DAERAH
Begini Tanggapan Kadis Kominfo Terkait Beredarnya Pernyataan GRIB Jaya
Jambi – Drs. Ariansyah, ME selaku Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi menuturkan bahwa Gubernur Jambi Al Haris selalu merangkul semua elemen masyarakat. Baik itu berupa dukungan dalam pembangunan maupun peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.
Ariansyah menegaskan terkait beredarnya pernyataan Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya) DPD Provinsi Jambi yang mengaku kecewa tak diakomodir saat ingin silaturahmi ke rumah dinas Gubernur Jambi. Padahal, posisi Gubernur Jambi dan seluruh kepala daerah sedang berada di Ibukota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Dirinya membenarkan informasi kedatangan GRIB Jaya tersebut.
“Memang ada sekitar puluhan orang anggota dari GRIB Jaya DPD Provinsi Jambi yang datang ke rumah dinas Gubernur Jambi dalam rangka audensi ingin ketemu Gubernur Jambi, sekaligus silaturahmi. Jadi pada saat ini kita ketahui bahwasanya seluruh kepala daerah, baik provinsi maupun kabupaten itu semua berada di IKN, di Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur ya. Jadi untuk audiensi memang tidak bisa dilaksanakan dan mereka diterima Kabag Rumah Tangga saudara Tanul ya, sesuai yang diberitakan menerima daripada pengurus GRIB Jaya tersebut,” kata Ariansyah yang juga selaku Juru Bicara Pemprov Jambi ini lewat klarifikasinya, Senin, 12 Agustus 2024 sore.
Ariansyah menjelaskan maksud kedatangan GRIB Jaya untuk melakukan audiensi dalam rangka pelaksanaan simposium yang akan dihadiri pengurus nasional GRIB Jaya tersebut. Namun pelaksanaan simposium tersebut, kata Ariansyah, baru akan dilaksanakan pada tanggal 22 September tahun 2024 yang artinya masih ada waktu sekitar 40 hari menjelang pelaksanaan.
Untuk itu, Ariansyah meminta kepada pihak GRIB Jaya agar untuk memaklumi agenda kegiatan dari Gubernur Jambi dan bersabar menunggu waktu luang Gubernur Jambi. Pemprov Jambi akan memfasilitasi kegiatan simposium tersebut.
“Kebetulan pelaksanaan juga masih jauh di tanggal 22 September, sekarang baru tanggal 12 Agustus, masih ada sebulan 10 hari, 40 hari. Jadi tetap ya pak Gubernur akan merangkul semuanya, bukan hanya GRIB Jaya ya. Organisasi lain juga selama ini kita fasilitasi ya, tapi karena memang ini pak Gubernur berada diluar, jadi ini mohon dimaklumi,” ujar Ariansyah.
“Jangan dijadikan ini seolah-olah digeruduk dan lain sebagainya ya, kita tetap komit (komitmen) itu, hanya saja waktunya saja (kebetulan Gubernur tidak berada di tempat). Kan masih ada 40 hari lagi ya, kecuali tiga hari mau pelantikan lain sebagainya. Ini masih 40 hari lagi, jadi masih banyak waktu ya, masih banyak waktu untuk melakukan silaturahmi,” kata Ariansyah.
“Dan kebetulan kita welcome sekali, Pak Gubernur sangat welcome ya, bukan hanya satu organisasi. Bahkan kita tahu ya, semua organisasi kita terima, pak Gubernur terima keberadaannya, apapun organisasinya. Jadi itu saja klarifikasi dari kami pihak Pemprov ya bahwasanya pelaksanaan mereka juga masih jauh dan Gubernur tidak ada. Nanti kita atur waktu lagi untuk ketemu,” kata Ariansyah untuk dimaklumi.
DAERAH
Sholat Id di Durian Lecah, Bupati M. Syukur Temukan Jembatan Rusak, Minta Dinas PU Segera Perbaiki
DETAIL.ID, Merangin — Bupati Merangin, M. Syukur melaksanakan sholat Iduladha 1447 Hijriah bersama masyarakat di Masjid Pondok Pesantren, Desa Durian Lecah, Kecamatan Sungai Manau, Rabu, 27 Mei 2026.
Sementara itu, Wakil Bupati A. Khafidh melaksanakan salat Id di Masjid Baitul Makmur kawasan Sungai Misang, Bangko.
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menyampaikan sejumlah komitmen penting terkait pembangunan infrastruktur, evaluasi kinerja pemerintahan, hingga sikap keterbukaannya dalam melayani masyarakat.
Hal paling menjadi sorotan adalah fasilitas publik. Dalam perjalanan menuju Masjid, Bupati M. Syukur melihat kondisi lantai jembatan gantung yang mulai rusak.
“Saya tadi lewat jembatan kita, saya lihat lantainya sudah agak sedikit rusak. Maka saya perintahkan Kadis PU untuk segera memperbaiki lantai jembatan demi keamanan masyarakat,” kata M. Syukur di hadapan jemaah.
Di hadapan para ulama, kiai, dan warga, Bupati yang telah menjabat selama satu tahun lebih ini secara berlapang dada menyampaikan permohonan maaf atas visi-misi pemerintahan yang belum terealisasi secara sempurna.
Ia mengajak pada momen Iduladha ini sebagai ajang untuk introspeksi diri dan saling berbagi. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Merangin juga menyerahkan bantuan hewan kurban.
“Ada enam ekor sapi yang kami serahkan, dan salah satunya ada di Desa Durian Lecah ini. Silakan panitia untuk membagikannya kepada masyarakat,” ujarnya.
Bupati M. Syukur juga menjamin tidak ada sekat birokrasi kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.
“Rumah dinas bupati selalu terbuka untuk masyarakat. Dan nomor handphone saya enggak pernah diganti. Silakan kalau ada persoalan-persoalan di tengah masyarakat, mohon kiranya bisa disampaikan,” ucapnya sembari meminta doa agar tetap istiqomah dan amanah dalam memimpin Kabupaten Merangin.
Bupati yang sengaja datang lebih awal sejak pukul 06.30 WIB ini mengajak seluruh jemaah untuk menyambut Iduladha dengan penuh kegembiraan yang bermakna, sekaligus bersama-sama memakmurkan masjid. (*)
DAERAH
Desa Empang Benao Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo Seberat 826 Kg
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten Merangin resmi menerima bantuan kemasyarakatan berupa satu ekor sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Prosesi serah terima bantuan ini dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting langsung dari Ruang Ruang MPC Bappeda Kabupaten Merangin.
Sapi kurban yang diberikan merupakan jenis Simental dengan bobot pakan mencapai 826 kilogram. Bantuan ini dialokasikan untuk masyarakat di Desa Empang Benao, Kecamatan Pamenang, dan akan disalurkan melalui pengurus Masjid Jami’ Nurul Falah.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Merangin, Daryanto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden atas perhatian yang diberikan kepada warga Merangin.
“Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas pemberian sapi Bantuan Masyarakat (Banmas) ini. Sapi tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar masjid sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya,” ujar Daryanto.
Daryanto juga menambahkan bahwa sapi jenis Simental tersebut tidak didatangkan dari luar daerah, melainkan dibeli langsung dari peternak lokal Merangin, yaitu Irwanto, warga Desa Muara Delang, Kecamatan Tabir Selatan.
“Semoga dengan adanya kegiatan Banmas ini akan memacu para peternak lokal untuk terus mengembangkan peternakannya. Kami juga berharap di tahun-tahun mendatang Kabupaten Merangin bisa kembali mendapatkan program bantuan ini,” tuturnya. (*)
DAERAH
Tak Ada Lagi Kesalahpahaman, Bupati M. Syukur dan Delapan Temenggung Gelar Audiensi
DETAIL.ID, Merangin — Pemerintah Kabupaten Merangin akhirnya berhasil menyelesaikan kesalahpahaman dengan masyarakat Suku Anak Dalam (SAD).
Bupati Merangin, M. Syukur, menggelar audiensi langsung bersama delapan Temenggung SAD di ruang kerja Kepala Dinas Sosial pada Senin, 25 Mei 2026.
Pertemuan ini dilakukan guna meluruskan miskomunikasi terkait bantuan keramba ikan serta insiden kericuhan yang sempat terjadi di Kantor Bupati Merangin beberapa waktu lalu.
Para pemimpin adat SAD yang hadir diantaranya Temenggung Jhon Edward, Temenggung Carak, Temenggung Ngapas, Temenggung Pak Jang, Temenggung Jamal, Temenggung Stampung, Temenggung Sikar, dan Temenggung Jon.
Sementara, para pejabat yang turut mendampingi Bupati diantaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin Zulhifni, Asisten I Setda Sukoso, Kepala Dinas Sosial A. Lazik, sejumlah kepala OPD, perwakilan Forkopimda, Kepala BIN Daerah Merangin, serta Camat Tabir Ulu dan Camat Nalo Tantan.
Bupati Merangin, M. Syukur, menegaskan bahwa persoalan yang terjadi murni karena adanya miskomunikasi. Menurutnya, para Temenggung SAD sengaja datang karena ingin mendengarkan penjelasan langsung dari kepala daerah yang mereka anggap sebagai “Rajo”.
“Ini kan hanya ada miskomunikasi dan hari ini sudah kita selesaikan. Tadi sudah kita jelaskan semua, dan kami sudah saling memaafkan hal-hal yang mengganjal. Semua pihak bisa menerima dengan baik,” ujar Bupati M. Syukur saat diwawancarai usai pertemuan.
Dalam audiensi tersebut, Bupati juga mengklarifikasi isu mengenai tuntutan honor para Temenggung yang sempat memicu polemik. M. Syukur meluruskan bahwa secara aturan pemerintah, tidak ada alokasi anggaran untuk honorarium jabatan Temenggung secara khusus.
“Kita masih punya rekaman pertemuan sebelumnya. Saya tidak pernah menjanjikan honor. Yang saya katakan waktu itu, gaji saya pribadi selama satu bulan silakan diambil untuk dibuatkan baju. Kalau honor dari pemerintah, aturan tidak memperbolehkan lagi,” ucap Bupati.
Ia menambahkan, jika para pemimpin SAD ingin mendapatkan honorarium resmi dari daerah, mereka harus masuk ke dalam struktur administrasi pemerintahan desa.
“Kalau mau ada honor, harus menjadi Kades, Kepala Dusun, atau Ketua RT. Nah, kalau mereka masuk dalam kepengurusan RT, baru bisa mendapatkan gaji. Tadi mereka sudah memahami hal tersebut dan meminta maaf,” tuturnya.
Ke depan, Pemkab Merangin berkomitmen untuk terus membangun komunikasi yang intens dan persuasif dengan masyarakat SAD. Bupati berharap agar kehidupan ekonomi, sosial, dan pendidikan anak-anak warga SAD dapat terus meningkat secara bertahap.
Di akhir wawancara, M. Syukur juga memberikan imbauan tegas agar tidak ada pihak-pihak luar yang mencoba memanfaatkan masyarakat SAD demi kepentingan tertentu yang justru dapat merugikan mereka.
“Saya berharap komunikasi terus dijaga. Jangan sampai ada pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan, kasihan masyarakat kita. Kita ingin warga SAD punya kehidupan dan citra baru yang lebih bagus ke depannya. Proses perbaikan kebiasaan lama ini memang bertahap, tapi alhamdulillah hari ini semua berjalan sangat baik dan saling berjiwa besar,” ujarnya. (*)



