ADVERTORIAL
Safari Ramadhan di Sungaipenuh, Gubernur Al Haris Dorong Sinergi Percepatan Pembangunan Daerah
Jambi – Memasuki Ramadan ke-17 atau tarawih ke-18, Gubernur Jambi Al Haris melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Nurul Iman, Kelurahan Dusun Baru, Kecamatan Sungai Bungkal, Sungaipenuh, pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sungai Penuh Alfin, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Bupati Kerinci Monadi, sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Sungai Penuh, serta ratusan jamaah yang memadati masjid.
Gubernur Al Haris mengatakan Safari Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga kesempatan untuk melihat langsung berbagai pembangunan di daerah.
Menurutnya, sebelum menghadiri kegiatan di masjid, ia bersama Wali Kota Sungai Penuh meninjau sejumlah lokasi pembangunan, termasuk rencana pembangunan fasilitas pengelolaan sampah di kawasan Renah Kayu Embun yang berada di kawasan perbukitan dekat Bukit Kayangan.
“Insyaallah tahun ini kita bangun. Selain itu, jalan Patih Perbo yang sudah mulai rusak juga akan kita rehab tahun ini. Ada juga beberapa irigasi yang akan kita perbaiki,” ujar Al Haris.
Ia juga menyoroti rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Rawang yang bertujuan meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kota Sungai Penuh. Proyek tersebut memiliki anggaran sekitar Rp 27 miliar.
Al Haris meminta seluruh pihak ikut mengawal pembangunan tersebut agar berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Air bersih ini sangat penting. Kondisi air semakin hari semakin menurun kualitasnya. Karena itu kita perlu menambah volume air bersih untuk masyarakat,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jambi juga berencana membangun sekolah rakyat di kawasan Sanggaran Agung Kerinci untuk mendukung pendidikan masyarakat.
Al Haris juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat seiring kebijakan efisiensi anggaran nasional. Namun ia menegaskan bahwa berbagai program strategis pemerintah pusat tetap akan berdampak pada daerah.
“Walaupun ada efisiensi, dana itu tetap kembali ke daerah melalui berbagai program seperti hilirisasi, sekolah rakyat, dan program makan bergizi gratis,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat terus mendukung pemerintah daerah agar pembangunan dapat berjalan dengan baik serta menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif.
“Biarkan pemimpin bekerja dengan tenang. Insyaallah setiap pemimpin pasti berniat baik untuk masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Gubernur Jambi beserta rombongan di Kota Sungai Penuh.
Walikota mengatakan kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah kota dalam menjalankan pembangunan daerah.
“Alhamdulillah hingga hari ke-18 Ramadan, kondisi Kota Sungai Penuh tetap aman, tertib, dan kondusif. Semua kegiatan masyarakat berjalan dengan baik,” kata Alfin.
Alfin juga mengungkapkan bahwa sejumlah persoalan pembangunan di Kota Sungai Penuh, seperti penataan Lapangan Merdeka, perbaikan jalan provinsi, serta pengelolaan sampah, terus dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Provinsi Jambi sangat penting mengingat keterbatasan fiskal yang dimiliki Pemerintah Kota Sungai Penuh.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Pak Gubernur, termasuk bantuan untuk pembangunan TPST di Renah Kayu Embun dan berbagai program lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Masjid Nurul Iman sebagai lokasi Safari Ramadan. Ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah untuk pembangunan masjid yang totalnya mencapai Rp75 juta.
Safari Ramadan di Masjid Nurul Iman ini diakhiri dengan tausiah agama, dan diujuang Gubernur Al Haris memberikan bantuan berupa untuk pembangunan masjid, bantuan sembako peduli stunting, penyerahan kursi roda, dan santunan untuk anak yatim dan pakir miskin.
ADVERTORIAL
Cek Informasi Tanah Sebelum Membeli, Manfaatkan Fitur Berbagi Akses di Aplikasi Sentuh Tanahku
DETAIL.ID, Jakarta – Masyarakat yang berencana membeli tanah kini dapat memperoleh informasi mengenai bidang tanah yang akan ditransaksikan secara lebih mudah dan aman melalui fitur berbagi akses sertipikat pada aplikasi Sentuh Tanahku. Fitur yang disediakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini memberikan kemudahan, khususnya bagi pemilik tanah yang telah bersertipikat.
Melalui fitur tersebut, penjual tidak perlu lagi memberikan salinan informasi sertipikat secara tertulis seperti fotokopi dokumen. Penjual bisa membagikan akses sertipikat kepada calon pembeli lewat akun Sentuh Tanahku. Pembeli dapat melihat informasi terkait bidang tanah secara langsung sesuai dengan jangka waktu akses yang ditentukan oleh penjual.
Untuk membagikan akses sertipikat, pemilik tanah terlebih dahulu memiliki akun pada aplikasi sentuh tanahku dan melakukan verifikasi akun. Pemilik tanah dapat mengakses menu “Sertipikatku”, selanjutnya, pilih sertipikat yang akan dibagikan, tekan fitur “Bagikan Akses Sertipikat Ini”, lalu masukkan username atau alamat email penerima serta tentukan durasi waktu akses yang diberikan.
Setelah akses dibagikan, calon pembeli dapat membuka menu “Sertipikatku” pada akun Sentuh Tanahku miliknya, kemudian memilih submenu “Dibagikan”. Pada menu tersebut akan tampil sertipikat yang telah dibagikan oleh pemilik.
Dengan akses yang dibuka oleh penjual, calon pembeli dapat melihat berbagai informasi mengenai bidang tanah, mulai dari nama pemegang hak terakhir, luas tanah, lokasi, hingga riwayat catatan pendaftaran atas bidang tanah tersebut.
