PENJURU
239 WNI Kru Kapal Pesiar AIDA Pulang ke Indonesia
detail.id/, Jakarta – Sebanyak 239 WNI kru kapal pesiar AIDA (AIDAstella dan AIDAnova) kembali ke Indonesia setelah perusahaan menghentikan layanan akibat pandemi Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2.
Mereka diterbangkan dari Bandara Frankfurt pada 2 Mei 2020 dengan menggunakan Pesawat Charter Condor. Sebelum bertolak dari Frankfurt, para kru diberangkatkan dari Canary Island di hari yang sama.
Pihak AIDA juga memastikan bahwa para awak kapal yang dipulangkan tidak terpapar COVID-19 dan telah melalui tes sesuai dengan standar protokol kesehatan yang berlaku di negara penerima.
Sebelum dipulangkan, para awaknya melakukan pengecekan kesehatan oleh tim dokter AIDA dan berkoordinasi dengan the U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), WHO serta German Robert-Koch-Institute (RKI).
“Melalui koordinasi kita dengan pihak AIDA, kita secara tegas mensyaratkan bahwa para ABK yang dipulangkan masing-masing harus telah memiliki sertifikat kesehatan bebas COVID-19, yang dikeluarkan oleh instansi berwenang,” kata Dubes RI Berlin, Arif Havas Oegroseno, Seperti dilnasir CNN (2/5/2020).
Dubes Orgoseno menambahkan bahwa sebelum repatriasi ABK Kapai AIDA hari ini, telah dilakukan repatriasi 56 ABK Kapal Mein Schiff 4.
Pemulangan dilakukan pada tanggal 16 April 2020 dengan pesawat komersil, melalui koordinasi KBRI Berlin, KJRI Hamburg dan KJRI Frankfurt. Dalam waktu dekat, ada beberapa ABK dari Kapal lain yang rencananya juga akan dipulangkan.
Hansjörg Kunze, Vice President for Communication AIDA, menyebut bahwa perusahaannya memang menghentikan seluruh operasi pelayarannya mulai 13 Maret lalu. Sementara dua jalur pelayaran di kawasan Asia dihentikan pada Februari 2020.
Sejak itu, sebagian besar kapal yang dioperasikan bersandar di Canary Island dan Tenerif. Total, terdapat 14 kapal yang dioperasikan perusahaan itu.
Informasi awal rencana kepulangan para kru Kapal Aida diperoleh KBRI Berlin pada tanggal 23 April 2020. Sejak itu koordinasi intensif dilakukan KBRI Berlin dengan otoritas terkait di Jerman di Indonesia, serta pihak maskapai Condor.
Pesawat charter Condor, DE 8536 yang mengangkut ABK WNI, diberangkatkan dari bandara Frankfurt pukul 15.45 waktu setempat. Direncanakan pesawat akan tiba di Bandara Seokarno Hatta, pada Minggu, 3 Mei 2020.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” newsticker_animation=”vertical” number_post=”8″ post_offset=”2″]
Dari Cengkareng, mereka akan langsung dipulangkan ke daerah masing-masing dengan trasnportasi bus. Untuk ABK yang berdomisili di Sulawesi, rencananya akan diinapkan di hotel terlebih dahulu hingga penerbangan dalam negeri tersedia kembali.
Seluruh biaya pemulangan para kru termasuk untuk pengaturan transportasi dan akomodasi di Indonesia ditanggung oleh pihak AIDA.
PENJURU
Ada di Penampungan KBRI Hingga di Penjara Sihanoukville, Pemprov Jambi Bakal Upayakan Kepulangan Warga Jambi Usai Lebaran
DETAIL.ID, Jambi – Andri Budi Sanjaya dan Chilva Shety Priyanka Elwani serta belasan warga Jambi lainnya kini masih harus menunggu kepulangannya. Namun terhadap 2 warga Jambi yang korban penipuan online (scam) tersebut, Kadisnakertrans Provinsi Jambi, Bestari mengaku bahwa Pemerintah Provinsi Jambi telah berkoordinasi dengan BP4MI Jambi hingga KBRI di Kamboja.
”Hasil koordinasi kami dengan BP4MI Jambi, pemulangan secara mandiri baru bisa paling cepat habis lebaran, karena sudah masuk masa cuti lebaran,” kata Bestari pada Rabu, 18 Maret 2026.
Pada prinsipnya, kata Bestari, Gubernur Al Haris siap untuk membantu kepulangan warga Jambi korban penipuan online yang kini berada di tempat penampungan KBRI Kamboja.
Namun ia menekankan bahwa terdapat proses administrasi yang mesti dilalui. “Jadi masalahnya bukan cuma tiket tok. Karena ini di luar negeri, perlu diplomasi segala macam. Bicara luar negeri ini kan sebenarnya juga enggak ada kewenangan daerah. Jadi kita mendorong saja,” ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Bestari, Gubernur Jambi telah bersurat ke Dubes Indonesia di Kamboja, meminta agar warga-warga Jambi yang tengah berada di tempat penampungan KBRI Kamboja bisa segera difasilitasi untuk kembali ke tanah air.
”Pak Gubernur sudah bikin surat langsung ke Dubes lho. Mohon ini diurus.
Alhamdulillah penelurusan kita terhadap 2 orang ini administrasinya lengkap. Insya Allah habis lebaran nanti baru kita sambil koordinasi, sambil kita cari jalan keluarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Andri Budi Sanjaya mengaku sudah 2 bulan berada di tempat penampungan KBRI Kamboja pasca melarikan diri dari tempat kerja penipuan online.
Andri tak sendirian, ada ribuan warga negara indonesia yang bernasib serupa dengannya. Di tempat penampungan Pochentong, Kamboja, Andri bersama dengan korban lain yakni Syekhidi.
Sementara Chilva disebut-sebut berada di Guest House sekitar Phnom Penh. Selain itu ada pula yang berada di penjara Sihanoukville, atas nama Riski.
”Kami berharap betul bantuan dari Pemerintah khususnya Pak Gubernur, Bang. Udah enggak tahan kami di sini,” katanya.
Reporter: Juan Ambarita
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)


