ADVERTORIAL
Al Haris Membuka Secara Resmi Bazar Ramadhan 1444 H Dekranasda Provinsi Jambi
Jambi – Gubernur Jambi membuka secara resmi Bazar Ramadhan 1444 H Dekranasda Provinsi Jambi dan Organisasi Istri Forkopimda Provinsi Jambi bertempat di Balai Kerajinan Rakyat Selaras Pinang Masak, Selasa, 4 April 2023.
Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Hesti Haris dan Ketua dari masing-masing Organisasi istri Forkompimda.
Pada kesempatan ini juga disediakan 1200 paket sembako senilai Rp 90 ribu dan disubsidi menjadi Rp 45 ribu rupiah.
Dalam sambutannya, Gubernur Jambi Al Haris memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi serta berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan Bazar Ramadhan Tahun 1444 H.
”Pelaksanaan Bazar ini merupakan salah satu alternatif, upaya kita bersama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat guna mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Bazar yang diselenggarakan oleh Dekranasda Provinsi Jambi bekerjasama dengan organisasi istri pimpinan daerah Provinsi Jambi ini menjadi wujud kepedulian sosial kepada masyarakat sekaligus dalam menyemarakkan puasa Ramdahn Tahun 1444 H,” ujar Al Haris.
Al Haris juga menyatakan bahwa dengan dilaksanakan Bazar Ramadhan terutama ditempat yang memang dekat dengan penduduk akan membawa dampak yang sangat baik bagi masyarakat.
”Kita saat ini semuanya sedang persiapkan untuk Idul Fitri, makanya gejolak pasar mulai meningkat. Tapi tadi saya bangga, ketika tadi kita rapat dengan Mendagri saat ini inflasi kita, alhamdulilah kita sekarang pada posisi 5,13, saat ini kita berada diperingkat ke 17, jauh inflasi kita. Saya berharap selama Ramadhan ini harga semua stabil, tidak ada yang mahal dan semua terjangkau oleh masyarakat, dan kita berharap semua komoditi bisa dikendalikan, dan dengan adanya agenda bazar ini kita berharap lebih dekat dengan lokasi-lokasi belanja masyarakat sehingga tidak lagi jauh-jauh mencari barang sehingga harga bisa murah,” katanya.
Hal kedua yang Gubernur sampaikan bahwa saat ini Bulog memiliki stok daging beku yang cukup untuk menghadapi Idul Fitri.
”Kita juga memiliki stok daging beku yang cukup banyak, dagingnya bagus dari Thailand. Kalo merasa harga dipasar naik, ibu-ibu bisa pesan melalui bulog, daging bekunya enak, sehat, steril, jadi jangan mengeluh harga daging naik, ada daging beku, ingat bahwa kualitasnya sama elok, halal untuk dimakan. Untuk harga beras juga stabil, cabe cukup baik harganya dan kita berharap pasca Idul Fitri harganya tetap stabil,” ujarnya.
Gubernur juga menyediakan kebutuhan bahan pokok masyarakat dengan harga terjangkau, juga menjadi momentum untuk menumbuhkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Besar harapan saya kegiatan ini selain dapat menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau, juga menjadi momentum untuk menumbuhkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat serta mewadahi kreativitas masyarakat, para pelaku UMKM/Industri rumah tangga di Provinsi Jambi, khususnya diwilayah seberang Kota Jambi,” katanya.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Siapkan Langkah Strategis Tata Penataan Pasar Tanjung
DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan sejumlah langkah konkret guna membenahi Pasar Tanjung sebagai pusat perekonomian rakyat.
Kebijakan ini dirumuskan usai Bupati Jember, Gus Fawait, menemui ratusan pedagang yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Pasar Tanjung serta elemen mahasiswa di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa, 22 September 2026.
Massa aksi yang semula berada di luar gedung diarahkan masuk ke aula pendopo untuk menggelar dialog terbuka secara lesehan.
Dalam forum tersebut, perwakilan pedagang menyampaikan keluhan terkait kondisi penataan lapak di area bawah yang dinilai semrawut hingga berdampak pada kelangsungan usaha pedagang lama.
Bupati Jember menyatakan pembenahan dan pengembalian fungsi pasar tradisional menjadi agenda prioritas pemerintah daerah.
Langkah ini diambil usai dirinya meninjau langsung kondisi lapangan setelah menerima masukan dari para mahasiswa.
“Pasar tradisional adalah benteng ekonomi warga dan tempat wong cilik mengadu nasib. Apa yang menjadi harapan para pedagang dan mahasiswa, itu pula yang menjadi komitmen kami di Pemkab Jember,” kata Gus Fawait.
Dari dialog terbuka tersebut, Pemkab Jember menawarkan solusi yang disepakati bersama oleh seluruh peserta forum.
Rencana aksi tersebut mencakup uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Samanhudi, pembentukan Satgas Gabungan Penataan Pasar, serta pengaturan jadwal waktu berjualan bagi para pedagang.
Skema hasil kesepakatan ini dijadwalkan mulai berlaku pada Rabu, 23 September 2026, dengan membuka peluang evaluasi jika dalam pelaksanaannya masih membutuhkan penyesuaian.
Pertemuan ini sekaligus merealisasikan kesanggupan pemkab kepada pedagang sepekan sebelumnya untuk merumuskan pembenahan jangka panjang.
