Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Hari Pertama Masuk Kerja Pasca Lebaran, Pj Bupati Sidak Kantor-kantor Pelayanan Publik

Published

on

Merangin – Pada hari pertama masuk kerja pasca Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah, Pj Bupati Merangin H. Mukti bersama rombongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor pelayanan publik pada Selasa, 16 April 2024.

Pertama, Pj Bupati melakukan sidak ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Kol Abundjani Bangko. Di rumah sakit milik Pemkab Merangin itu, Pj bBpati langsung mengambil absen kehadiran pagawai.

“Alhamdulillah dari absen yang kita lihat, semua pegawai RSD Kol Abundjani Bangko hadir semua pada hari pertama masuk kerja pasca lembaran Idul Fitri 1445 H ini. Ada satu orang yang tidak masuk karena cuti melahirkan,” ujar Pj Bupati.

Di rumah sakit yang berada di Jalan Kesehatan Bangko itu, H. Mukti sempat mengunjungi Ruang Poli, ruang UGD dan ruang-ruang perawatan lainnya. Pj Bupati menegaskan pasca lebaran pelayanan rumah sakit berjalan seperti biasanya.

Pj Bupati selanjutnya bergeser ke Kantor Dukcapil. Di kantor tersebut, H. Mukti dan rombongan di sambut Kadis Dukcapil, Jailani.

“Alhamdulillah semua pegawai Dukcapil hadir semua,” ucap Pj Bupati usai melihat absen Dukcapil.

Di Kantor Dukcapil itu, Pj Bupati juga sempat mengunjungi Ruang Cetak Kartu Tanda Penduduk (KTP), Ruang Konsultasi dan ruang-ruang kerja lainnya di Kantor Dukcapil Merangin.

Setelah sempat sarapan pagi di Warung Lontong Tunjang depan Stasiun TVRI cabang Merangin, Pj Bupati dan rombongan kembali melakukan sidak. Kali ini, mobil rombongan Pj Bupati mengarah ke Puskesmas Bangko.

Tampak para pejabat yang mendampingi Pj Bupati saat sidak itu, Direktur RSD Kol Abundjani Bangko, dr. Iwan, Kadis Kesehatan Merangin drg. Soni, Kalak BPBD Merangin Suhairi, Kepala BKPSDMD Merangin H. Ferdi Firdaus, Kasat Pol PP Kabupaten Merangin Shobraini dan Inspektur Merangin.

Advertisement

ADVERTORIAL

Gerak Cepat Tanpa Menunggu Pusat, Pemkab Jember Gelontorkan Layanan Homecare Jemput Bola

DETAIL.ID

Published

on

Tim medis Homecare Jember memeriksa lansia. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember — Langkah progresif ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember dalam mereformasi pelayanan kesehatan masyarakat.

Alih-alih menunggu hasil pengkajian teoritis dari instansi pusat atau institusi perguruan tinggi, Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Bupati Gus Fawait memilih langsung tancap gas mengeksekusi program Homecare langsung ke rumah-rumah warga.

Bupati Gus Fawait menegaskan bahwa keputusan untuk langsung menerjunkan layanan jemput bola ini didasari oleh prinsip kedaruratan medis.

Menurutnya, urusan kesehatan warga tidak boleh ditunda-tunda oleh birokrasi yang panjang maupun riset akademis yang memakan waktu lama.

“Ketika tingkat pusat maupun perguruan tinggi masih mendalami formulasinya, Jember memilih untuk langsung bertindak di lapangan. Masalah kesehatan masyarakat adalah urusan mendesak yang membutuhkan kepastian, bukan penundaan,” kata Gus Fawait.

Secara filosofis, program Homecare ini dirancang sebagai bentuk manifestasi kepedulian dan empati negara terhadap warga yang terpinggirkan.

Melalui program ini, tim medis dan nakes dikerahkan secara berkala minimal satu kali dalam sebulan untuk memantau lima kelompok sasaran prioritas:

  1. Lansia Tunggal: Warga lanjut usia yang hidup sebatang kara tanpa ada keluarga yang mendampingi.
  2. Ibu Hamil Risiko Tinggi: Menyasar kelompok kurang mampu yang terdeteksi memiliki komplikasi kehamilan berdasarkan hasil USG dan analisis dokter spesialis obgyn guna menekan angka kematian ibu.
  3. Warga Disabilitas dengan Penyakit Bawaan: Memastikan hak aksesibilitas kesehatan yang setara bagi penyandang disabilitas yang mengalami gangguan kronis.
  4. Balita Terindikasi Stunting: Langkah preventif jangka panjang demi menyelamatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi masa depan Jember.
  5. Masyarakat Kurang Mampu Penderita Penyakit Kronis: Menjangkau pasien stroke, diabetes, hingga penderita yang membutuhkan cuci darah berkala yang kerap terkendala finansial.

“Program ini memastikan kesehatan fisik mereka tetap terpantau sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi masa muda mereka bagi daerah,” ucap bupati.

Untuk mengoptimalkan pergerakan di lapangan, Pemkab Jember telah menyiapkan 50 mobil armada Homecare.

Tidak hanya itu, bupati juga berencana menghadirkan tambahan armada roda dua guna mengatasi berbagai kendala geografis dan akses jalan yang sulit dilalui mobil.

Rencana penambahan armada motor ini mendapat sambutan positif dari para nakes di lapangan.

Kepala Puskesmas Sumberjambe, dr. Sukron Nanda Firmansyah, menyatakan dukungan penuh karena kebijakan tersebut dinilai sangat solutif bagi mobilitas tenaga medis.

“Kami sangat mendukung rencana tersebut karena pasti akan memudahkan mobilitas teman-teman nakes di lapangan, terutama untuk menjangkau akses-akses pemukiman yang memang tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat,” ujar dr. Sukron.

Ia menambahkan, meskipun di wilayah Sumberjambe mobil masih bisa masuk meski jalurnya sempit, masih banyak titik dan daerah lain di Jember yang memiliki medan jalan jauh lebih berat sehingga membutuhkan armada roda dua.

“Banyak daerah lain atau titik tertentu yang jalannya lebih sulit,” ujar Sukron. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Kucuran Bantuan Pusat Cair, SMPN 7 Jember Perbarui 9 Kelas hingga Lab Komputer

DETAIL.ID

Published

on

Gus Fawait dan stakeholder terkait meninjau SMPN 7 Jember, Senin (10/8/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember — Sembilan ruang kelas dan satu laboratorium komputer di SMP Negeri 7 Jember resmi direvitalisasi memanfaatkan alokasi bantuan dari Pemerintah Pusat di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pembaruan ini menyasar perbaikan fisik bangunan serta pemenuhan fasilitas penunjang belajar siswa.

Bupati Jember Gus Fawait mendatangi lokasi sekolah untuk melihat langsung hasil perbaikan sarana tersebut sekaligus menemui para siswa dan jajaran tenaga pendidik, Senin, 10 Agustus 2026.

Peninjauan ini dilakukan untuk memantau pemanfaatan bantuan infrastruktur pendidikan di daerah.

Kepala SMPN 7 Jember, Davit Rahman, menyambut positif rampungnya perbaikan gedung dan ruang laboratorium di sekolahnya.

Menurutnya, pembaruan fisik ini membawa suasana baru yang berdampak langsung pada motivasi belajar siswa.

“Dukungan revitalisasi ini luar biasa bagi kami. Insyaallah, dengan fasilitas yang semakin baik, siswa kami akan lebih semangat untuk belajar dan proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih nyaman,” kata Davit.

Selain fokus pada ruang kelas, sekolah juga memaksimalkan keberadaan gedung olahraga (GOR) yang ada di kompleks SMPN 7 Jember.

Fasilitas tersebut tidak hanya digunakan untuk jam pelajaran olahraga siswa, tetapi juga disiapkan sebagai tempat latihan bagi atlet-atlet Kabupaten Jember dalam menghadapi ajang olahraga daerah. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Wagub Sani: Bentengi Generasi Jambi dari IRET, TCC, dan Perundungan Dimulai dari Sekolah

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, mengingatkan seluruh sekolah di Provinsi Jambi agar menjadi benteng utama melindungi generasi muda dari ancaman paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme (IRET), pengaruh True Crime Community (TCC), hingga perundungan yang semakin mengkhawatirkan.

Pesan itu disampaikan Wagub Sani saat membuka Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham IRET, TCC dan Perundungan di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Sarolangun di GOR Sarolangun pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan. Namun di balik itu, internet juga menjadi pintu masuk berbagai paham berbahaya yang dapat merusak masa depan generasi muda jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Kita hidup di era digital yang sangat terbuka. Internet memberi peluang besar untuk belajar, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyebarkan paham radikal, propaganda kekerasan hingga glorifikasi kejahatan melalui komunitas tertentu seperti TCC. Karena itu, sekolah harus menjadi benteng pertama,” kata Abdullah Sani.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital RI, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 221 juta orang atau 79,5 persen dari total populasi. Kondisi tersebut membuat literasi digital menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi para pelajar.

Selain ancaman paham radikal, Wagub Sani juga menyoroti tingginya kasus perundungan di lingkungan pendidikan.

Mengacu pada data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), sepanjang 2025 tercatat 641 kasus perundungan secara nasional dan sekitar 57 persen terjadi di sekolah. Sementara di Provinsi Jambi, angka kasus tercatat sebesar 0,49 persen.

“Angka ini memprihatinkan karena perundungan berdampak pada kesehatan mental, prestasi belajar, bahkan masa depan anak-anak kita,” katanya.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Provinsi Jambi telah menerbitkan Instruksi Gubernur tentang percepatan sosialisasi penolakan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Abdullah Sani mengajak seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat untuk memperkuat sinergi menjaga pelajar dari berbagai pengaruh negatif.

Ia juga berpesan agar para siswa menjadikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman hidup. Selain itu, pelajar diminta menghormati perbedaan, bijak menggunakan media sosial, menolak ujaran kebencian dan perundungan, serta berani melaporkan jika menemukan indikasi penyebaran paham radikal maupun ajakan kekerasan.

“Pendidikan adalah jalan menuju masa depan. Jangan pernah berhenti belajar. Gunakan masa muda untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, dan jauhi hoaks maupun pengaruh yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Wagub Sani mengajak generasi muda menjadi garda terdepan menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, serta berkarakter.

“Bersama kita bisa, bersama kita kuat. NKRI harga mati,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sarolangun Hurmin meminta seluruh pelajar mengikuti sosialisasi tersebut dengan serius. Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar mulai dari paparan paham radikal melalui media sosial, ajakan bergabung ke komunitas negatif, penyalahgunaan narkoba hingga perundungan di sekolah.

“Anak-anak kita adalah penerus bangsa. Jangan sampai masa depan mereka rusak karena salah pergaulan, narkoba, atau terpapar paham radikalisme dan terorisme. Ikuti sosialisasi ini dengan sungguh-sungguh dan jadilah pelajar yang cerdas, berakhlak, serta cinta tanah air,” ujar Hurmin.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI serta Kepala Satuan Tugas Wilayah Jambi Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Acara juga diikuti ribuan pelajar, kepala sekolah, guru, unsur Forkopimda, serta jajaran Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Sarolangun sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dari radikalisme, kekerasan, dan perundungan. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs