ADVERTORIAL
Gubernur Al Haris Dorong Koperasi Merah Putih Cepat Beroperasi Agar Bisa Layani Masyarakat Penuhi Kebutuhannya
Merangin – Gubernur Jambi yang juga merupakan Ketua Satgas Koperasi Merah Putih Provinsi Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH mendorong Koperasi Merah Putih untuk segera beroperasi dan melayani masyarakat dengan baik, membangun infrastruktur yang memadai untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Koperasi Merah Putih melalui pelatihan dan pendidikan serta membangun kerja sama dengan pihak lain, seperti pemerintah, swasta, dan masyarakat, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan.
Hal tersebut disampaikannya usai meninjau Koperasi Desa Merah Putih Sido Harjo Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Pada sesi wawancara Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi dan rasa syukur semua kebutuhan pokok masyarakat yang standar sudah ada di Koperasi Merah Putih Sido Harjo ini, selain itu para petugas koperasi juga mengakui bahwa masih ada kekurangan-kekurangan seperti, pupuk dengan jumlah yang banyak tidak bisa terlayani karena masih kekurangan modal.
“Untuk itu, saya atas nama pemerintah daerah juga menghimbau kepada Himbara, setiap provosal yang diajukan mohon segera ditindak lanjuti, agar Koperasi Merah Putih ini bisa beroperasi dengan sempurna, kita akui masih banyak kekurangan, tapi saya lihat semua anggota koperasi semangat untuk memajukan,” ucap Gubernur Al Haris.
“Selain itu kita lihat di Koperasi Merah Putih Sido Harjo sudah mempunyai klinik kesehatan bagi masyarakat, terkendala tenaga medisnya yang kurang, baik itu tenaga farmasinya dan sebagainya masih kurang, nanti ke depannya kita akan cari masyarakat di sekitar Desa Sido Harjo ini yang anaknya ada lulusan sekolah kesehatan bisa kita pekerjakan disini, atau ada kebijakan dari Kemenpan bisa mempekerjakan sebagai tenaga PPPK, akan kita cari anak-anak daerah sekitar desa ini,” katanya lebih lanjut.
Gubernur Al Haris juga berharap Himbara agar segera membantu Koperasi Merah Putih dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas usahanya, serta meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta percepat pinjaman, untuk modal usaha.
“Himbara dapat membantu Koperasi Merah Putih dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, manajemen serta membantu dalam memasarkan produk dan jasa, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan meningkatkan penjualan. Himbara dapat juga membantu Koperasi Merah Putih dalam membangun kerja sama dengan pihak lain, seperti pemerintah, swasta, dan masyarakat,” ucapnya.
Gubernur Al Haris menuturkan, pembentukan koperasi ini bertujuan untuk memangkas rantai pasok yang panjang antara produsen dan konsumen. Selain itu, Koperasi juga akan berperan penting dalam menyalurkan berbagai kebutuhan masyarakat, seperti pupuk, tabung gas, dan bantuan pemerintah lainnya.
“Sebagai Ketua Satgas Koperasi Merah Putih di Provinsi Jambi kita akan undang semuanya kepala-kepala Bank yang ada di Jambi juga para ketua Koperasi Merah Putih, kita akan bersama membantu berjalannya koperasi ini dengan cepat supaya kebutuhan masyarakat bisa cepat teratasi,” tuturnya.
“Berjalannya Koperasi Merah Putih ini membutuhkan waktu yang panjang, perlu semangat dan ketekunan anggotanya, dan juga kita akan dorong bank-bank tempat mereka pinjam agar secepatnya membantu koperasi biar cepat bisa berjalan,” ujarnya.
ADVERTORIAL
Gebrakan Gus Fawait Lindungi PMI: Jember Kini Punya Layanan Administrasi Mandiri dan Cek Kesehatan Termurah se-Jatim
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember resmi memutus rantai birokrasi panjang bagi warganya yang ingin bekerja ke luar negeri.
Melalui instruksi langsung Bupati Gus Fawait, Jember kini menghadirkan Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Mall Pelayanan Publik serta layanan pemeriksaan kesehatan (medical check up) mandiri di rumah sakit daerah guna mencegah pemberangkatan pekerja secara non-prosedural.
Dalam peresmian klinik CPMI di RSD Balung pada Senin, 27 April 2026, Gus Fawait menyoroti bahwa selama ini warga Jember terpaksa mengambil risiko melalui jalur ilegal akibat jauhnya lokasi pengurusan dokumen.
Beliau menegaskan bahwa kehadiran layanan ini adalah jawaban atas absennya fasilitas negara di daerah penyumbang PMI terbesar.
“Jember sebagai salah satu daerah penyumbang PMI justru belum memiliki fasilitas tersebut,” ucapnya dengan nada tegas.
Kini, seluruh pengurusan administrasi bisa diselesaikan tanpa harus keluar kota menuju Malang atau Surabaya
Lebih dari sekadar memangkas jarak, Gus Fawait juga membuat kebijakan radikal dengan menekan biaya pemeriksaan kesehatan menjadi Rp450.000 dari tarif normal Rp750.000.
“Ini menjadi biaya atau harga paling murah yang kita lihat bahkan se-Jawa Timur,” kata Gus Fawait saat menjelaskan skema efisiensi biaya tersebut.
Melalui kemudahan akses dan tarif yang sangat terjangkau ini, Pemkab Jember optimis para calon pekerja akan lebih memilih jalur resmi yang menjamin keamanan mereka di luar negeri kelak.
Langkah ini dipandang sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah daerah bagi rakyatnya.
“Ini bentuk keberpihakan kami kepada calon PMI dan kami berharap CPMI di Kabupaten Jember,” tutur Gus Fawait.
[post-view]
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Percepat Akses Layanan Publik, Siapkan Empat Titik MPP Mini
DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan empat titik Mall Pelayanan Publik (MPP) Mini di sejumlah kecamatan untuk mempercepat akses layanan publik bagi masyarakat di wilayah dengan jarak tempuh jauh dari pusat kota.
Program ini digagas untuk menjawab kebutuhan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan hingga satu sampai dua jam hanya untuk mengurus administrasi di pusat pemerintahan.
“Kita tahu bahwa jarak seperti di kecamatan Jombang dan tengah kota ini bisa waktu sejam sampai dua jam,” kata Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Empat lokasi yang disiapkan sebagai MPP Mini meliputi:
- Kecamatan Jombang
- Kecamatan Tanggul
- Kecamatan Mayang
- Wilayah utara (dalam proses, direncanakan di sekitar Kalisat)
Pemkab Jember menempatkan fasilitas tersebut di titik yang mewakili wilayah barat selatan, barat utara, dan timur selatan, serta memperluas jangkauan ke wilayah utara.
Melalui MPP Mini atau Pemkab Jember Mini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik tanpa harus datang ke Kota Jember.
Layanan yang disediakan meliputi perizinan, administrasi kependudukan, hingga layanan sosial.
“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan akses pelayanan yang biasanya harus ke kota, hari ini bisa diurus di MPP Mini,” ujarnya.
Gus Fawait menyebut, pengembangan layanan di tingkat kecamatan terus dilakukan agar semakin lengkap dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Kalau dulu mencetaknya di kecamatan, hari ini akan ditambahi lagi fungsi yang ada di MPP Mini,” katanya.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan publik di Kabupaten Jember yang memiliki karakter wilayah beragam, mulai dari pegunungan, perkebunan, hingga kawasan pesisir.
“Masyarakat Jember tidak perlu mencari sampai ke Kota Jember, cukup ada di wilayah-wilayah yang sudah kita siapkan,” ucapnya.
Saat ini, Pemkab Jember masih mempercepat proses penyelesaian dan kesiapan operasional MPP Mini, termasuk di wilayah utara yang masih dalam tahap pengembangan.
Gus Fawait menyampaikan, peresmian fasilitas tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh kesiapan terpenuhi.
“Saya akan mengajak kawan-kawan langsung ke Jombang, Tanggul, dan Mayang di kemudian hari,” ujarnya.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Raih Penghargaan Tokoh Pengentasan Kemiskinan dari Beritajatim
DETAIL.ID, Jember – Momentum peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com menjadi catatan manis bagi Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Bertempat di Grand City Surabaya, pada Selasa, 21 April 2026, Bupati Jember Gus Fawait menerima penghargaan sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan validasi data dan aksi nyata di lapangan yang dilakukan jajaran pemerintah daerah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.
Gus Fawait memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ASN yang telah bersinergi lintas sektor hingga mengantarkannya pada puncak kesuksesan ini.
“Saya persembahkan award ini kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember, para ASN yang hari ini turun ke bawah untuk bahu-membahu. Tidak melihat asal mereka, apakah guru, nakes, atau yang lain, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember benar-benar valid,” katanya.
Gus Fawait menekankan bahwa intervensi pembangunan tidak akan berjalan efektif tanpa pondasi data yang akurat.
Ia percaya bahwa dengan menekan angka kemiskinan, maka masalah sosial turunan lainnya akan ikut terurai.
“Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan,” tuturnya.


