Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Wagub Sani Terima Dua Calon Paskibraka di IKN Tingkat Pusat Utusan Jambi

Published

on

Jambi – Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menerima audensi dua calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat utusan Provinsi Jambi, yaitu Rahma Az Zahra Siswi SMAN 5 Batanghari dan Alfadillah Zaid Fahrurozizki Siswa SMAN 2 Kota Jambi yang terpilih sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada HUT RI 17 Agustus 2024 mendatang di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Mereka berdua terpilih, setelah melewati seleksi ketat dengan Paskibraka lainnya yang ada dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, bertempat di Ruang Rapat Kerja Wakil Gubernur Jambi, Kamis, 11 Juli 2024.

Kedatangan Alfadillah Zaid Fahrurozizki Siswa SMAN 2 Kota Jambi dan Rahma Az Zahra Siswi SMAN 5 Batanghari ini didampingi kedua orang tua mereka masing-masing dan Kabid Kesbangpol Provinsi Jambi, Kesbangpol Kota Jambi dan Kesbangpol Kabupaten Batang Hari.

“Pemerintah Provinsi Jambi sangat mendukung dan memberikan support sepenuhnya, kami bangga, bahagia dan bersyukur atas terpilihnya ananda kami ini, dari sekian ribu anak-anak pelajar, mereka terpilih di tingkat nasional. Ini suatu kebanggaan bagi kita, insya Allah pelaksanaannya di IKN untuk pertama kalinya di Tahun 2024 ini berjalan dengan sukses dan lancar,” ucap Wagub Sani.

Menurut Wagub Sani, kedua siswa dan siswi tersebut akan melaksanakan tugas mulia mengibarkan sang Merah Putih di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tanggal 17 Agustus 2024 mendatang.

“Dengan terpilihnya dua perwakilan putra putri Provinsi Jambi ini diharapkan mereka dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan lancer,” kata Wagub Sani.

“Kami yakin dan percaya insya Allah mereka berdua ananda Alfadillah Zaid Fahrurozizki dan Rahma Az Zahra mereka mampu melaksanakan tugas mulai ini dengan baik dan dapat mengharumkan nama Jambi di tingkat nasional,” ujar Wagub Sani.

Wagub Sani juga meminta kepada kedua siswa-siswi tersebut untuk jangan lupa berdo’a kepada Allah agar dimudahkan dan dilancarkan selama mengikuti kegiatan ini.

“Selamat kepada ananda Alfadillah Zaid Fahrurozizki dan Rahma Az Zahra, jangan lupa berdo’a minta sama Allah dilancarkan semua rangkaian kegiatannya serta jaga kesehatan,” katanya.

Selain itu Wagub Sani juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang tua siswa siswi tersebut serta kepada Paskibraka Nasional perwakilan Jambi yang telah memilih kedua siswa siswi tersebut.

“Karena orang tua yang telah berusaha mendidik anak-anaknya dan bisa terpilih menyisihkan sekian banyak orang dari Jambi. Mudah-mudahan kita do’akan tugas selanjuntya berjalan dengan baik dan lancar, agar bisa mengharumkan nama Jambi di Tingkat nasional,” tuturnya.

Advertisement

ADVERTORIAL

Rawat Tradisi Gus Miek, Bupati Jember Siap Bumikan Majelis Moloekatan

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember menghadiri Majelis Moloekatan Gus Miek, Sabtu (23/5/2026), malam. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Halaman Pemkab Jember kembali bergetar oleh lantunan ayat suci dan selawat dalam agenda Majelis Sema’an Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek, Sabtu, 23 Mei 2026.

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya sejak 2025, agenda spiritual yang digagas oleh waliyullah KH. Moch. Hamim Jazuli (Gus Miek) ini sukses menyedot ratusan jamaah, tokoh agama, kiai, dan gus dari berbagai penjuru Jember.

Langkah Pemkab Jember memfasilitasi majelis akbar ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam merawat tradisi religi sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah di bumi pendalungan.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengawal penuh syiar Al-Qur’an dan pembumian majelis dzikir semacam ini demi keberkahan daerah.

Sebagai pemimpin yang tumbuh dari kultur pesantren, Gus Fawait juga menyampaikan pesan menyentuh mengenai ketakzimannya kepada garis keturunan (dzurriyah) para ulama besar.

“Saya hanya seorang santri yang tidak punya apa-apa kecuali rasa cinta kepada wali Allah, kepada Gus Miek dan dzurriyah beliau-beliau. Untuk kegiatan yang berkaitan dengan majelis ini, Pemerintah Kabupaten Jember siap ikut serta membumikan majelis ini semampu kami sebagai kepala daerah. Kami berharap doa dari para kiai, para gus, dan seluruh jamaah untuk Kabupaten Jember,” kata Gus Fawait.

Melalui majelis ini, Pemkab Jember berharap kekuatan doa kolektif dari para ulama dan jamaah yang hadir mampu menjadi benteng spiritual sekaligus motor penggerak kebaikan bagi kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan umat.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Jemaah Haji Wajib Pastikan Status BPJS Kesehatan Tetap Aktif

DETAIL.ID

Published

on

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Galih Anjung Sari. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan)

DETAIL.ID, Sumenep — BPJS Kesehatan mengingatkan seluruh calon jemaah haji untuk memastikan status kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mereka dalam kondisi aktif sebelum berangkat ke tanah suci.

Hal ini krusial untuk memberikan perlindungan finansial dan kesehatan bagi jemaah maupun keluarga yang ditinggal di tanah air.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Galih Anjung Sari, menegaskan bahwa status aktif JKN kini menjadi salah satu syarat administrasi wajib.

Mengingat gangguan kesehatan bisa terjadi kapan saja tanpa diduga, jaminan ini akan memastikan jemaah mendapatkan layanan medis tanpa kendala biaya.

“Calon jemaah haji bisa saja mengalami gangguan kesehatan kapan saja. Oleh sebab itu, pentingnya menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif agar saat membutuhkan pelayanan kesehatan, biaya pengobatan dapat dijamin sesuai ketentuan,” kata Galih.

Galih juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan digital seperti PANDAWA atau Aplikasi Mobile JKN untuk mengecek status kepesertaan mereka secara berkala demi kelancaran ibadah.

Manfaat dari kepatuhan ini diakui langsung oleh Maryamah (68), salah satu peserta JKN asal Kabupaten Sumenep.

Ia mengaku merasa jauh lebih tenang dan bisa berkonsentrasi penuh pada ibadahnya di tanah suci karena urusan perlindungan kesehatan telah terjamin.

“Menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif menurut saya memang menjadi kewajiban sebagai peserta. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit, sehingga perlindungan kesehatan sangat penting dimiliki,” tutur Maryamah.

Melalui kemudahan Aplikasi Mobile JKN, Maryamah menambahkan bahwa pengecekan status kini sangat praktis karena dapat diakses kapan saja dan di mana saja tanpa harus mengantre di kantor BPJS Kesehatan.

Reporter: Zainul Hasan

Continue Reading

ADVERTORIAL

Bermasalah! Pemkab Jember Minta SPPG Al Mubarok dan Sumbersari 2 Ditutup

DETAIL.ID

Published

on

Pj. Sekda Jember, Achmad Imam Fauzi, diwawancarai media. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember merekomendasikan penghentian operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya, yaitu SPPG Al Mubarok Kaliwates dan SPPG Sumbersari 2.

Rekomendasi tersebut disampaikan langsung melalui surat resmi Bupati Jember, Gus Fawait, kepada Badan Gizi Nasional menyusul hasil evaluasi lapangan dan aduan masyarakat melalui kanal “Wadul Guse”.

Menurut PJ Sekretaris Daerah Jember sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Achmad Imam Fauzi, surat tersebut dikirimkan pada 22 Mei 2026.

Langkah ini diambil setelah ditemukan berbagai masalah fatal terkait standar kebersihan, pengelolaan makanan, hingga keamanan kerja di kedua dapur tersebut.

Masalah serius terjadi di SPPG Al Mubarok Kaliwates yang diduga kuat menjadi penyebab keracunan makanan pada sejumlah anak PAUD dan TK.

Selain itu, petugas menemukan pelanggaran fatal berupa peletakan tabung gas di ruang tertutup yang mengancam keselamatan.

“Faktanya ada korban. Itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Keselamatan penerima manfaat program harus menjadi prioritas utama,” ujar Fauzi.

Di sisi lain, SPPG Sumbersari 2 juga dinilai bermasalah setelah sempat mengalami kebakaran akibat kebocoran gas di ruang oven pengering.

Kondisi ini diperparah dengan lokasi bangunan yang berada di dekat saluran irigasi besar dan rawan terjangkit banjir.

Pemkab Jember menegaskan tidak akan main-main dengan Program MBG karena menyangkut kesehatan anak-anak.

Seluruh mitra pun diwajibkan memenuhi standar operasional yang ketat.

Walau demikian, nasib akhir dari operasional kedua SPPG ini kini sepenuhnya berada di tangan keputusan Badan Gizi Nasional.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs