Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Al Haris Berbagi Santunan Kepada 2.185 Anak Yatim Dalam Peringati 10 Muharram 1446 Hijriah

Published

on

Jambi – Pada momen berbagi kebahagiaan Gubernur Jambi, Al Haris memberikan santunan kepada 2.185 anak yatim yang bertepatan dalam peringatan 10 Muharram 1446 H. Dalam peringatan ini juga dihadiri oleh penyanyi religi Haddad Alwi Assegaf yang bertempat di Lapangan Arena STQ Provinsi Jambi, Selasa, 16 Juli 2024.

“Pada hari yang mulia ini yaitu 10 Muharram, kami setiap tahunnya semenjak 2021 terus memberikan santunan kepada anak-anak yatim di Jambi. Dan pada tahun ini kami kembali meberikan santunan kepada anak yatim sebanyak 2.185 anak. Santunan ini berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jambi untuk 1.185 anak, Bank Jambi 500 Anak, KORPRI 200 anak, dan pengusaha lainnya 300 anak,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris menuturkan, bulan Muharram dihiasi dengan hari yang istimewa, yaitu hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dimana terdapat berbagai peristiwa penting yang menjadi bukti kebesaran dan rahmat Allah SWT, peristiwa penting bagi para nabi.

“Pada bulan Muharram ini terdapat keutamaan-keutamaan yang luar biasa, dan ketika kita mengamalkan amalan di bulan Muharram maka pahala yang didapatkan berlipat ganda,” kata Gubernur Al Haris.

“Di tengah semaraknya ibadah dan refleksi spiritual dalam menyambut 10 Muharram melalui puasa Asyura, keutamaan berbagi menjadi salah satu amalan penting yang tidak boleh dilupakan, dan salah satu amalan penting yang dianjurkan oleh Rasulullah di hari Asyura (tanggal 10 Muharram) adalah menyantuni anak yatim piatu,” kata Gubernur Al Haris.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga meminta kepada anak-anak yatim piatu untuk mendo’akan Provinsi Jambi, pemimpin Jambi dan juga turut mendo’akan para donatur yang turut menyumbangkan harta.

“Anak-anak, pertama do’akan negeri Jambi ini negeri yang aman, yang penuh dengan keimanan untuk membangun Jambi. Do’akan juga kami sehat semuanya ya, dan juga do’akan yang menyumbang tadi supaya rezekinya melimpah dan Allah mudahkan rezekinya,” ujar Gubernur Al Haris.

Kemudian orang nomor satu di Provinsi Jambi ini juga tak lupa memotivasi supaya anak-anak yatim piatu lebih giat dalam menggapai cita cita.

“Anak-anak harus bahagia, harus punya masa depan dan tidak boleh patah semangat. Ingat, masa depan kita sudah Allah SWT atur semuanya anakku,” kata Gubernur Al Haris.

“Harapan saya, momentum 10 Muharram yang kita laksanakan dapat meningkatkan kesadaran sosial dan motivasi dikalangan umat beragama, untuk selalu bersimpati dan berempati dalam berbagi kepada sesama, tidak hanya dibulan ini saja, namun juga dibulan-bulan berikutnya,” tutur Gubernur Al Haris.

Advertisement

ADVERTORIAL

Rawat Tradisi Gus Miek, Bupati Jember Siap Bumikan Majelis Moloekatan

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember menghadiri Majelis Moloekatan Gus Miek, Sabtu (23/5/2026), malam. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Halaman Pemkab Jember kembali bergetar oleh lantunan ayat suci dan selawat dalam agenda Majelis Sema’an Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek, Sabtu, 23 Mei 2026.

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya sejak 2025, agenda spiritual yang digagas oleh waliyullah KH. Moch. Hamim Jazuli (Gus Miek) ini sukses menyedot ratusan jamaah, tokoh agama, kiai, dan gus dari berbagai penjuru Jember.

Langkah Pemkab Jember memfasilitasi majelis akbar ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam merawat tradisi religi sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah di bumi pendalungan.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengawal penuh syiar Al-Qur’an dan pembumian majelis dzikir semacam ini demi keberkahan daerah.

Sebagai pemimpin yang tumbuh dari kultur pesantren, Gus Fawait juga menyampaikan pesan menyentuh mengenai ketakzimannya kepada garis keturunan (dzurriyah) para ulama besar.

“Saya hanya seorang santri yang tidak punya apa-apa kecuali rasa cinta kepada wali Allah, kepada Gus Miek dan dzurriyah beliau-beliau. Untuk kegiatan yang berkaitan dengan majelis ini, Pemerintah Kabupaten Jember siap ikut serta membumikan majelis ini semampu kami sebagai kepala daerah. Kami berharap doa dari para kiai, para gus, dan seluruh jamaah untuk Kabupaten Jember,” kata Gus Fawait.

Melalui majelis ini, Pemkab Jember berharap kekuatan doa kolektif dari para ulama dan jamaah yang hadir mampu menjadi benteng spiritual sekaligus motor penggerak kebaikan bagi kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan umat.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Jemaah Haji Wajib Pastikan Status BPJS Kesehatan Tetap Aktif

DETAIL.ID

Published

on

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Galih Anjung Sari. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan)

DETAIL.ID, Sumenep — BPJS Kesehatan mengingatkan seluruh calon jemaah haji untuk memastikan status kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mereka dalam kondisi aktif sebelum berangkat ke tanah suci.

Hal ini krusial untuk memberikan perlindungan finansial dan kesehatan bagi jemaah maupun keluarga yang ditinggal di tanah air.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Galih Anjung Sari, menegaskan bahwa status aktif JKN kini menjadi salah satu syarat administrasi wajib.

Mengingat gangguan kesehatan bisa terjadi kapan saja tanpa diduga, jaminan ini akan memastikan jemaah mendapatkan layanan medis tanpa kendala biaya.

“Calon jemaah haji bisa saja mengalami gangguan kesehatan kapan saja. Oleh sebab itu, pentingnya menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif agar saat membutuhkan pelayanan kesehatan, biaya pengobatan dapat dijamin sesuai ketentuan,” kata Galih.

Galih juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan digital seperti PANDAWA atau Aplikasi Mobile JKN untuk mengecek status kepesertaan mereka secara berkala demi kelancaran ibadah.

Manfaat dari kepatuhan ini diakui langsung oleh Maryamah (68), salah satu peserta JKN asal Kabupaten Sumenep.

Ia mengaku merasa jauh lebih tenang dan bisa berkonsentrasi penuh pada ibadahnya di tanah suci karena urusan perlindungan kesehatan telah terjamin.

“Menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif menurut saya memang menjadi kewajiban sebagai peserta. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit, sehingga perlindungan kesehatan sangat penting dimiliki,” tutur Maryamah.

Melalui kemudahan Aplikasi Mobile JKN, Maryamah menambahkan bahwa pengecekan status kini sangat praktis karena dapat diakses kapan saja dan di mana saja tanpa harus mengantre di kantor BPJS Kesehatan.

Reporter: Zainul Hasan

Continue Reading

ADVERTORIAL

Bermasalah! Pemkab Jember Minta SPPG Al Mubarok dan Sumbersari 2 Ditutup

DETAIL.ID

Published

on

Pj. Sekda Jember, Achmad Imam Fauzi, diwawancarai media. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember merekomendasikan penghentian operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya, yaitu SPPG Al Mubarok Kaliwates dan SPPG Sumbersari 2.

Rekomendasi tersebut disampaikan langsung melalui surat resmi Bupati Jember, Gus Fawait, kepada Badan Gizi Nasional menyusul hasil evaluasi lapangan dan aduan masyarakat melalui kanal “Wadul Guse”.

Menurut PJ Sekretaris Daerah Jember sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Achmad Imam Fauzi, surat tersebut dikirimkan pada 22 Mei 2026.

Langkah ini diambil setelah ditemukan berbagai masalah fatal terkait standar kebersihan, pengelolaan makanan, hingga keamanan kerja di kedua dapur tersebut.

Masalah serius terjadi di SPPG Al Mubarok Kaliwates yang diduga kuat menjadi penyebab keracunan makanan pada sejumlah anak PAUD dan TK.

Selain itu, petugas menemukan pelanggaran fatal berupa peletakan tabung gas di ruang tertutup yang mengancam keselamatan.

“Faktanya ada korban. Itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Keselamatan penerima manfaat program harus menjadi prioritas utama,” ujar Fauzi.

Di sisi lain, SPPG Sumbersari 2 juga dinilai bermasalah setelah sempat mengalami kebakaran akibat kebocoran gas di ruang oven pengering.

Kondisi ini diperparah dengan lokasi bangunan yang berada di dekat saluran irigasi besar dan rawan terjangkit banjir.

Pemkab Jember menegaskan tidak akan main-main dengan Program MBG karena menyangkut kesehatan anak-anak.

Seluruh mitra pun diwajibkan memenuhi standar operasional yang ketat.

Walau demikian, nasib akhir dari operasional kedua SPPG ini kini sepenuhnya berada di tangan keputusan Badan Gizi Nasional.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs