasien yang sebelumnya dirawat di rumah untuk memastikan penanganan medis yang optimal.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Fawait langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta jajaran terkait seperti pihak puskesmas agar turun tangan secara langsung ke lapangan.
“Pasien sebenarnya telah mendapatkan kunjungan dan layanan Homecare sebanyak tiga kali oleh petugas puskesmas setempat,” katanya.
Namun, pihak keluarga sempat menolak rujukan ke rumah sakit sehingga tim medis menyesuaikan dengan merawat pasien di rumah.
Setelah koordinasi lintas sektor melibatkan kepala dinas kesehatan dan prosedur medis yang komprehensif, keluarga akhirnya sepakat untuk memindahkan pasien agar mendapat perawatan intensif di RSD dr. Soebandi.
Gus Fawait menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik, khususnya bagi warga yang kurang mampu.
Mengingat kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, pemerintah memastikan seluruh proses pengobatan hingga pendampingan keluarga di rumah sakit akan difasilitasi penuh.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan kasus serupa melalui pemerintah daerah. Tujuannya, agar penanganan cepat dapat segera dilakukan,” tuturnya. (*)
ADVERTORIAL
Ning Ghyta Temui Langsung Warga Penerima Layanan Homecare Jember
DETAIL.ID, Jember – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, melakukan peninjauan lapangan terhadap sejumlah warga penerima program layanan Homecare di wilayah Kecamatan Kaliwates dan Sumbersari pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Peninjauan ini difokuskan pada kelompok rentan yang meliputi ibu hamil dengan risiko tinggi, balita penderita stunting, serta warga penyandang disabilitas mental.
Di Kecamatan Kaliwates, sasaran peninjauan mencakup seorang ibu hamil dengan riwayat persalinan sesar pada anak pertama yang mengalami Kekurangan Energi Kronis serta memiliki berat badan 38,6 kilogram, serta dua balita berusia 1 tahun 11 bulan dan 2 tahun yang teridentifikasi stunting.
Sementara itu, peninjauan di Kecamatan Sumbersari menyasar seorang warga dengan kondisi disabilitas mental autis.
Dalam kesempatan tersebut, Ghyta Eka Puspita menekankan sinergi dan keterlibatan aktif seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan demi keberhasilan program layanan kesehatan masyarakat ini.
“Bahu membahu untuk Homecare ini mudah-mudahan bisa menjadi program yang sukses. Intinya kita bergotong royong,” ujar Ning Ghyta.
Ketika menyambangi warga penyandang disabilitas mental autis, Ning Ghyta mendapati seorang anak yang hidup bersama kakaknya yang memiliki keterbatasan fisik dan mental setelah ditinggalkan oleh orang tua mereka.
Menanggapi situasi tersebut, ia berharap pihak kecamatan dapat memberikan fasilitasi agar anak tersebut tetap memperoleh hak pendidikannya, salah satunya dengan mengarahkannya ke program Sekolah Rakyat yang ada di Jember.
“Ya mudah-mudahan nanti Pak Camat bisa memfasilitasi. Mudah-mudahan adiknya semangat untuk sekolah,” ucapnya.
Program kunjungan jemput bola ini memberikan kesan mendalam bagi para keluarga penerima manfaat.
Findaria selaku ibu dari Elisa, balita yang mengalami stunting, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan langsung ke kediamannya.
“Bahagia. Senang,” kata Findaria.
Ungkapan senada juga disampaikan oleh Asmiati, ibu dari Alea yang juga merupakan balita penderita stunting.
Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran serta perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui program tersebut.
“Merasa terbantu. Kedatangannya Ning Ghyta, saya senang. Karena saya dibantu oleh Ibu Bupati,” ucap Asmiati.
Asmiati memaparkan, dirinya memperoleh arahan langsung terkait pemenuhan kebutuhan gizi anak berupa pasokan susu khusus yang dapat diambil secara berkala di Puskesmas terdekat apabila persediaan di rumah telah habis.
“Alea ini stunting anaknya. Kalau habis susunya sama Ning Ghyta suruh ambil ke Puskesmas. Kalau di Indomaret-Indomaret ini enggak ada katanya. Soalnya ini susunya mahal,” tuturnya. (*)



