ADVERTORIAL
Provinsi Jambi Miliki Peran sebagai Pionir Pertumbuhan Hijau Nasional dan Global
Jambi – Provinsi Jambi terus menunjukkan komitmennya sebagai daerah pelopor pertumbuhan ekonomi hijau, baik di tingkat nasional maupun global. Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, saat menghadiri closing meeting fase pra-investasi Program BioCF ISFL (BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes) Tahun Anggaran 2022–2026.
Kegiatan yang digelar di Swiss-Belhotel Kota Jambi, pada Senin, 4 Mei 2026 pagi tersebut menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan rendah emisi di daerah. Turut hadir sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Bappeda Provinsi Jambi Agus Sunaryo, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, serta mitra pembangunan lainnya.
Wagub Abdullah Sani menegaskan bahwa Jambi memiliki potensi besar dalam mendukung program global pengurangan emisi. Dengan luas kawasan hutan lebih dari 2,1 juta hektar, ekosistem gambut, serta mangrove yang strategis, Jambi dinilai layak menjadi model pembangunan berkelanjutan.
“Jambi memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, namun juga menghadapi tantangan deforestasi dan perubahan iklim. Melalui BioCF ISFL, kita dorong pembangunan rendah emisi yang selaras dengan perencanaan daerah,” ujar Abdullah Sani.
Program BioCF ISFL sendiri merupakan inisiatif global untuk menekan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+), sekaligus mendorong tata guna lahan yang berkelanjutan. Selama fase pra-investasi, fokus utama program ini mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan praktik ramah lingkungan di sektor kehutanan dan pertanian.
Abdullah Sani mengungkapkan, dalam periode 2021–2025, Jambi menargetkan penurunan emisi lebih dari 17 juta ton CO₂e. Bahkan, provinsi ini berkontribusi sekitar 10 persen terhadap target nasional FOLU Net Sink 2030.
“Dengan skema pembayaran berbasis kinerja atau ERPA, serta harga karbon sekitar USD 7 per ton CO₂e, potensi penerimaan Jambi bisa mencapai USD 70 juta atau sekitar Rp1 triliun,” katanya.
Wagub menambahkan, pembangunan rendah emisi di Jambi bukan sekadar program sektoral, melainkan telah menjadi bagian dari arah kebijakan utama daerah melalui RPJMD dan roadmap ekonomi hijau.
“Kami ingin membuktikan bahwa hutan bukan hanya aset lingkungan, tetapi juga sumber kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Jambi Agus Sunaryo menilai fase pra-investasi telah memberikan banyak pembelajaran penting. Ke depan, hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam memperkuat integrasi program penurunan emisi ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Kolaborasi seluruh kabupaten/kota menjadi kunci. Menjaga hutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional, Jambi optimistis dapat menjadi contoh sukses implementasi ekonomi hijau berbasis kinerja di Indonesia, bahkan di tingkat global. (*)
ADVERTORIAL
Gus Fawait Serukan Toleransi dan Persatuan Warga Jember di Momen HUT ke-81 RI
DETAIL.ID, Jember — Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melebur perbedaan suku, agama, dan golongan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Imbauan tersebut disampaikan saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 RI di Alun-Alun Jember, Senin, 17 Agustus 2026.
Gus Fawait menyatakan bahwa pengisian kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni belaka, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan rasa persatuan di tengah masyarakat.
“Salah satu bentuk penjelmaan dari menjaga kemerdekaan tersebut adalah dengan menghormati kepemimpinan nasional sebagai simbol negara,” ujar Gus Fawait.
Ia juga mengingatkan pengorbanan para pahlawan dari beragam latar belakang dalam merebut kemerdekaan.
Menurutnya, menghargai keberagaman dan menjaga kerukunan antarwarga menjadi fondasi utama dalam melanjutkan pembangunan daerah.
Sebagai wujud komitmen pelayanan yang merata tanpa membeda-bedakan warga, Pemkab Jember pada momentum tersebut turut meluncurkan armada Home Care untuk masyarakat kurang mampu serta unit Pemadam Kebakaran (Damkar) baru khusus pemukiman padat jalan sempit.
“Layanan ini disiapkan untuk menjamin akses kesehatan dasar bagi warga kurang mampu di seluruh kawasan Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait.
ADVERTORIAL
Bupati Jember Tinjau Homecare Puger, Targetkan 25 Ribu Lansia dan Kelompok Rentan Terjangkau Medis
DETAIL.ID, Jember — Keterbatasan fisik dan akses ekonomi masih menjadi pengganjal bagi warga kelas bawah di Kabupaten Jember untuk menjangkau fasilitas kesehatan.
Kondisi tersebut mendorong pemantauan langsung pelaksanaan program layanan kesehatan jemput bola Homecare di Kecamatan Puger oleh Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait, Minggu, 16 Agustus 2026.
Dalam tinjauan lapangan itu, Gus Fawait mendapati sejumlah warga lanjut usia yang tinggal sebatang kara dengan kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk datang berobat ke puskesmas maupun rumah sakit.
Penemuan ini mengonfirmasi masih adanya celah dalam pemenuhan hak kesehatan warga di tingkat akar rumput.
“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Tidak hanya mereka yang punya kendala untuk datang ke puskesmas atau rumah sakit,” kata Gus Fawait.
Menurutnya, ketersediaan program berobat gratis belum menjadi solusi tunggal jika warga yang sakit tidak memiliki sarana atau kemampuan untuk mendatangi pusat layanan kesehatan.
Pemerintah daerah mencatat pentingnya penanganan langsung ke kediaman warga rentan, termasuk perbaikan tempat tinggal yang dinilai tak layak huni.
“Kesehatan yang gratis sudah, ternyata masih ada beberapa pihak yang tidak bisa mengakses karena keterbatasan fisik dan ekonomi. Kami akan terus berikhtiar untuk memastikan bahwa meeka tidak menanggung sakitnya sendirian. Pemerintah dan negara harus hadir,” ujar Gus Fawait.
Program Homecare ini dirancang menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus, meliputi lansia, ibu hamil berisiko tinggi, anak terindikasi stunting, penyandang disabilitas, hingga penderita penyakit berkepanjangan.
Operasional di lapangan mengintegrasikan peran tenaga medis puskesmas, jajaran kecamatan, hingga pemerintah desa.
“Bukan cuma tugas nakes saja, tapi tugas kita bersama,” kata Gus Fawait.
Pada tahap awal, pelaksanaan program difokuskan pada pendataan uji coba terhadap 25.000 keluarga sasaran yang akan menerima penanganan medis berkala setiap bulan.
Pemerintah Kabupaten Jember bakal melakukan evaluasi bertahap sebelum memperluas daya jangkau program tersebut ke seluruh wilayah Jember.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Kukuhkan Paskibraka 2026, Dorong Pemuda Jadi Pelopor Cinta NKRI
DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi mengukuhkan 70 pelajar terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Jember 2026.
Prosesi berlangsung khidmat di Pendopo Wahyawibawagraha pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Momen tersebut menjadi tonggak menyongsong Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Pengukuhan dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, serta disaksikan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), dan para orang tua anggota Paskibraka.
Melalui agenda tahunan ini, Pemkab Jember menegaskan komitmennya dalam mengapresiasi sekaligus membina potensi generasi muda daerah.
Gus Fawait menyampaikan bahwa para pelajar terpilih merupakan generasi berprestasi yang berhak mendapatkan dukungan keberlanjutan pendidikan dari pemerintah daerah.
“Mereka yang terpilih adalah pelajar berprestasi. Prestasi itu nantinya menjadi salah satu indikator untuk memperoleh beasiswa saat melanjutkan kuliah,” ujar Fawait.
Dukungan beasiswa tersebut menunjukkan perhatian nyata Pemkab Jember terhadap masa depan pemuda yang berdedikasi.
Lebih dari sekadar tugas seremonial mengibarkan Sang Saka Merah Putih, para anggota Paskibraka diposisikan sebagai teladan pembawa semangat nasionalisme di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Momentum 17 Agustus harus membuat kecintaan kepada NKRI semakin kuat. Kebanggaan terhadap simbol negara dan pemimpin harus terus dipupuk,” kata Fawait.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memfokuskan energi pada upaya menjaga kebersamaan dan memajukan daerah.
Seluruh perbedaan pandangan harus dilebur demi kepentingan yang lebih besar, yakni keutuhan dan kemajuan bangsa.
Melalui program pembinaan Paskibraka yang berkelanjutan, Pemkab Jember optimistis dapat melahirkan sumber daya manusia yang disiplin, berkarakter kuat, serta siap berkontribusi aktif dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Jadilah pionir yang mengajak teman-teman sebaya untuk memupuk cinta NKRI, dimulai dengan bangga kepada pemimpin Republik Indonesia,” tuturnya. (*)



