PENJURU
Bangladesh Pindahkan Ribuan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
detail.id/, Jakarta – Bangladesh memindahkan 3.000-4.000 lebih pengungsi Muslim Rohingya ke sebuah pulau terpencil di Teluk Bengal selama dua hari ke depan.
Hal ini disampaikan dua pejabat setempat, Minggu 14 Februari. Relokasi tetap dilakukan meski ada kekhawatiran tentang risiko badai dan banjir yang melanda situs tersebut.
Dilansir dari CNN, Dhaka telah merelokasi sekitar 7.000 orang ke pulau Bhasan Char sejak awal Desember.
Para pengungsi dipindahkan dari kamp-kamp perbatasan di negara tetangga Myanmar yang mayoritas beragama Buddha.
Di tempat itu, lebih dari satu juta pengungsi tinggal di gubuk bobrok yang berada di lereng bukit yang hancur.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]
Para pengungsi Rohingya akan dipindahkan ke Bhasan Char dengan kapal pada Senin dan Selasa, kata Komodor Angkatan Laut Rashed Sattar dari pulau itu.
Bangladesh mengklaim relokasi kelompok minoritas yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar ini, dilakukan secara sukarela. Namun, beberapa pengungsi dari kelompok pertama yang dipindahkan mengaku mendapat paksaan.
Pemerintah telah menepis kekhawatiran keamanan di pulau itu. Mereka menyebut telah membangun pertahanan banjir serta perumahan untuk 100.000 orang, rumah sakit dan pusat pemantau topan.
Pemindahan juga dilakukan dengan alasan kepadatan berlebih di kamp-kamp pengungsian bisa memicu kejahatan.
Setelah dipindahkan ke Bhasan Char, para pengungsi Rohingya tidak diizinkan meninggalkan pulau. Pulau itu berjarak beberapa jam perjalanan dari pelabuhan selatan Chittagong.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]
Bangladesh telah menuai kecaman karena keengganan untuk berkonsultasi dengan badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan badan bantuan lainnya atas pemindahan tersebut.
Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi mengatakan badan tersebut belum diizinkan untuk mengevaluasi keselamatan dan keberlanjutan kehidupan para pengungsi di pulau itu.
“Proses pemindahan Rohingya akan berlanjut … mereka pergi ke sana dengan bahagia untuk kehidupan yang lebih baik,” kata Mohammad Shamsud Douza, wakil pejabat pemerintah Bangladesh yang bertanggung jawab atas pengungsi, melalui telepon dari Cox’s Bazar di tenggara Bangladesh.
“Prioritas utama kami adalah memulangkan mereka ke tanah air dengan cara yang bermartabat dan berkelanjutan,” katanya seperti dikutip Reuters.
Bangladesh telah meminta Myanmar untuk melanjutkan proses repatriasi sukarela para pengungsi Rohingya yang sempat terhenti.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]
Namun, harapan untuk mengembalikan para pengungsi ini berkurang akibat kudeta para pemimpin militer terhadap pemimpin negara itu.
“Saya tidak melihat masa depan bagi kami,” kata pengungsi berusia 42 tahun, yang memilih untuk pindah ke pulau. “Sedikit harapan yang muncul agar bisa kembali ke tanah air sudah hancur akibat kudeta.”
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


