Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Bupati Batanghari Melantik Pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemkab Batanghari

Published

on

Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil, kembali melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten Batanghari pada tahun 2023.

Acara pelantikan berlangsung di ruang kaca Aula Kantor Bupati Batanghari, Selasa, 12 Desember 2023 sore yang dihadiri sejumlah pejabat OPD, Asisten dan undangan lainnya.

Dalam sampaiannya, Bupati Fadhil Arief mengucapkan selamat kepada Kepala Dinas Dukcapil Reflizer Batanghari selaku Kadis Dukcapil Kabupaten Batanghari.

“Semoga jabatan ini menjadi berkah,” kata Bupati Fadhil Arief.

Bupati Fadhil Arief menuturkan, Dinas Dukcapil Kabupaten Batanghari mempunyai peran penting dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

Advertisement

ADVERTORIAL

Gubernur Al Haris Apresiasi Sekolah Rakyat Sarolangun, Anggaran Rp 400 Miliar untuk 2.550 Siswa

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sarolangun yang direncanakan mulai dibangun pada Desember 2026.

Fasilitas pendidikan berkapasitas 2.550 siswa tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 400 miliar dan diharapkan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap rencana pembangunan tersebut saat meninjau rencana tapak (site plan) dan peta aksesibilitas lokasi Sekolah Rakyat di Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Senin, 12 Oktober 2026.

Peninjauan itu dilakukan setelah Al Haris menghadiri rapat paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Sarolangun.

Dalam kesempatan tersebut, Al Haris menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program prioritas nasional yang membutuhkan dukungan dan pengawalan bersama, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Ia berharap kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada awal 2027. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah akan mengupayakan lokasi sementara sembari menunggu penyelesaian pembangunan gedung sekolah.

“Kita coba nanti, kalau bisa di awal 2027 itu kita sudah mulai menerima murid, kita mulai seperti di Kota Jambi juga. Kita akan carikan tempat sementara, agar anak-anak itu bisa bersekolah. Jadi anak masuk dulu ke situ karena pesertanya sudah mulai ada,” ujar Al Haris.

Menurut dia, proses penerimaan calon siswa dan seleksi tenaga pendidik telah berjalan. Dengan demikian, persiapan sumber daya manusia dapat dilakukan seiring dengan pembangunan fasilitas fisik sehingga kegiatan belajar mengajar bisa segera dimulai setelah sarana pendukung tersedia.

“Sudah mulai sekolah, sudah mulai tes guru untuk gurunya. Jadi nanti begitu sudah selesai tinggal masuk dia. Di Kota Jambi, di kawasan Tanjung Jabung Timur, itu mereka sudah siap. Sudah mulai belajar dan kemarin waktu peresmian mereka sudah bisa pidato bahasa Inggris,” katanya.

Al Haris menekankan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya ditujukan untuk menyediakan akses pendidikan, tetapi juga menjadi upaya membantu anak-anak dari keluarga rentan mendapatkan kesempatan belajar, perlindungan, dan pengasuhan yang lebih baik.

Karena itu, ia meminta proses seleksi peserta didik dilakukan secara cermat agar program tersebut benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan dukungan pemerintah.

“Kita harus memastikan anak-anak yang benar-benar membutuhkan bisa masuk ke Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Untuk mempercepat realisasi pembangunan, Al Haris juga berencana berkoordinasi dengan kementerian terkait. Menurut dia, percepatan diperlukan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

“Nanti saya akan ngomong dengan teman-teman dari Kementerian juga, biar bisa dipercepat,” ucapnya.

Selain mendorong percepatan pembangunan, Al Haris meminta Pemerintah Kabupaten Sarolangun turut mengawasi pelaksanaan proyek, terutama terkait akses menuju lokasi.

Kondisi jalan yang relatif sempit dinilai berpotensi menghambat mobilitas kendaraan pengangkut material dan perlengkapan pembangunan.

“Tugas kita mengawal, mengawasi proyek ini. Karena jalannya sempit ke sini, mungkin nanti aktivitas proyek agak terkendala. Ini dibantu lah oleh pemerintah daerah, nanti kalau warga komplain misalnya lalu lintas masuk mobil bawa barang, banyak perlengkapan mereka, tolong dipantau juga, diawasi mereka biar nyaman kerja,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Jambi direncanakan berlangsung secara bertahap. Pada tahap pertama, pembangunan diprioritaskan di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Bungo. Selanjutnya, Kabupaten Merangin dan Kabupaten Tebo direncanakan masuk tahap berikutnya.

“Itu nanti di tahap berikutnya Merangin dengan Tebo, untuk tahap pertama itu Sarolangun dengan Bungo, dua ini dulu ya. Berarti nanti mereka di akhir 2027. Mudah-mudahan sambil melihat anggarannya, karena bisa jadi kalau ada kelebihan bisa nambah lagi,” kata Al Haris.

Sementara itu, Bupati Sarolangun H. Hurmin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memperjuangkan pembangunan Sekolah Rakyat di daerahnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah menyiapkan lahan seluas 8,09 hektare di Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun, untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.

Pemerintah kabupaten, lanjut Hurmin, juga siap mengawal pelaksanaan proyek, termasuk melakukan pembenahan akses jalan di sekitar lokasi pembangunan.

“Pemerintah Kabupaten Sarolangun sudah menyediakan lahan seluas 8,09 hektare di Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun, untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Kami siap mengawasi pembangunannya dan jalan di sekitar ini insya Allah kita lebarkan,” ujar Hurmin.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Sarolangun diharapkan dapat memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus memberikan dukungan terhadap tumbuh kembang mereka melalui lingkungan pendidikan yang lebih memadai.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, proyek tersebut diharapkan berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat Sarolangun dan wilayah sekitarnya. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Di Era Gus Fawait, Warga Jember Gratis Berobat dan Pulang Naik Mobil Cinta

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember terus memperlihatkan komitmennya dalam upaya meningkatkan kualitas serta keterjangkauan pelayanan kesehatan yang ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, ketika mengikuti rangkaian kegiatan gowes bersama yang mengambil rute dari Kantor Kecamatan Jenggawah dan berakhir di Pendopo Wahyawibawagraha pada Senin, 12 Oktober 2026.

Di dalam kesempatan sambutannya, Gus Fawait memberikan penegasan terkait urgensi pemanfaatan berbagai fasilitas kesehatan yang ada di daerah secara maksimal oleh publik.

Bupati secara khusus mengimbau agar segenap warga masyarakat tidak perlu ragu-ragu untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan diri ke pusat layanan kesehatan terdekat manakala merasakan keluhan.

“Saya minta tolong kepada seluruh warga Jember, jangan sampai ada lagi yang menahan sakit di rumah tanpa penanganan. Seluruh pemegang KTP Jember kini dijamin pelayanan kesehatannya secara gratis, baik di puskesmas maupun di rumah sakit daerah karena premi BPJS-nya telah ditanggung pemerintah,” ujar Gus Fawait.

Lebih lanjut, Bupati memberikan penjelasan detail bahwa program pengobatan tanpa biaya ini dirancang untuk mencakup berbagai macam jenis penyakit medis yang bersifat umum, mulai dari keluhan asam urat hingga masalah kesehatan seperti kolesterol.

Walau demikian, layanan jaminan kesehatan gratis ini tidak berlaku secara universal untuk semua kasus, melainkan dikecualikan bagi kejadian-kejadian khusus seperti tindakan melukai diri sendiri, keterlibatan dalam pertikaian fisik, ataupun kasus overdosis.

Selain menyediakan program pengobatan tanpa biaya sepeser pun, Pemerintah Kabupaten Jember juga meluncurkan sebuah inovasi pelayanan publik berupa fasilitas pengantaran bagi pasien yang telah selesai menjalani masa rawat inap.

Layanan transportasi khusus tersebut diberi nama Mobil Cinta.

Fasilitas armada transportasi gratis ini telah disiagakan secara khusus di sejumlah rumah sakit milik daerah, yang meliputi RSUD dr. Soebandi, RSUD Balung, serta RSUD Kalisat.

“Program Mobil Cinta ini disiapkan khusus untuk mengantar pasien kembali ke rumah setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Seluruh layanannya murni gratis tanpa dipungut biaya,” tuturnya. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

HUT ke-27 Sarolangun, Gubernur Al Haris Tekankan Hari Jadi Sebagai Momentum Evaluasi dan Perkuat Sinergi Pembangunan

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris menekankan pentingnya evaluasi pembangunan, penguatan sinergi antarpemerintah, dan ketepatan penggunaan anggaran dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun.

Ia mengingatkan agar setiap program pembangunan tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat, terutama kelompok kurang mampu, di tengah keterbatasan fiskal dan tantangan pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sarolangun dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun Tahun 2026 di Gedung DPRD Kabupaten Sarolangun, Senin, 12 Oktober 2026 pagi.

Rapat paripurna dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun, Ahmad Jani.

Dalam sambutannya, Al Haris mengatakan bahwa hari jadi kabupaten tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial.

Peringatan tersebut perlu dimanfaatkan untuk mensyukuri capaian yang telah diraih, mengevaluasi kekurangan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita menyadari bahwa perjalanan Kabupaten Sarolangun sejak terbentuk hingga memasuki usia ke-27 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Berbagai capaian pembangunan telah berhasil diraih, tetapi di sisi lain masih terdapat tantangan dan pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, pelayanan publik, maupun pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Al Haris.

Ia menilai, keterbatasan kemampuan fiskal menuntut pemerintah daerah untuk semakin cermat dalam menentukan prioritas pembangunan.

Dengan wilayah yang luas dan anggaran yang terbatas, program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok miskin.

Dalam kesempatan itu, Al Haris memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan Kabupaten Sarolangun yang menunjukkan perkembangan positif. Capaian tersebut dinilainya menjadi modal penting untuk mewujudkan Sarolangun MAJU, yakni Muda, Agamis, Jujur, dan Unggul.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat paripurna, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sarolangun pada 2025 mencapai 4,78 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 3,73 persen.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2025 juga naik menjadi 74,72, bertambah 0,96 poin dari 73,76 pada 2024.

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 67,44 persen.

Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 turun menjadi 4,68 persen, dibandingkan 5,03 persen pada tahun sebelumnya.

Adapun tingkat kemiskinan masih berada pada angka 8,74 persen sehingga membutuhkan intervensi dan kerja sama berbagai pihak.

“Capaian tersebut patut kita syukuri dan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja pembangunan,” kata Al Haris.

Menurutnya, posisi geografis Sarolangun juga menjadi potensi yang perlu dioptimalkan. Kabupaten tersebut memiliki peran strategis sebagai wilayah transit dan penghubung antardaerah di Provinsi Jambi.

Potensi itu, lanjutnya, perlu didukung dengan penguatan konektivitas, pengembangan ekonomi daerah, peningkatan investasi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan sektor-sektor unggulan.

Al Haris juga menyoroti keberadaan dua bandara di kawasan sekitar Sarolangun yang dinilainya dapat mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi daerah.

“Kondisi Sarolangun hari ini sangat beruntung. Kenapa? Posisinya diuntungkan oleh hadirnya dua bandara di sekitar Sarolangun, ada Bandara Bungo dan Bandara Lubuk Linggau, Bandar Udara Silampari. Ini dua-duanya menopang Sarolangun,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Al Haris turut menyampaikan apresiasi kepada para pendiri Kabupaten Sarolangun dan para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan hingga daerah itu memasuki usia ke-27 tahun.

Al Haris soroti penanganan karhutla
Selain pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Al Haris menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.

Ia mengakui bahwa penanganan karhutla menjadi tantangan tersendiri bagi kepala daerah. Pemerintah dituntut bergerak cepat mengatasi kebakaran sekaligus merespons tuntutan masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkannya.

“Saya tidak pakai baju adat hari ini, pertama masih ada karhutla di Air Hitam. Sarolangun masih ada api. Sekarang ini luar biasa, pemimpin ini, bupati, gubernur ini maju ke depan dihadap tengah api, mundur ke belakang dimarahi masyarakat,” ujarnya.

Al Haris menjelaskan, kebiasaan membakar lahan untuk membuka kebun atau ladang telah berlangsung sejak lama. Menurutnya, kondisi lingkungan pada masa lalu berbeda dengan saat ini karena kawasan hutan dan rawa masih lebih luas sehingga dampak asap tidak seperti yang dirasakan sekarang.

Karena itu, ia menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan unsur terkait lainnya.

Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Jambi, kata dia, terus berupaya melakukan penanganan dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla. Saya juga mengajak seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi untuk terus proaktif memadamkan karhutla di wilayahnya masing-masing,” kata Al Haris.

Ia kembali mengingatkan bahwa peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun harus menjadi momentum untuk memperbaiki kinerja pemerintahan, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Menurutnya, efisiensi tidak boleh sekadar dimaknai sebagai pengurangan belanja, tetapi harus diarahkan pada penguatan prioritas agar anggaran yang tersedia memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hari Jadi ke-27 ini hendaknya menjadi momentum evaluasi dan introspeksi, khususnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Efisiensi harus kita maknai sebagai upaya memperkuat prioritas dan memastikan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Al Haris atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun.

Sementara itu, Bupati Sarolangun H. Hurmin menegaskan bahwa pembangunan daerah merupakan hasil kerja bersama yang berkesinambungan dari satu periode kepemimpinan ke periode berikutnya.

Ia menyebut, berbagai capaian yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin terdahulu, mulai dari masa pemerintahan Muhammad Madel dan Maryadi Syarif, Hasan Basri Agus dan Cek Endra, hingga kepemimpinan yang dijalankannya saat ini.

“Pembangunan Kabupaten Sarolangun adalah hasil kerja keras kita bersama di era masing-masing pemerintahan sebelumnya, mulai dari periode Bapak Haji Muhammad Madel dan Haji Maryadi Syarif, Bapak Hasan Basri Agus dan Bapak Haji Cek Endra, hingga periode kepemimpinan kami saat ini. Insya Allah, tongkat estafet pembangunan ini akan terus dilanjutkan oleh putra-putri terbaik daerah ini di masa mendatang,” ujar Hurmin.

Hurmin menjelaskan, pemerintahannya telah menetapkan lima misi utama sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan untuk mewujudkan visi Sarolangun Maju. Kelima misi tersebut menjadi arah kebijakan sekaligus acuan kerja seluruh perangkat daerah.

Pertama, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.

Kedua, mewujudkan nilai-nilai keagamaan, menjaga kearifan adat istiadat, serta mendorong pengembangan kepemudaan.

Ketiga, meningkatkan pembangunan infrastruktur pelayanan umum yang merata dan berkualitas.

Keempat, mendorong kemajuan ekonomi berbasis potensi sumber daya lokal serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Kelima, mewujudkan budaya birokrasi yang berakhlak, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Menurut Hurmin, visi dan misi tersebut harus diwujudkan melalui program konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar menjadi dokumen perencanaan atau slogan pemerintahan.

“Visi dan misi ini bukan sekadar slogan, tetapi janji kami kepada masyarakat yang akan kami wujudkan. Melalui kerja nyata, kami berkomitmen memastikan bahwa setiap program pemerintah yang tertuang dalam dokumen RPJMD 2025–2029 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa pelaksanaan pembangunan membutuhkan dukungan banyak pihak. Karena itu, sinergi antara DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah pusat, dan seluruh lapisan masyarakat perlu terus diperkuat.

Pada usia ke-27 Kabupaten Sarolangun, Hurmin mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Ia berharap, kolaborasi yang berkelanjutan dapat mempercepat terwujudnya Sarolangun yang Maju, Agamis, Jujur, dan Unggul. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs