ADVERTORIAL
Bupati H M Syukur Launching Revitalisasi 12 Sekolah Dasar di Merangin
Merangin – Bupati Merangin H M Syukur, launching Revitalisasi tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Merangin. Acara tersebut dipusatkan di SD Negeri 194 Desa Tambang Emas Kecamatan Pamenang Selatan, pada Selasa, 9 September 2025.
Ada sebanyak 12 sekolah yang menerima revitalisasi di Kabupaten Merangin yaitu, SDN 17/VI Pasar Masurai, SDN 62/VI Bedeng Rejo, SDN 088/VI Bangko, SDN 107/VI Ngaol, SDN 128/VI Tanjung Putus.
Selain itu, SDN 194/VI Tambang Emas, SDN 219/VI Sialang, SDN 239/VI Bungo Antoi, SDN 243/VI Bungo Tanjung, SDN 252 /VI Lantak Seribu, SDN 258/VI Rejosari dan SDN 288/VI Seri Sembilan.
Revitalisasi Sekolah Dasar itu berupa, rehab toilet sekolah, pembangunan toilet sekolah, pembangunan ruang perpustakaan dan pembangunan ruang administrasi perkantoran sekolah.
“Kepala sekolah dan guru harus melibatkan masyarakat pada swakelola yang dilakukan. Kalau yang mengerjakan orang yang berada di sekitar sekolah, tentu ingin hasil yang maksimal dan tidak ada yang mencoba ‘bermain’,” ujar Bupati.
Selain itu Bupati menegaskan, pendidikan itu sangat penting, kalau gagal dalam mengelola pendidikan, maka gagal dalam menciptakan generasi cerdas. Sebanyak 250 murid SD Negeri 194 Desa Tambang Emas ini harus dijaga dan dididik dengan baik.
Bupati ingin pendidikan di Kabupaten Merangin ke depannya maju, beretika, beradab. Sekolah bukan hanya sekedar mengajar orang jadi pintar, tapi juga harus beradab, beretika, berbudaya, sopan dan santun.
“Kalau kita tidak melewati masa itu bapak dan ibu, generasi kita akan hancur. Dunia ini sudah maju dan berkembang, jauh dari pikiran kita. Teknologi lebih cepat dari otak kita berfikir, kalau kita tidak bisa mengimbanginya, kita akan tertinggal,” kata Bupati.
Untuk itu semua terang Bupati, bersumber dari pendidikan. Walaupun Merangin kaya akan sumber daya alam, tapi kalau tidak ada orang yang bisa mengelolanya karena pendidikannya rendah, apalah artinya.
‘’Negara maju tidak pernah mengandalkan sumber daya alamnya, tapi sumber daya manusia. Ini berawal dari diri kita, kalau sekolahnya baik, guru mengajarkan anaknya dengan baik dan tidak macam-macam, InsyaAllah saya yakin perubahan Merangin 2030 akan terwujud,” tutur Bupati.
Semua itu lanjut Bupati, tinggal kesepakatan bersama, apakah Kabupaten Merangin mau seperti ini terus atau masyarakat menginginkan perubahan, sehingga daerahnya maju dan masyarakatnya bahagia.
Untuk mencapai perubahan itu, tidak bisa hanya mengandalkan bupati, menyalahkan bupati. Bila masing-masing pemangku jabatan dan masyarakat tidak ingin berubah, cuek dengan semua yang terjadi, perubahan Merangin tidak pernah akan tercapai.
Pembangunan revitalisasi sekolah pinta Bupati, juga harus diawasi, baik itu dari Inspektorat maupun dari Kejaksaan. Intinya Inspektorat dan Kejaksaan itu bukan menakut-nakuti, tapi mereka melakukan pendampingan, pencegahan, jangan sampai salah jalan.
Pada kesempatan itu, Bupati meletakkan batu pertama di SD Negeri 194 Desa Tambang Emas, tanda dimulainya revitalisasi sekolah di 12 sekolah dalam Kabupaten Merangin yang mendapatkan revitalisasi tersebut.
Tampak hadir mendampingi Bupati pada acara itu, Kajari diwakili Kasi Intelijen Kejari Gio Valdo Diamanta. Plt. Kadis Dikbud Hennizor, Plt. Kadis Kominfo Ahmad Khoirudin, Camat Pamenang, Camat Pamenang Selatan, Camat Renah Pamenang, Camat Pamenang Barat, Kepala Sekolah SD 194/VI Tambang Emas dan undangan lainnya.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Dorong Hilirisasi Kopi dan Baksos Lewat Aksi Gowes Kebun Sumberwadung Jember
DETAIL.ID, Jember — Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memimpin aksi gowes bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Jember pada Senin, 5 Oktober 2026.
Menempuh rute dari Kebun Sumberwadung hingga Pendopo Wahyawibawagraha, kegiatan ini menggabungkan pemantauan ekonomi daerah dengan aksi sosial masyarakat.
Sepanjang rute perjalanan, rombongan menyalurkan bantuan sembako serta menyediakan layanan pengobatan gratis bagi warga setempat.
Gus Fawait menegaskan bahwa kegiatan lintas sektor ini menjadi sarana mempererat kebersamaan jajaran pemerintah daerah dalam membangun Jember.
Dalam peninjauan tersebut, Gus Fawait memberikan perhatian khusus pada kinerja BUMD Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan.
Beliau mengapresiasi inovasi dan langkah hilirisasi produk perkebunan yang dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi serta mendorong pengentasan kemiskinan di kawasan pedesaan.
Langkah hilirisasi ini memperkuat rencana peluncuran branding “Jember Surga Kopi Indonesia”.
Potensi komoditas unggulan seperti kopi Liberika, Robusta, cerutu, hingga produk pangan sehat edamame dan cokelat menjadi modal kuat Jember sebagai pusat kopi nasional.
Selain sektor perkebunan, Gus Fawait juga menyoroti percepatan perbaikan sarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan fasilitas sekolah yang rusak berat agar segera dijadikan prioritas penanganan oleh pemerintah daerah,” kata Gus Fawait. (*)
ADVERTORIAL
Gus Fawait Pastikan Kontrak PPPK Jember Aman dan Siapkan Layanan Mobil Cinta
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk tidak memutus kontrak tenaga PPPK maupun PPPK paruh waktu dalam penyusunan Rancangan APBD 2027 pada Senin, 5 Oktober 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait seusai Rapat Paripurna III DPRD Jember terkait jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut menyampaikan bahwa kesamaan pandangan antara legislatif dan eksekutif menjadi modal penting untuk memperkuat ruang fiskal daerah, khususnya dalam menyokong sektor pelayanan dasar dan penanganan kemiskinan.
“Yang pertama tadi saya sampaikan bahwa hampir keseluruhannya kita mempunyai pandangan yang sama antara legislatif dan eksekutif,” kata Gus Fawait.
Jika skema pembiayaan PPPK paruh waktu nantinya ditanggung pemerintah pusat, tambahan ruang fiskal daerah akan difokuskan untuk memperluas cakupan layanan kesehatan dan pendidikan.
Pemkab Jember memperkuat program Universal Health Coverage (UHC) dan Home Care, serta menghadirkan operasional armada Mobil Cinta mulai Kamis mendatang untuk mengantar pasien kurang mampu pulang dari rumah sakit secara gratis.
Di sektor pendidikan, selain memetakan sekolah rusak berat untuk diajukan revitalisasinya ke pusat, Pemkab Jember menggandeng kelompok pengajian lintas agama guna menjalankan program kejar paket demi mendongkrak rata-rata lama sekolah.
“Ini tidak bisa kita lakukan secara biasa-biasa saja. Kita harus lakukan sebuah kebijakan yang out of the box, menggandeng semua pihak termasuk kelompok-kelompok pengajian,” ujarnya.
Layanan Home Care juga diintegrasikan langsung dengan petugas Dispenduk untuk penyelesaian dokumen kependudukan warga di tempat.
Sementara untuk program rumah tidak layak huni (RTLH), Pemkab Jember menargetkan perbaikan 2.000 rumah tahun ini dari total kebutuhan 7.000 hingga 12.000 unit berbasis kriteria Kementerian Perumahan.
Pendataan warga miskin turut diperketat dengan membagi kelompok desil 1 yang didata oleh ASN dan desil 2 oleh mahasiswa KKN kolaboratif.
Pemkab Jember membedakan penanganan antara warga tidak produktif yang disokong bantuan sosial dan pangan, dengan warga usia produktif yang didorong lewat pelatihan kerja.
Salah satu program unggulan bagi warga usia produktif adalah SMK Go Global yang disosialisasikan bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk membuka jalur kerja legal bagi siswa kurang mampu tingkat SMK, MA, dan SLTA sederajat.
“Bukan cuma rumahnya saja yang kita perbaiki, kalau usia produktif kita akan beri pelatihan. Kalau usia produktif, kita akan dorong supaya mereka punya pendapatan, salah satunya melalui program SMK Go Global,” tutur Gus Fawait.
Skema ini disiapkan agar upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember dapat berdampak jangka panjang dan berkelanjutan.
“Jember tidak ingin penanganan kemiskinan hanya berhenti pada bantuan, tetapi harus membuka jalan agar masyarakat produktif bisa bekerja dan meningkatkan pendapatannya,” ucapnya. (*)
ADVERTORIAL
Gus Fawait Dorong Sinergi Pemkab-TNI Perkuat Produksi Beras Jember
DETAIL.ID, Jember – Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Makodim 0824 Jember berlangsung hangat pada Senin, 5 Oktober 2026.
Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) secara sengaja datang tanpa kabar untuk memberikan kejutan langsung kepada jajaran TNI.
“Kami ingin memberikan surprise jajaran Forkopimda di sini, untuk datang secara bersama-sama menyampaikan selamat Hari Jadi TNI,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut.
Selain membawa pesan kebersamaan dan kekompakan untuk mendukung program pemerintah pusat era Presiden Prabowo Subianto, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat sinergi sektor ketahanan pangan.
Kolaborasi antara Pemkab Jember dan TNI dinilai membuahkan hasil signifikan terhadap peningkatan produksi beras daerah.
“Ke depan kita dan TNI juga punya tugas untuk ikut serta meningkatkan ketahanan pangan dan itu sudah di Jember. Produksi beras kita yang mungkin beberapa tahun yang lalu sempat nomor 5, nomor 4, hari ini sudah nomor 3. Itu bentuk sinergi konkret antara pemerintah daerah dengan TNI,” ujarnya.
Acara peringatan yang digelar secara sederhana dan kekeluargaan tersebut turut melibatkan berbagai lapisan elemen masyarakat, mulai dari institusi daerah hingga para pengemudi ojek online. (*)



