Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Bank 9 Jambi Kuat, Responsif Jaga Stabilitas, Publik Waspada Hoaks

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Insiden gangguan sistem digital yang sempat berdampak pada sejumlah rekening nasabah di Bank Jambi belakangan ini menjadi perhatian masyarakat. Namun, pengamat kebijakan publik, Martayadi Tajuddin mengingatkan agar publik menyikapi peristiwa tersebut secara proporsional dan tidak terjebak pada arus disinformasi yang berpotensi merusak kepercayaan terhadap lembaga keuangan milik daerah.Media sosial Jambi

Menurut Martayadi, langkah cepat Bank Jambi dalam mengembalikan dana nasabah yang terdampak hanya dalam waktu beberapa hari merupakan indikator kuat bahwa manajemen bank memiliki komitmen tinggi dalam menjaga kredibilitas institusi dan kepercayaan masyarakat.

“Dalam perspektif tata kelola lembaga keuangan modern, respons cepat seperti ini menunjukkan adanya mekanisme mitigasi risiko yang berjalan. Penggantian dana nasabah dalam waktu singkat adalah bukti bahwa perlindungan terhadap nasabah menjadi prioritas utama,” ujar Martayadi, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa di era digital saat ini, ancaman terhadap sistem keuangan tidak lagi hanya bersifat konvensional, tetapi telah berkembang menjadi kejahatan siber yang semakin kompleks dan terorganisir. Fenomena ini bahkan terjadi pada banyak lembaga keuangan besar di berbagai negara.

Menurutnya, dalam banyak kasus global, serangan terhadap sistem perbankan justru berasal dari jaringan eksternal yang memiliki kemampuan teknis tinggi dalam mengeksploitasi celah teknologi.

“Perlu dipahami bahwa di era transformasi digital, tidak ada sistem yang benar-benar kebal dari ancaman siber. Bahkan lembaga keuangan besar di dunia pun pernah mengalami insiden serupa. Karena itu, sangat tidak bijak jika persoalan yang masih dalam proses penyelidikan langsung disimpulkan sebagai kesalahan internal,” katanya menegaskan.

Martayadi menilai penting bagi masyarakat untuk menunggu hasil investigasi resmi aparat penegak hukum sebelum membangun opini yang dapat merugikan reputasi lembaga keuangan daerah.

Menurutnya, penyebaran narasi yang tidak berbasis fakta justru berpotensi memicu kepanikan publik dan memengaruhi stabilitas kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan daerah.

“Disinformasi dan hoaks adalah ancaman serius dalam ekosistem digital hari ini. Jika masyarakat terbawa oleh arus informasi yang tidak terverifikasi, maka yang dirugikan bukan hanya institusi, tetapi juga kepentingan ekonomi daerah secara keseluruhan,” katanya.

Dalam pandangan Martayadi, keberadaan Bank Jambi memiliki arti strategis bagi pembangunan daerah. Sebagai bank pembangunan daerah, institusi ini berperan penting dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, penguatan UMKM, serta berbagai program pembangunan ekonomi di Provinsi Jambi.

“Bank Jambi bukan sekadar lembaga perbankan. Ia adalah simbol kemandirian ekonomi daerah. Menjaga eksistensi dan kepercayaan terhadap Bank Jambi berarti menjaga salah satu instrumen penting pembangunan daerah,” ujarnya.

Dari sisi teknologi, Martayadi juga menilai langkah Bank Jambi dalam melakukan penguatan infrastruktur digital patut diapresiasi. Salah satunya melalui kerja sama profesional dengan perusahaan teknologi global Amazon Web Services dalam pengembangan sistem teknologi dan keamanan data.

Menurutnya, kolaborasi dengan perusahaan teknologi kelas dunia tersebut menunjukkan bahwa Bank Jambi memiliki orientasi modern dalam membangun sistem perbankan digital yang lebih tangguh dan aman.

“Kerja sama dengan AWS memperlihatkan bahwa Bank Jambi bergerak ke arah transformasi digital dengan standar global. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat keamanan sistem sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah perkembangan teknologi yang pesat, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran terhadap keamanan digital. Kejahatan siber, kata dia, bukan hanya menargetkan lembaga keuangan, tetapi juga dapat menyasar individu pengguna teknologi.

“Di era digital, kita semua berpotensi menjadi target kejahatan siber. Karena itu, yang dibutuhkan adalah peningkatan literasi digital dan sikap kolektif untuk menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan,” ujarnya.

Martayadi pun mengajak masyarakat untuk tetap memberikan dukungan kepada Bank Jambi sebagai bank kebanggaan masyarakat daerah.

“Bank Jambi adalah milik masyarakat Jambi. Kepercayaan publik adalah fondasi utama yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai lembaga keuangan kebanggaan daerah ini justru tergerus oleh arus disinformasi yang belum tentu benar,” tuturnya.

Advertisement

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Percepat Akses Layanan Publik, Siapkan Empat Titik MPP Mini

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember menyampaikan program MPP Mini dalam acara Pro Gus'e di RSD dr Soebandi, Kamis (23/4/2026) malam. (Foto: Istimewa)

DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan empat titik Mall Pelayanan Publik (MPP) Mini di sejumlah kecamatan untuk mempercepat akses layanan publik bagi masyarakat di wilayah dengan jarak tempuh jauh dari pusat kota.

Program ini digagas untuk menjawab kebutuhan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan hingga satu sampai dua jam hanya untuk mengurus administrasi di pusat pemerintahan.

“Kita tahu bahwa jarak seperti di kecamatan Jombang dan tengah kota ini bisa waktu sejam sampai dua jam,” kata Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Empat lokasi yang disiapkan sebagai MPP Mini meliputi:

  1. Kecamatan Jombang
  2. Kecamatan Tanggul
  3. Kecamatan Mayang
  4. Wilayah utara (dalam proses, direncanakan di sekitar Kalisat)

Pemkab Jember menempatkan fasilitas tersebut di titik yang mewakili wilayah barat selatan, barat utara, dan timur selatan, serta memperluas jangkauan ke wilayah utara.

Melalui MPP Mini atau Pemkab Jember Mini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik tanpa harus datang ke Kota Jember.

Layanan yang disediakan meliputi perizinan, administrasi kependudukan, hingga layanan sosial.

“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan akses pelayanan yang biasanya harus ke kota, hari ini bisa diurus di MPP Mini,” ujarnya.

Gus Fawait menyebut, pengembangan layanan di tingkat kecamatan terus dilakukan agar semakin lengkap dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kalau dulu mencetaknya di kecamatan, hari ini akan ditambahi lagi fungsi yang ada di MPP Mini,” katanya.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan publik di Kabupaten Jember yang memiliki karakter wilayah beragam, mulai dari pegunungan, perkebunan, hingga kawasan pesisir.

“Masyarakat Jember tidak perlu mencari sampai ke Kota Jember, cukup ada di wilayah-wilayah yang sudah kita siapkan,” ucapnya.

Saat ini, Pemkab Jember masih mempercepat proses penyelesaian dan kesiapan operasional MPP Mini, termasuk di wilayah utara yang masih dalam tahap pengembangan.

Gus Fawait menyampaikan, peresmian fasilitas tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh kesiapan terpenuhi.

“Saya akan mengajak kawan-kawan langsung ke Jombang, Tanggul, dan Mayang di kemudian hari,” ujarnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Gus Fawait Raih Penghargaan Tokoh Pengentasan Kemiskinan dari Beritajatim

DETAIL.ID

Published

on

Kadiskominfo Jember mewakili Bupati Fawait menerima penghargaan dari Beritajatim. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Momentum peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com menjadi catatan manis bagi Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Bertempat di Grand City Surabaya, pada Selasa, 21 April 2026, Bupati Jember Gus Fawait menerima penghargaan sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan validasi data dan aksi nyata di lapangan yang dilakukan jajaran pemerintah daerah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.

Gus Fawait memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ASN yang telah bersinergi lintas sektor hingga mengantarkannya pada puncak kesuksesan ini.

“Saya persembahkan award ini kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember, para ASN yang hari ini turun ke bawah untuk bahu-membahu. Tidak melihat asal mereka, apakah guru, nakes, atau yang lain, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember benar-benar valid,” katanya.

Gus Fawait menekankan bahwa intervensi pembangunan tidak akan berjalan efektif tanpa pondasi data yang akurat.

Ia percaya bahwa dengan menekan angka kemiskinan, maka masalah sosial turunan lainnya akan ikut terurai.

“Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan,” tuturnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

ASN Berjuang Verval Data Kemiskinan Hingga Terjatuh, Pj Sekda Jember Beri Apresiasi!

DETAIL.ID

Published

on

Pj. Sekda Jember menjenguk ASN yang jatuh saat bertugas, Senin (20/4/2026). (Foto: DETAIL/Istimewa)

DETAIL.ID, Jember – ASN Satpol PP Kabupaten Jember, Siti Nurus Syamsiyah, jatuh saat menjalankan verifikasi faktual (verval) data kemiskinan di Kecamatan Sumberjambe, Senin, 20 April 2026.

Peristiwa itu terjadi saat Siti menuju lokasi tugas pada malam hari menggunakan sepeda motor roda tiga yang telah dimodifikasi.

Kondisi medan yang terjal dan minim pencahayaan membuat kendaraan yang dikendarainya kehilangan tenaga saat menanjak.

“Kan sudah magrib jadi saya enggak paham medan, terus ketinggiannya itu sekitar 45 derajat kemiringannya. Nah, saya sudah mau nanjak gitu sepedanya kan roda tiga,” katanya saat ditemui di ruang IGD RS dr. Soebandi.

Ia menguraikan, kurangnya ancang-ancang membuat kendaraan tidak mampu menanjak dan justru mundur tak terkendali meski sudah direm.

“Mungkin kecepatan dari bawah itu kurang karena saya tidak tahu medannya. Akhirnya mundur, saya rem tetap enggak bisa. Sepedanya miring ke kiri terus jatuh,” ujarnya.

Siti menjalankan tugas tersebut setelah mendapat izin dari atasan usai apel pagi.

Ia menyatakan kesiapan mendukung program pemerintah daerah dalam penuntasan data kemiskinan, dengan catatan aspek keselamatan petugas menjadi perhatian.

“Harapannya kalau perempuan jangan jauh-jauh (lokasi tugasnya), yang dekat-dekat saja. Kalau laki-laki mungkin beda lagi cara kerjanya,” ucapnya.

Pj. Sekda Jember, Akhmad Helmi Luqman, merespons insiden itu dengan menyampaikan apresiasi kepada ASN yang terlibat dalam proses verval di lapangan.

“Saya apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada semua ASN yang sudah melaksanakan verifikasi data dengan penuh sukacita dan duka di lapangan. Ini menunjukkan semangat bahwa ASN terpanggil peduli terhadap warga miskin di Jember,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan evaluasi untuk memastikan pelaksanaan verval berjalan lebih aman dan efisien.

Helmi meminta OPD mengatur pembagian tugas jika ada ASN yang memiliki keterbatasan fisik atau usia.

“Kami sampaikan kepada OPD-OPD, misalkan keberatan karena sakit atau sudah sepuh, nanti verval bisa diwakilkan kepada rekan kerjanya yang lain. Masa sih temannya enggak bisa bantu? Yang penting datanya dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia juga menyebut penyesuaian lokasi tugas akan kembali dikaji agar lebih dekat dengan domisili petugas.

“Nanti kita evaluasi untuk didekatkan dengan posisi rumahnya. Sebetulnya sudah dilakukan, cuma karena terlalu banyak warga miskin di pinggiran, akhirnya mau tidak mau kita melibatkan rekan-rekan ASN,” tuturnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs