ADVERTORIAL
Kerusakan Jalan Telah Dibangun, Begini Komentar Warga Batanghari Terhadap Fadhil-Bakhtiar
Batanghari – Selama ini masyarakat Kabupaten Batanghari mengeluhkan banyaknya kerusakan jalan di Kabupaten Batanghari.
Hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Batang saat ini jalan rusak sehingga menghambat perekonomian masyarakat.
Namun saat ini, dua tahun Fadhi – Bakhtiar memimpin Kabupaten Batang Hari, hampir seluruh kerusakan jalan di setiap kecamatan hingga desa-desa telah dibangun pada masa pemerintahan Fadhil-Bakhtiar.
Salah satu warga Batanghari Jali mengatakan, terima kasih kepada Fadhil-Bakhtiar yang serius menyelesaikan Batanghari Tangguh, sehingga perubahannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil.
“Inilah perubahan yang kami harapkan, karena infrastruktur jalan ini sangat penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Jika jalan rusak tentu akan menghambat masyarakat dalam menjual hasil perkebunan,” ujarnya, Senin,12 Maret 2023.
Jali menuturkan, selama ini keluhan utama masyarakat Batanghari adalah kerusakan jalan di desa-desa. Tidak hanya menghambat perekonomian masyarakat, anak-anak yang ingin bersekolah juga terhambat akibat rusaknya jalan.
“Kalau jalan belum diaspal atau beton, akan licin dan berlumpur saat hujan,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, hanya saja pada saat pembangunan jalan juga diperlukan pengawasan yang serius, agar tidak ada yang memanjat. Sehingga kualitas jalan akan tetap terjaga. Sedangkan pada tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Batanghari telah membangun infrastruktur jalan penghubung antar kecamatan sepanjang 120,75 KM dengan total anggaran sebesar Rp 271.023.858.638.
Dan pembangunan kerusakan jalan lingkungan yang telah dilaksanakan sepanjang 17,22 kilometer dengan total estimasi sebesar Rp 21.529.580.000.
“Kita semua berdoa, semoga Bupati Fadhil dan Wakil Bupati Batanghari Bakhtiar selalu diberikan kesehatan untuk terus mengembangkan Batanghari,” ujarnya.
ADVERTORIAL
Bupati Jember Serahkan BPJS Ketenagakerjaan Driver Ojek dan Insentif Guru Ngaji
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyerahkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi driver ojek serta insentif untuk guru ngaji dalam peringatan Nuzulul Qur’an di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu, 7 Maret 2026 malam.
Pemerintah Kabupaten Jember menggelar kegiatan tersebut sebagai agenda keagamaan di bulan Ramadan yang juga menghadirkan jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, serta sejumlah undangan dari berbagai elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menyampaikan bahwa para pengemudi ojek online di Jember kini memperoleh perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan serta dukungan layanan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC).
“Sekarang panjenengan semua sudah dilengkapi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Jember juga sudah UHC, otomatis panjenengan dicover juga BPJS Kesehatannya. Kalau sakit, tinggal ke rumah sakit,” kata Gus Fawait.
Selain memberikan jaminan sosial bagi pengemudi ojek online, pemerintah daerah juga menyerahkan insentif secara simbolis kepada para guru ngaji dari berbagai lintas agama.
Gus Fawait menyampaikan bahwa penyaluran insentif tahun ini dilakukan dengan mekanisme yang lebih terhormat.
“Untuk para guru ngaji, baik Islam maupun nonmuslim, kami berikan insentif dengan cara yang terhormat. Tidak boleh lagi antre-antre seperti tahun-tahun sebelumnya. Insentif ini diberikan pada waktu Ramadan agar lebih bermanfaat,” ujar Gus Fawait.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga mengulas sejumlah agenda pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember.
Beberapa di antaranya meliputi rencana pembangunan flyover di perempatan Mangli, pelebaran jalan dari Tanggul hingga Mangli, perbaikan Pasar Tanjung, serta optimalisasi Bandara Jember.
Pemerintah daerah juga menjalankan kebijakan layanan administrasi kependudukan dengan memfasilitasi pengurusan KTP di kantor kecamatan bagi warga di luar wilayah perkotaan.
Sementara itu, warga yang tinggal di wilayah kota dapat langsung mengurus dokumen kependudukan di kantor Dispendukcapil untuk mengurangi penumpukan pelayanan.
Kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memohon doa agar masyarakat Jember selalu memperoleh keselamatan dan keberkahan, termasuk bagi warga yang akan melakukan perjalanan mudik ke luar daerah.
ADVERTORIAL
Silaturahmi di Pendopo, Gus Fawait Ajak Pemuda dan Mahasiswa Beri Masukan untuk Pembangunan Jember
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengajak tokoh pemuda dan mahasiswa memberi masukan bagi pembangunan daerah dalam kegiatan Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi Tokoh Pemuda di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu, 7 Maret 2026 malam.
Kegiatan itu menghadirkan organisasi kepemudaan serta Badan Eksekutif Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jember.
Forum tersebut berlangsung sebagai ruang silaturahmi sekaligus dialog terbuka antara pemerintah daerah dengan kalangan pemuda.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menyampaikan bahwa pemerintah daerah membutuhkan gagasan dari generasi muda, terutama mahasiswa yang memiliki sudut pandang kritis.
“Saya sebagai Bupati Jember membutuhkan banyak masukan dan ide-ide segar, terutama dari adik-adik mahasiswa. Pemikiran mahasiswa biasanya masih sangat orisinal dan berani berpikir out of the box,” kata Gus Fawait.
Ia juga menguraikan bahwa dialog dengan mahasiswa dan organisasi kepemudaan membantu pemerintah mengetahui kondisi yang terjadi di masyarakat secara langsung.
“Saya tidak ingin hanya menerima laporan yang baik-baik saja dari OPD. Saya perlu tahu kondisi sebenarnya di lapangan. Karena itu saya membutuhkan masukan dari organisasi kepemudaan dan mahasiswa,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Gus Fawait juga memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi Kabupaten Jember pada awal masa kepemimpinannya, salah satunya angka kemiskinan yang masih tinggi.
Secara absolut, Jember berada pada posisi kedua tertinggi di Jawa Timur, sementara untuk kategori kemiskinan ekstrem berada pada posisi tertinggi di provinsi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Jember saat itu juga menghadapi persoalan di sektor kesehatan, termasuk utang rumah sakit daerah yang mencapai Rp214 miliar serta kondisi tiga rumah sakit daerah yang hampir mengalami kolaps.
Pemerintah daerah kemudian menjalankan efisiensi anggaran dengan menunda pengadaan kendaraan dinas, mengurangi kegiatan seminar, serta memangkas belanja yang tidak berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan.
Anggaran tersebut dialihkan untuk memperkuat sektor kesehatan, termasuk memperluas jaminan kesehatan masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.
Langkah tersebut berdampak pada kondisi keuangan rumah sakit daerah yang mulai stabil.
Pendapatan RSUD dr. Soebandi meningkat dari sekitar Rp15 miliar menjadi Rp31 miliar dalam waktu kurang dari satu tahun.
Selain sektor kesehatan, pemerintah daerah juga menjalankan perbaikan infrastruktur pendidikan setelah menerima data bahwa terdapat 1.532 sekolah di Jember yang mengalami kerusakan berat.
Perbaikan dilakukan dengan dukungan anggaran dari APBD dan APBN, dan pada 2025 hampir 40 persen sekolah rusak berat telah diperbaiki.
Pemerintah daerah juga menjalankan program beasiswa bagi 20.000 mahasiswa asal Jember.
Pemkab Jember juga mengembangkan sistem pengaduan publik “Wadul Gus’e” yang memungkinkan masyarakat menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada pemerintah daerah.
Hingga saat ini tercatat hampir 12 ribu aduan masyarakat masuk melalui kanal tersebut dengan tingkat penyelesaian sekitar 87 persen.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan fasilitas pencetakan KTP di 28 kecamatan di luar wilayah perkotaan guna mempermudah masyarakat di wilayah pinggiran.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga mengajak mahasiswa tetap menjaga sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah dengan pendekatan yang konstruktif.
“Mahasiswa harus tetap kritis, tetapi kritik yang membangun. Kritik yang disertai solusi,” kata Gus Fawait.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah diukur dari kesejahteraan masyarakat.
“Tujuan utama pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat. Ukurannya jelas, yaitu angka kemiskinan,” ucapnya.
Kegiatan silaturahmi tersebut diakhiri dengan tausiyah keagamaan serta doa bersama dengan harapan berbagai upaya pembangunan dapat membawa Kabupaten Jember menuju cita-cita “Jember Baru, Jember Maju”.
Reporter: Dyah Kusuma
ADVERTORIAL
Pertamina Tambah 300 Ribu Liter BBM Jember, Gus Fawait: Stok Aman, Jangan Khawatir!
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember aman hingga Idul Fitri setelah Pemerintah Kabupaten Jember menggelar rapat koordinasi lanjutan bersama kepolisian, Pertamina, Hiswana Migas, dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) pada Jumat, 6 Maret 2026 malam hingga dini hari.
Rapat koordinasi tersebut digelar sebagai respons atas antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di wilayah Jember dalam beberapa hari terakhir.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menyampaikan bahwa ketersediaan BBM di Jember dalam kondisi cukup bahkan melimpah sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan.
“Insyaallah akan cukup sampai hari raya, bahkan lebih dari hari raya Idulfitri. Jadi saya berharap masyarakat untuk tetap tenang,” ujarnya.
Ia menyebut distribusi BBM ke Kabupaten Jember juga mengalami penambahan pasokan untuk menjaga ketersediaan di lapangan.
“Ada penambahan 100.000 liter BBM khusus untuk Kabupaten Jember kemarin. Hari ini, 7 Maret 2026 akan ada penambahan kurang lebih 300.000 lagi BBM untuk Kabupaten Jember,” katanya.
Gus Fawait mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan karena harga BBM dipastikan tidak akan mengalami kenaikan.
“Kalau punya niat menimbun, untuk segera dibatalkan karena harga BBM tidak akan pernah mengalami kenaikan dan stoknya tetap akan aman,” ucapnya.
Ia memaparkan bahwa tren pembelian BBM di Jember mulai menurun jika dibandingkan antara Kamis, 5 Maret 2026) dan Jumat, 6 Maret 2026. Antrean panjang kini lebih banyak terjadi di SPBU wilayah perkotaan.
“Untuk di pinggir-pinggir atau di luar perkotaan, kondisinya justru tidak sepanjang di kota,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jember bersama kepolisian dan Pertamina juga menyiapkan pengawasan di SPBU guna mencegah praktik penimbunan.
“Kami akan menurunkan jajaran dari Satpol PP dan Dishub, kolaborasi dengan pihak Kepolisian Polres Jember untuk mengawasi pembelian-pembelian di masing-masing SPBU,” kata Gus Fawait.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan peringatan terlebih dahulu jika ditemukan indikasi penimbunan sebelum aparat kepolisian mengambil tindakan hukum.
“Tapi kalau tetap memaksa, nanti pihak kepolisian yang akan mengambil tindakan-tindakan tegas,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Jember juga membuka kemungkinan kebijakan kerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN) dan belajar daring bagi siswa jika antrean BBM belum kembali normal hingga awal pekan depan.
“Tapi saya yakin kalau melihat perkembangan informasi dari Pertamina, dari tim kami di bawah, dari pihak kepolisian, bahwa pembelian mulai hari Kamis ke hari Jumat sudah menunjukkan tren yang sangat menurun dan kembali normal,” ujarnya.
Gus Fawait kembali memastikan stok BBM di Kabupaten Jember tetap aman hingga setelah Idulfitri.
“Stok aman, stok berlimpah. Kalaupun mau beli BBM tidak akan kehabisan. ‘Sampai kapan Gus?’, ada yang tanya begitu di medsos. Sampai hari raya, bahkan setelah hari raya dan Idul Fitri tahun yang akan datang lagi ke depan begitu,” tutur Gus Fawait.
Reporter: Dyah Kusuma