“Saya bangga dengan pemikiran kritis teman-teman mahasiswa. Semua gagasannya, mulai dari rekayasa lalu lintas, Satgas, sampai penataan trotoar kami akomodasi. Mari kawal bersama prosesnya di lapangan,” ujar Gus Fawait.
Selain di Pasar Tanjung, program penataan dan penyerapan aspirasi pedagang secara bertahap juga akan diterapkan pada pasar-pasar tradisional lain yang tersebar di wilayah Jember. (*)
ADVERTORIAL
Gus Fawait Tegaskan Tidak Ada PHK Nakes di Jember
DETAIL.ID, Jember — Bupati Jember Gus Fawait menegaskan Pemerintah Kabupaten Jember tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau merumahkan tenaga kesehatan (nakes), meskipun terdapat surplus tenaga medis di berbagai puskesmas.
Penegasan ini disampaikan di sela penyerahan bantuan armada kendaraan operasional dari PT Semen Imasco Asiatic di Kantor Kecamatan Puger, Senin, 21 September 2026 malam.
Penyerahan armada melalui program CSR tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan gowes jajaran Pemkab Jember rute Yosowilangun – JLS – Puger, pembagian bantuan sosial, serta bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis.
Bantuan armada operasional ini disiagakan untuk mengoptimalkan jangkauan program layanan kesehatan Homecare bagi masyarakat kurang mampu.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memberikan apresiasi langsung atas keterlibatan sektor swasta dalam memperkuat infrastruktur pelayanan medis di daerah.
“Kolaborasi ini memperkuat kesiapan armada puskesmas dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan langsung di rumah,” ujar Gus Fawait.
Mengenai penataan sumber daya manusia di sektor kesehatan, Pemkab Jember memanfaatkan program Homecare dan gerakan penataan nakes untuk menyerap tenaga medis yang ada.
Kebijakan ini juga disiapkan sebagai jembatan penataan formasi aparatur negara.
“Langkah ini sekaligus menjadi skema penataan formasi agar para nakes dapat diakomodasi dalam pengangkatan PPPK hingga PNS secara bertahap. Selain itu, kebijakan penyesuaian hari kerja dari enam hari menjadi lima hari kerja juga telah diberlakukan untuk menjaga kesejahteraan para nakes,” kata Gus Fawait.
Selain meluruskan isu nakes, Gus Fawait merincikan batas fungsi operasional antara layanan Homecare dengan ambulans penanganan darurat agar pelayanan berjalan tepat sasaran.
“Homecare bertujuan menghadirkan layanan medis berkala dan penanganan dokter bagi warga kurang mampu yang mengidap penyakit kronis atau berjangka panjang,” ucap Gus Fawait.
Sementara fungsi ambulans desa atau rumah sakit ditujukan khusus untuk penanganan kasus gawat darurat yang memerlukan tindakan cepat di fasilitas kesehatan.
“Dengan bertambahnya dukungan armada operasional ini, diharapkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Jember dapat semakin meningkat dan merata,” tutur Gus Fawait. (*)
ADVERTORIAL
Puskesmas Kencong Tegaskan Program Homecare Jember Bukan Sekadar Formalitas Foto
DETAIL.ID, Jember – Tudingan yang menyebut program kesehatan Homecare di Kabupaten Jember hanya bersifat formalitas dan sebatas dokumentasi foto dibantah oleh pihak tenaga medis.
Kepala Puskesmas Kencong, Untung Pujianto, mengungkapkan bahwa anggapan miring di media sosial tersebut muncul karena masyarakat hanya melihat separuh dari prosedur pelayanan yang sebenarnya.
“Pemeriksaan awal di rumah pasien bukanlah akhir dari pelayanan, melainkan langkah awal untuk mendeteksi kondisi kesehatan warga dan menentukan tindakan medis berikutnya,” kata Untung.
Ia menjelaskan, program yang digulirkan Pemkab Jember sejak Juli 2026 ini berfokus membantu warga yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan.
Kunjungan rutin setiap bulan difokuskan pada 25 ribu keluarga rentan, meliputi warga miskin ekstrem, lansia sebatang kara, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, penderita penyakit kronis, hingga balita terindikasi stunting.
Di lokasi, petugas medis melakukan pemeriksaan mulai dari cek fisik, perawatan luka, pemantauan kehamilan, hingga pemindaian USG portabel.
Prosedur dilanjutkan dengan tindakan medis terukur.
Jika masalah kesehatan dapat diatasi di tingkat puskesmas, tim medis memberikan pengobatan langsung di tempat.
Namun, bagi pasien yang membutuhkan penanganan intensif, petugas langsung menerbitkan rujukan ke rumah sakit.
Masyarakat luar sasaran yang membutuhkan layanan juga dapat melapor melalui saluran Wadul Gus’e atau puskesmas setempat untuk melalui tahap verifikasi.
Secara hukum, operasional Homecare berpayung pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta diperkuat Permenkes Nomor 6 Tahun 2024 dan Permenkes Nomor 19 Tahun 2024.
Petugas memastikan bahwa kendala fisik, jarak, dan sosial tidak menjadi penghalang warga dalam memperoleh hak layanan medis.
“Keberhasilan program ini tidak diukur dari seberapa banyak foto yang diunggah ke media sosial atau jumlah rumah yang dikunjungi, melainkan dari terdatanya kondisi pasien, teridentifikasinya kebutuhan medis, serta tersedianya tindak lanjut atau rujukan yang tepat,” ujar Untung. (*)



