DAERAH
Kapolsek Lebah Gumanti Bersama Personil Pos Pam Lakukan Pengaturan Lalu Lintas di Sepanjang Objek Wisata
DETAIL.ID, Solok – Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata Rahmat Sukarsih, S.H., bersama dengan personil Pos Pam Alahan Panjang, melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar objek wisata Alahan Panjang pada hari ke-6 Lebaran yang bertepatan dengan akhir pekan pada Sabtu, 5 April 2025.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan memberikan rasa aman kepada wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata tersebut.
Pada hari ini, Alahan Panjang diperkirakan akan mengalami lonjakan kunjungan wisatawan, mengingat banyaknya masyarakat yang memanfaatkan libur lebaran yang berakhir pada akhir pekan.
Kapolsek Lembah Gumanti menyebutkan bahwa hari ke-6 Lebaran menjadi puncak kedatangan wisatawan ke Alahan Panjang sebelum mereka mengakhiri masa cuti lebaran mereka.
“Alahan Panjang memang menjadi salah satu destinasi wisata favorit selama musim libur lebaran, dan kami memprediksi akan ada lonjakan jumlah wisatawan yang datang pada hari ini. Oleh karena itu, kami mengatur dan memantau arus lalu lintas dengan ketat untuk memastikan kelancaran serta keamanan para pengunjung,” ujar AKP Barata Rahmat Sukarsih.
Kapolsek menambahkan bahwa pengaturan lalu lintas yang dilakukan oleh personil Pos Pam Alahan Panjang sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan yang dapat mengganggu kenyamanan wisatawan. Sejak awal libur lebaran, Alahan Panjang telah menjadi tempat yang sangat ramai dikunjungi, dan kepadatan lalu lintas bisa terjadi kapan saja, terutama di sekitar objek wisata yang menjadi tujuan utama para wisatawan.
Selain personil Pos Pam Alahan Panjang, Kapolsek juga menurunkan personil dari Polsek Lembah Gumanti untuk membantu mengurai kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut. Kapolsek juga berkoordinasi dengan personil Dinas Perhubungan (Dishub) dan pemuda lokal untuk mendukung pengaturan lalu lintas di sekitar objek wisata Alahan Panjang.
Dengan adanya kolaborasi antara kepolisian, TNI, Dishub, serta dukungan dari masyarakat setempat, diharapkan pengaturan lalu lintas bisa berjalan dengan baik dan kepadatan dapat diminimalkan.
“Kami juga melibatkan TNI dan masyarakat sekitar, termasuk pemuda lokal, untuk turut menjaga keamanan dan kenyamanan para wisatawan,” kata Kapolsek.
Selain pengaturan lalu lintas, Kapolsek Lembah Gumanti juga mengingatkan personil Pos Pam untuk selalu siaga dalam menjaga keamanan objek wisata, mengingat potensi tindak kriminal yang bisa terjadi di kawasan ramai seperti Alahan Panjang. Kapolsek berharap, dengan adanya patroli dan pengawasan yang ketat, wisatawan dapat merasa aman dan nyaman selama berlibur di wilayah Lembah Gumanti.
Kapolsek juga mengimbau kepada wisatawan untuk tetap tertib selama berlibur di wilayah hukum Polsek Lembah Gumanti.
“Kami berharap para wisatawan dapat menikmati liburan dengan aman, tidak melakukan tindakan kriminal, dan selalu patuh pada aturan berlalu lintas. Keamanan dan ketertiban menjadi prioritas utama kami,” ujar AKP Barata Rahmat Sukarsih.
Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan agar pengunjung tidak meninggalkan barang berharga sembarangan, serta lebih berhati-hati dalam menjaga keselamatan diri dan keluarga selama berkunjung ke objek wisata. Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian akan terus memantau situasi hingga malam hari, mengingat kepadatan yang diperkirakan akan berlangsung hingga larut malam.
Dengan adanya sinergi antara pihak kepolisian, TNI, Dishub, serta masyarakat setempat, Kapolsek berharap agar situasi di Alahan Panjang tetap kondusif.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, agar para wisatawan dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman, serta tetap mematuhi segala aturan yang ada,” tutur Kapolsek.
Reporter: Diona
DAERAH
Turunkan Alat Berat, Pemkab Merangin Gotong Royong Massal di Tiga Titik
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin melaksanakan aksi gotong royong massal pada Jumat, 27 Maret 2026 guna memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga pasca libur panjang Lebaran
Kegiatan ini menyasar sejumlah titik vital di pusat Kota Bangko yang menjadi konsentrasi tumpukan sampah sisa aktivitas hari raya.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, hingga Sekretaris Daerah (Sekda).
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, BUMN, serta instansi vertikal lainnya juga turut dikerahkan untuk menyisir kebersihan kota.
Untuk efektivitas pembersihan, Pemkab Merangin juga menurunkan alat berat jenis Beko loader dan membagi personel ke dalam tiga titik utama.
Titik Pertama mencakup Kawasan Komplek Pertokoan Sungai Ulak. Titik Kedua menyasar Area Pasar Bawah dan kawasan Tugu Pedang. Sementara Titik Ketiga berada di wilayah Taman Kota Bangko, Taman Bujang Upik, Pasar Baru, hingga Pasar Rakyat.
Pantauan di lapangan, para peserta tampak antusias berjibaku membersihkan sampah plastik, sisa limbah rumah tangga, hingga membabat rerumputan liar yang mulai meninggi di bahu jalan. Alhasil, wajah Kota Bangko kembali terlihat asri dan nyaman dipandang mata.
Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Zulhifni, memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan seluruh elemen yang terlibat dalam agenda “Jumat Bersih” ini. Menurutnya, kesadaran kolektif adalah kunci dalam menjaga estetika kota.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan antusiasme baik dari unsur Forkopimda maupun seluruh OPD dan instansi terkait yang turun hari ini. Pasca Lebaran, volume sampah memang mengalami peningkatan. Kami sampai menurunkan alat berat untuk membersihkan sampah dan merapikan parit,” ujar Sekda Zulhifni.
Melalui goro ini, lanjutnya, Pemkab Merangin ingin memastikan bahwa Kota Bangko kembali bersih dan nyaman bagi masyarakat yang kembali beraktivitas normal.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk edukasi bagi warga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena wajah kota ini adalah cerminan martabat kita bersama,” ucapnya. (*)
DAERAH
Banjir Melanda 11 Kecamatan, Pemkab dan BPBD Pasuruan Bangun Dapur Umum di Shelter Bencana
DETAIL.ID, Pasuruan – Intensitas hujan yang sangat deras ditambah angin kencang selama lebih dari dua jam pada Selasa malam, 24 Maret 2026 membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan, terendam banjir hingga Rabu pagi, 25 Maret 2026.
Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, setidaknya lebih dari 6.650 rumah di 11 kecamatan dilaporkan kebanjiran. Bahkan, ketinggian air sampai 1,5 meter lebih di beberapa wilayah.
Dari 11 kecamatan yang terkena dampak banjir, hampir 6 desa di Kecamatan Beji, airnya belum surut. Enam desa tersebut adalah Desa Beji, Kedungringin, Gununggangsir, Pagak, Kedungboto, dan Cangkringmalang. Khusus di Desa Beji, banjir paling parah terjadi di Dusun Pasinan, dimana ketinggian air mencapai 120 sentimeter dengan 72 rumah terendam.
Banjir juga melanda di Desa Jarangan dan Toyaning, Kecamatan Rejoso dengan ketinggian air antara 10-30 sentimeter. Berikutnya 4 kelurahan dan 3 desa di wilayah Kecamatan Bangil yang juga tergenang, yakni Kelurahan Kalianyar, Tambakan, Kauman, Kalirejo, Latek, serta Desa Manaruwi, Tambakan dan Masangan. Ketinggian air antara 20-60 sentimeter.
Di Kecamatan Winongan, setidaknya ada 8 desa yang terkena banjir yaitu Desa Menyarik, Mendalan, Gading, Minggir, Prodo, Winongan Lor, Winongan Kidul, dan Penataan. Ketinggian air paling tinggi di Menyarik, Gading dan Penataan hingga 80 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, banjir disebabkan karena intensitas hujan yang sangat lebat disertai angin kencang terjadi hampir di semua wilayah di Pasuruam dan berlangsung selama lebih dari dua jam.
“Kemarin sore sampai malam hujannya terus turun dengan intensitas sedang sampai lebat ditambah angin kencang. Intensitasnya juga cukup lama sampai lebih dari dua jam,” kata Sugeng melalui sambungan selulernya pada Rabu, 25 Maret 2026.
Usai kejadian, BPBD bersama relawan langsung ke lapangan untuk melakukan banyak hal. Mulai dari evakuasi korban, pembuatan dapur umum di shelter bencana hingga distribusi makanan siap saji seperti nasi bungkus dan lainnya.
“Kita evakuasi korban ke tempat yang lebih aman, kita bagikan sembako, makanan dan kita aktifkan tiga shelter di Bangil, Winongan dan Rejoso,” ujarnya.
Tak hanya bantuan, Pemkab Pasuruan menurut Sugeng juga menginventarisir kerusakan akibat banjir kali ini.
“Pak Bupati menugaskan kami dan OPD terkait lainnya untuk menginventarisir kerusakan infrastruktur akibat dampak banjir sekarang,” tuturnya.
Reporter: Tina
DAERAH
Pemerintah dan Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Bakal Pasang Portal Jalan di Delapan Titik
DETAIL.ID, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengumumkan rencana pembangunan alat pengendali dan pengaman jalan berupa portal di sejumlah ruas jalan kabupaten. Langkah ini diambil guna meningkatkan keamanan, keselamatan serta menjaga keawetan infrastruktur jalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan dokumen resmi tertanggal 12 Maret 2026, pembangunan portal tersebut akan dimulai pada April 2026. Portal-portal ini akan dipasang dengan spesifikasi tinggi tiang 3,5 meter dan lebar yang menyesuaikan kondisi masing-masing ruas jalan. Material utama yang digunakan adalah besi WF dengan pengecatan warna hitam-kuning berbahan fosfor agar terlihat jelas oleh pengendara.
Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan pentingnya sinergi dalam kebijakan ini. “Kami mengharapkan kesediaan para stakeholder, terutama pemerintah kecamatan dan desa untuk mensosialisakan kebijakan ini kepada masyarakat serta pelaku usaha angkutan agar menyesuaikan dimensi kendaraannya sebelum melewati ruas jalan tersebut,” katanya pada Rabu, 25 Maret 2026.
Adapun delapan titik lokasi pembangunan portal tersebut meliputi Ruas Jalan Patalan-Patokan di Desa Patalan Kecamatan Wonomerto, Ruas Jalan Tamansari-Banjarsawah di Desa Tamansari Kecamatan Dringu, Ruas Jalan Klaseman-Maron di Desa Klaseman Kecamatan Gending serta Ruas Jalan Condong-Manggisan di Desa Betek Kecamatan Krucil.
Selanjutnya, Ruas Jalan Pesawahan – Tiris di Desa Pesawahan Kecamatan Tiris, Ruas Jalan Jabung – Besuk di Desa Jabungsisir Kecamatan Paiton, Ruas Jalan Tiris – Tlogosari di Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Ruas Jalan Wonoasih – Bantaran di Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto.
Menurut Edy, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan daerah guna mengutamakan keselamatan lalu lintas dan menjaga aset jalan kabupaten yang telah diperbaiki oleh Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo.
“Pelaku usaha angkutan kayu, tambang hingga bus pariwisata diimbau untuk segera menyesuaikan tinggi muatannya maksimal 3,5 meter agar tidak terhambat saat melintas,” ujarnya.
Reporter: Tina



