ADVERTORIAL
Yatim Yang Digelar Group Berkah Pesta Aini
Jambi – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1444 H Tahun 2023, Group Berkah Pesta Aini Tanjungbalai salurkan santunan kepada 350 anak yatim.
Acara tersebut digelar di Gedung Wanita Jalan Gereja Kelurahan Perwira, Kota Tanjungbalai, Minggu, 12 Maret 2023.
Kegiatan penyaluran santunan kepada anak yatim tersebut di hadiri oleh Wali Kota Tanjungbalai, H. Waris Tholib, S.Ag., MM, Ketua DPRD Kota Tanjungbalai, Tengku Eswin, ST, Kasat Binmas Polres Tanjungbalai, AKP Eddy Siswoyo, Kakan Kemenag Tanjungbalai yang diwakili oleh Abdullah Rahim, S.Ag., MM dan 500 orang peserta dari Kota Tanjungbalai.
Pada sesi pembukaan, rangkaian acara diisi dengan pembacaan Al Qur’an oleh Heri Chandra dan ceramah singkat oleh Ustadz Dr.H.Nasir Kawi LC.MA.
Wali Kota Tanjungbalai melakukan foto bersama dengan panitia dan anak yatim usai kegiatan penyaluran santunan.
Ketua Panitia Pelaksana, Anwar Rudi Manurung dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan penyaluran santunan kepada anak yatim tersebut merupakan kegiatan ke tiga yang digelar oleh Group Berkah Aini.
Wali Kota Tanjungbalai, H.Waris Tholib, S.Ag., MM dalam sambutannya mengatakan, Pemkot Tanjungbalai menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut, dirinya berharap dengan kegiatan tersebut akan membawa berkah bagi Kota Tanjungbalai.
Ketua Umum Group Berkah Pesta Aini didampingi oleh Ketua Panitia Anwar Rudi Manurung saat diwawancarai media, Minggu, 12 Maret 2023.
Wali kota juga meminta kepada anak yatim untuk senantiasa mendoakan Kota Tanjungbalai agar terhindar dari bencana, marabahaya dan menjadi Kota Beriman. Ia juga berharap agar para anak yatim nantinya dapat menjadi insan berguna bagi agama, nusa dan bangsanya.
Ketua Umum Group Berkah Pesta Aini, Hj. Roslailina Marpaung yang merupakan Dirut CV. Gadika Cabang Tanjungbalai saat diwawancarai oleh Metro7news.com mengatakan, bahwa Group Berkah ini merupakan sebuah perkumpulan yang beranggotakan dari 4 daerah di Sumatera Utara, yakni Medan, Tanjungbalai, Asahan dan Batubara.
Anggota group terdiri dari 120 orang sukarelawan yang setiap tahunnya terus melakukan bakti sosial dengan menyalurkan paket bantuan kepada sejumlah anak yatim yang ada di Kota Tanjungbalai.
Hj. Roslailina mengaku senang atas suksesnya kegiatan tersebut. Seluruh panitia pelaksana dan segenap anggota group terlihat begitu semangat dan antusias dalam pelaksanaan kegiatan.
“Kami sangat bangga dapat melaksanakan kegiatan ini secara berkesinambungan, tahun depan kami akan berusaha untuk lebih baik lagi dan lebih banyak lagi menyalurkan santunan kepada anak yatim. Ini semua berkat kerja keras group yang solid,” ungkapnya.
Santunan anak yatim diberikan secara simbolis oleh Wali Kota Tanjungbalai, H.Waris Tholib, S.Ag., MM. Dalam satu paket santunan berisi satu karung beras 5 kg, gula 1 kg, satu kotak nasi dan uang senilai seratus ribu rupiah dibagikan untuk 350 orang anak yatim.
ADVERTORIAL
Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan
DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.
Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.
Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.
“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.
Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.
Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.
“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)
ADVERTORIAL
Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.
Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.
Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.
Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.
Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.



