ADVERTORIAL
DPRD Tanjungjabung Timur Mengikuti Pidato Presiden Dalam Rangka Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-75
Tanjungjabung Timur – Dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 78, DPRD Kabupaten Tanjungjabung Timur menggelar rapat Paripurna mengikuti pidato Presiden RI dalam rangka penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2024 dan Nota Keuangan beserta dokumen pendukungnya, pada Rabu, 16 Agustus 2023.
Rapat paripurna itu dipimpin langsung Ketua DPRD Tanjungjabung Timur, Mahrup didampingi Wakil Ketua I, Saidina Hamzah dan dihadiri Bupati Tanjungjabung Timur Romi Hariyanto, Sekda Tanjungjabung Timur, Sapril, Kapolres Tanjungjabung Timur, AKBP Heri Supriawan, Dandim 0419/Tanjab, Ketua Pengadilan Negeri Tanjabtim, Ketua Pengadilan Agama Tanjungjabung Timur, serta Forkompinda lainnya dan para Kepala OPD serta tamu undangan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB berjalan dengan khidmad. Peserta Paripurna dengan seksama mendengarkan pidato Presiden RI, Joko Widodo hingga selesai.
Ketua DPRD Tanjungjabung Timur, Mahrup saat diwawancarai usai rapat Paripurna berharap di usia Indonesia ke 78 ini, Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Timur bisa lebih maju lagi sesuai dengan moto tahun 2023 ini ‘Terus Melaju Untuk Indonesia Maju’.
“Jika Kabupaten Tanjungjabung Timur maju, tentunya berdampak terhadap kemajuan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Untuk itu, Dia juga berharap Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Timur terus melaksanakan regulasi pemerintahan dengan sebaik-baiknya. Jika dalam melaksanakan regulasi tidak berjalan dengan baik antara pemerintah dengan lembaga eksekutif yang tidak sebanding lurus dengan kebutuhan masyarakat, maka akan sulit untuk melaksanakan pembangunan.
“Tapi jika regulasi dilaksanakan dengan baik, Insya Allah dengan APBD yang terbatas akan tetap mampu melaksanakan pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Mahrup juga berharap untuk pembangunan melalui dana APBN, seperti dana Instruksi Presiden (Inpres) untuk jalan-jalan terpencil bisa terus dilakukan, bahkan kalau bisa dipercepat dan diperluas lagi. Karena jangkauan APBD Tanjungjabung Timur yang terbatas untuk infrastruktur sehingga butuh support dari dana APBN.
“Jangkauan pembangunan kita dengan APBD yang sedemikian yang tidak berbanding lurus tadi, itu tidak akan ketemu ujung dan pangkalnya, karena kalau hari ini dibangun 2 km, yang rusak sudah 2 km,” katanya.
“Tapi ketika percepatan pembangunan melalui infrastruktur berjalan, Insya Allah pembangunan dalam 1 tahun mungkin 10 kg, yang rusak 2 km, jadi ada saat ketemunya pembangunan di Tanjungjabung Timur akan mentas,” katanya.
ADVERTORIAL
Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.
Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.
Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.
Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.
Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Jamin Kontrak Aman, Siap Sambut Peralihan PPPK ke PNS
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember memastikan tidak pernah ada pemutusan kontrak bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun PPPK Paruh Waktu di lingkungan pemerintahan daerah.
Di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, pemkab terus berkomitmen menjaga keberlangsungan status dan kepastian nasib para pegawai.
Langkah ini beriringan dengan apresiasi yang disampaikan Pemkab Jember kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta pimpinan DPR RI atas arah kebijakan nasional.
Kebijakan tersebut membuka peluang peralihan status PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu dengan pembiayaan anggaran pusat, serta rencana pengangkatan lanjutan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Gus Fawait menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk memproses seluruh kebutuhan administratif demi kelancaran transisi status kepegawaian.
“Pemerintah daerah berprinsip untuk terus mengamankan dan menjamin kepastian nasib para pegawai. Kami sangat bahagia dan bangga atas kebijakan Pak Presiden,” ujar Gus Fawait.



