Connect with us
Advertisement

DAERAH

Biarpun Telah Klarifikasi, Bawaslu Tetap Selidiki Keberpihakan Wali Kota AJB

DETAIL.ID

Published

on

Biarpun Telah Klarifikasi, Bawaslu Tetap Selidiki Keberpihakan Wali Kota AJB

DETAIL.ID, Jambi – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi akan terus menindaklanjuti persoalan seorang kepala daerah di Kota Sungai Penuh Jambi yakni Asafri Jaya Bakri (AJB) yang berpihak pada salah satu paslon di Pilgub Jambi 2020. Bawaslu Jambi juga akan memberikan sanksi jika AJB itu terbukti telah menyalahi kewenangannya sebagai kepala daerah.

“Mengenai persoalan kepala daerah di Sungai Penuh itu akan terus berlanjut, kita juga masih terus melakukan penelusuran. Jika memang terbukti bersalah, nantinya kepala daerah itu bisa saja dapat sanksi,” kata Anggota Bawaslu Jambi, Fachrul Rozi saat dihubungi, Kamis, 17 September 2020.

Diterangkan Fachrul Rozi, tindakan yang dilakukan AJB sebagai kepala daerah yang mengajak masyarakat memilih salah satu paslon di Pilgub Jambi adalah tindakan yang salah.

[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]

Namun persoalan itu masih diselidiki lebih lanjut oleh Bawaslu Jambi lantaran ajakan yang dilakukan oleh AJB itu didapat dari video yang beredar.

“Nanti kita cari tahu lagi, apakah ajakan itu cuma dari video yang beredar saja atau kepala daerah itu juga melakukan hal serupa juga. Jika nanti terbukti ada tindakan yang serupa selain dari video yang beredar maka nanti bisa kita berikan sanksi kepala daerah itu,” ujar pria yang kerap disapa Paul tersebut.

Sanksi yang diberikan itu sebut Paul bisa berupa administrasi bahkan pidana. Maka dari itu Paul meminta agar kepala daerah di Jambi harus tetap mengingatkan aparaturnya untuk menjaga netralitas di Pilkada Jambi nanti.

“Ini sesuai dengan keputusan yang ada. Setiap kepala daerah dilarang menyalahgunakan wewenangnya pada saat Pilkada. Mereka harus bisa menjaga sikap netralitasnya di Pilkada agar seluruh aparaturnya pun juga ikut netral, jika tidak akan diberikan sanksi,” kata Paul.

Sebelumnya diketahui, video Wali Kota Sungai Penuh Jambi, Asafri Jaya Bakri yang mengajak masyarakat memilih salah satu paslon yakni cawagub Jambi Irjen Safri Nursal viral di media sosial. Video berdurasi 45 detik itu viral lantaran sang kepala daerah itu telah berpihak ke salah satu paslon.

Tidak hanya itu, di dalam rekaman video tersebut AJB juga tengah menggunakan seragam ASN lengkap dengan didampingi oleh bawahannya yang juga menggunakan seragam ASN.

Bahkan ajakan yang dilakukan AJB kepada masyarakat itu ketika tengah menyerahkan bantuan sosial PKH di salah satu kecamatan di Kota Sungai Penuh Jambi.

Sejauh ini, AJB telah memberikan klarifikasi tertulis dengan beredarnya videonya itu. Klarifikasinya tersebut ia tunjukan langsung kepada Mendagri, gubernur dan jajaran penyelenggara pemilu baik tingkat pusat maupun daerah.

Pada klarifikasi itu disebutkan jika AJB tidak bermaksud mengajak masyarakat untuk mendukung salah satu cagub dan cawagub Jambi. Dia juga menyebutkan jika kejadian itu terjadi tanpa adanya unsur kesengajaan.

Ia juga tidak mengetahui jika ada yang merekam atas kegiatannya itu hingga akhirnya rekaman videonya itu viral. Bahkan ia juga menjelaskan jika tugas yang dilakukannya itu memang saat berada di daerah yang mana masyarakatnya sangat fanatik terhadap salah satu paslon yang disampaikannya yakni Safril Nursal.

[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]

AJB juga menyampaikan rasa permohonan maafnya atas apa yang terjadi pada saat itu dimana pernyataannya dalam memberikan dukungan ke salah satu paslon adalah tidak tepat karena sebagai pembina ASN.

Melalui surat klarifikasi itu, AJB juga secara resmi mencabut pernyataan dukungannya itu ke salah satu paslon di Pilgub Jambi demi menjaga netralitas.

Reporter: Nanda   

DAERAH

Penasihat Kelompok Tani Sepakat Sampaikan Hak Jawab, Perampasan Sawit Dinilai Keliru

DETAIL.ID

Published

on

Foto: Ilustrasi sawit.

DETAIL.ID, Jambi – Penasihat Kelompok Tani Sepakat Desa Teluk Rendah Pasar, MM Harahap melayangkan hak jawab terkait pemberitaan di media online detail.id tertanggal 28 November 2025 dengan judul ‘Sawit Dirampas dari Buruh Panen, Diduga Didalangi Oknum Mantan Dewan Provinsi Jambi’. Ia menilai pemberitaan tersebut keliru.

Dalam keterangannya, MM Harahap menegaskan bahwa peristiwa yang diberitakan sebagai ‘perampasan’ sebenarnya merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat kepada Polsek Tebo Ilir mengenai dugaan pencurian tandan buah segar (TBS) di areal yang berada dalam pengawasan kurator.

“Itu bukan perampasan. Masyarakat yang bertugas di lapangan hanya menjalankan perintah kurator untuk mengawasi, menjaga, dan melaporkan dugaan pencurian TBS kepada pihak kurator di Jakarta,” ujar MM Harahap, dalam hak jawab yang diterima, Sabtu, 29 November 2025.

Harahap juga membantah keterlibatan Amin Lok, mantan anggota DPRD Provinsi Jambi, dalam kasus tersebut.

“Saudara Amin Lok tidak mengetahui adanya pencurian di lokasi PT PAH. Jadi jelas beliau tidak terlibat, sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan,” katanya.

Sementara itu mengutip keterangan Kasat Reskrim Polres Tebo, Harahap menyampaikan bahwa laporan polisi yang dibuat oleh pelapor Eri bin Ali Ajis (alm) adalah terkait dugaan pengancaman, bukan perampasan seperti yang diberitakan.

“Pemberitaan tersebut keliru karena peristiwa yang dilaporkan adalah dugaan pengancaman, bukan perampasan. Bahasa dalam pemberitaan berubah akibat pernyataan saudara Azri SH yang digunakan media,” ujarnya.

Harahap meminta agar hak jawab ini ditayangkan sebagai bentuk koreksi dan klarifikasi versi pihaknya atas informasi yang dianggap tidak tepat dalam pemberitaan sebelumnya.

Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading

DAERAH

DPW APRI Jambi Teken Kerja Sama dengan Ombudsman untuk Perkuat Tata Kelola Pertambangan Rakyat

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Provinsi Jambi menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Ombudsman RI Perwakilan Jambi pada Jumat, 28 November 2025 di Balai Adat LAM Kota Jambi. Kerja sama ini bertujuan memperkuat pengawasan dan tata kelola pertambangan rakyat di Provinsi Jambi.

Ketua Ombudsman Perwakilan Jambi, Saiful Roswandi menilai pemerintah masih ragu menerbitkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) bagi para penambang karena masih kuatnya anggapan bahwa potensi mudarat lebih besar dibanding manfaat. Padahal, kata dia, wilayah pertambangan rakyat (WPR) telah ditetapkan pemerintah pusat dan tinggal menunggu proses izin di tingkat daerah.

“Untuk beroperasi, penambang harus memiliki izin dari gubernur. Saya menduga keterlambatan penerbitan izin ini karena masih ada keraguan terkait integritas para penambang. APRI harus menjawab keraguan ini,” ujar Saiful, Jumat, 28 November 2025.

Saiful menegaskan, jika izin diberikan, pemerintah membutuhkan jaminan bahwa kegiatan eksplorasi dan pengelolaan tambang rakyat berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, ia berharap kerja sama antara Ombudsman dan APRI dapat memperkuat keyakinan pemerintah bahwa pengelolaan pertambangan rakyat dapat dilakukan dengan baik, benar, dan berorientasi pada konservasi.

“Kerja sama ini penting untuk memastikan tata kelola sumber daya alam dilakukan dengan nilai-nilai kebermanfaatan dan tetap menjaga kelestarian, sebagaimana amanah leluhur kita,” katanya.

Sementara itu Ketua DPW APRI Jambi, David Chandra Harwindo, menyatakan keberadaan WPR dan IPR akan mengurai aktivitas penambangan ilegal yang selama ini merugikan masyarakat dan negara.

“Dengan regulasi yang belum berpihak, banyak aktivitas tambang rakyat akhirnya berjalan di jalur ilegal. Akibatnya, negara kehilangan potensi penerimaan pajak dan royalti,” kata David.

Menurutnya penguatan peran APRI dapat menekan tingkat gangguan keamanan, menjaga stabilitas politik, serta mempermudah pemerintah melakukan pengawasan. Ia juga menyebut pertambangan rakyat yang legal dapat mendorong pemerataan ekonomi melalui tumbuhnya sektor transportasi dan UMKM di daerah.

David juga membantah isu penggunaan merkuri secara sembarangan oleh penambang rakyat.

“Isu pembuangan merkuri ke sungai tidak benar. Merkuri itu mahal, jadi tidak mungkin dibuang sembarangan dan APRI punya solusi pengganti merkuri yang ramah lingkungan,” katanya.

Ia menutup pernyataan dengan menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo dan Kapolri mengenai aktivitas tambang rakyat adalah pembinaan, bukan kriminalisasi.

“Artinya, aktivitas tambang rakyat harus diurus, dibina, dan diberdayakan,” tutunya.

Dengan penandatanganan kerja sama ini, kedua pihak berharap tata kelola pertambangan rakyat di Jambi menjadi lebih baik, transparan, dan berkelanjutan.

Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading

DAERAH

Barang-barang Elektronik dan Mobiler Milik DPRD Ogan Ilir Diduga Diambil Oknum Anggota DPRD Ogan Ilir

DETAIL.ID

Published

on

Ruang kerja anggota DPRD OI yang sedang direhab. (ist)

DETAIL.ID, Indralaya – Barang-barang milik DPRD Ogan Ilir berupa AC, TV, kulkas, dispenser, meja dan kursi diduga diambil alias dijarah oleh puluhan anggota DPRD Ogan Ilir.

Informasi tak sedap ini menyebar di kalangan pegawai DPRD Ogan Ilir hingga tersiar kepada awak media pada Rabu, 26 November 2025.

Menurut salah satu sumber yang merupakan pegawai DPRD Ogan Ilir yang namanya dirahasiakan, mengatakan sejumlah oknum anggota DPRD Ogan Ilir ini dapat mengambil barang-barang tersebut kesempatan karena kantornya sedang dilakukan renovasi, sehingga barang-barang yang ada di kantor tersebut dikeluarkan.

“Yang seharusnya disimpan sebagai aset negara, namun diambil oleh oknum anggota dewan tersebut,” ujar sumber.

Sumber menambahkan, saat ditanya mengapa barang-barang dapat diambil, katanya sudah konfirmasi melalui Sekwan.

“Kami di dalam gak berani negur, cuma liat-liat saja,” kata sumber.

Diketahui, untuk tahun 2025 ini DPRD Ogan Ilir menganggarkan rehab kantor anggota dewan sebesar Rp 2.400.750.000, yang dikerjakan oleh CV. Nizra Bersaudara. Pekerjaannya adalah pengecetan dinding dan pemasangan backdrop. Selain itu ada perbaikan kamar mandi dengan penggantian closet duduk dan wastafel.

Dan di tahun yang sama 2025 DPRD Ogan Ilir juga menganggarkan pengadaan AC, TV, kulkas sebesar Rp 500 juta dan pengadaan mobiler (meja, kursi) senilai Rp 500 juta.

Ketika media mengecek ke lokasi DPRD Ogan Ilir pada Kamis, 27 November 2025, papan proyek tidak terpasang.

Dan proyek yang dikerjakan tersebut terlihat hanya merenovasi 38 ruang kerja anggota DPRD Ogan Ilir.

Plt. Sekwan DPRD Ogan Ilir,
Ahmad Alfarisi, dikonfirmasi via WhatsApp pada Kamis, 27 November 2025, masuk/centang dua namun tidak memberikan penjelasan/tanggapan.

Menurut salah seorang ustadz dari Indralaya yang minta namanya dirahasiakan, mengatakan mengambil hak milik orang lain atau penjarahan itu hukumnya haram dan zalim dalam hukum islam, serta merupakan tindak pidana pencurian dalam hukum. Perbuatan ini dilarang keras karena merugikan orang lain dan diancam dengan balasan setimpal diakhirat, termasuk ditolaknya àmal ibadah atau bahkan dosanya akan ditanggung oleh pelaku.

Reporter: Suhanda

Continue Reading
Advertisement Advertisement
Advertisement ads

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs