Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Tim Sospro UNJA Lakukan Sosialisasi SNPMB Tahun 2025 Untuk Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo

Published

on

Tebo – Kegiatan sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2025 telah resmi dimulai sejak 21 Januari 2025 dan akan berlangsung hingga akhir Januari 2025.

Sosialisasi SNPMB tersebut dilaksanakan di 11 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi. Untuk Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo diadakan pada tanggal 22 dan 23 Januari 2025 di Aula SMA 2 Bungo pada Rabu, 22 Januari 2025 dan di Aula SMA 3 Tebo pada Kamis, 23 Januari 2025 dengan mengundang seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK/sederajat yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Selain itu, perwakilan siswa kelas 12 dari tiap sekolah turut hadir mendengarkan sosialisasi tersebut.

Tim Sosialisasi dan Promosi (Sospro) yang bertugas di Kabupaten Bungo dan Tebo dipimpin oleh Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., beserta 8 anggota tim yang berasal dari tenaga kependidikan BAK, UPA TIK, dan HUMAS UNJA.

Sosialisasi tersebut menyampaikan 3 materi pokok yang terdiri dari materi SNPMB, Profil UNJA, dan ragam beasiswa yang ada di UNJA.

Setelah penyampaian materi, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para Kepala Sekolah yang hadir (atau yang mewakili) dan perwakilan siswa.

Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., mengatakan persiapan yang maksimal dan pemilihan prodi yang sesuai dengan minat dan bakat adalah kuncinya.

“Universitas Jambi tahun 2024 sudah terakreditasi unggul dan setara dengan Universitas besar lainnya, pilihan prodinya banyak dan rata rata sudah terakreditasi unggul bahkan beberapa sudah terkareditasi internasional, buat calon mahasiswa baru persiapkan diri dengan maksimal dan pilihlah prodi di jurusan dan Universitas yang sesuai dengan minat, bakat dan hati, jangan memilih prodi cuma karena ikut ikutan teman, selanjutnya serahkan kepada allah agar hasilnya sesuai” ujarnya.

Ketua MKKS Kabupaten Tebo Sularno SM, S.Pd., M.Pd., mengucapkan terima kasih dan apresiasinya terhadap kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Tim Sospro UNJA.

“Sebagai alumni UNJA, saya merasa bangga menjadi bagian dari Universitas terbaik di Provinsi Jambi, pilihan Prodi yang cukup banyak di UNJA dan status Akreditasi “Unggul”, saya berharap siswa kami tidak selalu berfikir untuk berkuliah di universitas di luar Jambi, karena UNJA sudah setara dengan universitas-universitas terbaik lainnya,” ujar Sularno.

Setelah penyampaian profil UNJA, informasi SNPMB 2025, dan beasiswa yang ada di UNJA, dilanjutkan dengan sesi diskusi serta tanya jawab bersama para Kepala Sekolah dan siswa.

Advertisement Advertisement

ADVERTORIAL

IPM Jember Tembus 71,57, Kemiskinan Turun ke Level Terendah 10 Tahun

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menyampaikan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jember yang mencapai 71,57, Jumat, 3 April 2026.

Angka tersebut naik 3,42 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di posisi 69,20, seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor.

Selain itu, Kabupaten Jember juga mencatat penurunan angka kemiskinan menjadi 8,67 persen atau sekitar 216.760 jiwa, yang menjadi capaian terendah dalam sepuluh tahun terakhir dan berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur sebesar 9,50 persen.

“Alhamdulillah, ikhtiar kita bersama membuahkan hasil nyata. Fokus kami jelas, mengurangi beban pengeluaran warga sekaligus menggenjot pendapatan per kapita melalui 43 kegiatan lintas sektor yang menyasar hampir dua juta individu,” ujar Gus Fawait.

Kenaikan IPM didorong oleh peningkatan daya beli masyarakat sebesar 4,18 persen, didukung penguatan sektor UMKM dan perluasan lapangan kerja di daerah.

“Kita tidak hanya membangun fisik, tapi membangun manusianya. Dimensi pengetahuan juga kita genjot melalui Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang pertumbuhannya melompat dari 0,31 persen menjadi 1,53 persen tahun ini,” katanya.

Pada sektor kesehatan, penurunan stunting tercatat dari 30,4 persen pada 2024 menjadi 20,1 persen pada 2025, dengan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 99,46 persen.

“Kesehatan adalah fondasi. Dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) yang signifikan serta UHC yang hampir 100 persen, kami ingin memastikan tidak ada warga Jember yang takut berobat karena kendala biaya,” tutur Gus Fawait.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Investasi Jember Melonjak 70 Persen di Tengah Inflasi 3,84 Persen

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Kabupaten Jember mencatatkan performa ekonomi yang solid sepanjang tahun 2025 dengan lonjakan investasi yang signifikan di tengah tekanan inflasi yang tetap terkendali.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026 menunjukkan inflasi tahunan Jember berada di angka 3,84 persen.

Meski sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,48 persen dan Jawa Timur 3,79 persen, kondisi tersebut masih dalam kategori stabil.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan bahwa pengendalian inflasi terus diperkuat melalui strategi 4K yang dijalankan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif.

“Kami terus bergerak cepat di lapangan melalui operasi pasar rutin dan penguatan sinergi lintas instansi. Langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan stok BBM, LPG, serta bahan pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Gus Fawait, Kamis, 2 April 2026.

Tekanan inflasi terjadi pada sejumlah komponen pengeluaran, terutama perawatan pribadi yang mengalami kenaikan hingga 13,66 persen.

Namun demikian, kondisi tersebut tertahan oleh deflasi pada sektor teknologi informasi dan jasa keuangan sebesar 2,56 persen.

Di sisi lain, realisasi investasi Jember pada 2025 menunjukkan lonjakan tajam.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, nilai investasi mencapai Rp2,57 triliun atau meningkat 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,51 triliun.

Capaian tersebut bahkan melampaui target RPJMD 2025–2029 yang ditetapkan sebesar Rp1,85 triliun.

Investasi tersebut berasal dari 457 unit usaha, dengan sektor properti dan kawasan industri menjadi kontributor utama, disusul industri makanan, kimia dan farmasi, mineral non-logam, serta perdagangan dan reparasi.

“Investasi adalah urat nadi pembangunan. Dengan masuknya modal sebesar Rp 2,57 triliun dari 457 unit usaha, kita berhasil menyerap hampir 10 ribu tenaga kerja baru. Fokus kami adalah memastikan investasi ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

UHC Jadi Andalan, Pemkab Jember Fokus Turunkan AKI/AKB dan Stunting

DETAIL.ID

Published

on

Ketua TP-PKK Jember foto bersama ibu hamil. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember terus mengoptimalkan program Universal Health Coverage (UHC) sebagai langkah nyata dalam menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) serta stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah di tahun 2026.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menegaskan bahwa layanan kesehatan yang merata menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.

Ia menyebut, UHC menjadi solusi untuk mengurangi kesenjangan akses kesehatan, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Gus Fawait mengingatkan agar data kesehatan tidak dibaca secara parsial.

Menurutnya, perbandingan data harus dilakukan secara menyeluruh dalam satu tahun anggaran agar menghasilkan kesimpulan yang tepat.

“Membandingkan angka tidak bisa hanya per tiga bulan dengan data setahun penuh. Namun, kami pastikan bahwa UHC adalah instrumen utama untuk menurunkan AKI dan AKB. Salah satu faktor ketimpangan saat pertumbuhan ekonomi naik adalah akses kesehatan. Dengan UHC, kita meminimalisir hambatan bagi warga tidak mampu untuk mendapatkan layanan medis berkualitas,” kata Gus Fawait.

Sebagai langkah percepatan, Pemkab Jember menyiapkan program pemeriksaan kesehatan intensif bagi ibu hamil di seluruh wilayah.

Pemerintah menargetkan seluruh ibu hamil sudah menjalani pemeriksaan USG pada akhir April 2026.

“Kita punya target, akhir April ini seluruh ibu hamil di Jember harus sudah di-USG. Ini adalah deteksi dini untuk memastikan kesehatan janin dan ibu, sehingga risiko saat persalinan bisa kita minimalisir sejak awal,” tuturnya.

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs