Connect with us
Advertisement

unja

UNJA Teken MoU Bersama UNSRI Dalam Perkuat Kolaborasi Bidang Akademik

DETAIL.ID

Published

on

Mendalo – Universitas Jambi (UNJA) dan Universitas Sriwijaya (UNSRI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) untuk memperkuat kolaborasi di bidang akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Acara penandatanganan berlangsung pada Rabu, 15 Januari 2025 di Ruang Rapat 1 KPA UNSRI Kampus Palembang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UNJA, Helmi., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Dr. dr. Humaryanto, Sp.OT., M.Kes., Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FKIK, Dr. Nofrans Eka Saputra, S.Psi., M.A., beserta Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si.

Nota Kesepahaman (MoU) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi para pihak sesuai kewenangan yang dimiliki di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan sumber daya.

Adapun ruang lingkup Nota Kesepahaman (MoU) ini meliputi:
1. Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
2. Pengembangan kompetensi sumber daya manusia
3. Pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
4. Perbantuan pengembangan perguruan tinggi
5. Lokakarya, pelatihan, seminar, pameran dan kegiatan ilmiah lainnya
6. Konsultasi dan pembuatan kajian/analisis
7. Penggunaan fasilitas yang dimiliki sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan pemilik fasilitas
8. Bidang-bidang lainnya yang disepakati secara tertulis.

Acara penandatanganan diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi singkat terkait implementasi awal kerja sama. Kedua universitas berharap inisiatif ini dapat menjadi model kolaborasi yang efektif serta mendukung pengembangan pendidikan tinggi dan penelitian yang berkualitas di tingkat nasional maupun internasional.

Advertisement

ADVERTORIAL

Dukung Prestasi Nasional, UNJA Lepas Kontingen Abdidaya dan Satria Data

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Universitas Jambi (UNJA) melepas kontingen mahasiswa yang akan berlaga di Anugerah Abdidaya Ormawa dan Satria Data 2026. Pelepasan ini menjadi bentuk dukungan universitas kepada mahasiswa yang telah lolos ke tahap final dan siap berkompetisi di tingkat nasional. Acara berlangsung di Lantai 3 Gedung UNIFAC UNJA Mendalo, Senin, 19 Oktober 2026.

Kegiatan dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H.; Ketua Satgas Satria Data UNJA, Bunga Mardhotillah, S.Si., M.Stat.; Ketua Satgas PPK Ormawa UNJA, Dr. Ir. Fuad Muchlis, S.P., M.Si.; serta dosen pembimbing, tim pendamping, dan mahasiswa kedua kontingen.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., Ketua Satgas Satria Data, Bunga Mardhotillah, S.Si., M.Stat., Ketua Satgas PPK Ormawa UNJA, Dr. Ir. Fuad Muchlis, S.P., M.Si., serta dosen pembimbing, tim pendamping, dan mahasiswa yang tergabung dalam kedua kontingen.

Dalam sambutannya, Prof. Fauzi Syam menyampaikan pencapaian hingga babak final adalah buah dedikasi, kerja keras, dan kolaborasi yang harus terus dijaga. Ia juga menekankan bahwa mahasiswa UNJA tidak perlu merasa rendah diri ketika berhadapan dengan perguruan tinggi lain. Menurutnya, mahasiswa UNJA memiliki kemampuan untuk bersaing dan menunjukkan prestasi di tingkat nasional.

“Dalam bidang kemahasiswaan harus ditanamkan dalam diri kita bahwa kita tidak kalah dengan universitas besar sekalipun,” katanya.

Prof. Fauzi berharap seluruh kontingen dapat menjaga kekompakan, meningkatkan kepercayaan diri, dan memberikan kemampuan terbaik selama kompetisi berlangsung.

Sementara itu, Ketua Satgas Satria Data UNJA, Bunga Mardhotillah mengingatkan mahasiswa agar tetap percaya diri dalam menghadapi persaingan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Menurutnya, integritas harus menjadi prinsip utama yang dipegang selama mengikuti kompetisi.

“Berkompetisilah dengan penuh integritas, karena ketika ada satu kesalahan atau satu kecurangan yang kita lakukan, nama UNJA yang kita pertaruhkan,” ucapnya.

Selanjutnya, Ketua Satgas PPK Ormawa UNJA, Dr. Fuad Muchlis menambahkan bahwa jalan menuju final melewati proses panjang, dari penyusunan proposal, pendampingan, dan pelaksanaan program hingga seleksi berlapis, dengan dukungan universitas, fakultas, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Perjuangan dan kesungguhan itu tidak hanya berhenti di sini. Masih ada satu tahapan lagi,” ujarnya.

Pelepasan kontingen dilakukan secara simbolis melalui pengenaan seragam kontingen UNJA, sebagai tanda kesiapan mahasiswa membawa nama almamater di tingkat nasional.

UNJA berharap kontingen Abdidaya Ormawa dan Satria Data 2026 berkompetisi dengan menjunjung tinggi integritas, menjaga kekompakan, dan menampilkan kemampuan terbaik, serta terus memperkuat prestasi UNJA di bidang kemahasiswaan. (www.unja.ac.id)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Dubes Palestina Beri Kuliah Umum di UNJA, Bicara Diplomasi Global dan Perdamaian

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Universitas Jambi (UNJA) melalui Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bekerja sama dengan Kedutaan Besar Palestina di Indonesia menggelar Studium Generale atau Kuliah Umum bertajuk “Palestine, Global Diplomacy, and the Quest for Lasting Peace” di Auditorium Lantai 7 Gedung Singadekane UNJA, Telanaipura, Kota Jambi, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Abdulfattah A.K. Al-Sattari, sebagai narasumber.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H; Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si.; para pimpinan lembaga di lingkungan UNJA yakni Kepala Biro; Direktur Pascasarjana UNJA; Dekan dan Wakil Dekan Fakultas; ketua jurusan dan koordinator program studi; dosen; tenaga kependidikan; mahasiswa; serta delegasi Kedutaan Besar Palestina di Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Revis Asra menyampaikan apresiasi atas kunjungan Duta Besar Palestina ke UNJA. Ia menegaskan bahwa Indonesia dan Palestina memiliki hubungan persahabatan yang kuat, berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, dan hak setiap bangsa untuk meraih kemerdekaan.

“Sebagai institusi akademik, Universitas Jambi bukan hanya tempat untuk mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat untuk menumbuhkan hati nurani, empati, serta komitmen terhadap keadilan dan martabat manusia,” ujarnya.

Prof. Revis menambahkan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak semata-mata dipandang sebagai bentuk bantuan, tetapi juga merupakan tanggung jawab moral. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai situasi dan perjuangan masyarakat Palestina melalui perspektif diplomatik.

Memasuki agenda utama, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Al-Sattari membahas pentingnya pendidikan, peran generasi muda, serta perjuangan masyarakat Palestina dalam memperoleh kemerdekaan. Ia mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebagai kesempatan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu membawa perubahan bagi bangsa.

“Siapa yang akan memimpin Indonesia ke depan? Saya yakin salah satu di antara kalian semuanya,” katanya.

Al-Sattari menjelaskan bahwa para pemimpin bangsa pada awalnya juga mahasiswa yang menjalani proses pendidikan dan pembentukan karakter, sehingga mahasiswa berperan penting menyiapkan masa depan negara.

Ia juga membagikan pengalaman pribadinya menghadapi konflik sejak kecil, ketika keluarganya harus meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman saat Gaza diserang. Ia menyoroti kondisi masyarakat yang terdampak konflik, termasuk anak-anak, perempuan, dan warga sipil, serta menekankan pentingnya melihat persoalan Palestina tidak hanya dari sisi politik dan keamanan, tetapi juga dari sisi kemanusiaan, hak hidup, dan hak untuk hidup aman serta bermartabat.

Selain itu, ia menyampaikan pesan mengenai pentingnya peran perempuan dalam kehidupan masyarakat. Ia mengingat kembali nasihat ibunya yang mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan penting dalam membangun masyarakat.

“Laki-laki adalah separuh dari masyarakat dan perempuan juga separuh yang lainnya dari masyarakat,” tuturnya.

Menurut Al-Sattari, pendidikan dan nilai-nilai yang ditanamkan keluarga maupun lingkungan akademik berperan membentuk kesadaran generasi muda terhadap identitas, sejarah, dan tanggung jawab mereka, termasuk memahami perjuangan kemerdekaan Palestina sebagai bagian penting dari sejarah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNJA diharapkan mendapat wawasan langsung tentang diplomasi internasional dan isu Palestina, sekaligus terdorong berpikir kritis dan peduli pada persoalan kemanusiaan global. (www.unja.ac.id)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Belajar dari Bencana, UNJA Ajak Mahasiswa Jaga Alam Lewat Ekoteologi

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Universitas Jambi (UNJA) menggelar kuliah umum bertema “Konsep Cinta Lingkungan Perspektif Teologi (Ekoteologi): Belajar dari Bencana Alam” pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Senat Lantai 8 Gedung UNIFAC UNJA Mendalo ini merupakan bagian dari kerja sama UNJA dengan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU).

Kuliah umum ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., serta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FKIP UNJA, Dr. Fortunasari, S.S., M.A. Peserta terdiri dari para koordinator program studi dan ketua himpunan mahasiswa dari masing-masing prodi di lingkungan UNJA.

Sebagai narasumber, hadir Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN SU yang juga Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN SU Medan, Prof. Dr. H. Muzakkir, M.Ag.

Dalam sambutannya, Prof. Revis Asra menyampaikan bahwa tema yang diangkat relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Tema yang kita angkat hari ini sangat relevan dengan kehidupan kita. Menjaga lingkungan bukan hanya persoalan teknis, regulasi, atau anggaran, tetapi juga persoalan nilai, tanggung jawab, serta moral,” ujarnya.

Dalam pemaparan materi, Prof. Muzakkir menjelaskan hubungan antara manusia, lingkungan, dan nilai-nilai teologis. Ia menekankan bahwa manusia dan alam sama-sama terkait dengan Tuhan, sehingga manusia memikul tanggung jawab untuk menjaga lingkungan.

“Tuhan, manusia, dan alam merupakan suatu hal yang terintegrasi. Tuhan menciptakan alam dan menciptakan manusia untuk menjaganya,” katanya.

Dalam konsep ekoteologi, lanjutnya, alam bermanfaat bagi kehidupan manusia sekaligus menjadi tanda kebesaran Tuhan.

“Maka, dalam konsep ekoteologi, alam itu adalah sebuah kebermanfaatan. Islam memandang alam sebagai tanda-tanda kebesaran Tuhan dan alam sebagai mi’raj (tempat kembali),” tuturnya.

Prof. Muzakkir juga menyebut tiga hal yang dapat dilakukan manusia untuk menjaga hubungan dengan alam: mencintai lingkungan, melakukan tadabbur, dan menghindari sifat tamak.

Kolaborasi kedua perguruan tinggi ini diharapkan terus melahirkan kegiatan akademik yang tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui perspektif teologi serta menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab dalam merawat alam sebagai bagian dari kehidupan. (www.unja.ac.id)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs