PERISTIWA
Akses Jalan Diblokir, Ratusan Warga Jemaat Gereja Pentakosta di Sungai Bahar Minta Tolong Pada Pemerintah dan Seluruh Masyarakat
Muarojambi – Persoalan kebebasan beragama, beribadah sesuai dengan aliran kepercayaan masing-masing tampak masih jadi persoalan pelik bagi sekelompok orang di beberapa daerah hingga saat ini.
Salah satunya, umat kristiani di Gereja Pentakosta Indonesia Sungai Bahar 1, Muarojambi. Pimpinan gereja tersebut yakni Pendeta Royanto Situmorang menyampaikan keluh kesahnya kepada awak media baru-baru ini.
Pendeta Royanto bingung harus mengadu kemana, pasalnya berdasarkan keterangan dia pada 2022 lalu, Gereja Pentakosta Indonesia Sungai Bahar 1 yang ia pimpin telah membeli aset tanah seluas kurang lebih 2.100 M persegi di RT 08, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi.
“Kami mengurus izin dari RT serta tanda tangan dari 60 masyarakat, baik tokoh-tokoh masyarakat dan Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL) dari desa dan Kecamatan atas sepengetahuan dari FKUB Kecamatan,” kata Pdt. Royanto Situmorang yang juga Pembina DPC PBB Muarojambi itu, belum lama ini.
Lalu, lanjut dia mengurai, kami membangun bangunan darurat gereja pada bulan Maret dengan ukuran 7×21 meter.
“Dengan bahan kayu, atap terpal, dinding plastik, dan lantai tanah kami mulai menempati pada Minggu 2 April 2023,” ujar Royanto.
Meski telah mendapatkan tanda tangan sebagai persetujuan akan kegiatan beribadah tersebut dari sejumlah perwakilan warga namun Royanto mengaku bahwa kerap kali mendapat respon yang kurang baik dari sejumlah masyarakat di dekat bangunan gereja darurat itu.
“Ada yang memagar akses jalan, sampai kemudian ada yang membangun tembok,” katanya.
Tak berhenti disitu, salah satu perusahaan perkebunan sawit yang berlokasi disana dan juga beberapa warga turut berpartisipasi merintangi aktivitas warga jemaat Gereja Pentakosta Indonesia untuk beribadah, hal itu mereka lalukan dengan cara menggali 2 lubang yang cukup dalam dengan alat berat di bagian depan dan belakang pada akses jalan menuju gereja.
“Sehingga sejak tanggal 22 Juli 2023, tidak ada akses jalan untuk jemaat beribadah,” katanya.
“Kecuali lewat jalan tikus lah, yang dibersihkan warga jemaat secara gotong royong,” ujarnya.
Meski pihak Gereja sudah memohon kepada para pemilik tanah, namun Pendeta Roy menyampaikan bahwa belum ditemukan solusi.
“Mereka tetap memaksa menutup akses jalan kami beribadah,” katanya.
“Kalau nanti akses jakan tikus itupun diblokir, mungkin ya ibadah di jalan rayalah kami ni. Ga mungkin naik helikopter ke Gereja kan,” katanya kesal.
Roy pun menyampaikan bahwa saat ini sejumlah 300 orang warga jemaat Gereja Pentakosta Indonesia tersebut hanya bisa berharap kepada pemerintah sebagai penengah dan pembuat kebijakan agar kegiatan beribadah dapat kembali berlangsung tanpa ada hambatan.
“Kami mohon kepada bapak Presiden Joko Widodo, bapak Kementerian ATR/BPN Hadi Tjahyanto, Gubernur Jambi DR Al Haris, Pj Bupati Muarojambi bapak Bacyuni Deliansyah serta seluruh masyarakat agar memberi jalan keluar,” ujar Pendeta Royanto Situmorang.
Reporter: Juan Ambarita
PERISTIWA
Pengemudi Pajero Sport Tabrak Lari Sejumlah Pemotor, Kini Ditangani Ditlantas dan Ditresnakorba Polda Jambi
DETAIL.ID, Jambi – Seorang pengendara roda 4 jenis Pajero Sport dengan plat nomor B 1989 PRS kini ditangani oleh 2 Direktorat di Polda Jambi yakni Dit Lantas dan Dit resnarkoba Polda Jambi, setelah aksi tabrak larinya terhadap sejumlah pengendara sepeda motor di berbagai titik, pada Minggu dini hari, 18 Januari 2026 sekira pukul 03.00 WIB.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Polda Erlan Munaji menyampaikan sosok pelaku berinisial DK (20) warga Kotoboyo, Batanghari. Awalnya Polisi menerima laporan masyarakat terkait aksi ugal-ugalan DK di daerah Tugu Keris, Kota Baru yang berujung lalantas.
Polisi menyebut di Kota Baru awalnya DK terlibat laka lantas dengan 2 pengendara sepeda motor. Namun bukannya berhenti dan tanggungjawab ia malah lari, banting setir ke arah Kebun Kopi.
”Pada saat mengarah ke daerah Kebun Kopi, mobil tersebut kembali menabrak 1 kendaraan, kemudian mengarah ke jalan Sudirman. Kemudian di depan Mapolda sempat mengarah ke jalur seberang. Dsitu sempat menabrak lagi 3 penendara motor,” ujar Kombes Pol Erlan Munaji, Minggu 18 Januari 2026.
Mobil Pajero Sport yang dikemudikan DK itu kemudian disebut masuk ke Mapolda Jambi dengan cara menabrak gerbang, lantaran panik setelah berbagai insiden tabrakan. Lalu keluar dengan menabrak pintu keluar dan kembali masuk dan terakhir berhenti di lapangan hitam Polda Jambi.
”Informasi sementara yang bersangkutan positif met amfetamin. Saat ini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh tim dari Dit resnarkoba,” ujarnya.
Pihak Ditlantas Polda Jambi disebut telah mengevakuasi para korban tabrak lari DK ke RS Siloam, jumlah sementara terdapat 4 korban luka-luka dari peristiwa tabrak lari oleh DK. Sementata DK sendiri kini masih dalam tahap diperiksaan lebih lanjut.
Reporter: Juan Ambarita
PERISTIWA
DPC ISKA Kota Jambi menggelar Musyawarah Cabang
DETAIL.ID, Jambi – Bertempat di Cafe Cemara, Jalan H. Adam Malik, Kelurahan Thehok, Kota Jambi digelar Musyawarah (Musyawarah Cabang) DPC ISKA Kota Jambi (Ikatan Sarjana Katolik Indonesia).
Adapun agenda yg digelar yaitu pemilihan ketua baru periode 2026-2030 dan pembahasan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) dari kepengurusan lama periode 2022 – 2026 yang diketuai oleh Oenang Satya Putra, S.T.
Berdasarkan musyawarah dan mufakat, terpilih secara aklamasi yaitu Franksidis Widiyanto, S.Kom.
“Buat para pengurus lama kami ucapkan terima telah menjadi pengurus di DPC ISKA Kota Jambi. Telah banyak berbagai kegiatan yang telah digelar DPC ISKA kota Jambi kepada masyarakat seperti aksi donor darah dan Acara bincang sehat yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Mahkota – Melaka – Malaysia,” kata Oenang Satya Putra S.T. saat memberi kata sambutan dan LPJ.
“ISKA Kota Jambi ke depan diharapkan lebih banyak berkegiatan dan berkontribusi ke masyarakat Kota Jambi dan Pemerintah Kota Jambi baik dalam bentuk sumbangsih pemikiran, ide, gagasan ataupun berkegiatan dengan bekerjasama dengam berbagai pihak baik dengan pemerintah, lokal Jambi ataupun dari luar Kota Jambi,” ujar Franksidis Widiyanto, S.Kom sebagai ketua terpilih dalam kata sambutannya.
Menurutnya, langkah selanjutnya akan dibentuk juga kepengurusan di tingkat kabupaten seperti Kabupaten Muarojambi, Kabupaten Muara Bungo, Kabupaten Merangin, Kabupaten Tanjungjabung Barat.
Setelah dilantik kepengurusan ISKA tingkat kabupaten/kota, berdasarkan AD/ART ISKA, maka wajib dibentuk kepengurusan tingkat Provinsi Jambi guna menjembatani antara Pengurus Pusat ISKA dengan ke DPC ISKA di kabupaten dan kota.
PERISTIWA
Bermula dari Teguran di Kelas hingga Berujung Kekerasan, Guru SMKN 3 Tanjungjabung Timur Dikeroyok Siswa
DETAIL.ID, Tanjungjabung Timur – Dunia pendidikan di Provinsi Jambi kembali tercoreng oleh aksi kekerasan di lingkungan sekolah. Seorang guru SMKN 3 Tanjungjabung Timur, Agus Saputra menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswa pada Selasa, 13 Januari 2026. Peristiwa tersebut bahkan terekam video dan viral di berbagai platform media sosial.
Berdasarkan keterangan Agus, insiden bermula saat ia menegur seorang siswa di dalam kelas karena berteriak dengan kata-kata tidak pantas ketika proses belajar mengajar berlangsung. Teguran tersebut berujung adu mulut hingga siswa tersebut menantang korban. Agus mengaku secara refleks menampar siswa tersebut satu kali.
Peristiwa itu tidak berhenti di dalam kelas. Saat jam istirahat, siswa yang sama kembali menantang korban. Situasi semakin memanas hingga dilakukan mediasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah. Dalam mediasi tersebut, siswa meminta Agus untuk meminta maaf, meski ia mengaku tidak melakukan kesalahan.
”Setelah mediasi di lapangan, saya diajak komite masuk ke ruang kantor. Di situlah saya justru dikeroyok oleh siswa kelas 1, 2, dan 3,” ujar Agus pada Rabu kemarin, 14 Januari 2026.
Aksi pengeroyokan disebut berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB dan baru berhenti setelah aparat kepolisian datang ke lokasi. Akibat kejadian itu, Agus mengalami luka lebam, bengkak di sejumlah bagian tubuh, serta nyeri pada tangan dan punggung.
Sementara itu, beredar pula potongan video yang memperlihatkan Agus membawa senjata tajam jenis celurit dan mengejar siswa. Menanggapi hal tersebut, Agus menegaskan bahwa tindakannya hanya untuk membubarkan kerumunan siswa yang terus bersikap anarkis.
”SMKN 3 ini sekolah pertanian, alat seperti celurit tersedia. Saya hanya menggertak agar mereka bubar, tidak ada niat melakukan kejahatan. Saya bahkan dilempari batu dan benda keras,” katanya.
Agus juga membantah tudingan telah mengucapkan kata-kata yang menyinggung siswa. Ia menyebut ucapannya bersifat motivasi dan tidak ditujukan secara personal. Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa dirinya telah lama mengalami perundungan verbal dari siswa selama bertahun-tahun mengajar di sekolah tersebut.
Ia menyebut kejadian ini sebagai puncak dari tekanan yang selama ini ia alami.
Pasca-kejadian, Agus mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk mengadukan peristiwa tersebut. Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menyatakan prihatin dan akan mendalami kasus ini. Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Jambi, Harmonis mengatakan pihaknya belum mengetahui detail permasalahan dan menunggu hasil investigasi.
Sementara Gubernur Jambi Al Haris turut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa siswa tidak dibenarkan menghakimi gurunya dengan kekerasan, meski guru tetap akan diberi sanksi jika terbukti bersalah.
”Kalau guru salah, kita beri sanksi. Tapi siswa tidak boleh menghakimi gurunya. Ini mencoreng dunia pendidikan,” kata Al Haris, Rabu, 14 Oktober 2026.
Pemerintah Provinsi Jambi kini disebut menurunkan tim untuk melakukan pendalaman dan mendorong penyelesaian secara kekeluargaan agar konflik tidak meluas dan dunia pendidikan tetap kondusif.
Reporter: Juan Ambarita

