Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Peringatan Harlah NU Ke-102 dan Muslimat NU Ke-79, Bupati Anwar Sadat Serukan Sinergi untuk Indonesia Maslahat

DETAIL.ID

Published

on

Tanjungjabung Barat – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-102 dan Muslimat NU ke-79 di Gedung Sport Center Tanjungjabung Barat pada Sabtu, 1 Februari 2025, berlangsung meriah dan penuh semangat. Acara yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang NU Kabupaten Tanjungjabung Barat ini, menjadi momentum penting untuk menegaskan peran NU dalam pembangunan bangsa.

Bupati Tanjungjabung Barat, Drs. Anwar Sadat, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan, bahwa peringatan Harlah NU dan Muslimat NU ini merupakan bukti nyata eksistensi dan kontribusi organisasi tersebut dalam membangun bangsa dan negara. Beliau menekankan tema Harlah kali ini, “Bekerja Bersama Umat Untuk Indonesia Maslahat”, sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini.

“Momentum yang sangat istimewa ini menjadi bukti nyata bahwa NU dan Muslimat NU terus eksis dan berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara. Tema ‘Bekerja Bersama Umat Untuk Indonesia Maslahat’ sangat relevan dengan kondisi bangsa kita saat ini,” ucap Bupati Anwar Sadat

Lebih lanjut, Bupati Anwar Sadat mengatakan, NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, telah membuktikan diri sebagai pilar penting dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan kemajuan bangsa.

“Mari kita jadikan momentum Harlah ini sebagai titik tolak untuk memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa,” ujar Bupati Anwar Sadat dengan penuh semangat.

Bupati Anwar Sadat juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan organisasi kemasyarakatan seperti NU dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Sementara itu, Gubernur Jambi yang diwakili oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jambi, H. Iskandar Nasution, dalam sambutannya membacakan pesan Gubernur. Iskandar menyampaikan harapan agar semangat NU terus menggema di seluruh Nusantara dan dunia, serta termanifestasi dalam kerja bersama untuk meningkatkan kemaslahatan masyarakat.

Sekretaris PCNU Tanjab Barat selaku Ketua Panitia Penyelenggara, H. Dadang Aulia, S.Sos, mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Barat, yang telah memfasilitasi pelaksanaan Harlah NU ke-102 dan Muslimat NU ke-79 sehingga berjalan lancar.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, M.HI, Ketua Lembaga Dakwah NU PBNU Jakarta. Dalam ceramahnya, beliau mengupas sejarah NU dan peran penting NU dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ceramah tersebut memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai NU dan kontribusinya terhadap kemajuan bangsa.

Acara Harlah ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain unsur Forkopimda, Kapolres Tanjab Barat, Dandim 0419/Tanjab yang diwakili Danramil Tungkal Ilir, Ketua PA, anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten, Ketua Pengurus Wilayah NU Provinsi Jambi, Staf Ahli, Asisten, kepala OPD, para Kabag Setda Tanjab Barat, para Pengasuh Pondok Pesantren, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan dan apresiasi terhadap peran NU dalam membangun masyarakat.

Peringatan Harlah NU ke-102 dan Muslimat NU ke-79 ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan umat, serta memacu semangat kerja bersama demi Indonesia yang lebih baik. (*)

Advertisement

ADVERTORIAL

Peluang Kerja Luar Negeri Terbuka, 1.828 Warga Jember Jadi Pekerja Migran

DETAIL.ID

Published

on

Kepala BP3MI Jawa Timur Kombes Pol Tyas Puji Rahadi (kanan) diwawancarai media. (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mencatat sebanyak 1.828 warga daerahnya bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di berbagai negara hingga 7 Oktober 2026.

Angka tersebut disampaikan dalam kegiatan Edukasi Pelindungan dan Migran Aman untuk mendukung program SMK Go Global yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Inisiatif ini dirancang guna membuka jalan bagi para lulusan SMK negeri, swasta, hingga sekolah berbasis pondok pesantren agar mampu menembus pasar kerja internasional dengan berbekal keterampilan serta jaminan perlindungan yang memadai.

Bupati Jember Muhammad Fawait, yang hadir secara daring, menyebut peluang berkarier di mancanegara dapat menjadi opsi nyata bagi para lulusan sekolah kejuruan.

Ia menegaskan agar setiap calon PMI menempuh jalur resmi guna memastikan hadirnya perlindungan penuh dari negara selama mereka bekerja di luar negeri.

“Ketika prosedural, maka itu berangkat secara resmi. Ketika terjadi apa-apa, bisa dilakukan komunikasi antara pemerintah dengan pemerintah,” tutur Gus Fawait.

Ia menambahkan, pembekalan berupa pelatihan dan pengawalan sejak awal sangat krusial agar proses penempatan berjalan sesuai aturan hukum.

“Diberi pelatihan, bahkan dikawal sampai keberangkatan untuk menjadi PMI yang prosedural,” ujarnya.

Upaya ini dipandang tidak hanya mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja dunia dan mendongkrak kesejahteraan warga usia produktif, tetapi juga memberi rasa tenang bagi keluarga di rumah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BP3MI Jawa Timur Kombes Pol Tyas Puji Rahadi mengingatkan bahwa para lulusan harus menyiapkan kapasitas diri secara matang sebelum melangkah ke pasar global.

Penguasaan bahasa, kepemilikan sertifikasi, keahlian teknis, pemahaman kultur lokal, hingga ketaatan pada regulasi ketenagakerjaan menjadi modal utama yang wajib dimiliki setiap calon pekerja.

“Peningkatan kapasitas perlu disusun berbasis kebutuhan riil pasar kerja luar negeri agar peserta pelatihan memiliki peluang yang lebih besar untuk ditempatkan,” kata Tyas.

Data KP2MI per 7 Oktober 2026 merekam mayoritas PMI asal Jember berada di kawasan Asia dengan jumlah 1.805 orang.

Sebanyak 16 orang tercatat bekerja di Eropa, sementara sisanya tersebar di benua Australia, Afrika, serta Amerika.

Mengenai program SMK Go Global sendiri, Jember telah menyumbang 76 pendaftar yang terbagi dalam dua gelombang awal.

“Harapan kami akan bertambah secara signifikan warga Jember yang akan bergabung dengan program SMK Go Global,” ucap Tyas.

Program SMK Go Global merupakan bagian dari instruksi Presiden yang menargetkan peningkatan kapasitas 500.000 calon PMI atau PMI secara bertahap dalam rentang 2026 hingga 2029.

Khusus wilayah Jawa Timur, target sasaran pada tahun 2026 ditetapkan sebanyak 6.800 peserta.

Keberhasilan agenda ini mengandalkan sinergi erat antara pemerintah daerah, instansi pendidikan, dan lembaga pelatihan agar para lulusan tidak sekadar terserap di pasar kerja asing, namun juga mengantongi perlindungan menyeluruh sejak masa persiapan. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Gus Fawait Dorong Hilirisasi Kopi dan Baksos Lewat Aksi Gowes Kebun Sumberwadung Jember

DETAIL.ID

Published

on

Gus Fawait gowes bareng di Kebun Sumberwadung, Senin (5/10/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember — Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memimpin aksi gowes bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Jember pada Senin, 5 Oktober 2026.

Menempuh rute dari Kebun Sumberwadung hingga Pendopo Wahyawibawagraha, kegiatan ini menggabungkan pemantauan ekonomi daerah dengan aksi sosial masyarakat.

Sepanjang rute perjalanan, rombongan menyalurkan bantuan sembako serta menyediakan layanan pengobatan gratis bagi warga setempat.

Gus Fawait menegaskan bahwa kegiatan lintas sektor ini menjadi sarana mempererat kebersamaan jajaran pemerintah daerah dalam membangun Jember.

Dalam peninjauan tersebut, Gus Fawait memberikan perhatian khusus pada kinerja BUMD Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan.

Beliau mengapresiasi inovasi dan langkah hilirisasi produk perkebunan yang dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi serta mendorong pengentasan kemiskinan di kawasan pedesaan.

Langkah hilirisasi ini memperkuat rencana peluncuran branding “Jember Surga Kopi Indonesia”.

Potensi komoditas unggulan seperti kopi Liberika, Robusta, cerutu, hingga produk pangan sehat edamame dan cokelat menjadi modal kuat Jember sebagai pusat kopi nasional.

Selain sektor perkebunan, Gus Fawait juga menyoroti percepatan perbaikan sarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan fasilitas sekolah yang rusak berat agar segera dijadikan prioritas penanganan oleh pemerintah daerah,” kata Gus Fawait. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Gus Fawait Pastikan Kontrak PPPK Jember Aman dan Siapkan Layanan Mobil Cinta

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, diwawancarai media. (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk tidak memutus kontrak tenaga PPPK maupun PPPK paruh waktu dalam penyusunan Rancangan APBD 2027 pada Senin, 5 Oktober 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait seusai Rapat Paripurna III DPRD Jember terkait jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut menyampaikan bahwa kesamaan pandangan antara legislatif dan eksekutif menjadi modal penting untuk memperkuat ruang fiskal daerah, khususnya dalam menyokong sektor pelayanan dasar dan penanganan kemiskinan.

“Yang pertama tadi saya sampaikan bahwa hampir keseluruhannya kita mempunyai pandangan yang sama antara legislatif dan eksekutif,” kata Gus Fawait.

Jika skema pembiayaan PPPK paruh waktu nantinya ditanggung pemerintah pusat, tambahan ruang fiskal daerah akan difokuskan untuk memperluas cakupan layanan kesehatan dan pendidikan.

Pemkab Jember memperkuat program Universal Health Coverage (UHC) dan Home Care, serta menghadirkan operasional armada Mobil Cinta mulai Kamis mendatang untuk mengantar pasien kurang mampu pulang dari rumah sakit secara gratis.

Di sektor pendidikan, selain memetakan sekolah rusak berat untuk diajukan revitalisasinya ke pusat, Pemkab Jember menggandeng kelompok pengajian lintas agama guna menjalankan program kejar paket demi mendongkrak rata-rata lama sekolah.

“Ini tidak bisa kita lakukan secara biasa-biasa saja. Kita harus lakukan sebuah kebijakan yang out of the box, menggandeng semua pihak termasuk kelompok-kelompok pengajian,” ujarnya.

Layanan Home Care juga diintegrasikan langsung dengan petugas Dispenduk untuk penyelesaian dokumen kependudukan warga di tempat.

Sementara untuk program rumah tidak layak huni (RTLH), Pemkab Jember menargetkan perbaikan 2.000 rumah tahun ini dari total kebutuhan 7.000 hingga 12.000 unit berbasis kriteria Kementerian Perumahan.

Pendataan warga miskin turut diperketat dengan membagi kelompok desil 1 yang didata oleh ASN dan desil 2 oleh mahasiswa KKN kolaboratif.

Pemkab Jember membedakan penanganan antara warga tidak produktif yang disokong bantuan sosial dan pangan, dengan warga usia produktif yang didorong lewat pelatihan kerja.

Salah satu program unggulan bagi warga usia produktif adalah SMK Go Global yang disosialisasikan bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk membuka jalur kerja legal bagi siswa kurang mampu tingkat SMK, MA, dan SLTA sederajat.

“Bukan cuma rumahnya saja yang kita perbaiki, kalau usia produktif kita akan beri pelatihan. Kalau usia produktif, kita akan dorong supaya mereka punya pendapatan, salah satunya melalui program SMK Go Global,” tutur Gus Fawait.

Skema ini disiapkan agar upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember dapat berdampak jangka panjang dan berkelanjutan.

“Jember tidak ingin penanganan kemiskinan hanya berhenti pada bantuan, tetapi harus membuka jalan agar masyarakat produktif bisa bekerja dan meningkatkan pendapatannya,” ucapnya. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs