Connect with us
Advertisement

DAERAH

Anak Usaha Telkom Bangun Smart Pole di IKN

Published

on

Tiang pintar atau smart pole akhirnya bisa dibangun di IKN berkat anak usaha PT Telkom Indonesia yang bekerjasama dengan PT CHT Infinity. (ist)

DETAIL.ID, Nusantara – PT PINS Indonesia (PINS) yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) telah sukses membangun tiang pintar atau smart pole pertama di ibu kota Nusantara (IKN) beberapa waktu yang lalu.

CEO PINS, Roberto Surya Negara, dalam keterangan resmi yang diperoleh para wartawan di Medan pada Sabtu, 24 Agustus 2024, mengatakan pembangunan smart pole tersebut dilakukan dalam upaya strategis untuk mempercepat pembangunan IKN.

Dalam proyek tersebut, kata Roberto, PINS bekerjasama dengan PT CHT Infinity Indonesia (CHT Infinity). Dan di tiang pintar itu, ujarnya, dapat disematkan berbagai fitur yang sangat membantu.

“Seperti lampu penerangan jalan umum (PJU) pintar, video surveillance, pemantau cuaca atau weather monitor, mobile network 4G/5G, wifi hotspot, digital signage, hingga EV charging station,” ujarnya.

Kata dia, proses instalasi Smart Pole berjalan sesuai rencana dengan suksesnya pendirian tiang cerdas pertama yang ditargetkan selesai sebelum Upacara HUT ke-79 RI yang diselenggarakan perdana di IKN.

Inisiatif ini, ujarnya, tidak hanya dilakukan dalam rangka perayaan HUT ke-79 RI, tetapi juga menandai awal dari perjalanan besar menuju masa depan yang cerah bagi pengembangan Smart City di IKN.

“Tim lapangan representatif PINS dan CHT Infinity hadir secara langsung untuk mengawal dan memantau pemasangan Smart Pole di Sumbu Barat Istana Presiden pada Jumat, 16 Agustus 2024 lalu,” katanya.

Ia menjelaskan, Smart Pole yang telah ter-install dan aktif di Sumbu Barat Istana Presiden ini berfungsi sebagai Proof of Concept (PoC) untuk pembangunan Smart City di IKN.

Meskipun desain tiang terlihat minimalis, Roberto bilang teknologi yang diusung oleh tiang ini merupakan teknologi mutakhir yang mampu menyajikan berbagai fitur-fitur canggih dengan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT).

“Ini merupakan sebuah infrastruktur yang menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan,” kata Roberto.

Dengan teknologi ini, pihaknya yakin Smart Pole tidak hanya berfungsi sebagai penerangan jalanan yang efisien, namun juga berperan dalam meningkatkan keamanan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Roberto Surya Negara menyampaikan rasa bangga dan bersemangat dengan kerja sama strategis ini dengan CHT Infinity terutama untuk Smart Pole di IKN.

Kata dia, kerja sama ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami untuk mendukung visi Indonesia menuju era digital dan keberlanjutan. Dengan adanya Smart Pole.

Pihaknya berharap dapat menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih cerdas, aman, dan ramah lingkungan.

Apalagi, sambung Roberto, teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai lampu jalan yang efisien, tetapi juga sebagai pusat data dan komunikasi yang dapat memberikan informasi real-time.

“Juga mendukung keamanan, dan memberikan layanan publik yang lebih baik bagi masyarakat di IKN,” ucap Roberto.

Dalam kesempatan terpisah, Chairman dari CHT Infinity Group Sean Ishihara, menilai keberhasilan PoC ini semakin memperkuat kemitraan dengan PINS.

Kata dia, kesuksesan ini juga merupakan sebuah kemajuan besar setelah ajang demonstrasi Smart Solution di Rumah Teknologi pada bulan Januari 2024 lalu.

“CHT Infinity dan Telkom diharapkan dapat memperluas lanskap kolaborasi kedua perusahaan untuk menghadirkan teknologi canggih dan solusi cerdas di Indonesia, seperti layanan Cloud, 5G Private Networks, pusat data, solusi keamanan siber, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Kolaborasi antara PINS dan CHT Infinity, sambungnya, juga mempertegas pentingnya sinergi antara keahlian teknologi dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan lokal yang hanya dapat dicapai melalui kerja sama antar perusahaan lokal.

