Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Pj Bupati Pimpin Rapat Evaluasi LPPK Tahun 2024

Published

on

ist

Merangin – Penjabat (Pj) Bupati Merangin, H. Mukti, minta semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera melakukan upaya percepatan kegiatan, baik dari proses pelaksanaan hingga proses pertanggungjawaban nya.

Hal tersebut disampaikan H. Mukti saat memimpin jalannya Rapat evaluasi Laporan Perkembangan Pelaksanaan Kegiatan (LPPK) 2024, di Auditorium rumah dinas Bupati Merangin pada Rabu, 15 Mei 2024.

“Untuk OPD yang ada keterkaitan nya dengan proses tender dan proses pengajuan pencairan, harus menerapkannya sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Pj Bupati dibenarkan Sekda Merangin Fajarman.

Selain itu kepala OPD juga diminta untuk terus melakukan pemantauan, terhadap perkembangan serapan anggaran dan perkembangan progress kegiatan setiap bulannya, serta tindaklanjuti dengan rapat evaluasi realisasi fisik dan keuangan.

Sekda Merangin, Fajarman menambahkan, bendahara dan bagian perencanaan di setiap OPD, agar dapat mengkoreksi mengapa bisa terjadi kelemahan pada proses pelaksanaan kegiatan dan proses pertanggungjawabannya.

“Kita harus tahu di anggaran mana yang seharusnya sudah digunakan, tapi belum juga kita pergunakan. Apa masalahnya? Nah ini yang bapak dan ibu lakukan pada rapat di OPD setiap bulannya. Tolong ini kontrol terus,” kata Sekda.

Ada kebiasaan buruk di setiap OPD lanjut Sekda, ada kegiatan yang sifatnya dianggap sepele. Misalnya ada anggaran untuk pelatihan, sampai bulan pelaksanaannya belum tahu pelatihan apa yang akan dibuat dan kemana pelatihan akan dilakukan.

“Kalau pelatihan nya itu dijadwalkan pada April, mestinya pada Februari sudah tahu kemana akan dilakukan pelatihan itu dan apa pelatihan nya, sehingga pada April tinggal melaksanakannya saja dan sepulang nya sudah bisa di SPJ-kan,” ucap Sekda.

Begitu juga tegas Sekda, dengan belanja rutin seperti belanja peralatan alat tulis kantor, juga sering disepelekan, uangnya sudah diambil tapi SPJ-nya belum juga dibuar sampai berlarut-larut.

“Nah ini agar untuk menjadi perhatian,” ujar Sekda lagi.

Sedangkan untuk belanja modal diakui Fajarman, dilihat dari pergerakan kegiatannya ada yang dipangkas, karena memang belum banyak yang menyelenggarakan kegiatannya.

Sekarang jelas Sekda, sudah bulan Mei 2024 untuk itu disegerakan mungkin kegiatan yang melalui dana APBD untuk dilakukan. Kalau kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sudah ada juknis yang harus diikuti, jangan sampai juknis terlewati, nanti anggarannya tidak terserap dengan baik. (EPR/*)

Advertisement

ADVERTORIAL

Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan

DETAIL.ID

Published

on

Pengukuhan pengurus MUI Jember Periode 2026-2031 di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (23/8/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.

Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.

Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.

“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.

Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.

Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.

“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi

DETAIL.ID

Published

on

Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.

Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.

Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.

Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

DETAIL.ID

Published

on

Pemkab Jember saat berkunjung Kemendes PDT, Jumat (21/8/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.

Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.

“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.

Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.

Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.

Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.

Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.

Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.

“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs