Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Wagub Sani Meminta Komisi Penyiaran Turut Kawal Pelaksanaan Pemilu 2004

Published

on

Jambi – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani meminta Komisi Penyiaran Indonesia untuk turut mengawal pelaksanaan Pemilu 2024.

Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Sosialisasi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Pelanggaran Pemilu 2024.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) Provinsi Jambi dengan tema “Meningkatkan Peran Media Penyiaran Dalam Rangka Pencegahan Pelanggaran Pemilu 2024” ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernnur Jambi, Rabu, 6 September 2023.

Dikatakan Wagub Sani bahwa Pemilihan Umum merupakan salah satu pilar utama dalam proses demokrasi sebagai sarana pewujudan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil melalui partisipasi masyarakat, untuk memillih pemimpin di berbagai tingkatan di pemerintahan.

“Pemilu yang dijalankan tanpa mekanisme secara mandiri menjadikan proses pembentukan kekuasaan yang rentan kecurangan, oleh karenanya pengawasan merupakan salah satu elemen yang sangat penting dan melekat kuat pada tiap penyelenggaraan pemilu. Untuk itu dalam menjamin agar pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan dan asas pemilu diperlukan suatu pengawasan. Pengawasan akan maksimal dilakukan bersamaan dengan partisipasi organisasi dan elemen masyarakat, secara kuat dan merata termasuk media penyiaran,” ujar Wagub Sani.

Dijelaskan Wagub Sani, kekuatan informasi Pemilu ditambah dengan penyebaran informasinya yang massif, cepat dan mampu menjangkau banyak lapisan membuat posisi media penyiaran menjadi sangat strategis dalam pengawasan Pemilu 2024.

“Media penyiaran, memilik pengaruh yang cukup besar terhadap proses penyelenggaraan Pemilu. Selain sebagai penyiaran terhadap informasi-informasi Pemilu, lembaga penyiaran juga berperan penting terkait penangkalan informasi hoaks sebagai upaya control/pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemilu sehingga informasi yang benar, akurat serta terverifikasi tentang Pemilu lewat kerja jurnalistik, lalu disiarkan lembaga penyiaran menjadi referensi informasi politik yang benar dan konstruktif bagi masyarakat luas,” kata Wagub Sani.

Dalam kesempatan tersebut Wagub Sani juga memberikan apresiasi kepada KPID Provinsi Jambi yang menyelenggarakan sosialisasi ini untuk menjadi edukasi bagi media penyiaran sebagai petunjuk terkait penyelenggaraan penyiaran Pemilu serta sebagai pengawasan media penyiaran dalam pencegahan penyelenggaraan Pemilu yang turut mendukung serta berkontribusi terhadap terwujudnya demokrasi yang berkualitas.

“Saya mengajak media penyiaran untuk menjaga proses penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 ini dalam seluruh tahapan, menjadi kondisi yang aman dan kondusif, melalui informasi berita yang independent, netral, akurat, objektif dan proporsional. Media penyiaran juga berperan penting dalam mencegah penyelenggaraan Pemilu, sekaligus sebagai perekat persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia,” ujar Wagub Sani.

“Saya berharap, agar media penyiaran dapat berfungsi maksimal dalam menjaga kualitas demokrasi, mengawal penyelenggaraan Pemilu, mengawal komitmen kontestan, mendorong partisipasi publik dan mencegah pelanggaran Pemilu 2024. Mari kita bersama-sama tetap menjaga kualitas demokrasi, melalui penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas,” tutur Wagub Sani.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi H.Hapis Hasbialah, SE, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, ME, Anggota KPI Pusat Amin Shabana, S.Sos.,M.Si, Ketua KPID Provinsi Jambi Asriyadi, S.Sos.I, Kepala Biro Administrasi dan Pembangunan Setda Provinsi Jambi Azrin, IR, M.SI, para peserta sosialisasi serta para tamu undangan lainnya.

Advertisement

ADVERTORIAL

Menteri ATR/Kepala BPN Lantik 84 Pejabat Administrator, Bentuk Reformasi SDM dan Rotasi Jabatan

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melantik 85 pejabat yang terdiri dari 84 Pejabat Administrator dan 1 Pejabat Fungsional pada Rabu , 29 April 2026. Pelantikan yang diadakan serentak dari Kantor Pusat dan Kantor Wilayah di seluruh Indonesia ini, merupakan bentuk meritokrasi yang terus dilakukan dalam tubuh Kementerian ATR/BPN.

“Pelantikan ini merupakan bagian dari proses penataan sumber daya manusia (SDM) yang terus kita lakukan. Ini hal yang biasa dalam organisasi karena ada yang pensiun, ada jabatan yang kosong, dan ada yang memang sudah saatnya berpindah,” ujar Nusron Wahid, dalam pelantikan yang berlangsung secara daring dan luring di Kementerian ATR/BPN, Jakarta.

Menteri Nusron menjelaskan, reformasi SDM dijalankan melalui tiga pendekatan utama, yaitu tour of duty (rotasi jabatan), tour of area (rotasi wilayah penugasan), dan tour of time (pembatasan masa jabatan). Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan penyegaran organisasi.

“Kalau bisa di tempat yang sama tidak boleh lebih dari dua tahun, terutama para Kepala Kantor. Ini penting untuk menjaga dinamika organisasi sekaligus memastikan meritokrasi berjalan dengan baik,” ucap Menteri Nusron.

Menurut Menteri Nusron, pengalaman lintas wilayah bagi seluruh jajaran ATR/BPN penting agar memiliki perspektif yang utuh dalam menjalankan tugas. Setiap pegawai didorong untuk pernah bertugas di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia guna memperkuat kapasitas dan pemerataan pengalaman kerja.

Menteri ATR/Kepala BPN lantas mengingatkan seluruh jajaran termasuk para pejabat terlantik untuk tidak terjebak dalam zona nyaman. Rotasi, menurutnya, merupakan keniscayaan dalam organisasi yang dinamis dan harus disikapi sebagai bagian dari pengembangan karier.

Turut hadir pada pelantikan ini, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan; serta para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Sentuhan Damai di Hari Buruh, Gus Fawait Perkuat Sinergi Pekerja dan Pengusaha Demi Kebangkitan Jember

DETAIL.ID

Published

on

Perayaan May Day saat berlangsung di pendopo Wahyawibawagraha. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Kabupaten Jember menunjukkan cara berbeda dalam memaknai Hari Buruh Internasional 2026 dengan menggelar tasyakuran dan doa lintas sektoral di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat, 1 Mei 2026.

Di bawah kepemimpinan Bupati Gus Fawait, momentum May Day kali ini bertransformasi menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah, pemilik modal, dan buruh melalui agenda makan bersama yang penuh kekeluargaan.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan inovasi peringatan tahun sebelumnya, sekaligus upaya memperkokoh citra Jember sebagai daerah yang aman bagi investasi.

Gus Fawait secara khusus memuji kedewasaan para pekerja di Jember yang dinilai sangat kooperatif dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Menurutnya, kerukunan adalah pondasi mutlak untuk menarik minat investor dan menggenjot pendapatan daerah.

“Pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah hanya bisa meningkat jika semua pihak berjalan beriringan dengan rukun dan guyub,” kata Gus Fawait saat memberikan keterangan pers.

Ia meyakini bahwa keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dan kesejahteraan buruh adalah kunci utama penggerak ekonomi.

Sebagai bentuk dukungan nyata bagi keluarga pekerja, Pemerintah Kabupaten Jember terus mengintegrasikan berbagai program unggulan seperti pemberian beasiswa, layanan kesehatan UHC, hingga penguatan UMKM agar lebih kompetitif di tingkat regional.

Dengan suasana yang damai dan stabil, Gus Fawait optimistis Jember segera memasuki era baru yang lebih sejahtera.

“Insya Allah, ini menjadi pertanda Jember akan bangkit,” ucapnya menutup acara dengan penuh keyakinan.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Jember Cetak Sejarah, Jadi Satu-satunya Daerah di Jatim yang Layani Cetak E-KTP di Kecamatan

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember berpidato dalam peluncuran layanan cetak KTP di kecamatan. (Foto: DETAIL/Istimewa)

DETAIL.ID, Jember – Kabupaten Jember resmi mengukir prestasi sebagai satu-satunya daerah di Jawa Timur yang berhasil melakukan desentralisasi penuh otoritas pencetakan KTP Elektronik (E-KTP) hingga ke tingkat kecamatan.

Langkah strategis ini diluncurkan sebagai solusi konkret untuk mengatasi kendala geografis wilayah Jember yang luas, sekaligus memutus rantai birokrasi yang selama ini dinilai lamban dan menyulitkan masyarakat di pelosok.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyatakan bahwa inovasi ini merupakan langkah nyata dalam menjaga martabat pelayanan publik.

Ia menegaskan bahwa hak administratif warga negara tidak boleh terhambat oleh jarak tempuh yang jauh menuju pusat kota.

“Selama ini, warga pelosok harus menempuh perjalanan berjam-jam dan mengeluarkan ongkos besar hanya untuk selembar KTP. Itu tidak boleh terjadi lagi. Kami membawa mesin cetak ke dekat rumah mereka. Jember harus menjadi pelopor bahwa pelayanan publik itu wajib cepat, gratis, dan tanpa sekat,” kata Fawait pada Kamis, 30 April 2026.

Implementasi program ini melibatkan koordinasi intensif dengan Kementerian Dalam Negeri, terutama terkait pengamanan data pada Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat serta manajemen distribusi logistik blanko.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya mempermudah warga, tetapi juga efektif dalam menghapus praktik percaloan dan mengurai penumpukan pemohon di kantor pusat Dispendukcapil.

Selain itu, akurasi data kependudukan yang selalu terbarukan melalui layanan tingkat kecamatan ini diproyeksikan akan mempercepat validasi serta penyaluran berbagai program bantuan pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Keberhasilan ini kini menempatkan Jember sebagai barometer baru dalam pelayanan administrasi kependudukan di Jawa Timur.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember, Bambang Saputra, memastikan bahwa seluruh infrastruktur digital dan operator di setiap kecamatan telah melalui proses uji coba yang ketat untuk menjamin keamanan data.

“Kami telah menempatkan operator terlatih dan perangkat keras mumpuni di setiap kantor kecamatan. Ini tantangan besar karena menyangkut transmisi data rahasia negara. Namun, dengan dukungan penuh Bupati, Jember berhasil memenuhi standar tersebut. Kini, warga cukup rekam di kecamatan, dan jika data bersih (tidak ganda), KTP bisa langsung dicetak dan dibawa pulang,” ucap Bambang.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs