unja
Prof Helmi Lantik Wadek FEB UNJA di Lantai 2 Gedung Rektorat UNIFAC UNJA
Jambi – Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan kegiatan Pelantikan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2021-2025 yang dipimpin langsung oleh Rektor, Helmi. Pelantikan dilaksanakan di lantai 2 Gedung Rektorat UNIFAC UNJA Mendalo pada Selasa, 18 Maret 2025.
Dr. Candra Mustika, SE., M. Si., dilantik menjadi Wakil Dekan FEB UNJA penggantian antar waktu 2021-2025 dengan masa jabatan sampai 10 Agustus 2025.
Pelantikan disaksikan oleh Rektor UNJA, Helmi., Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hafrida, S. H., M.H., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, Prof. Dr. Ir. Depison, M. P., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Shofia Amin, S., M. Si., serta undangan lainnya.
Pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan oleh Rektor, pembacaan pakta integritas oleh pejabat yang dilantik, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan yang diikuti dengan pembacaan naskah pelantikan oleh Rektor dan diakhiri dengan dengan penandatanganan naskah janji jabatan atau pakta integritas.
Rektor UNJA, menyampaikan bahwa jabatan itu adalah suatu amanah serta mengucapkan selamat kepada Dr. Candra, SE., M. Si.. atas jabatan baru.
“Dalam menjalankan tugas tentu harus penuh dengan integritas karna jabatan itu amanah. Artinya mengemban tugas untuk orang banyak bukan tempat untuk mengekprorasi diri untuk kepentingan pribadi. Kemudian selamat kepada Dr. Candra. Semoga selalu mendapat dukungan dari keluarga untuk mengemban tugas dan tanggung jawab yang baru. Kami percaya dengan ini saudara sebagai Wakil Dekan satu di FEB bisa melaksanakan tugas dan amanahnya dengan baik,” ujar Rektor.
Dr. Candra, SE., M. Si., menyampaikan terima kasih karena sudah diamanahkan tugas dan tanggung jawab sebagai Wakil Dekan FEB.
“Terima kasih kepada Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H. yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengemban tugas sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama Periode Antar Waktu 2021-2025. Insya Allah tugas ini memacu semangat saya untuk terus membantu Dekan FEB dalam bidang akademik untuk mensukseskan berbagai tujuan dan program yang bisa mengangkat UNJA khususnya FEB,” tuturnya.
ADVERTORIAL
UNJA-BNN-BPS Jambi Sepakat Kolaborasi Riset, Magang, dan Pengabdian Masyarakat
Mendalo – Universitas Jambi (UNJA) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jambi. Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Rektor Lantai 7, Gedung UNIFAC UNJA Mendalo, pada Kamis , 6 Agustus 2026.
Acara dihadiri oleh Rektor UNJA Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol. Asep Saepudin, S.I.K., dan Kepala BPS Kota Jambi Kuswan Gunanto, S.ST., M.Ec.Dev. Turut hadir Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., sejumlah Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, dan Ketua Tim Kerja Sama UNJA beserta anggota.
Kegiatan penandatanganan ini mencakup tiga agenda, yakni penandatanganan MoU antara UNJA dengan BNN Provinsi Jambi, penandatanganan MoU antara UNJA dengan BPS Kota Jambi, serta diskusi implementasi kerja sama dari kedua MoU tersebut.
Dalam sambutannya, Rektor UNJA menegaskan kerja sama ini sejalan dengan tridharma perguruan tinggi, di mana mahasiswa UNJA nantinya dapat menjalani magang di BNN dan BPS, sementara dosen dapat melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat bersama kedua lembaga.
Rektor juga mengingatkan bahwa Provinsi Jambi saat ini berada pada status zona merah peredaran narkotika. UNJA juga telah melaksanakan deklarasi anti narkoba bersama mahasiswa baru, dosen, tenaga kependidikan, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) pada 2025 lalu. Namun menurutnya, komitmen itu tidak boleh berhenti pada seremonial semata.
“Tapi memang tidak bisa berhenti pada deklarasi saja. Sama nanti insya Allah kita tidak berhenti pada MoU yang akan kita tanda tangan. Universitas Jambi siap mendukung untuk BNN dan Statistik Kota Jambi,” ujar Rektor.
Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol. Asep Saepudin memaparkan situasi peredaran narkotika di Jambi yang dinilai mengkhawatirkan. Secara nasional, BNN mencatat lebih dari 4 juta orang telah terpapar narkotika, sementara di Provinsi Jambi jumlahnya tercatat lebih dari 3.000 orang berdasarkan hasil deteksi dini dan laporan sukarela. BNN meyakini angka riil di lapangan bisa 3 hingga 5 kali lebih tinggi dari data tersebut.
Brigjen Asep juga menyampaikan komitmen BNN untuk tidak hanya berfokus pada edukasi preventif, tetapi juga mendorong penguatan kebijakan di lingkungan kampus agar bebas dari narkoba, serta membuka ruang bagi riset mahasiswa dan dosen UNJA, termasuk potensi kolaborasi dengan calon tenaga medis dalam penanganan korban yang terpapar narkotika.
“MoU ini tidak hanya sekadar dokumen administratif, tapi juga harus menjadi ikrar bersama. Kita ingin mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Jambi Kuswan Gunanto menjelaskan bahwa tugas utama BPS adalah menyediakan data statistik resmi negara, termasuk indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran.
“Data-data kami sifatnya dasar, memang harus dibutuhkan keilmuan untuk mengeksplorasi sehingga datanya bisa lebih berguna,” ujarnya.
Ia menyambut baik kerja sama ini sebagai tindak lanjut dari MoU yang sebelumnya telah terjalin antara UNJA dan BPS Provinsi Jambi. Ia juga mengungkapkan bahwa BPS Kota Jambi selama ini rutin menerima mahasiswa magang dari UNJA setiap tahunnya.
Sebagai bentuk implementasi konkret, kerja sama dengan BPS ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) di tingkat fakultas, yakni antara Fakultas Hukum UNJA dan BPS, serta antara Fakultas Pertanian UNJA dan BPS. Ruang lingkup implementasi turut mencakup pembahasan riset tanaman obat, program magang, rekomendasi regulasi kebijakan, hingga skema kerja sama lanjutan lainnya. (www.unja.ac.id)
ADVERTORIAL
Bawa Budaya Desa ke Era Digital, Mahasiswa UNJA Siap Mengabdi Lewat KKN 2026
Mendalo – Universitas Jambi (UNJA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Pembekalan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 di Aula A. Hakim Lubis, LPPM UNJA Mendalo, pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Mengusung tema “Digitalisasi Warisan Budaya Lokal sebagai Penguatan Identitas Desa”, kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman mengenai pelaksanaan KKN, sehingga mampu berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelestarian dan digitalisasi potensi budaya lokal di desa lokasi pengabdian.
Kegiatan pembekalan dihadiri oleh Sekretaris LPPM UNJA, Drs. Marzul Hidayat, M.A., Ph.D. yang mewakili Ketua LPPM UNJA. Turut hadir Koordinator Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNJA, Ridhwan, S.Ag., M.E.Sy., dosen dan mahasiswa.
Pembukaan resmi kegiatan dilakukan oleh Sekretaris LPPM UNJA, Drs. Marzul Hidayat, M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan implementasi nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Melalui tema digitalisasi warisan budaya lokal, kami berharap mahasiswa mampu menggali potensi desa, mendokumentasikan kekayaan budaya, sekaligus memperkuat identitas desa melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa diharapkan mampu menjadi perubahan yang membawa inovasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Dalam laporannya, Ridhwan, S.Ag., M.E.Sy., menyampaikan bahwa pembekalan merupakan tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi KKN. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai tugas, etika, serta strategi pelaksanaan program kerja yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan tema KKN tahun ini.
“Tema KKN tahun ini, Digitalisasi Warisan Budaya Lokal sebagai Penguatan Identitas Desa, diharapkan dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa dalam merancang program kerja yang inovatif dan sesuai dengan potensi masing-masing desa. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga mampu mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi digital sehingga warisan budaya tersebut dapat dikenal lebih luas dan tetap lestari,” tuturnya.
Sebagai simbol dimulainya kegiatan pembekalan, dilakukan penyematan almamater kepada perwakilan mahasiswa oleh Sekretaris LPPM UNJA didampingi Koordinator LPPM. Prosesi tersebut menjadi penanda kesiapan mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian pembekalan sebelum diterjunkan ke lokasi KKN.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai materi yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan KKN, etika bermasyarakat, penyusunan program kerja. Mahasiswa juga diberikan pembekalan mengenai pentingnya kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam menyukseskan program kerja yang berkelanjutan.
Melalui pembekalan ini, UNJA berharap mahasiswa mampu melaksanakan KKN secara profesional, adaptif, dan inovatif, serta menjadi penggerak dalam pelestarian budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan demikian, keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat tidak hanya memberikan solusi terhadap berbagai persoalan desa, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat identitas budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan. (www.unja.ac.id)
ADVERTORIAL
UNJA Gandeng Yayasan An-Nahl Kembangkan Klinik Kesehatan Pesantren
Mendalo – Universitas Jambi (UNJA) menggelar audiensi bersama jajaran Pengurus Yayasan An-Nahl Percikan Iman Jambi dalam rangka membahas rencana kemitraan pengembangan Bee Health Clinic An-Nahl. Kegiatan berlangsung di UNIFAC Lantai 7 UNJA, Mendalo, pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Hadir dalam pertemuan tersebut Rektor UNJA Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., didampingi Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., serta jajaran pimpinan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UNJA. Dari pihak Yayasan An-Nahl Percikan Iman Jambi, hadir Ketua Yayasan Yusnita, M.Pd., beserta jajaran pengurus yayasan.
Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya keberlanjutan sebuah kesepakatan kerja sama agar tidak berhenti menjadi dokumen formalitas.
“Selalu kita sampaikan kalau sudah MoU, sudah membuat kesepakatan dalam tanda tangan, memang harus kita laksanakan. Prinsipnya kita harus saling menguatkan agar berdampak nyata bagi anak-anak didik kita,” ujar Prof. Helmi.
Ketua Yayasan An-Nahl Percikan Iman Jambi, Yusnita, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas respons cepat UNJA terhadap proposal kerja sama yang diajukan yayasan. Ia memaparkan bahwa gagasan mendirikan klinik kesehatan di lingkungan An-Nahl sudah lama direncanakan, namun saat ini baru sebatas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
“Harapannya, sekolah yang kami bina bisa mendapatkan pendampingan dari UNJA untuk menjadi sebuah klinik sekolah, terutama karena kami memiliki pondok pesantren di mana santri berada di sana selama 24 jam,” ucapYusnita. Ia menambahkan, keluhan kesehatan yang kerap muncul di kalangan santri antara lain anemia hingga persoalan psikologis.
Menanggapi hal tersebut, Dekan FKIK UNJA, Dr. dr. Humaryanto, Sp.OT., M.Kes., menyampaikan kesiapan fakultas untuk memberikan pendampingan. “Pada prinsipnya kami siap, sesuai arahan Pak Rektor, untuk memberikan pendampingan,” ujarnya.
Secara lebih teknis, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FKIK UNJA, Dr. dr. Fitriyanti, Sp.D.V.E., menjelaskan gambaran umum mengenai syarat dan tahapan pendirian klinik kesehatan tingkat pertama.
“Klinik pratama itu sifatnya menangani penyakit-penyakit sederhana yang bisa diselesaikan oleh dokter umum, dan tidak ada rawat inap,” katanya. Ia menambahkan, pendirian klinik memerlukan sejumlah persyaratan, termasuk fasilitas dasar, sumber daya manusia, serta kelengkapan perizinan sesuai ketentuan dinas kesehatan setempat.
Selain bidang kesehatan fisik, audiensi ini juga membuka peluang kerja sama di bidang lain. Prof. Revis Asra dan tim FKIK menyarankan agar An-Nahl juga mengoptimalkan kerja sama dengan Prodi Psikologi serta Prodi Gizi untuk edukasi pola makan sehat.
Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Nota Kesepakatan (Memorandum of Agreement/MoA) yang lebih rinci untuk merumuskan tanggung jawab teknis masing-masing pihak dalam implementasi Bee Health Clinic dan program kerja sama lainnya. (www.unja.ac.id)



