ADVERTORIAL
Gubernur Jambi Secara Resmi Melepas Keberangkatan 449 JCH Kloter BTH 23
Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan bahwa Pemerintah (Pemprov) Jambi sangat memperhatikan kenyamanan jemaah selama pemberangkatan dengan menyediakan fasilitas terbaik dan pelayanan sepenuh hati.
Hal tersebut dikatakan Gubernur saat melepas secara resmi pemberangkatan 449 Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Batanghari, Bungo dan Kota Sungai Penuh serta Petugas Haji yang tergabung dalam Kloter BTH 23, bertempat di Asrama Haji Kota Baru Jambi, Selasa, 4 Juni 2024.
“Kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi jemaah, agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk,” ujar Gubernur Al Haris.
“Alhamdulillah kita syukuri bahwa Provinsi Jambi kembali memberangkatkan Jemaah Calon Haji sebanyak 3.118 jemaah, itu semua Allah sampaikan niat mereka menjadi haji mabrur, semoga sehat dan selamat pergi dan selamat kembali ketanah air dengan selamat,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Al Haris juga berpesan Jemaah Calon Haji untuk fokus melaksanakan ibadah haji selama ditanah suci, menumbuhkan semangat kebersamaan, toleransi dan kasih sayang dengan sesama, meningkatkan solidaritas, memperkuat persaudaraan, memperkokoh persatuan dan kesatuan serta menunjukkan perilaku sebagai Jemaah Haji Indonesia yang santun, bermartabat dan berakhlakul karimah.
“Jaga kondisi kesehatan karena suhu udara di Arab Saudi sangat jauh berbeda dengan ditanah air, saat ini suhu udara sangat panas ditanah suci, jaga kekompakan, saling memperhatikan kawan, dimana mereka, jangan terpisah dari kelompok, jangan malu bertanya kalau ada masalah. Jika ada keluhan kesehatan agar segera berkomunikasi dengan petugas kesehatan,” kata Gubernur Al Haris.
“Semua Jemaah kita kondisinya sehat, kami dengan Kanwil Agama secara marathon melepaskannya hingga tanggal sampai 10 Juni mendatang. Pesan kita jaga Kesehatan dan kekompakkan,” kata Gubernur Al Haris.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, H. Zoztafia dalam sambutannya juga mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kekuatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Semoga seluruh Jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan kembali ketanah air dengan predikat haji mabrur,” tuturnya.
“Kloter BTH 23 ini terdiri dari Jemaah Calon Haji berasal dari Kabupaten Bungo, Batanghari, dan Sungai Penuh. Jumlah anggota jemaah dari Bungo 175 orang, Batang Hari 165 orang, dan Sungai Penuh 101 orang. Salah satu calon haji Kloter BTH 23 Muhammad Ridho Yuda Putra berusia 18 tahun dari Kabupaten Bungo menjadi termuda se-Provinsi Jambi,” tuturnya.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Dorong Hilirisasi Kopi dan Baksos Lewat Aksi Gowes Kebun Sumberwadung Jember
DETAIL.ID, Jember — Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memimpin aksi gowes bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Jember pada Senin, 5 Oktober 2026.
Menempuh rute dari Kebun Sumberwadung hingga Pendopo Wahyawibawagraha, kegiatan ini menggabungkan pemantauan ekonomi daerah dengan aksi sosial masyarakat.
Sepanjang rute perjalanan, rombongan menyalurkan bantuan sembako serta menyediakan layanan pengobatan gratis bagi warga setempat.
Gus Fawait menegaskan bahwa kegiatan lintas sektor ini menjadi sarana mempererat kebersamaan jajaran pemerintah daerah dalam membangun Jember.
Dalam peninjauan tersebut, Gus Fawait memberikan perhatian khusus pada kinerja BUMD Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan.
Beliau mengapresiasi inovasi dan langkah hilirisasi produk perkebunan yang dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi serta mendorong pengentasan kemiskinan di kawasan pedesaan.
Langkah hilirisasi ini memperkuat rencana peluncuran branding “Jember Surga Kopi Indonesia”.
Potensi komoditas unggulan seperti kopi Liberika, Robusta, cerutu, hingga produk pangan sehat edamame dan cokelat menjadi modal kuat Jember sebagai pusat kopi nasional.
Selain sektor perkebunan, Gus Fawait juga menyoroti percepatan perbaikan sarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan fasilitas sekolah yang rusak berat agar segera dijadikan prioritas penanganan oleh pemerintah daerah,” kata Gus Fawait. (*)
ADVERTORIAL
Gus Fawait Pastikan Kontrak PPPK Jember Aman dan Siapkan Layanan Mobil Cinta
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk tidak memutus kontrak tenaga PPPK maupun PPPK paruh waktu dalam penyusunan Rancangan APBD 2027 pada Senin, 5 Oktober 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait seusai Rapat Paripurna III DPRD Jember terkait jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut menyampaikan bahwa kesamaan pandangan antara legislatif dan eksekutif menjadi modal penting untuk memperkuat ruang fiskal daerah, khususnya dalam menyokong sektor pelayanan dasar dan penanganan kemiskinan.
“Yang pertama tadi saya sampaikan bahwa hampir keseluruhannya kita mempunyai pandangan yang sama antara legislatif dan eksekutif,” kata Gus Fawait.
Jika skema pembiayaan PPPK paruh waktu nantinya ditanggung pemerintah pusat, tambahan ruang fiskal daerah akan difokuskan untuk memperluas cakupan layanan kesehatan dan pendidikan.
Pemkab Jember memperkuat program Universal Health Coverage (UHC) dan Home Care, serta menghadirkan operasional armada Mobil Cinta mulai Kamis mendatang untuk mengantar pasien kurang mampu pulang dari rumah sakit secara gratis.
Di sektor pendidikan, selain memetakan sekolah rusak berat untuk diajukan revitalisasinya ke pusat, Pemkab Jember menggandeng kelompok pengajian lintas agama guna menjalankan program kejar paket demi mendongkrak rata-rata lama sekolah.
“Ini tidak bisa kita lakukan secara biasa-biasa saja. Kita harus lakukan sebuah kebijakan yang out of the box, menggandeng semua pihak termasuk kelompok-kelompok pengajian,” ujarnya.
Layanan Home Care juga diintegrasikan langsung dengan petugas Dispenduk untuk penyelesaian dokumen kependudukan warga di tempat.
Sementara untuk program rumah tidak layak huni (RTLH), Pemkab Jember menargetkan perbaikan 2.000 rumah tahun ini dari total kebutuhan 7.000 hingga 12.000 unit berbasis kriteria Kementerian Perumahan.
Pendataan warga miskin turut diperketat dengan membagi kelompok desil 1 yang didata oleh ASN dan desil 2 oleh mahasiswa KKN kolaboratif.
Pemkab Jember membedakan penanganan antara warga tidak produktif yang disokong bantuan sosial dan pangan, dengan warga usia produktif yang didorong lewat pelatihan kerja.
Salah satu program unggulan bagi warga usia produktif adalah SMK Go Global yang disosialisasikan bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk membuka jalur kerja legal bagi siswa kurang mampu tingkat SMK, MA, dan SLTA sederajat.
“Bukan cuma rumahnya saja yang kita perbaiki, kalau usia produktif kita akan beri pelatihan. Kalau usia produktif, kita akan dorong supaya mereka punya pendapatan, salah satunya melalui program SMK Go Global,” tutur Gus Fawait.
Skema ini disiapkan agar upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember dapat berdampak jangka panjang dan berkelanjutan.
“Jember tidak ingin penanganan kemiskinan hanya berhenti pada bantuan, tetapi harus membuka jalan agar masyarakat produktif bisa bekerja dan meningkatkan pendapatannya,” ucapnya. (*)
ADVERTORIAL
Gus Fawait Dorong Sinergi Pemkab-TNI Perkuat Produksi Beras Jember
DETAIL.ID, Jember – Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Makodim 0824 Jember berlangsung hangat pada Senin, 5 Oktober 2026.
Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) secara sengaja datang tanpa kabar untuk memberikan kejutan langsung kepada jajaran TNI.
“Kami ingin memberikan surprise jajaran Forkopimda di sini, untuk datang secara bersama-sama menyampaikan selamat Hari Jadi TNI,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut.
Selain membawa pesan kebersamaan dan kekompakan untuk mendukung program pemerintah pusat era Presiden Prabowo Subianto, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat sinergi sektor ketahanan pangan.
Kolaborasi antara Pemkab Jember dan TNI dinilai membuahkan hasil signifikan terhadap peningkatan produksi beras daerah.
“Ke depan kita dan TNI juga punya tugas untuk ikut serta meningkatkan ketahanan pangan dan itu sudah di Jember. Produksi beras kita yang mungkin beberapa tahun yang lalu sempat nomor 5, nomor 4, hari ini sudah nomor 3. Itu bentuk sinergi konkret antara pemerintah daerah dengan TNI,” ujarnya.
Acara peringatan yang digelar secara sederhana dan kekeluargaan tersebut turut melibatkan berbagai lapisan elemen masyarakat, mulai dari institusi daerah hingga para pengemudi ojek online. (*)



