ADVERTORIAL
Pertamina Tambah 300 Ribu Liter BBM Jember, Gus Fawait: Stok Aman, Jangan Khawatir!
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember aman hingga Idul Fitri setelah Pemerintah Kabupaten Jember menggelar rapat koordinasi lanjutan bersama kepolisian, Pertamina, Hiswana Migas, dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) pada Jumat, 6 Maret 2026 malam hingga dini hari.
Rapat koordinasi tersebut digelar sebagai respons atas antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di wilayah Jember dalam beberapa hari terakhir.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menyampaikan bahwa ketersediaan BBM di Jember dalam kondisi cukup bahkan melimpah sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan.
“Insyaallah akan cukup sampai hari raya, bahkan lebih dari hari raya Idulfitri. Jadi saya berharap masyarakat untuk tetap tenang,” ujarnya.
Ia menyebut distribusi BBM ke Kabupaten Jember juga mengalami penambahan pasokan untuk menjaga ketersediaan di lapangan.
“Ada penambahan 100.000 liter BBM khusus untuk Kabupaten Jember kemarin. Hari ini, 7 Maret 2026 akan ada penambahan kurang lebih 300.000 lagi BBM untuk Kabupaten Jember,” katanya.
Gus Fawait mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan karena harga BBM dipastikan tidak akan mengalami kenaikan.
“Kalau punya niat menimbun, untuk segera dibatalkan karena harga BBM tidak akan pernah mengalami kenaikan dan stoknya tetap akan aman,” ucapnya.
Ia memaparkan bahwa tren pembelian BBM di Jember mulai menurun jika dibandingkan antara Kamis, 5 Maret 2026) dan Jumat, 6 Maret 2026. Antrean panjang kini lebih banyak terjadi di SPBU wilayah perkotaan.
“Untuk di pinggir-pinggir atau di luar perkotaan, kondisinya justru tidak sepanjang di kota,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jember bersama kepolisian dan Pertamina juga menyiapkan pengawasan di SPBU guna mencegah praktik penimbunan.
“Kami akan menurunkan jajaran dari Satpol PP dan Dishub, kolaborasi dengan pihak Kepolisian Polres Jember untuk mengawasi pembelian-pembelian di masing-masing SPBU,” kata Gus Fawait.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan peringatan terlebih dahulu jika ditemukan indikasi penimbunan sebelum aparat kepolisian mengambil tindakan hukum.
“Tapi kalau tetap memaksa, nanti pihak kepolisian yang akan mengambil tindakan-tindakan tegas,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Jember juga membuka kemungkinan kebijakan kerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN) dan belajar daring bagi siswa jika antrean BBM belum kembali normal hingga awal pekan depan.
“Tapi saya yakin kalau melihat perkembangan informasi dari Pertamina, dari tim kami di bawah, dari pihak kepolisian, bahwa pembelian mulai hari Kamis ke hari Jumat sudah menunjukkan tren yang sangat menurun dan kembali normal,” ujarnya.
Gus Fawait kembali memastikan stok BBM di Kabupaten Jember tetap aman hingga setelah Idulfitri.
“Stok aman, stok berlimpah. Kalaupun mau beli BBM tidak akan kehabisan. ‘Sampai kapan Gus?’, ada yang tanya begitu di medsos. Sampai hari raya, bahkan setelah hari raya dan Idul Fitri tahun yang akan datang lagi ke depan begitu,” tutur Gus Fawait.
Reporter: Dyah Kusuma
ADVERTORIAL
Bupati Jember Tinjau Homecare Puger, Targetkan 25 Ribu Lansia dan Kelompok Rentan Terjangkau Medis
DETAIL.ID, Jember — Keterbatasan fisik dan akses ekonomi masih menjadi pengganjal bagi warga kelas bawah di Kabupaten Jember untuk menjangkau fasilitas kesehatan.
Kondisi tersebut mendorong pemantauan langsung pelaksanaan program layanan kesehatan jemput bola Homecare di Kecamatan Puger oleh Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait, Minggu, 16 Agustus 2026.
Dalam tinjauan lapangan itu, Gus Fawait mendapati sejumlah warga lanjut usia yang tinggal sebatang kara dengan kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk datang berobat ke puskesmas maupun rumah sakit.
Penemuan ini mengonfirmasi masih adanya celah dalam pemenuhan hak kesehatan warga di tingkat akar rumput.
“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Tidak hanya mereka yang punya kendala untuk datang ke puskesmas atau rumah sakit,” kata Gus Fawait.
Menurutnya, ketersediaan program berobat gratis belum menjadi solusi tunggal jika warga yang sakit tidak memiliki sarana atau kemampuan untuk mendatangi pusat layanan kesehatan.
Pemerintah daerah mencatat pentingnya penanganan langsung ke kediaman warga rentan, termasuk perbaikan tempat tinggal yang dinilai tak layak huni.
“Kesehatan yang gratis sudah, ternyata masih ada beberapa pihak yang tidak bisa mengakses karena keterbatasan fisik dan ekonomi. Kami akan terus berikhtiar untuk memastikan bahwa meeka tidak menanggung sakitnya sendirian. Pemerintah dan negara harus hadir,” ujar Gus Fawait.
Program Homecare ini dirancang menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus, meliputi lansia, ibu hamil berisiko tinggi, anak terindikasi stunting, penyandang disabilitas, hingga penderita penyakit berkepanjangan.
Operasional di lapangan mengintegrasikan peran tenaga medis puskesmas, jajaran kecamatan, hingga pemerintah desa.
“Bukan cuma tugas nakes saja, tapi tugas kita bersama,” kata Gus Fawait.
Pada tahap awal, pelaksanaan program difokuskan pada pendataan uji coba terhadap 25.000 keluarga sasaran yang akan menerima penanganan medis berkala setiap bulan.
Pemerintah Kabupaten Jember bakal melakukan evaluasi bertahap sebelum memperluas daya jangkau program tersebut ke seluruh wilayah Jember.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Kukuhkan Paskibraka 2026, Dorong Pemuda Jadi Pelopor Cinta NKRI
DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi mengukuhkan 70 pelajar terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Jember 2026.
Prosesi berlangsung khidmat di Pendopo Wahyawibawagraha pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Momen tersebut menjadi tonggak menyongsong Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Pengukuhan dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, serta disaksikan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), dan para orang tua anggota Paskibraka.
Melalui agenda tahunan ini, Pemkab Jember menegaskan komitmennya dalam mengapresiasi sekaligus membina potensi generasi muda daerah.
Gus Fawait menyampaikan bahwa para pelajar terpilih merupakan generasi berprestasi yang berhak mendapatkan dukungan keberlanjutan pendidikan dari pemerintah daerah.
“Mereka yang terpilih adalah pelajar berprestasi. Prestasi itu nantinya menjadi salah satu indikator untuk memperoleh beasiswa saat melanjutkan kuliah,” ujar Fawait.
Dukungan beasiswa tersebut menunjukkan perhatian nyata Pemkab Jember terhadap masa depan pemuda yang berdedikasi.
Lebih dari sekadar tugas seremonial mengibarkan Sang Saka Merah Putih, para anggota Paskibraka diposisikan sebagai teladan pembawa semangat nasionalisme di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Momentum 17 Agustus harus membuat kecintaan kepada NKRI semakin kuat. Kebanggaan terhadap simbol negara dan pemimpin harus terus dipupuk,” kata Fawait.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memfokuskan energi pada upaya menjaga kebersamaan dan memajukan daerah.
Seluruh perbedaan pandangan harus dilebur demi kepentingan yang lebih besar, yakni keutuhan dan kemajuan bangsa.
Melalui program pembinaan Paskibraka yang berkelanjutan, Pemkab Jember optimistis dapat melahirkan sumber daya manusia yang disiplin, berkarakter kuat, serta siap berkontribusi aktif dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Jadilah pionir yang mengajak teman-teman sebaya untuk memupuk cinta NKRI, dimulai dengan bangga kepada pemimpin Republik Indonesia,” tuturnya. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perketat Regulasi Penjualan Miras
DETAIL.ID, Jember — Praktik penjualan minuman beralkohol secara ilegal di Kabupaten Jember kian beragam.
Baru-baru ini, sebuah outlet di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, kedapatan berjualan miras secara bebas dengan mengandalkan izin dokumen yang dialamatkan di wilayah lain.
Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas gabungan, pemilik gerai gagal memperlihatkan dokumen izin edar yang sah khusus wilayah hukum Jember.
Pengusaha tersebut hanya menyodorkan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang izin lokasi operasionalnya tercatat jauh dari Jember.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember, Isnaini Dwi Susanti, mengungkapkan ketidaksesuaian berkas usaha tersebut usai dilakukan cek silang data.
“Setelah kami cek, NIB memang ada, tetapi bukan untuk Jember. Lokasinya terdaftar di Sidoarjo atau Surabaya,” ujar Santi, Jumat, 14 Agustus 2026.
Temuan ini membongkar celah pengawasan perizinan usaha di tingkat daerah.
Banyak pemilik toko nekat mengedarkan miras hanya berbekal izin ritel toko umum, tanpa mengurus Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) khusus minuman beralkohol sesuai standar regulasi.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Jember untuk segera membongkar ulang Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018.
Langkah penyempurnaan ini dinilai mendesak guna menyesuaikan aturan perizinan daerah dengan skema kewenangan terbaru dari pusat, terutama menyangkut distribusi miras golongan A.
“Kita memang sudah punya regulasi, tetapi harus dievaluasi dan direvisi agar sesuai dengan kebijakan yang baru,” tutur Santi.
Santi menambahkan, kendala mendasar pengawasan di lapangan juga dipicu oleh ketiadaan petunjuk teknis pelaksanaan sejak perda tersebut diterbitkan delapan tahun lalu.
“Perda kita tahun 2018 belum memiliki Perbup, sehingga pengaturannya perlu dibuat lebih rinci,” katanya.
Pihak DPMPTSP kini telah mengajukan surat resmi kepada Sekretaris Daerah Jember untuk mengagenda koordinasi bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Menjelang pengesahan aturan anyar, Pemkab Jember memfokuskan penindakan langsung di lapangan melalui Operasi Pekat yang digelar rutin bersama Satpol PP dan aparat kepolisian. (*)



