DAERAH
RSUD STS Tebo Maksimalkan Pelayanan Kesehatan Suku Anak Dalam
detail.id/, Tebo – Rumah Sakit Umum Daerah Sulthan Thaha Syarifuddin (RSUD STS) Tebo terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Tebo. Untuk memaksimalkan pelayanan tersebut, RSUD STS Tebo melibatkan Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK).
Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) antara RSUD Tebo dengan Yayasan ORIK.
Penandatanganan MoU ini dilaksanakan di pemukiman SAD Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo Jambi, Selasa (23/6/2020).
Saat MoU, disaksikan langsung oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Provinsi Jambi, Bambang Haryanto SH MH, Bupati Tebo Dr H Sukandar beserta Forkompinda, para OPD, para Temenggung dan warga SAD serta undangan lainnya.
Pada MoU ini, pihak yayasan ORIK selaku pendamping dan sekaligus juru bicara jika ada warga SAD yang berobat di RSUD Tebo. Sementara, pihak rumah sakit yang akan memberikan pelayanan kesehatan.
“Jadi Yayasan ORIK sebagai penerjemah bahasa jika ada warga SAD yang berobat di RSUD,” kata Direktur RSUD Tebo, dr Oktavienni.
Selama ini, kata dr Oktavienni, pihaknya telah memberikan pelayanan kesehatan kepada setiap warga SAD yang berobat ke RSUD Tebo. Namun kata dia, terkadang petugas kesehatan kerepotan saat berkomunikasi dengan pasien atau warga SAD yang tengah berobat.
“Di sini peranan Yayasan ORIK. Di saat kita kesulitan berkomunikasi dengan warga SAD, Yayasan ORIK sebagai pihak penerjemah,” ujarnya.
Ketua Yayasan ORIK, Ahmad Firdaus sangat setuju atas kerja sama tersebut. Dia menegaskan dalam MoU tersebut dikhususkan bagi warga SAD yang berada di wilayah Kabupaten Tebo.
“Jadi yang kita layani adalah warga SAD Tebo, bukan warga SAD dari luar Tebo,” ucap Firdaus.
Firdaus juga mengatakan jika selama ini warga SAD yang berobat di RSUD Tebo mendapat pelayanan khusus dari pihak rumah sakit. Bahkan ujar dia, pihak rumah sakit membebaskan segala biaya pengobatan bagi warga SAD yang berobat di rumah sakit tersebut.
“Untuk pelayanan kesehatan sudah sangat baik bahkan dikhususkan. Namun yang saya tegaskan lagi, pelayanan ini khusus untuk warga SAD Tebo,” katanya.
Diketahui, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Provinsi Jambi, Bambang Haryanto SH MH bersama rombongan menggelar bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-60 di pemukiman SAD Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi.
Kegiatan bakti sosial ini berupa pengobatan massal, pembagian sembako, penyerahan bantuan pakaian, alat-alat pendidikan bagi anak-anak SAD dan penanaman bibit pohon buah-buahan.
Selain itu, kedatangan Wakajati Jambi bersama rombongan ini untuk melihat langsung kondisi Suku Anak Dalam binaan Kejati Jambi melalui Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK).
Selain Bupati Tebo, Sukandar kegiatan ini dihadiri langsung oleh Forkompinda, para OPD, Ketua dan pengurus ORIK, Temenggung dan warga SAD kelompok Temenggung Apung, Temenggung Tupang Besak, Temenggung Bujang Itam serta undangan lainnya.
DAERAH
Turunkan Alat Berat, Pemkab Merangin Gotong Royong Massal di Tiga Titik
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin melaksanakan aksi gotong royong massal pada Jumat, 27 Maret 2026 guna memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga pasca libur panjang Lebaran
Kegiatan ini menyasar sejumlah titik vital di pusat Kota Bangko yang menjadi konsentrasi tumpukan sampah sisa aktivitas hari raya.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, hingga Sekretaris Daerah (Sekda).
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, BUMN, serta instansi vertikal lainnya juga turut dikerahkan untuk menyisir kebersihan kota.
Untuk efektivitas pembersihan, Pemkab Merangin juga menurunkan alat berat jenis Beko loader dan membagi personel ke dalam tiga titik utama.
Titik Pertama mencakup Kawasan Komplek Pertokoan Sungai Ulak. Titik Kedua menyasar Area Pasar Bawah dan kawasan Tugu Pedang. Sementara Titik Ketiga berada di wilayah Taman Kota Bangko, Taman Bujang Upik, Pasar Baru, hingga Pasar Rakyat.
Pantauan di lapangan, para peserta tampak antusias berjibaku membersihkan sampah plastik, sisa limbah rumah tangga, hingga membabat rerumputan liar yang mulai meninggi di bahu jalan. Alhasil, wajah Kota Bangko kembali terlihat asri dan nyaman dipandang mata.
Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Zulhifni, memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan seluruh elemen yang terlibat dalam agenda “Jumat Bersih” ini. Menurutnya, kesadaran kolektif adalah kunci dalam menjaga estetika kota.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan antusiasme baik dari unsur Forkopimda maupun seluruh OPD dan instansi terkait yang turun hari ini. Pasca Lebaran, volume sampah memang mengalami peningkatan. Kami sampai menurunkan alat berat untuk membersihkan sampah dan merapikan parit,” ujar Sekda Zulhifni.
Melalui goro ini, lanjutnya, Pemkab Merangin ingin memastikan bahwa Kota Bangko kembali bersih dan nyaman bagi masyarakat yang kembali beraktivitas normal.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk edukasi bagi warga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena wajah kota ini adalah cerminan martabat kita bersama,” ucapnya. (*)
DAERAH
Banjir Melanda 11 Kecamatan, Pemkab dan BPBD Pasuruan Bangun Dapur Umum di Shelter Bencana
DETAIL.ID, Pasuruan – Intensitas hujan yang sangat deras ditambah angin kencang selama lebih dari dua jam pada Selasa malam, 24 Maret 2026 membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan, terendam banjir hingga Rabu pagi, 25 Maret 2026.
Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, setidaknya lebih dari 6.650 rumah di 11 kecamatan dilaporkan kebanjiran. Bahkan, ketinggian air sampai 1,5 meter lebih di beberapa wilayah.
Dari 11 kecamatan yang terkena dampak banjir, hampir 6 desa di Kecamatan Beji, airnya belum surut. Enam desa tersebut adalah Desa Beji, Kedungringin, Gununggangsir, Pagak, Kedungboto, dan Cangkringmalang. Khusus di Desa Beji, banjir paling parah terjadi di Dusun Pasinan, dimana ketinggian air mencapai 120 sentimeter dengan 72 rumah terendam.
Banjir juga melanda di Desa Jarangan dan Toyaning, Kecamatan Rejoso dengan ketinggian air antara 10-30 sentimeter. Berikutnya 4 kelurahan dan 3 desa di wilayah Kecamatan Bangil yang juga tergenang, yakni Kelurahan Kalianyar, Tambakan, Kauman, Kalirejo, Latek, serta Desa Manaruwi, Tambakan dan Masangan. Ketinggian air antara 20-60 sentimeter.
Di Kecamatan Winongan, setidaknya ada 8 desa yang terkena banjir yaitu Desa Menyarik, Mendalan, Gading, Minggir, Prodo, Winongan Lor, Winongan Kidul, dan Penataan. Ketinggian air paling tinggi di Menyarik, Gading dan Penataan hingga 80 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, banjir disebabkan karena intensitas hujan yang sangat lebat disertai angin kencang terjadi hampir di semua wilayah di Pasuruam dan berlangsung selama lebih dari dua jam.
“Kemarin sore sampai malam hujannya terus turun dengan intensitas sedang sampai lebat ditambah angin kencang. Intensitasnya juga cukup lama sampai lebih dari dua jam,” kata Sugeng melalui sambungan selulernya pada Rabu, 25 Maret 2026.
Usai kejadian, BPBD bersama relawan langsung ke lapangan untuk melakukan banyak hal. Mulai dari evakuasi korban, pembuatan dapur umum di shelter bencana hingga distribusi makanan siap saji seperti nasi bungkus dan lainnya.
“Kita evakuasi korban ke tempat yang lebih aman, kita bagikan sembako, makanan dan kita aktifkan tiga shelter di Bangil, Winongan dan Rejoso,” ujarnya.
Tak hanya bantuan, Pemkab Pasuruan menurut Sugeng juga menginventarisir kerusakan akibat banjir kali ini.
“Pak Bupati menugaskan kami dan OPD terkait lainnya untuk menginventarisir kerusakan infrastruktur akibat dampak banjir sekarang,” tuturnya.
Reporter: Tina
DAERAH
Pemerintah dan Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Bakal Pasang Portal Jalan di Delapan Titik
DETAIL.ID, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengumumkan rencana pembangunan alat pengendali dan pengaman jalan berupa portal di sejumlah ruas jalan kabupaten. Langkah ini diambil guna meningkatkan keamanan, keselamatan serta menjaga keawetan infrastruktur jalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan dokumen resmi tertanggal 12 Maret 2026, pembangunan portal tersebut akan dimulai pada April 2026. Portal-portal ini akan dipasang dengan spesifikasi tinggi tiang 3,5 meter dan lebar yang menyesuaikan kondisi masing-masing ruas jalan. Material utama yang digunakan adalah besi WF dengan pengecatan warna hitam-kuning berbahan fosfor agar terlihat jelas oleh pengendara.
Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan pentingnya sinergi dalam kebijakan ini. “Kami mengharapkan kesediaan para stakeholder, terutama pemerintah kecamatan dan desa untuk mensosialisakan kebijakan ini kepada masyarakat serta pelaku usaha angkutan agar menyesuaikan dimensi kendaraannya sebelum melewati ruas jalan tersebut,” katanya pada Rabu, 25 Maret 2026.
Adapun delapan titik lokasi pembangunan portal tersebut meliputi Ruas Jalan Patalan-Patokan di Desa Patalan Kecamatan Wonomerto, Ruas Jalan Tamansari-Banjarsawah di Desa Tamansari Kecamatan Dringu, Ruas Jalan Klaseman-Maron di Desa Klaseman Kecamatan Gending serta Ruas Jalan Condong-Manggisan di Desa Betek Kecamatan Krucil.
Selanjutnya, Ruas Jalan Pesawahan – Tiris di Desa Pesawahan Kecamatan Tiris, Ruas Jalan Jabung – Besuk di Desa Jabungsisir Kecamatan Paiton, Ruas Jalan Tiris – Tlogosari di Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Ruas Jalan Wonoasih – Bantaran di Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto.
Menurut Edy, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan daerah guna mengutamakan keselamatan lalu lintas dan menjaga aset jalan kabupaten yang telah diperbaiki oleh Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo.
“Pelaku usaha angkutan kayu, tambang hingga bus pariwisata diimbau untuk segera menyesuaikan tinggi muatannya maksimal 3,5 meter agar tidak terhambat saat melintas,” ujarnya.
Reporter: Tina



