ADVERTORIAL
Gubernur Jambi Berikan Bonus Kepada Atlet Berprestasi dan Para Pelatih Pada Popnas dan Perparnas Sumsel 2023
Jambi – Gubernur Jambi Al Haris menyerahkan bonus kepada pelaku olahraga berdedikasi dan berprestasi pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVI dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) X yang berlangsung di Sumatera Selatan 2023 lalu.
Penyerahan bonus ini berlangsung di auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin, 20 Mei 2024 malam. Penghargaan dan bonus ini diberikan kepada atlet dan pelatih yang berhasil mempersembahkan medali untuk Provinsi Jambi.
Pada Popnas XVI yang berlangsung di Sumatera Selatan 2023 lalu, kontingen Provinsi Jambi berhasil mempersembahkan 3 emas, 13 perak dan 9 perunggu.
Sementara di Peparpenas X kontingen Provinsi Jambi berhasil meraih 3 perak dan 2 perunggu.
Besaran bonus yang diberikan kepada atlet yang berhasil meraih medali di Popnas yakni atlet peraih emas beregu Rp 6 juta perorang, atlet peraih perak beregu Rp 4,5 juta perorang, atlet yang meraih medali perak perorangan Rp 8 juta perorang. Sedangkan atlet peraih perunggu beregu mendapatkan bonus Rp 3,5 juta perorang, atlet peraih medali perunggu perorangan Rp 6 juta perorang.
Tidak hanya kepada atlet, Gubernur Jambi Al Haris juga memberikan bonus kepada pelatih. Pelatih peraih medali emas diberikan bonus Rp 8,5 juta, pelatih peraih perak Rp 7,5 juta, dan pelatih peraih perunggu mendapatkan bonus Rp 5,5 juta.
Bonus juga diberikan kepada atlet dan pelatih Peparpenas, atlet peraih medali perak perorangan mendapatkan bonus Rp 8 juta, atlet peraih medali perunggu Rp 6 juta, pelatih perak Rp 7,5 juta dan pelatih peraih perunggu mendapatkan bonus Rp 5,5 juta.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan Pemerintah Provinsi Jambi merasa bangga dengan prestasi yang diberikan oleh atlet-atlet Ponas dan Peparpenas Jambi. Oleh sebab itulah bonus diberikan sebagai bentuk penghargaan dan perhatian pemerintah kepada atlet-atlet berprestasi.
“Artinya itu prestasi yang perlu dihargai, mereka adalah anak-anak Jambi yang luar biasa, pemerintah perlu memberikan reward kepada mereka sebagai penghargaan semangat bagi mereka yang telah berjuang untuk Jambi,” kata Al Haris.
Al Haris yakin atlet-atlet Jambi bisa terus berkembang dan berprestasi kedepannya. Dirinya berharap atlet-atlet yang masih berusia muda tersebut terus konsisten berlatih dan pelatih fokus mengembangkan potensi atletnya.
“Tentu kita merasa bangga atlet Jambi ikut memberikan kontribusinya menyumbangkan medali pada Popnas dan Peparpenas di Sumatera Selatan tahun lalu, meski kita berada di peringkat papan tengah kita lihat atlet Jambi punya potensi kedepannya, itu terus harus dilakukan pembinaan beri pelatihan yang bagus, atletnya konsisten dan pelatihnya fokus, saya yakin kedepan prestasi kita bisa lebih baik, apa lagi atlet kita masih muda semua, masih pelajar yang kita harapkan mereka menjadi atlet olahraga dewasa nantinya,” kata Al Haris lagi.
ADVERTORIAL
Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan
DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.
Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.
Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.
“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.
Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.
Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.
“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)
ADVERTORIAL
Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.
Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.
Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.
Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.
Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.



