ADVERTORIAL
Wagub Sani Mengatakan Keberadaan Pemerintah Harus Dirasakan Masyarakat
Jambi – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Abdullah Sani melaksanakan Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Jambi Tahun 1444 H/2023 M, bertempat di Masjid Jamik Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh, Selasa, 4 April 2023.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Sani mengatakan, selain untuk mempererat tali silaturahim, program Safari Ramadhan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jambi juga dalam rangka mengokohkan hubungan masyarakat dengan pemerintah.
Selain itu, keberadaan pemerintah harus bisa dirasakan keberadaannya oleh masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Jambi melakukan safari ramadhan untuk membangun silaturrahmi dan menjaga kebersamaan dengan masyarakat di Sungai Penuh, agar terjalin komunikasi yang baik untuk program pembangunan dan dilaksankan secara bersama dengan tujuan tepat sasaran serta bermanfaat bagi masyarakat banyak,” ujar Sani.
Pada kesempatan ini Wagub Sani menyampaikan salam dan mohon maaf dari Gubernur Jambi karena beliau juga melakukan safar Ramadhan.
“Kami ini dibagi dua bagian, disini saya yang beliau perintahkan. Mari Bersama-sama kita do’akan semoga kita diberi kesempatan dan dapat melaksanakan amanah yang telah diberikan kepada kita. Saya baru memahami visi misi Kota Sungai Penuh sama dengan Provinsi Jambi dalam meningkatkan sumber daya manusia akratul karimah dengan agamis,” ujar Sani.
“Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Jambi kali ini, mungkin selama ini kita belum saling mengenal kini bisa kenal, dan selama ini belum akrab kini bisa akrab. Diharapkan bisa lebih mengenal dan lebih akrab serta bisa memberikan masukan pada pemerintah sebagai bahan pembangunan untuk kemajuan bersama,” ujar Sani.
Dikatakan Wagub Sani, salah satu misi visi Jambi mantap, yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan kualitas dan memantapkan sumber daya manusia.
“Saya meyakini dan tidak meragukan masalah pendidikan dan sumber daya manusia di Kerinci dan Sungai Penuh ini. Saya tahu benar, karena kami kuliah dulu banyak sekali orang Kerinci kuliah dimana-mana disetiap daerah. Jadi tidak heran lagi SDM di Kota Sungai Penuh lebih bagus yang agamis dan religious,” kata Sani.
Wagub Sani juga mengingatkan, sebagai umat Islam adalah kewajiban kita semua untuk terus mengajarkan nilai-nilai ajaran Islam kepada anak-anak cucu, agar Islam tetap ada dalam sanubari yang melekat pada diri anak-anak cucu kita yang kokoh.
“Karena tugas untuk menjaga agama ini adalah tanggung jawab kita semua. Bukan sekedar ustadz semata dan pemerintah saja, tapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Sani.
Sementara itu, Walikota Sungai Penuh Ahmad Zubir dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim Safari Ramadhan Provinsi Jambi yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jambi.
“Kami ucapkan selamat datang tim Safari Ramadhan Provinsi Jambi di Kota Sungai Penuh. Pemerintah Kota Sungai Penuh saat ini sedang menggalakkan pengajian di masjid dan musholla sebagai program peningkatan kerohanian dalam meningkatkan keislaman,” ujar Walikota.
Walikota Sungai Penuh juga menambahkan bahwa tahun ini Pemerintah Kota Sungai Penuh mempunyai program gratis 2000 sertifikat tanah bagi masyarakat yang belum mempunyai sertifikat tanah, dimana tanah yang disertifikatkan tersebut adalah memang benar-benar tanah meraka dan bukan tanah sengketa ataupun milik orang lain.
ADVERTORIAL
Bupati Jember Tinjau Homecare Puger, Targetkan 25 Ribu Lansia dan Kelompok Rentan Terjangkau Medis
DETAIL.ID, Jember — Keterbatasan fisik dan akses ekonomi masih menjadi pengganjal bagi warga kelas bawah di Kabupaten Jember untuk menjangkau fasilitas kesehatan.
Kondisi tersebut mendorong pemantauan langsung pelaksanaan program layanan kesehatan jemput bola Homecare di Kecamatan Puger oleh Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait, Minggu, 16 Agustus 2026.
Dalam tinjauan lapangan itu, Gus Fawait mendapati sejumlah warga lanjut usia yang tinggal sebatang kara dengan kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk datang berobat ke puskesmas maupun rumah sakit.
Penemuan ini mengonfirmasi masih adanya celah dalam pemenuhan hak kesehatan warga di tingkat akar rumput.
“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Tidak hanya mereka yang punya kendala untuk datang ke puskesmas atau rumah sakit,” kata Gus Fawait.
Menurutnya, ketersediaan program berobat gratis belum menjadi solusi tunggal jika warga yang sakit tidak memiliki sarana atau kemampuan untuk mendatangi pusat layanan kesehatan.
Pemerintah daerah mencatat pentingnya penanganan langsung ke kediaman warga rentan, termasuk perbaikan tempat tinggal yang dinilai tak layak huni.
“Kesehatan yang gratis sudah, ternyata masih ada beberapa pihak yang tidak bisa mengakses karena keterbatasan fisik dan ekonomi. Kami akan terus berikhtiar untuk memastikan bahwa meeka tidak menanggung sakitnya sendirian. Pemerintah dan negara harus hadir,” ujar Gus Fawait.
Program Homecare ini dirancang menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus, meliputi lansia, ibu hamil berisiko tinggi, anak terindikasi stunting, penyandang disabilitas, hingga penderita penyakit berkepanjangan.
Operasional di lapangan mengintegrasikan peran tenaga medis puskesmas, jajaran kecamatan, hingga pemerintah desa.
“Bukan cuma tugas nakes saja, tapi tugas kita bersama,” kata Gus Fawait.
Pada tahap awal, pelaksanaan program difokuskan pada pendataan uji coba terhadap 25.000 keluarga sasaran yang akan menerima penanganan medis berkala setiap bulan.
Pemerintah Kabupaten Jember bakal melakukan evaluasi bertahap sebelum memperluas daya jangkau program tersebut ke seluruh wilayah Jember.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Kukuhkan Paskibraka 2026, Dorong Pemuda Jadi Pelopor Cinta NKRI
DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi mengukuhkan 70 pelajar terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Jember 2026.
Prosesi berlangsung khidmat di Pendopo Wahyawibawagraha pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Momen tersebut menjadi tonggak menyongsong Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Pengukuhan dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, serta disaksikan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), dan para orang tua anggota Paskibraka.
Melalui agenda tahunan ini, Pemkab Jember menegaskan komitmennya dalam mengapresiasi sekaligus membina potensi generasi muda daerah.
Gus Fawait menyampaikan bahwa para pelajar terpilih merupakan generasi berprestasi yang berhak mendapatkan dukungan keberlanjutan pendidikan dari pemerintah daerah.
“Mereka yang terpilih adalah pelajar berprestasi. Prestasi itu nantinya menjadi salah satu indikator untuk memperoleh beasiswa saat melanjutkan kuliah,” ujar Fawait.
Dukungan beasiswa tersebut menunjukkan perhatian nyata Pemkab Jember terhadap masa depan pemuda yang berdedikasi.
Lebih dari sekadar tugas seremonial mengibarkan Sang Saka Merah Putih, para anggota Paskibraka diposisikan sebagai teladan pembawa semangat nasionalisme di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Momentum 17 Agustus harus membuat kecintaan kepada NKRI semakin kuat. Kebanggaan terhadap simbol negara dan pemimpin harus terus dipupuk,” kata Fawait.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memfokuskan energi pada upaya menjaga kebersamaan dan memajukan daerah.
Seluruh perbedaan pandangan harus dilebur demi kepentingan yang lebih besar, yakni keutuhan dan kemajuan bangsa.
Melalui program pembinaan Paskibraka yang berkelanjutan, Pemkab Jember optimistis dapat melahirkan sumber daya manusia yang disiplin, berkarakter kuat, serta siap berkontribusi aktif dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Jadilah pionir yang mengajak teman-teman sebaya untuk memupuk cinta NKRI, dimulai dengan bangga kepada pemimpin Republik Indonesia,” tuturnya. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perketat Regulasi Penjualan Miras
DETAIL.ID, Jember — Praktik penjualan minuman beralkohol secara ilegal di Kabupaten Jember kian beragam.
Baru-baru ini, sebuah outlet di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, kedapatan berjualan miras secara bebas dengan mengandalkan izin dokumen yang dialamatkan di wilayah lain.
Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas gabungan, pemilik gerai gagal memperlihatkan dokumen izin edar yang sah khusus wilayah hukum Jember.
Pengusaha tersebut hanya menyodorkan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang izin lokasi operasionalnya tercatat jauh dari Jember.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember, Isnaini Dwi Susanti, mengungkapkan ketidaksesuaian berkas usaha tersebut usai dilakukan cek silang data.
“Setelah kami cek, NIB memang ada, tetapi bukan untuk Jember. Lokasinya terdaftar di Sidoarjo atau Surabaya,” ujar Santi, Jumat, 14 Agustus 2026.
Temuan ini membongkar celah pengawasan perizinan usaha di tingkat daerah.
Banyak pemilik toko nekat mengedarkan miras hanya berbekal izin ritel toko umum, tanpa mengurus Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) khusus minuman beralkohol sesuai standar regulasi.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Jember untuk segera membongkar ulang Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018.
Langkah penyempurnaan ini dinilai mendesak guna menyesuaikan aturan perizinan daerah dengan skema kewenangan terbaru dari pusat, terutama menyangkut distribusi miras golongan A.
“Kita memang sudah punya regulasi, tetapi harus dievaluasi dan direvisi agar sesuai dengan kebijakan yang baru,” tutur Santi.
Santi menambahkan, kendala mendasar pengawasan di lapangan juga dipicu oleh ketiadaan petunjuk teknis pelaksanaan sejak perda tersebut diterbitkan delapan tahun lalu.
“Perda kita tahun 2018 belum memiliki Perbup, sehingga pengaturannya perlu dibuat lebih rinci,” katanya.
Pihak DPMPTSP kini telah mengajukan surat resmi kepada Sekretaris Daerah Jember untuk mengagenda koordinasi bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Menjelang pengesahan aturan anyar, Pemkab Jember memfokuskan penindakan langsung di lapangan melalui Operasi Pekat yang digelar rutin bersama Satpol PP dan aparat kepolisian. (*)



