DAERAH
Wabup A. Khafidh Hadiri Peresmian 159 Unit Bedah Rumah BSPS di Desa Tanah Abang Kecamatan Pamenang
Merangin – Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, menghadiri peresmian selesainya pembangunan Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Tanah Abang, Kecamatan Pamenang pada Minggu, 8 Februari 2026.
Acara ini turut dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi PDI-Perjuangan, Edi Purwanto.
Pasalnya, bantuan BSPS merupakan program Pemerintah Pusat melalui jalur aspirasi Edi Purwanto sebagai Anggota DPR-RI dari Dapil Jambi. Peresmian tersebut juga bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Tanah Abang yang ke-43.
Dalam sambutannya, Wabup A. Khafidh menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Edi Purwanto atas kontribusinya bagi masyarakat Merangin. Ia mengakui bahwa keterbatasan APBD membuat pemerintah daerah sulit memenuhi kebutuhan bedah rumah secara mandiri dalam skala besar.
“Tahun 2026 ini, APBD Merangin hanya mampu mengalokasikan bantuan untuk 10 unit rumah. Alhamdulillah, melalui perjuangan Pak Edi Purwanto di Komisi V DPR RI, Kabupaten Merangin mendapat tambahan signifikan sebanyak 159 unit,” ujar A. Khafidh.
Dari total 159 unit tersebut, 21 rumah berlokasi di Desa Tanah Abang dengan nilai bantuan sebesar Rp 20 juta per rumah. Selebihnya tersebar di beberapa wilayah lain di Merangin, termasuk Kecamatan Pamenang.
Edi Purwanto menjelaskan bahwa BSPS adalah program stimulan yang mengedepankan filosofi gotong royong. Negara hadir memberikan pancingan dana, namun keterlibatan masyarakat sekitar menjadi kunci kesuksesan pembangunan.
“Jika ada warga yang rumahnya layak dibedah tapi tidak punya dana pendamping, di sinilah semangat gotong royong harus muncul. Yang mampu bisa menyumbang semen atau besi. Intinya, negara ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di rumah bocor atau tidak layak huni,” kata Edi di hadapan awak media.
Edi juga membawa kabar baik bagi warga Jambi. Ia menargetkan kuota aspirasi BSPS untuk tahun mendatang akan ditingkatkan secara signifikan.
“InsyaAllah tahun depan saya mengupayakan kuota yang lebih besar, sekitar 2.000 rumah. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan hunian yang layak dan sehat,” tuturnya.
Acara peresmian ini berlangsung khidmat dengan kehadiran sejumlah pejabat teras di lingkup Pemkab Merangin, di antaranya Kadis Perkim (Sibas), Kadis PMD (Dedi Chandra), Kadis Sosial (A. Lazik), Kabid Cipta Karya Dinas PU (Prasetyo Nugroho), Kades Pelakar Jaya (Ayep), Pengurus Paguyuban Keluarga Jawa Merangin (PKJM) serta tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan ditinjau langsung ke salah satu rumah penerima bantuan, yakni Gemiarsi, yang menyatakan rasa syukurnya atas perbaikan tempat tinggalnya yang kini telah rampung 100 persen.
DAERAH
Potensi Panen Capai Rp 1 Miliar, Bupati M. Syukur Yakin Merangin Jadi Lumbung Pangan Jambi
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten Merangin terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat sektor ketahanan pangan.
Hal ini dibuktikan oleh Bupati Merangin, M. Syukur, saat melakukan Panen Raya Jagung di Balai Benih Utama (BBU) Desa Sido Rukun, Kecamatan Margo Tabir, Kamis, 2 April 2026.
Lahan milik Pemkab Merangin seluas 27 hektar tersebut berhasil dikonversi menjadi kebun jagung dengan potensi produksi mencapai 5-6 ton jagung pipil per hektar. Total hasil panen kali ini diperkirakan menembus angka 135 hingga 162 ton.
Tidak hanya soal produktivitas, sisi ekonomi dari panen raya ini pun sangat menjanjikan. Dengan harga beli dari Bulog sebesar Rp6.300 per kilogram, BBU Margo Tabir diprediksi mampu meraup nilai produksi Rp850 juta hingga Rp1 miliar.
Bupati M. Syukur menegaskan bahwa keberhasilan di Margo Tabir hanyalah bagian dari peta besar ketahanan pangan Merangin.
Saat ini, Pemkab mengelola total 40 hektar lahan jagung yang dikelola oleh BBU Margo Tabir 27 Hektar, BBU Dusun Tuo8 Hektar, BBU Jangkat 4 Hektar dan BBU Sungai Manau 1 Hektar.
“Kami yakin Kabupaten Merangin bisa menjadi lumbung pangan utama di Provinsi Jambi. Selain jagung, kita juga memiliki kekuatan di sektor padi dengan luas lahan mencapai 11.692 hektar,” ujar M. Syukur dengan optimis.
Bupati M. Syukur juga menginstruksikan jajarannya untuk memprioritaskan sektor pertanian dalam anggaran daerah. Di hadapan para pejabat yang hadir, ia meminta Kepala BPKAD untuk menambah alokasi dana pada pos perubahan.
“Tolong Kepala BPKAD, nanti di perubahan tambah lagi dana untuk pertanian. Apa yang dibutuhkan, tolong dipenuhi. Jika dananya tidak ada, nanti kita cari solusinya,” kata Bupati.
Kegiatan panen raya ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para Kepala Dinas terkait (Tanaman Pangan, Kominfo, PMD, Peternakan, dan Ketahanan Pangan), serta pihak Bulog dan BPS.
Kehadiran para stakeholder ini menandakan adanya sinergi kuat untuk menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan petani di Bumi Merangin.
Selain fokus pada jagung, BBU Margo Tabir saat ini juga tengah mengembangkan komoditas lain seperti padi sawah seluas 1,8 hektar, serta tanaman hortikultura seperti cabai dan kacang tanah guna menjaga diversifikasi pangan daerah. (*)
DAERAH
Bupati M. Syukur Instruksikan Pembangunan Industri Hilir Pertanian
DETAIL.ID, Merangin – Bupati Merangin, M. Syukur, menegaskan komitmennya untuk melakukan lompatan besar di sektor pertanian dengan membangun industri hilir secara mandiri.
Langkah ini diambil guna memutus ketergantungan para peternak lokal terhadap pasokan pakan dari luar daerah yang selama ini membebani biaya produksi.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Bupati usai melakukan panen raya jagung di BBU Desa Sido Ruku, Kecamatan Margo Tabir pada Kamis, 2 April 2026.
Bupati M. Syukur menyoroti ketimpangan yang terjadi antara potensi bahan baku dengan realitas di lapangan. Menurutnya, pemerintah memiliki segala instrumen yang dibutuhkan untuk mengelola industri dari hulu ke hilir.
“Jangan mau kalah sama swasta. Pemerintah itu punya SDM, punya sumber dana, kenapa kita tidak bisa mengembangkan industri hilir secara mandiri?” ujar Bupati dengan nada optimis.
Ia menambahkan bahwa tingginya harga pakan dari provinsi tetangga menjadi kendala terbesar bagi keberlangsungan usaha peternak di Merangin.
Dengan memproduksi pakan sendiri, pemerintah tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil tani jagung, tetapi juga langsung meringankan beban para peternak.
Dalam arahannya, Bupati membandingkan keberhasilan daerah lain yang mampu memajukan sektor peternakan melalui kemandirian industri pakan.
“Kenapa peternakan ayam petelur di Solok berkembang? Karena mereka bisa produksi pakan sendiri. Begitu juga dengan Linggau dan wilayah lain yang menjadi lumbung perikanan, peternakannya maju karena pakan dan harganya terjamin,” katanya.
Guna merealisasikan visi tersebut, Bupati M. Syukur menginstruksikan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk segera memprioritaskan alokasi anggaran pada sektor pengembangan industri hilir ini.
Ia menegaskan bahwa fasilitas pendukung seperti gudang dan lahan yang luas sudah tersedia, sehingga yang dibutuhkan saat ini hanyalah komitmen eksekusi.
“Kita punya fasilitas, gudang ada, lokasi luas, SDM ada, tinggal lagi komitmen. Tolong BPKAD, anggarkan untuk pertanian. Apa yang dibutuhkan, masukkan dalam anggaran,” tuturnya. (*)
DAERAH
Pemkab Merangin Ikuti Entry Meeting BPK, Penertiban Aset jadi Sorotan
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten Merangin resmi memulai tahapan pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Hal ini ditandai dengan partisipasi Bupati Merangin, M. Syukur dalam agenda Entry Meeting Pemeriksaan yang digelar oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI secara virtual pada Kamis, 2 April 2026.
Bertempat di Aula Kantor BPKAD Merangin, Bupati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Zulhifni serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Hadir pula secara langsung Ketua Tim BPK Merangin, Yohanes Harry Kusmono Agung Christyanto, untuk memulai proses audit tersebut.
Dalam pengarahannya via Zoom Meeting, tim pemeriksa BPK menekankan pentingnya akuntabilitas, ketepatan waktu penyajian data, serta penguatan komitmen transparansi agar seluruh pertanggungjawaban anggaran berjalan objektif.
Bupati Merangin, M. Syukur menegaskan bahwa Pemkab Merangin akan bersikap kooperatif dan terbuka selama proses pemeriksaan berlangsung. Ia menginstruksikan seluruh jajaran OPD untuk segera menyiapkan dokumen yang dibutuhkan tanpa menunda-nunda.
Secara khusus, Bupati menyampaikan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah merapikan manajemen aset daerah, mulai dari kendaraan dinas, tanah pemda, hingga rumah dinas yang masih dikuasai oleh pihak yang tidak berwenang.
“Kami sangat concern mengenai aset-aset ini. Banyak aset kita yang tercatat secara administratif, namun di lapangan sudah berpindah tangan ke orang lain. Padahal aset tersebut sudah puluhan tahun dibiayai pemerintah, seperti pembuatan taman dan lainnya,” ujar Bupati M. Syukur.
Bupati juga menyoroti adanya kelalaian di masa lalu yang menyebabkan munculnya sertifikat sekunder di atas lahan milik pemerintah. Ia mengapresiasi dorongan dari tim pemeriksa BPK untuk memprioritaskan penertiban hak-hak aset pemerintah daerah.
“Ini mungkin ada kelalaian di masa lalu, tapi kami berterima kasih atas dorongan soal aset ini. Kita harus memperhatikan aset-aset yang memang menjadi hak pemerintah. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik selama proses audit ini,” ujarnya. (*)