Riwayat catatan pendaftaran memuat informasi mengenai berbagai layanan pertanahan yang pernah dilakukan terhadap bidang tanah. Seperti contohnya, pencatatan jual beli, hibah, waris, hak tanggungan, maupun blokir apabila terdapat pencatatan sengketa. Informasi tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi calon pembeli sebelum melanjutkan proses transaksi.
Pemanfaatan fitur berbagi akses sertipikat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan transparansi dalam transaksi pertanahan. Dengan memperoleh akses langsung dari pemilik tanah, calon pembeli dapat memeriksa informasi bidang tanah secara mandiri sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi. (*)
ADVERTORIAL
Gubernur Al Haris Ikuti Peresmian IJD, Komitmen Pembangunan Infrastruktur Tingkatkan Konektivitas Wilayah
Jambi – Gubernur Jambi Al Haris menegaskan Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Indonesia.
Hal itu disampaikan Al Haris usai mengikuti peresmian serentak Program IJD Tahun 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring dari Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa, 23 Juni 2026. Secara nasional, program tersebut meresmikan pembangunan jalan sepanjang 1.151 kilometer di berbagai daerah.
Menurut Al Haris, program IJD sangat membantu pemerintah daerah karena banyak ruas jalan yang kondisinya terus menurun dan membutuhkan anggaran besar untuk diperbaiki.
“Alhamdulillah hari ini Bapak Presiden telah meresmikan Program Inpres Jalan Daerah tahun 2025. Ini menunjukkan pemerintah terus berkomitmen membangun jalan daerah yang kondisinya sudah mulai menurun agar kembali menjadi jalan yang mantap,” kata Al Haris.
Ia menjelaskan, tidak semua kerusakan jalan dapat ditangani pemerintah daerah karena sebagian membutuhkan konstruksi yang rumit dan biaya yang besar. Melalui Program IJD, pemerintah pusat hadir membantu daerah, terutama wilayah yang memiliki potensi ekonomi tinggi.
Untuk Provinsi Jambi, kata Al Haris, terdapat delapan ruas jalan yang masuk dalam program dan diresmikan Presiden. Kehadiran proyek tersebut diyakini akan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat distribusi barang dan jasa.
“Program ini menjangkau daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi. Jambi juga mendapatkan manfaat dengan delapan ruas jalan yang diresmikan Presiden,” ujarnya.
Al Haris juga mengungkapkan, pemerintah daerah telah menyiapkan usulan Program IJD tahun 2026 kepada pemerintah pusat. Masing-masing daerah mengusulkan kebutuhan anggaran sekitar Rp100 miliar, meski nantinya akan melalui proses verifikasi untuk menentukan ruas jalan yang menjadi prioritas.
“Nanti akan dilihat mana yang paling mendesak dan menjadi prioritas untuk ditangani melalui program IJD,” ucapnya.
Pada 2025, Provinsi Jambi memperoleh pembangunan jalan sepanjang 38 kilometer melalui Program IJD. Jika digabungkan dengan proyek jalan skema multiyears, total pembangunan jalan mencapai sekitar 50 kilometer.
Al Haris menilai capaian tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam mempertahankan kualitas jalan serta mempercepat perbaikan ruas-ruas yang mengalami penurunan fungsi.
“Kalau setiap tahun Jambi mendapat sekitar 50 kilometer pembangunan jalan, tentu ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mengatasi jalan-jalan yang kondisinya mulai menurun,” tuturnya. (*)
ADVERTORIAL
Alih Media ke Sertipikat Elektronik, Masyarakat Merasa Jauh Lebih Praktis dan Berikan Rasa Aman
DETAIL.ID, Bogor – Masyarakat yang sudah beralih dan memiliki Sertipikat Elektronik mulai merasakan manfaat transformasi digital pada layanan pertanahan. Selain mempermudah akses layanan, digitalisasi dokumen pertanahan ini dinilai lebih memberikan rasa aman dan kemudahan bagi para pemilik tanah.
“Sertipikat Elektronik bisa dilihat di handphone lewat aplikasi Sentuh Tanahku. Ini lebih simpel karena data batas tanah disimpan secara digital, jadi tanah tak bisa digeser-geser,” ujar Yusuf (37) saat diwawancarai di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Jawa Barat.
Keamanan data pertanahan dalam Sertipikat Elektronik dijaga secara berlapis karena data fisik maupun yuridis telah dilindungi dengan sistem enkripsi. Batas bidang tanah yang tercantum dalam Sertipikat Elektronik juga telah terintegrasi dalam sistem pemetaan nasional sehingga data pertanahan menjadi lebih akurat dan terhubung.
Yusuf berinisiatif mengunduh aplikasi Sentuh Tanahku untuk mempermudah akses terhadap layanan pertanahan. Melalui aplikasi tersebut, ia bisa melihat sertipikat tanahnya tanpa harus membawa dokumen fisik ke mana pun ia pergi sehingga proses pengecekan data dapat dilakukan secara cepat dan praktis.
Perasaan serupa juga diungkapkan Ilham (40), yang datang ke Kantah untuk mengambil Sertipikat Elektronik milik keluarganya setelah proses roya selesai dilakukan. Warga Kabupaten Bogor ini merasa, peralihan dari sertipikat analog ke elektronik merupakan langkah positif dalam modernisasi layanan pertanahan.
“Dari analog ke Sertipikat Elektronik sih bagus, bisa dicek juga dari handphone, mudah-mudahan tanah milik orang tua saya jadi lebih aman,” ujar Ilham.
Digitalisasi layanan pertanahan berupa Sertipikat Elektronik menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan publik di bidang pertanahan. Kehadiran layanan digital diharapkan mampu memberikan kemudahan, efisiensi, sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap data pertanahan masyarakat. (*)



