Connect with us
Advertisement

PERISTIWA

LSMM Provinsi Jambi Desak Penyelesaian Polemik Insentif Tenaga Kesehatan RSUD Raden Mattaher dan Copot Dirut RSUD!

Published

on

Wakil Direktur Pengembangan SDM dan Sarana Prasarana RSUD Raden Mattaher Drs. Revo Anha saat menyampaikan klarifikasi (DETAIL/Jorgi)

DETAIL.ID, Jambi – Hari ini, 7 Juni 2024, Badan Pengurus Wilayah (BPW) Lingkar Studi Mahasiswa Marhaenis (LSMM) Provinsi Jambi menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Provinsi Jambi. Dengan seruan “Tuntaskan Polemik Insentif Tenaga Kesehatan RSUD Raden Mattaher,” aksi dimulai pukul 09.00 WIB.

Menanggapi pemberitaan terkait Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mattaher, LSMM Provinsi Jambi mengecam kebijakan RSUD yang tidak memberikan insentif jasa pelayanan BPJS kepada para pegawai kesehatan selama 5 bulan. Selain itu, RSUD Mattaher juga terungkap memiliki utang sebesar Rp 69 miliar, menurut pernyataan sikap LSMM.

“Direktur RSUD Mattaher perlu dicopot,” ujar pernyataan sikap LSMM Provinsi Jambi. Mereka menuntut pembayaran segera insentif yang tertunda, dan menyerukan transparansi dalam pengelolaan anggaran RSUD Mattaher.

Sikap LSMM didukung oleh investigasi yang menyoroti keluhan pasien terhadap pelayanan lamban dan fasilitas yang kurang memadai di RSUD Mattaher. LSMM menduga adanya ketidakwajaran dalam pengelolaan dana RSUD Mattaher, yang menurut mereka, harus segera diperbaiki.

Penandatanganan Pernyataan Sikap oleh pihak Pemerintah Provinsi Jambi, pihak RSUD Raden Mattaher, dan pihak LSMM Jambi (DETAIL/Jorgi)

Penandatanganan Pernyataan Sikap oleh pihak Pemerintah Provinsi Jambi, pihak RSUD Raden Mattaher, dan pihak LSMM Jambi (DETAIL/Jorgi)

Dalam seruan aksi, LSMM meminta kehadiran Gubernur Jambi, Al Haris untuk mendengarkan aspirasi mereka. Mereka juga meminta kepala RSUD Raden Mattaher untuk dicopot dari jabatannya.

Setelah sekitar satu jam aksi, Wakil Direktur Pengembangan SDM dan Sarana Prasarana RSUD Raden Mattaher, Revo Anhar bertemu dengan perwakilan LSMM. Revo menyampaikan bahwa pihak RSUD telah berupaya menerapkan SOP di setiap ruangan termasuk IGD. Mereka juga sudah melakukan pertemuan dengan para dokter untuk menyelesaikan keterlambatan insentif.

Pada tahap selanjutnya, Asisten I (Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan) Setda Provinsi Jambi, Arif Munandar menyatakan kesiapannya untuk menampung aspirasi dari LSMM Provinsi Jambi.

Pernyataan sikap akhirnya ditandatangani oleh BPW LSMM Provinsi Jambi, Wakil Direktur RSUD Raden Mattaher, dan Asisten I Setda Provinsi Jambi. Namun, perwakilan LSMM, Goldfried Simanungkalit selaku Ketua BPW LSMM Jambi menegaskan bahwa mereka akan melakukan aksi kembali jika tidak ada tindak lanjut konkret dari pihak pemerintah dan RSUD Raden Mattaher.

Reporter: Jorgi Pasaribu

Advertisement

PERISTIWA

Lima Polisi di Jambi Dipecat Terkait Kasus Kematian Anggota Polres Tanjabtim

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Polda Jambi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 5 anggota Polri yang dinyatakan melanggar kode etik terkait kasus meninggalnya Brigadir EWS, anggota Polres Tanjungjabung Timur.

‎Kelima personel tersebut yakni Brigadir UVS, Aiptu MA, Aipda EF, Bripka DHR, dan Bripda EBD. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, keputusan tersebut diambil melalui Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) yang digelar Bidpropam Polda Jambi pada 6–7 Agustus 2026.

‎Dalam sidang, kelima personel dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri sebagaimana diatur dalam Pasal 13 Ayat 1 PP Nomor 1 Tahun 2003 dan Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri.

‎”Mereka dinyatakan melakukan perbuatan tercela dan dijatuhi sanksi administratif berupa PTDH,” kata Erlan dalam konferensi pers, Jumat malam, 7 Agustus 2026.

‎Menurut Erlan, keputusan tersebut menjadi bentuk komitmen Polda Jambi dalam menindak tegas setiap personel yang terbukti melanggar aturan.

‎”Tidak ada toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan personel,” ujarnya.

‎Meski begitu Polda Jambi juga mengimbau masyarakat tetap menghormati proses hukum yang masih berjalan, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Jambi.

Reporter: Juan Ambarita 

Continue Reading

PERISTIWA

‎Kejati Jambi Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan Catut Nama Kajati, Asintel, dan Kasi Penkum

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mencatut nama pejabat Kejati Jambi, mulai dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), Asisten Intelijen (Asintel), hingga Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum).

‎Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan mengenai oknum yang menggunakan nama, foto, jabatan, hingga identitas pejabat Kejati Jambi melalui aplikasi WhatsApp, telepon, maupun media komunikasi lainnya untuk menghubungi masyarakat, instansi pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pihak.

‎Dalam aksinya, pelaku diduga meminta sejumlah uang, bantuan, transfer dana, maupun kepentingan pribadi lainnya dengan mengatasnamakan pejabat Kejaksaan.

‎Kejati Jambi menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan murni penipuan dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan institusi Kejaksaan. Seluruh pejabat maupun pegawai Kejati Jambi dipastikan tidak pernah meminta uang, hadiah, bantuan, transfer dana, ataupun keuntungan pribadi melalui media komunikasi pribadi.

‎”Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Kajati Jambi, Asintel Kejati Jambi maupun Kasi Penkum. Apabila menerima pesan atau telepon yang mencurigakan, segera lakukan konfirmasi melalui kanal resmi Kejaksaan Tinggi Jambi dan jangan memenuhi permintaan dalam bentuk apa pun. Mari bersama-sama kita cegah agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban penipuan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jambi.

‎Kejati Jambi meminta masyarakat tidak mudah mempercayai pesan, telepon, atau akun WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat Kejaksaan. Masyarakat juga diminta tidak memberikan data pribadi, informasi perbankan, kode OTP, maupun melakukan transfer dana kepada pihak yang mengaku sebagai pejabat Kejaksaan.

‎Selain itu, masyarakat diimbau selalu melakukan konfirmasi melalui kanal resmi Kejati Jambi apabila menerima permintaan yang mencurigakan, serta segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum apabila menemukan atau menjadi korban modus penipuan tersebut.

‎Kejati Jambi menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti setiap laporan dan mengusut pihak-pihak yang menyalahgunakan nama baik institusi Kejaksaan dalam melakukan tindak pidana penipuan. (*)

Continue Reading

PERISTIWA

Delapan Asrama Polisi di Belakang Polda Jambi Hangus Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Kebakaran menghanguskan delapan unit asrama polisi yang berada di belakang Markas Polda Jambi pada Kamis, 30 Juli 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara nilai kerugian material masih dalam pendataan.

‎Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.00 WIB. Seluruh armada yang berada di markas langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

‎”Sebanyak delapan unit asrama terbakar. Saat kejadian, asrama dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban jiwa,” ujar Mustari.

‎Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala tebalnya asap yang memenuhi lokasi. Sejumlah personel pemadam bahkan harus menggunakan alat bantu pernapasan (SCBA) saat melakukan pemadaman. Api baru berhasil dijinakkan setelah lebih dari satu jam.

‎”Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” katanya.

‎Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Jimmy Christian Samma, bilang bahwa polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kebakaran.

‎”Saat ini penyebabnya masih dalam proses penyelidikan dan perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” ujarnya.

‎Salah seorang warga di sekitar lokasi mengatakan sebelum api membesar ia melihat kepulan asap hitam keluar dari salah satu bangunan asrama. Tak lama kemudian, kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lainnya.

‎”Awalnya terlihat asap hitam, lalu muncul api besar. Karena angin cukup kencang, api cepat menyebar ke asrama lainnya,” katanya.

Reporter: Juan Ambarita 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs