ADVERTORIAL
Wabup H A Khafidh Pimpin Rakor TPPS dan Launching ‘Genting’
DETAIL.ID, Merangin – Bupati Merangin H M Syukur melalui Wabup H A Khafidh, memimpin jalannya rapat koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Merangin di Aula Depati Payung Bappeda Merangin pada Senin, 26 Mei 2025.
Pada rakor yang diikuti 120 orang peserta terdiri dari unsur Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TP PKK, Camat, Organisasi dan Perusahaan tersebut, juga dilakukan Launching Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Launching Genting itu ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama Genting oleh para pemangku kepentingan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Merangin.
Tampak hadir, Ketua TP PKK Merangin Hj Lavita Syukur, Kajari diwakili Kasi Datun Bukhori, Polres diwakili Kasi Dokes Syafriadi, Dandim 0420/Sarko diwakili Danpos Ramil 420-03/Pauh Letda Inf Indra Gunawan dan Ketua Baznas H Syafrudin Hadi.
“Alhamdulillah saya baru mendapat kabar gembira, bahwa angka prevalensi Stunting Kabupaten Merangin turun, dari 14,9 pada 2023 menjadi 9,6 pada 2024. Ini semua berkat kerja keras TPPS Merangin dan semua pihak yang terlibat,” ujar Wabup.
Dikatakan H A Khafidh, berdasarkan strategi nasional (Stranas) percepatan penurunan Stunting 2025 – 2029, adanya transformasi pelaksanaan aksi Konvergensi Stunting di 2025.
Transformasi pelaksanaan aksi tersebut lanjut Wabup, dari delapan aksi menjadi empat aksi konvergensi Stunting dan berfokus pada analisis situasi, penguatan perencanaan dan pelaksanaan serta penilaian hasil monitoring dan evaluasi.
“Tapi semua itu tidak mengubah tujuan utama menurunkan angka kasus Stunting di Indonesia, khususnya Merangin. Saya berharap peserta rakor pada hari ini lebih fokus mendengarkan paparan yang akan disampaikan para narasumber,” tutur Wabup.
Narasumber yang tampil, dari Bappeda Provinsi Jambi Ade Irawansyah dengan materi ‘Sosialisasi perubahan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting 2025’.
Hadir juga narasumber yang tidak asing lagi, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi Putut Riyatno, dengan materi ‘Harmonisasi Pusat dan Daerah melalui Genting’.
Selain itu juga tampil sebagai narasumber, Ketua TPPS Merangin yang juga Wabup Merangin H A Khafidh dengan materi, ‘Pemetaan orang tua asuh cegah Stunting (draf Surat Keputusan Bupati tentang Penetapan Orang Tua Asuh Cegah Stunting’.
Tidak hanya itu, juga tampil Wakil Ketua TPPS Merangin yang juga Sekda Merangin Fajarman dengan materi, ‘Sosialisasi Mekanisme Genting dan Posyandu Terintegrasi Dalam Layanan Primer Upaya Penurunan Stunting Kabupaten Merangin’.
Plt Kadis PPKB Merangin Suherman sebagai ketua panitia pelaksana rakor mengatakan, tujuan rakor tersebut salah satunya untuk menyinergikan langkah-langkah, mengevaluasi capaian dan merumuskan strategi yang lebih efektif dalam upaya percepatan penurunan Stunting.
“Kita juga ingin menguatkan komitmen, peran serta dan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota,” kata Suherman.
Pada rakor TPPS Merangin 2025 tersebut, juga dilakukan penyaluran bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), kepada sasaran keluarga berisiko Stunting sebanyak 53 orang. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Segera Cairkan Beasiswa Cinta Bergema 2026, Gus Fawait: Besok Sabtu Tindaklanjutnya!
DETAIL.ID, Jember – Realisasi beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 kian dekat.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan proses pencairan segera dilakukan setelah tahapan administrasi dirampungkan dalam waktu dekat.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pertemuan langsung dengan para mahasiswa penerima manfaat.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 sebagai bagian dari proses akhir sebelum dana dicairkan.
Dalam agenda tersebut, mahasiswa akan diminta melengkapi sejumlah dokumen serta mengikuti tahapan verifikasi data.
“Bagi adik-adik yang kemarin banyak bertanya saat saya live di media sosial, besok tindak lanjutnya hari Sabtu. Kita akan ada sosialisasi plus persiapan pencairan untuk tahap selanjutnya,” kata Gus Fawait.
Melalui upaya ini, Pemkab Jember berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dukungan terhadap pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan akademik mereka.
“Yang paling penting adalah beasiswa untuk tahun 2026 bisa segera direalisasikan,” tuturnya.
[post-view]
ADVERTORIAL
Bunga Desaku Dongkrak Layanan Adminduk, Hampir 2.000 Dokumen Terbit di Jember
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat capaian signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan sepanjang 2025.
Melalui rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), sebanyak 1.976 dokumen berhasil diterbitkan dari 12 kegiatan yang tersebar di delapan kecamatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, hingga Tempurejo.
Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan dimulai secara intensif sejak Mei 2025, dengan lokasi awal di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul.
Dalam empat kali kunjungan selama bulan tersebut, pihaknya mampu menerbitkan 719 dokumen.
Permohonan KTP menjadi layanan paling banyak, dengan puncak pada 13 Mei mencapai 107 pemohon.
Memasuki Juni, layanan berlanjut di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah dengan 68 layanan.
Pada akhir bulan, kegiatan di Kecamatan Silo mencatat 215 layanan di Desa Sempolan dan 99 layanan di Desa Sidomulyo.
“Pada paruh kedua tahun 2025, volume pelayanan menunjukkan angka yang fluktuatif namun signifikan. Pada Juli & September di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu (27 Juli), tercatat ada sebanyak 256 layanan dengan dominasi KTP sejumlah 179 dokumen,” kata Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.
Capaian tertinggi dalam satu kali kunjungan terjadi di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September, dengan total 349 layanan.
Lonjakan terlihat pada pengurusan Kartu Keluarga sebanyak 99 dokumen dan Akta Kelahiran 65 dokumen.
Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Panti dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, masing-masing mencatat 28 dan 34 layanan.
Namun, antusiasme warga kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong dengan total 208 layanan.
“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Disusul kemudian oleh pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen,” ucapnya.
Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data, 8 akta kematian, 8 surat pindah, 6 biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Untuk Surat Keterangan (SUKET), tidak terdapat permohonan selama periode tersebut.
ADVERTORIAL
Komisi C DPRD Jember Ulas Dampak Nyata Program Bunga Desaku di Desa
DETAIL.ID, Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai program Bunga Desaku menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa, Kamis, 26 Maret 2026.
Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan pelayanan publik dengan pola turun langsung ke wilayah desa.
Skema ini membuat pemerintah daerah dapat menjangkau persoalan warga secara lebih cepat.
Ardi menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengarahkan pemimpin untuk hadir dekat dengan masyarakat.
“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan Bupati sudah searah dengan pesan Bapak Presiden Prabowo untuk selalu mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, serta mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujar Ardi.
Ia memaparkan bahwa pembiayaan program telah melalui tahapan pembahasan resmi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga berjalan sesuai ketentuan.
“Secara teknis, anggaran ini sudah melalui tahapan yang benar dalam pembahasan di legislatif. Jadi, menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Justru sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan rakyat,” katanya.
Menurut Ardi, kehadiran bupati di desa memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung, termasuk perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.
“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya. Dengan berada di pelosok, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan untuk kepentingan daerah kita tercinta,” tutur Ardi.