“Dengan teknologi yang canggih dan berkelanjutan, Smart Pole diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan infrastruktur kota cerdas yang lebih luas lagi di IKN,” kata dia.

“Juga memperkuat posisi ibu kota baru sebagai simbol modernitas dan inovasi di Indonesia, serta menandai langkah penting dalam mewujudkan IKN sebagai kota cerdas terkemuka di dunia,” tutur Sean Ishihara.

Reporter: Heno

Advertisement

DAERAH

Nostalgia Sarko di HUT Sarolangun ke-27, Bupati M. Syukur: Merangin dan Sarolangun adalah Kakak Adik

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Sarolangun – Bupati Merangin, M. Syukur, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sarolangun ke-27 yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Sarolangun, Senin,  12 Oktober 2026.

Acara peringatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini turut dihadiri oleh Gubernur Jambi Al Haris, para Bupati/Wali Kota, Ketua DPRD, unsur Forkopimda se-Provinsi Jambi, serta jajaran kepala daerah dari kabupaten/provinsi tetangga dan para tamu undangan lainnya.

Kemeriahan peringatan HUT kali ini makin terasa dengan suguhan berbagai penampilan tari kreasi yang memukau dan mengundang decak kagum para hadirin.

Selain itu, ditayangkan pula kilas balik profile Kabupaten Sarolangun yang menampilkan jajaran prestasi serta geliat kemajuan pembangunan dari tahun ke tahun.

Di sela-sela kegiatan, Bupati Merangin M. Syukur menuturkan bahwa Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun pada dasarnya adalah dua daerah kakak-beradik yang tidak dapat dipisahkan.

“Sebelum mekar, Merangin dan Sarolangun merupakan satu kesatuan dalam Kabupaten Sarko (Sarolangun Bangko) dengan pusat ibu kota di Bangko, yang kini menjadi ibu kota Kabupaten Merangin. Atas dasar sejarah inilah, kedua daerah memiliki ikatan emosional dan historis yang sangat panjang,” ujar M. Syukur.

M. Syukur menambahkan, eratnya jalinan persaudaraan ini dibuktikan dengan banyaknya tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pejabat di Kabupaten Merangin yang berasal dari Sarolangun, begitu pula sebaliknya.

Salah satu bukti eratnya jalinan dan kesinambungan birokrasi kedua daerah tersebut adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sarolangun saat ini, M. Arif.

Sebelum dilantik sebagai Sekda Sarolangun, M. Arif menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Merangin.

Tak hanya relasi antar-daerah dan birokrasi, hubungan personal antara Bupati Merangin M. Syukur dan Bupati Sarolangun Hurmin pun terjalin sangat erat.

Keduanya intens berkomunikasi serta sering berdiskusi ringan mengenai percepatan dan strategi pembangunan di wilayah masing-masing.

Menutup penyampaiannya, Bupati M. Syukur menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik untuk Kabupaten Sarolangun.

“Selamat Hari Jadi Kabupaten Sarolangun ke-27. Semoga pembangunan di Kabupaten Sarolangun semakin meningkat, tumbuh pesat, dan maju lebih cepat menuju Sarolangun Maju 2030,” tuturnya. (*)

Continue Reading

DAERAH

Bupati H M Syukur: Mari Kita Sukseskan Pilkades Serentak 2026

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Merangin – Semua lapisan masyarakat Kabupaten Merangin diminta untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, yang akan digelar pada Rabu, 25 November 2026 mendatang.

Himbauan tersebut sebagaimana disampaikan Bupati H M Syukur melalui Kadis Kominfo Ahmad Khoiruddin Agung Saputro, menyusul telah terbitnya Keputusan Bupati Merangin nomor 238/DPMD/2026 tentang Tahapan Pilkades Serentak 2026.

“Jadi pada 2026 ini ada sebanyak 24 desa dari 205 desa yang tersebar di 24 kecamatan dalam Kabupaten Merangin, yang akan melaksanakan Pilkades Serentak 2026,”ujar Bupati, Jumat, 9 Oktober 2026.

Dikatakan bupati, dukungan dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan pada pelaksanaan Pilkades Serentak 2026, agar pesta demokrasi di tingkat desa tersebut berjalan dengan lancar, aman, tertib dan kondusif.

Seluruh elemen masyarakat diminta bupati untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 dapat berjalan sukses sesuai tahapan jadwal yang telah ditetapkan.

“Jaga betul persatuan dan kesatuan dan harus saling menghormati satu sama lainnya atas terjadinya perbedaan pilihan, demi terciptanya suasana demokrasi yang baik,” kata Bupati.

Pilkades Serentak 2026 saat ini jelas H M Syukur, sudah memasuki tahapan Pendataan pemilih, yang sudah berlangsung dari tanggal 06 hingga 14 Oktober 2026 mendatang. Masyarakat diminta dapat menyampaikan data dengan baik dan benar.

Melalui pelaksanaan Pilkades Serentak ini, bupati berharap proses demokrasi di tingkat desa itu dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan kades yang mampu menjalankan amanah masyarakat dan mendukung pembangunan desa. (*)

Continue Reading

DAERAH

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Pertanahan yang diselenggarakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) pada Kamis, 8 Oktober 2026 secara daring. Di kesempatan ini, ia mengingatkan akan pentingnya integrasi data hak atas tanah, tata ruang, dan nilai tanah untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan tata ruang dan wilayah.

“Ketika kita memiliki satu peta tanah, kita mengetahui status haknya, kita mengetahui pemanfaatannya, rencana tata ruangnya, infrastrukturnya, serta informasi mengenai nilai tanahnya secara sama. Inilah yang kita sangat harapkan. Dari One Map menjadi One Parcel, dan kemudian menjadi One Integrated Land Information Ecosystem,” ujar Wamen Ossy dalam seminar bertajuk Peran Penilai dalam Solusi Permasalahan Tata Ruang dan Wilayah, Kesenjangan Data Nilai Tanah, dan Kepentingan One Map Policy.

Menurut Wamen Ossy, integrasi tersebut dibutuhkan karena data hak, ruang, dan nilai tanah masih terlalu sering berjalan dalam sistem dan basis data masing-masing. Padahal, ketiganya bertemu pada bidang tanah yang sama. Kondisi tersebut juga perlu diantisipasi karena nilai tanah dapat berubah ketika terjadi perubahan aksesibilitas, pembangunan infrastruktur, aktivitas ekonomi, maupun tata ruang di suatu wilayah.

“Tanahnya tidak berpindah. Luasnya juga tidak berubah. Tetapi, nilai ekonominya dapat berubah secara drastis karena nilai tanah bukan sekadar angka rupiah per meter persegi. Nilai tanah merupakan hasil interaksi lokasi, aksesibilitas, infrastruktur, tata ruang, aktivitas ekonomi, kepastian hukum, dan lain-lain,” kata Wamen ATR/Waka BPN.

Dalam kondisi tersebut, Wamen Ossy menilai profesi penilai memiliki peran strategis untuk menjelaskan perubahan nilai tanah sekaligus faktor yang mempengaruhinya. Dengan dukungan data yang terintegrasi, informasi nilai tanah tidak hanya digunakan untuk mengetahui besaran nilai suatu bidang, namun juga untuk membaca perkembangan kawasan, melihat dampak pembangunan infrastruktur, dan memahami konsekuensi ekonomi dari suatu keputusan tata ruang.

“Jangan sampai kita memiliki peta hak yang baik, peta tata ruang yang baik, peta nilai tanah yang baik, tapi ketiganya hidup di dunia yang berbeda, terfragmentasi di sana-sini. Ketika ketiganya dapat terhubung, kita tidak hanya akan mengetahui di mana tanah berada, tetapi juga siapa yang memiliki hak, apa yang dapat dilakukan di atasnya, dan bagaimana nilai ekonominya berkembang,” ucap Wamen Ossy.

Dalam seminar yang digelar secara daring ini, turut hadir Direktur Pembinaan dan Pengawasan Profesi Keuangan, Kementerian Keuangan RI, Erawati yang juga menjadi pembuka acara. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari sejumlah kementerian/lembaga, Anggota MAPPI dan perwakilan pemerintah daerah. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs