Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Direktur Pendidikan Diniyah dan Ponpes Apresiasi Gubernur Jambi

Published

on

Jambi – Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dr. H Basnang Said, M.Ag mengapresiasi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH atas kepeduliannya dalam membangun pondok pesantren di Provinsi Jambi.

Hal tersebut dikatakan dengan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jambi Nomor 09 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.

Pernyataan tersebut diucapkannya, dalam Halaqoh Pimpinan Pondok Pesantren se-Provinsi Jambi tahun 2024, bertempat di Aula Asrama Haji Provinsi Jambi, Selasa, 17 September 2024.

“Terimakasih yang tak terhingga kepada bapak Gubernur Jambi karena dari 38 Provinsi yang ada di Indonesia, hanya ada 13 Provinsi yang memiliki regulasi tentang pendanaan penyelenggaraan pesantren. Akan tetapi dari 13 Provinsi yang memiliki perda tetapi belum menganggarkan, sementara Provinsi Jambi lengkap secara perda dan pendanaannya,” ujar Basnang.

“Insya Allah akan menjadi amal jariyah bagi Bapak Gubernur kita telah mengambil sebuah kebijakan yang monumental bagi perjalanan pondok pesantren di masa yang akan datang,” kata Basnang.

Basnang kembali mengatakannya, atas nama Kementerian Agama dirinya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Jambi karena telah mengeluarkan sebuah aturan yang bisa menjamin masa depan pesantren termasuk fasilitasi anggaran untuk keberlangsungan pondok pesantren di Provinsi Jambi.

Basnang mengungkapkan, Undang-undang nomor 18 tahun 2019 tentang penyelenggaraan pesantren, termasuk fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Dimana salah satunya merupakan sumber pendanaan pesantren itu berasal dari dana abadi pendidikan yang berjumlah sebesar Rp 5 triliun.

“Alhamdulillah kita patut bersyukur kepada pemerintah sekarang ini ada dana abadi untuk pondok pesantren sebesar Rp 5 triliun, lalu kemudian dana itulah yang dikelola oleh Kementerian Agama untuk memfasilitasi pesantren-pesantren kita untuk melanjutkan jenjang yang lebih lanjut baik itu S1, S2 dan S3 serta untuk lain sebagainya,” ujar Basnang.

Sementara itu, Gubernur Al Haris dalam sambutan dan arahannya mengatakan, Pemerintah sangat merasakan keberadaan pondok pesantren, dimana setiap tahunnya menyumbangkan anak-anak yang siap mengabdi di masyarakat.

“Alhamdulillah kita bersyukur bahwa pemerintah saat ini sangat merasakan keberadaan pondok pesantren yang setiap tahunnya selalu menyumbangkan anak-anak yang siap mengabdi di masyarakat misalnya menjadi imam dan memimpin do’a di masyarakat,” ujar Gubernur Al Haris.

“Jika tidak ada alumni pondok pesantren, sumber daya manusia ini tidak ada apa-apanya, kalau hari ini di SMA SMK belum tau itu tamat sekolah pada kuliah yo habis supaya dia balik ke dusun tetap menjadi makmum,” kata Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris mengungkapkan bahwasanya dirinya punya banyak mimpi untuk membangun pondok pesantren akan tetapi karena keterbatasan anggaran, termasuk untuk memberikan BPJS Kesehatan untuk guru-guru pondok pesantren.

“Saya ingin memberikan BPJS untuk guru pondok pesantren sebab banyak guru tidak mempunyai BPJS Kesehatan sangat besar tetapi belum disetujui dewan,” ujar Gubernur Al Haris.

“Insya Allah kedepan perkembangan pondok pesantren kita akan kita benahi mana yang kurang. Kita berharap pemerintah daerah terus memberikan sumbangsih terhadap perkembangan pondok pesantren di Provinsi Jambi,” tutur orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jambi Dr. H. Zostafia, S.Ag., M. Ag memuji Gubernur Al Haris atas kepedulian dan perhatiannya terhadap pondok pesantren di Provinsi Jambi.

“Kami berterima kasih kepada pak Gubernur, Alhamdulillah selama 3 tahun terakhir ini kami mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah itu luar biasa.

Zostafia menyebutkan, Gubernur Al Haris telah menyerahkan hibah kepada seluruh pesantren sesuai dengan jumlah santri dan rata-rata kebutuhan asrama. Selama 3 tahun terakhir Gubernur Al Haris menyerahkan hibah sebesar Rp 8,6 miliar.

“Selain itu dalam rangka satu desa satu Hafidz Gubernur Al Haris menyerahkan bantuan pada tahun 2022 sebesar Rp 300 juta, tahun 2023 sebesar Rp 3,3 miliar dan tahun 2024 sebesar Rp 6,7 miliar,” kata Zostafia.

Selain itu, Zostafia juga menyebutkan bahwa Gubernur Al Haris telah menyerahkan bantuan asrama ruang belajar, masjid dan mushola 3 tahun terakhir masing-masing sebesar Rp. 15 miliar.

“Alhamdulillah dalam 3 tahun ini Gubernur Jambi sangat intens memberikan perhatian kepada pesantren di Jambi. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi pak gubernur dan mendapat balasan dari Allah SWT,” tutur Zostafia.

Advertisement

ADVERTORIAL

Cara Cek Status Kepesertaan JKN dengan Mudah lewat Mobile JKN dan PANDAWA

DETAIL.ID

Published

on

Mulyono menunjukkan kartu KIS. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)

DETAIL.ID, Jember – Bagi Mulyono (60), warga Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, memastikan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif merupakan hal yang penting.

Menurutnya, kepesertaan yang aktif memberikan kepastian penjaminan ketika dirinya maupun keluarga membutuhkan pelayanan kesehatan.

Mulyono mengaku rutin memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif agar dapat digunakan saat dirinya maupun keluarga membutuhkan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, kepesertaan yang aktif memberikan ketenangan karena ia tidak perlu khawatir mengenai kepastian penjaminan ketika membutuhkan pengobatan.

“Tidak ada yang tahu kapan sakit datang. Karena itu, saya selalu memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif. Dengan begitu, ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, saya merasa lebih tenang karena sudah memiliki jaminan melalui Program JKN,” ujar Mulyono.

Mulyono menjelaskan bahwa sebelumnya ia terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Setelah kepesertaannya tidak lagi aktif, ia kemudian beralih menjadi peserta mandiri dan memilih kelas perawatan I.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil agar tetap memiliki perlindungan kesehatan dan dapat mengakses pelayanan kesehatan saat dibutuhkan.

“Program JKN sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga. Karena itu, setelah tidak lagi menjadi peserta PBI JK, saya memutuskan untuk melanjutkan kepesertaan secara mandiri. Saya ingin tetap memiliki perlindungan kesehatan dan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan saat membutuhkannya,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kemudahan layanan administrasi yang dikembangkan BPJS Kesehatan.

Menurutnya, keberadaan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165 memudahkan peserta mengecek status kepesertaan dan mengurus berbagai kebutuhan administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

Selain menggunakan PANDAWA, Mulyono mengaku terbantu dengan keberadaan aplikasi Mobile JKN.

Ia menilai aplikasi tersebut praktis karena dapat digunakan untuk mengecek status kepesertaan, melihat data keluarga dan fasilitas kesehatan terdaftar, serta memperoleh berbagai informasi JKN secara mandiri.

“Sekarang semuanya lebih mudah. Melalui Mobile JKN, saya bisa mengecek status kepesertaan kapan saja dan di mana saja. Informasi yang saya butuhkan juga tersedia, sehingga saya tidak perlu datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan,” ujar Mulyono.

Pada kesempatan tersebut, Mulyono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta JKN yang disiplin membayar iuran tepat waktu, khususnya sebelum tanggal 10 setiap bulan.

Ia menilai kepatuhan membayar iuran merupakan wujud nyata semangat gotong royong yang menjadi fondasi Program JKN.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta JKN yang selalu membayar iuran tepat waktu sebelum tanggal 10. Selain melindungi diri sendiri dan keluarga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, iuran yang dibayarkan juga membantu saudara-saudara kita yang sedang sakit dan memerlukan layanan kesehatan. Semangat gotong royong seperti inilah yang membuat Program JKN terus berjalan dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutur Mulyono. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Gelombang Tajemtra 2026: Rekor 25 Ribu Peserta Membludak Hingga Diangkut Kereta Api Gratis

DETAIL.ID

Published

on

Pembukaan pemberangkatan ratusan peserta di PT KAI Daop 9 Jember, Sabtu (5/9/2026). (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Suasana semarak mewarnai gelaran gerak jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 pada Sabtu, 5 September 2026 pagi.

Ajang olahraga tahunan yang telah menjadi bagian dari sejarah dan tradisi warga Jember ini kembali menyedot perhatian publik dengan jumlah partisipasi yang membeludak.

Tahun ini, antusiasme peserta melonjak drastis hingga hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan catatan sejarah pelaksanaan pada periode 2015 hingga 2025.

Jika tahun-tahun sebelumnya jumlah peserta berada di angka belasan ribu, kini angka pendaftaran telah menyentuh 25.000 orang dan diprediksi akan terus bertambah.

Bupati Jember Muhammad Fawait yang hadir langsung untuk melepas peserta di Stasiun Jember menyampaikan optimisme tingginya partisipasi masyarakat dalam agenda kebanggaan daerah tersebut.

“Insyaallah, pesertanya menjadi peserta terbanyak sepanjang sejarah diadakannya Tajemtra,” kata Gus Fawait saat melepas peserta di Stasiun Jember.

Berbagai kalangan tampak melebur menjadi satu dalam barisan peserta.

Ajang ini diikuti secara masif oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), non-ASN, pegawai lembaga vertikal, BUMN, BUMD, jajaran TNI dan Polri, hingga masyarakat umum dari pelbagai penjuru daerah.

“Banyak para ASN, juga ada non-ASN, pegawai lembaga vertikal, BUMN, BUMD, dan masyarakat umum ikut berpartisipasi,” ujarnya.

“Terakhir kalau tidak salah 15.000 sekian, hari ini sudah 25.000 dan saya yakin nanti tembus 26.000 yang ikut serta,” kata Gus Fawait.

Sorotan utama pada Tajemtra 2026 terletak pada kerja sama apik antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember.

Sebanyak 400 peserta beruntung diberangkatkan menuju titik awal gerak jalan di Kecamatan Tanggul menggunakan layanan kereta api secara cuma-cuma.

Pemberangkatan tersebut secara resmi dilakukan oleh Bupati Jember bersama Vice President PT KAI Daop 9 Jember Nugroho Dwi Sasongko dan Kepala Dispora Jember Regar Jeane.

Gus Fawait pun berharap sinergi ini berlanjut pada pembangunan sektor lain demi kemajuan Jember.

“Bukan cuma urusan Tajemtra, mudah-mudahan urusan yang lain untuk memajukan Kabupaten Jember lewat jalan kemajuan transportasi,” katanya.

Guna melayani kuota 400 peserta yang sebelumnya telah mendaftar secara daring, PT KAI mendistribusikan armada khusus agar mobilitas peserta berjalan aman dan tertib.

“Kami dari PT Kereta Api sangat bangga bisa berpartisipasi dalam acara Tajemtra 2026,” ujar Vice President PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 9 Jember, Nugroho Dwi Sasongko.“Delapan gerbong tadi, delapan kereta dan sudah penuh. Ini 400 tempat duduk. Alhamdulillah, aman dan lancar,” tuturnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Dulu Dikira Ribet, Ternyata Urus JKN Cukup dari HP

DETAIL.ID

Published

on

Ayyul Fariqoyyini Nadia menunjukkan aplikasi Mobile JKN. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)

DETAIL.ID, Jember – Dalam era digital, kemudahan mengakses layanan kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.

BPJS Kesehatan terus mengembangkan berbagai inovasi digital untuk memberikan layanan yang mudah, cepat, dan setara kepada peserta, salah satunya melalui Aplikasi Mobile JKN.

Kemudahan tersebut dirasakan Ayyul Fariqoyyini Nadia (26), ibu rumah tangga warga Kalisat, Jember, yang merupakan peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan.

Ayyul mengatakan, digitalisasi layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membantunya memperoleh informasi sekaligus mengurus berbagai kebutuhan administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

Berbekal ponsel, berbagai layanan dapat diakses dengan lebih praktis dari rumah.

“Saya tidak perlu lagi datang ke kantor BPJS Kesehatan. Semua bisa diakses dari rumah, sehingga urusan administrasi Program JKN menjadi jauh lebih efisien. Saya dapat memeriksa status kepesertaan, memperbarui data pribadi, mengambil antrean online di fasilitas kesehatan, hingga memperoleh informasi layanan melalui ponsel,” kata Ayyul.

Menurut Ayyul, berbagai fitur dalam Aplikasi Mobile JKN cukup lengkap dan mudah digunakan.

Salah satu fitur yang sering dimanfaatkannya adalah antrean online.

Fitur tersebut membantunya mengatur jadwal kunjungan ke fasilitas kesehatan sehingga waktu tunggu dapat diminimalkan.

“Lewat satu aplikasi, saya bisa mengakses berbagai layanan yang sebelumnya harus diurus secara langsung. Semuanya jadi lebih mudah. Saya dapat mendaftar antrean dari rumah sehingga tidak perlu menunggu lama di fasilitas kesehatan. Ini sangat membantu, terutama saat saya harus membawa anak,” ucap Ayyul.

Ia menilai tampilan dan navigasi Aplikasi Mobile JKN cukup sederhana sehingga memudahkan pengguna menemukan fitur yang dibutuhkan.

Menurutnya, informasi mengenai fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan juga dapat diperoleh dengan cepat melalui aplikasi.

“Saya merasakan Aplikasi Mobile JKN sangat membantu menemukan layanan yang diperlukan dengan cepat dan tanpa hambatan. Saat anak saya harus kontrol, saya cukup membuka aplikasi dan memilih antrean ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan yang tersedia di aplikasi,” ujar Ayyul.

Bagi Ayyul, digitalisasi layanan publik merupakan kemajuan yang perlu terus dikembangkan.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kesehatan dapat memberikan kemudahan sekaligus membuat layanan lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Transformasi digital seperti ini benar-benar membantu mempercepat akses layanan kesehatan. Ini langkah tepat untuk memenuhi harapan masyarakat saat ini. Awalnya saya pikir akan ribet, tetapi ternyata mudah sekali. Sekarang saya bahkan sering membantu tetangga yang belum tahu cara menggunakannya. Kalau saya bisa, ibu-ibu lain pasti juga bisa,” ujar Ayyul.

Pengalamannya menggunakan Aplikasi Mobile JKN membuat Ayyul semakin merasakan manfaat inovasi digital yang dikembangkan BPJS Kesehatan.

Selain memudahkan pengurusan administrasi, aplikasi tersebut menurutnya membantu peserta memperoleh informasi dan mengakses layanan dengan lebih cepat.

“Kesan saya terhadap Program JKN sangat positif. Aplikasi Mobile JKN sangat membantu, dan saya yakin banyak peserta lain merasakan manfaat yang sama. Di tengah kondisi yang serba berubah, penting bagi kita memiliki jaminan kesehatan. Mari segera daftarkan diri sebagai peserta JKN dan manfaatkan berbagai kemudahan yang tersedia, termasuk layanan digitalnya,” tutur Ayyul. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs