Connect with us

PERKARA

Ko Apek Segera Dipanggil Paksa, Polisi juga Bilang Bakal Ada Tersangka Baru Dalam Kasusnya

DETAIL.ID

Published

on

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta. (DETAIL/Juan)

DETAIL.ID, Jambi – Affandi Susilo alias Ko Apek disebut akan segera dipanggil paksa oleh Ditreskrimum Polda Jambi. Hal ini lantaran dia tak kunjung memenuhi panggilan penyidik usai berstatus tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan juga pemalsuan dokumen.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta bilang bahwa untuk penanganan laporan dari PT SBS tersebut, pihaknya sudah melayangkan 2 surat panggilan terhadap Ko Apek, namun tak diindahkan.

“Panggilan pertama tidak diindahkan oleh tersangka, panggilan ke-2 tersangka tidak juga mengindahkan. Sehingga Minggu depan kami akan melakukan upaya paksa,” kata Dir Krimum Polda Jambi, Kombes Pol Andri pada Jumat, 7 Juni 2024.

Dir Krimum Polda Jambi itu juga memberi sinyal bahwa bakal ada tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan juga pemalsuan dokumen ini. Sekalipun Ko Apek belum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Hal ini dia sampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya.
Dimana dari hasil pemeriksaan tersebut pihaknya menduga bahwa ada keterlibatan dari orang-orang lain yang bisa dimintai pertanggungjawabannya berdasarkan 2 alat bukti yang sudah cukup.

“Artinya akan ada tersangka baru,” ujar Andri.

Dir Krimum Polda Jambi itu pun meyakini bahwa tak ada celah sedikit pun terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh pihaknya dalam kasus ini. Menurut dia semuanya sudah dilakukan sesuai prosedur.

“Tidak ada celah sedikit pun terhadap tindakan yang akan kami lakukan. Semua berdasarkan prosedur. Yang jelas semua minggu depan akan dikakukan upaya paksa,” katanya.

Reporter: Juan Ambarita

PERKARA

Polres Solok Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Solok – Polres Solok melalui Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Solok kembali berhasil menangkap pelaku tindak pidana penyalahgunaan dan perniagaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Solok pada Senin, 24 Maret 2025.

Kasat Reskrim Polres Solok, AKP Efrian Mustaqim Batiti mengungkapkan kasus ini berawal dari informasi masyarakat bahwa ada masyarakat yang mengangkut minyak jenis Pertalite menggunakan 1 unit mobil Toyota Kijang warna abu-abu nopol BA 1637 AZ dari SPBU Bandar Bandung, Kota Solok menuju Jorong Pasar pada Jumat, 21 Maret 2025 di Nagari Tanjung Bingkuang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

Erfian menjelaskan setelah mendapat informasi tersebut tim unit Tidpiter Satreskrim Polres Solok di bawah pimpinan Kanit melakukan penyelidikan atas informasi tersebut, kemudian didapat tersangka atas nama EG sedang melakukan penyalinan dari tangki ke jerigen, kemudian pelaku dan barang bukti diamankan oleh Tim ke Polres Solok guna proses lebih lanjut.

Kasat Reskrim menambahkan, dari penangkapan EG ini turut diamankan 7 jerigen berisi 35 liter minyak pertalite
beserta 2 jerigen kosong isi 35 liter, 1 jerigen berisi ¼ liter minyak pertalite, 1 jerigen kosong isi 10 liter, 1 corong warna abu-abu, 2 selang sepanjang ± 1,5 meter, dan 1 unit mobil Toyota Kijang warna abu-abu nopol BA 1637 AZ.

“Atas perbuatannya ini, ia akan disangkakan dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah),” ujar Kasat Reskrim pada Kamis, 27 Maret 2025.

Reporter: Diona

Continue Reading

PERKARA

Kurir Narkoba di Batanghari Diringkus Polisi, Masyarakat Diimbau Aktif Laporkan Aktivitas Mencurigakan

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi mengungkap kasus tindak pidana narkotika di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Hal ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis, 27 Maret 2025 di Gedung Rupatama Mapolda Jambi.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas transaksi narkotika di wilayah Batanghari. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim investigasi Ditresnarkoba Polda Jambi melakukan penyelidikan lebih lanjut pada Selasa, 11 Maret 2025.

Hasilnya, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pada tindak kejahatan narkotika.

“Ketika digeledah, ditemukan satu paket plastik besar berisi sabu dan satu plastik besar yang berisi pil ekstasi berwarna pink dengan logo Superman,” ujar Direktur Resnarkoba Polda Jambi, Kombes Pol Ernesto Saiser.

Dalam kasus ini, petugas mengamankan seorang tersangka berinisial DI. Dari hasil pemeriksaan, DI mengaku telah 2 kali menjemput barang haram tersebut dan menerima upah sebesar Rp 35 juta.

“Oleh sebab itu tersangka (DI) ini akan dikenakan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup,” katanya.

Kombes Pol Ernesto Saiser juga mengimbau masyarakat agar lebih aktif melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkoba.

Kasus ini kini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas. Polisi juga berencana melakukan pengembangan untuk menangkap pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran barang haram tersebut.

Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading

PERKARA

Cekcok Berujung Laporan Polisi, Emak-emak Ini Dijerat Pasal Penganiayaan

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Seorang wanita berinisial SNT (32) harus berurusan dengan hukum setelah terlibat cekcok dan berujung tindakan penganiayaan terhadap wanita berinisial LD (48).

Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa berawal ketika SNT dan LB cekcok perihal lapak jualan di warung kopi milik pelapor tepatnya di Jalan Orang Kayo Pingai, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur pada 5 Februari lalu. Saat itu tersangka pun melontarkan kata-kata kasar.

“Lalu tersangka melakukan penganiayaan kepada korban dengan mengusapkan cabai giling ke muka korban dan sempat terjadi perkelahian dan tersangka mencolok mata korban,” kata Kapolsek Jambi Timur, AKP Edi Mardi pada Senin kemarin, 24 Maret 2025.

Korban yang tak terima dengan kejadian tersebut lantas melapor ke Polsek Jambi Timur. SNT pun akhirnya diamankan oleh Polsek Jambi Timur berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B-08/II/2025/SPKT/Polsek Jambi Timur /Polresta Jambi/Polda Jambi tertanggal 05 Februari 2025.

“Atas laporan tersebut Polsek Jambi Timur berhasil mengamankan tersangka pada tanggal 23 Februari 2025, dibawa ke Polsek Jambi Timur guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Kapolsek.

Polisi mengaku bahwa kasus ini sempat dimediasi, namun tak berujung pada titik temu untuk diselesaikan secara restorstive justice. Kasus SNT pun tetap berlanjut.

Kini SNT berstatus tersangka atas tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading
Advertisement ads ads
Advertisement ads