Connect with us
Advertisement

PERISTIWA

Tengoklahkan! Pinto Mangkir dari Sidang Etik Pertama BK DPRD Provinsi Jambi, Kuasa Hukum Juga Ungkap 2 Laporan Polisinya

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Perjuangan Rahma Asifa untuk beroleh keadilan atas masalahnya dengan mantan bosnya yakni Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi Pinto Jayanegara tampak masih menapaki jalan terjal.

Setelah dirinya menyampaikan keterangan dan sejumlah bukti dalam sidang Badan Kehormatan DPRD Provinsi Jambi, Senin 12 Agustus 2024. Giliran teradu yakni Pinto sendiri yang tidak menghadiri sidang BK.

Ketua BK DPRD Provinsi Jambi Evi Suherman dikonfirmasi menyampaikan Pinto tidak menghadiri agenda pemeriksaan oleh BK. Soal ini tak diketahui jelas alasannya.

“Pinto mangkir tidak hadir pada sidang 1. Kita panggil lagi sidang kedua Kamis Jam 3 sore,” kata Evi Suherman, Senin malam 12 Agustus 2024.

Padahal berdasarkan penjelasan Ketua BK tersebut, pihaknya sebelumnya sudah menyampaikan surat panggilan kepada Waka II DPRD Provinsi Jambi itu. Dia juga sudah ditunggu-tunggu untuk menjelaskan hal-hal yang dianggap perlu klarifikasi kepada BK DPRD Provinsi Jambi.

“Hari ini kita menunggu saudara Pinto, sebentar lagi katanya akan datang ke sidang untuk menjelaskan apa-apa saja yang perlu kami minta keterangan dari saudara Pinto,” ujar Evi, usai agenda mendengarkan keterangan pengadu Rahma Syifa, sebelumnya.

Sementara itu Ilham Kurniawan, Kuasa Hukum Rahma Syifa juga menyoroti soal sikap pemberhentian sepihak dari Pinto Jayanegara terhadap sosok kliennya. Menurutnya Waka II DPRD Provinsi Jambi tersebut sama sekali tidak punya kewenangan memberhentikan kliennya.

Pinto pun dinilai telah melakukan maladministrasi. Sebab secara regulasi hanya Sekwan DPRD Provisi Jambi yang dapat melakukan pemberhentian terhadap klienya.

“Siapa yang menerbitkan SK itu dialah yang berwenang untuk mencabutnya. Bukan Waka II yang mencabutnya karna tidak ada kewenangan dari Waka II untuk mencabut seorang pegawai non ASN.
Nah kita ada surat dari Waka II ini yang memberhentikan beliau ini, menurut kami ini sudah pelanggaran administrasi,” katanya.

Selain persoalan etik, Ilham juga lanjut mengungkap soal 2 laporan polisi yakni dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh Waka II tersebut dalam hal SPPD fiktif dan SPJ fiktif yang sedang bergulir di Sub Dit Tipikor Polda Jambi serta laporan Syifa soal dugaan penggelapan uang perjalanan dinas dan uang reses yang tidak dibayarkan di Sub Dit 1 Krimum Polda Jambi.

Kata Ilham, lebih kurang sudah 7 saksi dari pihaknya yang sudah diperiksa Polisi. Terlapor Pinto sendiri disebut-sebut sudah seharusnya diperiksa akan tetapi dia belum memenuhinya alias mangkir.

“Dari kawan-kasan masyarakat sipil lah yang mengawal ini, supaya keadilan bagi Syifa ini bisa tercapai,” katanya.

Reporter: Juan Ambarita

Advertisement

PERISTIWA

Lima Polisi di Jambi Dipecat Terkait Kasus Kematian Anggota Polres Tanjabtim

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Polda Jambi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 5 anggota Polri yang dinyatakan melanggar kode etik terkait kasus meninggalnya Brigadir EWS, anggota Polres Tanjungjabung Timur.

‎Kelima personel tersebut yakni Brigadir UVS, Aiptu MA, Aipda EF, Bripka DHR, dan Bripda EBD. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, keputusan tersebut diambil melalui Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) yang digelar Bidpropam Polda Jambi pada 6–7 Agustus 2026.

‎Dalam sidang, kelima personel dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri sebagaimana diatur dalam Pasal 13 Ayat 1 PP Nomor 1 Tahun 2003 dan Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri.

‎”Mereka dinyatakan melakukan perbuatan tercela dan dijatuhi sanksi administratif berupa PTDH,” kata Erlan dalam konferensi pers, Jumat malam, 7 Agustus 2026.

‎Menurut Erlan, keputusan tersebut menjadi bentuk komitmen Polda Jambi dalam menindak tegas setiap personel yang terbukti melanggar aturan.

‎”Tidak ada toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan personel,” ujarnya.

‎Meski begitu Polda Jambi juga mengimbau masyarakat tetap menghormati proses hukum yang masih berjalan, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Jambi.

Reporter: Juan Ambarita 

Continue Reading

PERISTIWA

‎Kejati Jambi Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan Catut Nama Kajati, Asintel, dan Kasi Penkum

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mencatut nama pejabat Kejati Jambi, mulai dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), Asisten Intelijen (Asintel), hingga Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum).

‎Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan mengenai oknum yang menggunakan nama, foto, jabatan, hingga identitas pejabat Kejati Jambi melalui aplikasi WhatsApp, telepon, maupun media komunikasi lainnya untuk menghubungi masyarakat, instansi pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pihak.

‎Dalam aksinya, pelaku diduga meminta sejumlah uang, bantuan, transfer dana, maupun kepentingan pribadi lainnya dengan mengatasnamakan pejabat Kejaksaan.

‎Kejati Jambi menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan murni penipuan dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan institusi Kejaksaan. Seluruh pejabat maupun pegawai Kejati Jambi dipastikan tidak pernah meminta uang, hadiah, bantuan, transfer dana, ataupun keuntungan pribadi melalui media komunikasi pribadi.

‎”Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Kajati Jambi, Asintel Kejati Jambi maupun Kasi Penkum. Apabila menerima pesan atau telepon yang mencurigakan, segera lakukan konfirmasi melalui kanal resmi Kejaksaan Tinggi Jambi dan jangan memenuhi permintaan dalam bentuk apa pun. Mari bersama-sama kita cegah agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban penipuan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jambi.

‎Kejati Jambi meminta masyarakat tidak mudah mempercayai pesan, telepon, atau akun WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat Kejaksaan. Masyarakat juga diminta tidak memberikan data pribadi, informasi perbankan, kode OTP, maupun melakukan transfer dana kepada pihak yang mengaku sebagai pejabat Kejaksaan.

‎Selain itu, masyarakat diimbau selalu melakukan konfirmasi melalui kanal resmi Kejati Jambi apabila menerima permintaan yang mencurigakan, serta segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum apabila menemukan atau menjadi korban modus penipuan tersebut.

‎Kejati Jambi menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti setiap laporan dan mengusut pihak-pihak yang menyalahgunakan nama baik institusi Kejaksaan dalam melakukan tindak pidana penipuan. (*)

Continue Reading

PERISTIWA

Delapan Asrama Polisi di Belakang Polda Jambi Hangus Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Kebakaran menghanguskan delapan unit asrama polisi yang berada di belakang Markas Polda Jambi pada Kamis, 30 Juli 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara nilai kerugian material masih dalam pendataan.

‎Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.00 WIB. Seluruh armada yang berada di markas langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

‎”Sebanyak delapan unit asrama terbakar. Saat kejadian, asrama dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban jiwa,” ujar Mustari.

‎Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala tebalnya asap yang memenuhi lokasi. Sejumlah personel pemadam bahkan harus menggunakan alat bantu pernapasan (SCBA) saat melakukan pemadaman. Api baru berhasil dijinakkan setelah lebih dari satu jam.

‎”Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” katanya.

‎Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Jimmy Christian Samma, bilang bahwa polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kebakaran.

‎”Saat ini penyebabnya masih dalam proses penyelidikan dan perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” ujarnya.

‎Salah seorang warga di sekitar lokasi mengatakan sebelum api membesar ia melihat kepulan asap hitam keluar dari salah satu bangunan asrama. Tak lama kemudian, kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lainnya.

‎”Awalnya terlihat asap hitam, lalu muncul api besar. Karena angin cukup kencang, api cepat menyebar ke asrama lainnya,” katanya.

Reporter: Juan Ambarita 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs