ADVERTORIAL
Masih Akrab, Al Haris dan Abdullah Sani Siap Lanjutkan Jambi Mantap Jilid II
Jambi – Gubernur Jambi Al Haris bersama Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani masih akrab hingga saat ini.
Keakraban tersebut terlihat saat Al Haris bersama Abdullah Sani di acara Halal Bihalal Perkumpulan Jawa Wisnumurti Provinsi Jambi, Sabtu, 4 Mei 2024 malam.
Al Haris menuturkan bahwa selama memimpin Jambi ini, ia bersama Abdullah Sani belum pernah berselisih paham.
“Insya Allah selama kami berdua jalan, Alhamdulillah belum pernah kami selisih paham,” kata Al Haris.
Al Haris mengatakan bahwa Abdullah Sani pun juga tidak pernah tidak senyum kepada Al Haris.
“Walaupun sakit, beliau demam,” ujarnya.
Al Haris mengatakan, dirinya juga tidak pernah melarang Abdullah Sani untuk berceramah selama menjadi Wakil Gubernur Jambi.
“Abang tidak boleh berhenti berceramah. Sesibuk apapun abang dengan saya, ketika rakyat meminta abang ceramah, abang datang dan ceramah disitu mau dimana desanya,” kata Al Haris.
“Tapi ingat saya bilang, ke desa masih menjadi Wakil Gubernur, jangan terima duit. Abang kasih duit, jangan lagi terima amplop. Karena ketika abang datang itu, sudah ada disiapkan foto masjid, bukan menerima duit,” tutur Al Haris disebelah Abdullah Sani.
Al Haris pun turut meminta doa restu kepada segenap keluarga besar Wisnumurti yang mana, Al Haris dan Abdullah Sani siap melanjutkan Jambi Mantap Jilid II.
“Dengan selama Istiqoroh kami berdua. Insya Allah kami berdua siap melanjutkan Jambi Mantap Jilid II,” tegas Al Haris.
Dikarenakan waktu yang singkat, Al Haris pun dalam waktu dekat ini akan membentang baliho Al Haris dan Abdullah Sani.
Kata dia, itu agar rakyat Provinsi Jambi mengetahui bahwa, Haris-Sani tetap kompak, bersatu.
“Kita ingin yang terbaik untuk Provinsi Jambi. Dan untuk Kota Jambi, Muarojambi, Batanghari, Sarolangun dan semua kabupaten-kota di Jambi,” katanya lagi.
Al Haris mengatakan, kemajuan Jambi itu akumulasinya tergantung pada kabupaten-kota di Provinsi Jambi.
“Jadi kemajuan ini tergantung pada kabupaten-kota di Jambi. Makanya kita harus bersinergi bersama sama,” tuturnya. (MM/*)
ADVERTORIAL
Dari Mekkah, Gus Fawait Tegaskan Standar Layanan SPPG Jember
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberi arahan kepada Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Jember melalui Zoom dari Tanah Suci Mekkah, dalam rapat koordinasi yang digelar Satgas di Pendapa Wahyawibawagraha pada Senin malam, 2 Maret 2026.
Perwakilan masing-masing SPPG hadir langsung di pendapa untuk mengikuti rapat tersebut.
Gus Fawait mengikuti jalannya koordinasi meski sedang menjalani ibadah umrah.
Dalam arahannya, ia menyampaikan hasil evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap pelaksanaan program di Jember.
Ia menyebut BGN menjatuhkan sanksi kepada dapur yang tidak memenuhi standar pelayanan.
“Bagi dapur yang tidak memenuhi standar pelayanan, maka akan ada sanksi tegas dari BGN,” katanya saat memberikan arahan via zoom, Senin, 2 Maret 2026.
Gus Fawait juga mengungkapkan adanya tiga dapur di Jember yang terkena sanksi suspend akibat ketidaksesuaian menu selama Ramadan.
“Kemarin saya dapat kabar, ada 3 dapur yang di suspend oleh BGN, karena dinilai memberikan menu yang tidak sesuai selama Ramadan ini,” ujarnya.
Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Jember mendukung langkah BGN dalam menjaga mutu layanan program gizi.
“Saya sebagai kepala daerah tentu mendukung keputusan dari BGN,” ucapnya.
Gus Fawait meminta seluruh pengelola SPPG fokus memperbaiki layanan agar tidak ada lagi dapur yang menerima sanksi.
“Saya berharap tidak ada lagi dapur yang di suspend oleh BGN. Ayo berikan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak kita,” katanya.
Ia juga menyampaikan rencana pemberian penghargaan pada akhir tahun bagi SPPG dengan kinerja terbaik.
“Nanti kita akan berikan awarding di akhir tahun, bagi SPPG di Jember yang memberikan pelayanan terbaik,” tuturnya.
Reporter: Dyah Kusuma
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Dorong Pj Kades Patemon Terbitkan Perkades APBDes demi Pulihkan Layanan Desa
DETAIL.ID, Jember – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember, Adi Wijaya, menyarankan Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon segera menyusun Peraturan Kepala Desa (Perkades) tentang APBDes di Desa Patemon.
Hal tersebut sebagai langkah mengatasi kelumpuhan layanan pemerintahan akibat mandeknya pembahasan Perdes APBDes bersama BPD.
Langkah ini menjadi solusi darurat agar operasional pemerintahan desa, termasuk pembayaran gaji perangkat desa, tetap berjalan meski belum ada persetujuan bersama terkait Perdes APBDes.
Adi Wijaya merujuk pada ketentuan dalam Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 dan Nomor 20 Tahun 2018 yang mengatur penggunaan Perkades dalam kondisi tertentu.
“Dalam hal Perdes APBDes belum ada proses pembahasan atau persetujuan bersama, maka teman-teman bisa menggunakan Perkades APBDes untuk mencairkan belanja operasionalnya. Jadi, gaji dan lain sebagainya itu bisa dibayarkan,” ujar Adi Wijaya, Senin, 2 Maret 2026.
Menurut Adi, opsi Perkades APBDes menjadi langkah jangka pendek paling realistis guna memastikan kebutuhan dasar organisasi pemerintahan desa tetap berjalan demi pelayanan kepada masyarakat.
DPMD Jember juga melakukan koordinasi gabungan bersama unsur Forkopimda serta melibatkan Muspika Pakusari untuk mengawal proses tersebut.
Selain itu, DPMD siap menurunkan sumber daya manusia guna memberikan bimbingan teknis apabila dibutuhkan oleh pihak desa maupun kecamatan.
“DPMD siap untuk memfasilitasi. Jika memang masih membutuhkan panduan, kami akan turunkan sumber daya kami maupun bisa langsung berkonsultasi di kantor kami,” kata Adi Wijaya.
Reporter: Dyah Kusuma
ADVERTORIAL
DPRD Provinsi Jambi Siapkan Pansus Percepatan Jalan Khusus Batu Bara
Jambi – DPRD Provinsi Jambi menegaskan komitmennya dalam mengawal penyelesaian pembangunan jalan khusus atau hauling batu bara di Provinsi Jambi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif sekaligus mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Ketua DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz Fattah, menyampaikan hal tersebut usai menerima audiensi dan surat resmi dari Keluarga Besar Pemuda Pancasila yang turut memberikan perhatian terhadap persoalan angkutan batu bara.
Menurut Hafiz, kemacetan akibat aktivitas kendaraan batu bara sudah menjadi persoalan serius yang berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat. Ia menegaskan pembangunan jalan khusus batu bara merupakan solusi jangka panjang yang tidak bisa lagi ditunda.
Proyek tersebut sebelumnya ditargetkan rampung pada 2024, namun hingga memasuki 2026 belum juga selesai. Sejumlah kendala di lapangan seperti penolakan, persoalan ganti rugi lahan, hingga izin pemakaian kawasan hutan produksi menjadi hambatan dalam proses pembangunan.
Untuk memastikan progres berjalan sesuai rencana, DPRD berencana membentuk Panitia Khusus (Pansus) percepatan jalan batu bara sebagai bentuk pengawasan ketat terhadap proyek strategis tersebut.
Berdasarkan rapat terakhir di rumah dinas gubernur, proyek ini diharapkan dapat diselesaikan pada Agustus atau September 2026.


