Connect with us
Advertisement

DAERAH

BPK Ungkap Retribusi Parkir Kota Jambi Rp 6,05 Miliar Belum Cerminkan Realisasi Sebenarnya, Begini Kata Kadishub

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Pemerintah Kota Jambi mencatat realisasi pendapatan dari retribusi parkir di tepi jalan umum tahun 2024 sebesar Rp 6,05 miliar atau 95,37% dari target Rp 6,35 miliar. Meski tinggi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai angka tersebut belum mencerminkan pendapatan riil yang seharusnya masuk ke kas daerah.

Berdasarkan Laporan BPK, pemungutan retribusi dilakukan oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) bersama juru parkir (jukir) resmi yang telah ditugaskan melalui Surat Perintah Tugas (SPT). Jukir yang ditempatkan diberbagai titik memungut retribusi menggunakan karcis dari Dishub dan menyetorkannya kepada bendahara penerimaan.

Hasil pemeriksaan BPK mengungkap adanya sistem target setoran harian yang diterapkan kepada jukir, dengan nominal tetap mulai dari rentang Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu per hari, tergantung lokasi. BPK juga mencatat bahwa terdapat skema bagi hasil 60% untuk jukir dan 40% untuk Pemkot Jambi, sesuai Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 12 Tahun 2013.

Namun, sistem ini bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2023, yang mewajibkan retribusi disetorkan secara bruto (total) ke rekening kas umum daerah (RKUD), dan pembagian imbalan dilakukan melalui mekanisme belanja daerah.

“Permasalahan tersebut mengakibatkan nilai pendapatan Retribusi Parkir sebesar Rp 6.055.790.100,00 belum mencerminkan realisasi yang sebenarnya,” tulis BPK dalam laporannya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho, menyampaikan bahwa nilai setoran yang tercatat dengan nominal Rp 10 ribu – Rp 30 ribu merupakan sampel yang diperoleh BPK. Praktik di lapangan setoran ditetapkan berdasarkan skema 40:60, 40 persen masuk ke kas daerah, 60 persen untuk jukir.

“Ada yang mencapai Rp 80 ribu per hari, tergantung lokasi dan keramaian,” kata Saleh Rido pada Jumat, 18 Juli 2025.

Menurutnya, baru sebagian jukir saat ini telah menggunakan sistem pembayaran non-tunai (QRIS), yang otomatis tercatat sebagai setoran bruto. Namun sebagian besar jukir masih menyetor secara tunai, yang berarti masih menyetorkan 40% bagian Pemkot.

“Ke depan, jukir wajib menyetor seluruh pendapatan parkir ke rekening kas daerah melalui kami. Setelah itu baru akan membagikan bagian mereka 1×24 jam ke rekening masing-masing. Tetap 40:60,” ujar Saleh.

Kadishub Kota Jambi tersebut mengaku pihaknya kini tengah berupaya mengoptimalkan sistem qris atau non tunai agar setoran retribusi yang masuk dari jukir murni dalam kondisi bruto atau 100 persen sebagaimana rekomendasi BPK. Sistem tersebut ditargetkan mulai berlaku pada September 2025.

“Kendalanya sekarang belum semua jukir punya rekening. Tapi setelah semua punya, wajib setor penuh dulu, baru dibagi,” katanya.

Reporter: Juan Ambarita

Advertisement Advertisement

DAERAH

BPJS Ketenagakerjaan Jember Sosialisasikan Program Jaminan Sosial kepada Para Pegawai dan Mitra

DETAIL.ID

Published

on

Sosialisasi Bpjamsostek di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jember. (Foto: Dok/Humas BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember for DETAIL.ID)

DETAIL.ID, Jember – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember menggelar sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jember untuk meningkatkan pemahaman pegawai dan mitra kerja BPJS Kesehatan terkait perlindungan sosial bagi pekerja.

Kegiatan ini menghadirkan Staf Ahli Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Apris Saputra Haryono dan Moh Rizal Rizki sebagai narasumber.

Materi sosialisasi membahas program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP), termasuk manfaat program, mekanisme kepesertaan, serta prosedur klaim.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap seluruh pegawai dan mitra BPJS Kesehatan semakin memahami peran BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan dari risiko sosial ekonomi yang dapat terjadi selama bekerja,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember, Dadang Komarudin.

BPJS Kesehatan Cabang Jember menyambut kegiatan tersebut dan menilai sosialisasi ini bermanfaat untuk meningkatkan literasi jaminan sosial, sekaligus mendukung optimalisasi pelayanan serta edukasi kepada masyarakat.

Sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan dalam memberikan perlindungan dan pelayanan bagi pekerja serta masyarakat di Kabupaten Jember.

Repoter: Zainul Hasan

Continue Reading

DAERAH

Wariskan Lingkungan Sehat, Merangin Hijaukan Bumi dengan 4.000 Bibit Pohon

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten Merangin menunjukkan komitmen nyata dalam pelestarian alam melalui aksi penanaman 4.000 pohon secara serentak. Dipimpin langsung oleh Bupati Merangin, M. Syukur, dan Wakil Bupati, A. Khafid, kegiatan ini dipusatkan di halaman Kantor Bupati Merangin pada Rabu, 28 Januari 2026.

Aksi hijau ini merupakan kado istimewa dalam rangka memperingati HUT Provinsi Jambi ke-69. Melalui sambungan Zoom Meeting, gerakan penghijauan massal ini dilakukan serentak oleh Gubernur Jambi, Al Haris, bersama seluruh kepala daerah se-Provinsi Jambi.

Atensi Nasional dan Pelibatan Generasi Muda

Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat. Kementerian Lingkungan Hidup, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Noer Adi Wardojo, turut memantau jalannya penanaman secara langsung.

Dalam laporannya kepada Menteri LHK dan Gubernur, Bupati M. Syukur menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi. Ia menyoroti keterlibatan aktif generasi muda dan civil society sebagai garda terdepan pelestari lingkungan.

“Hari ini, jajaran OPD, TNI, dan Polri bersama-sama menanam hampir 4.000 batang pohon. Ini bukan sekadar seremonial, tapi semangat untuk mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi masa depan Jambi,” kata M. Syukur.

Aksi ini tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkantoran, namun menjangkau titik-titik strategis di berbagai kecamatan, antara lain:

  • Pamenang Selatan: Desa Tambang Emas.
  • Pamenang Barat: Desa Pulau Tujuh.
  • Renah Pembarap: Desa Merkeh.
  • Renah Pamenang: Desa Meranti.
  • Jangkat & Jangkat Timur: Desa Pematang Pauh, Tanjung Benuang, Desa Gedang, Pulau Tengah, dan Rantau Kermas.

Pemilihan jenis bibit dilakukan secara cermat dengan mengombinasikan pohon pelindung dan tanaman produktif. Hal ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan manfaat ekologis sekaligus ekonomis di masa mendatang.

Komoditas yang ditanam meliputi:
Jenis Tanaman Manfaat Utama
Pohon Kayu Kulit Manis & Surian (Konservasi & Industri)
Buah-buahan Alpukat, Manggis, Rambutan & Petai (Konsumsi & Ekonomi)
Perkebunan | Kopi (Kesejahteraan Petani)

“Harapannya, selain bumi menjadi lebih hijau, hasil dari pohon-pohon produktif seperti kopi dan kulit manis ini nantinya dapat menopang ekonomi masyarakat setempat,” kata Bupati dengan optimis.

Continue Reading

DAERAH

Pemkab Jember Ajak Penerima Beasiswa Eksplorasi Potensi Daerah Lewat Medsos

DETAIL.ID

Published

on

Sosialisasi potensi daerah di Universitas PGRI Argopuro, Rabu, 28 Januari 2026. (Foto: Diskominfo Jember for DETAIL.ID)

DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember mengajak mahasiswa penerima Beasiswa “Cinta Bergema” untuk mempromosikan potensi Kabupaten Jember melalui media sosial dalam agenda sosialisasi yang digelar di Universitas PGRI Argopuro, Rabu, 28 Januari 2026.

Kegiatan ini menyasar para penerima beasiswa tahun anggaran 2025 yang dana bantuannya telah cair, sebagai bagian dari penguatan peran mahasiswa dalam penyebaran informasi positif tentang daerah.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Tulus Wijayanto, menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki fungsi strategis dalam arus informasi publik.

“Kami mengharapkan para mahasiswa penerima beasiswa ini ikut serta mempublikasikan dan mengeksplorasi potensi Kabupaten Jember. Tujuannya agar informasi mengenai hal-hal baik di Jember bisa tersampaikan secara luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterlibatan tersebut merupakan bagian dari komitmen yang telah disepakati sejak proses wawancara seleksi beasiswa. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan materi promosi yang dapat langsung digunakan mahasiswa.

“Mahasiswa tidak perlu repot, konten sudah disediakan oleh pemerintah daerah. Mereka cukup mengunggahnya melalui akun media sosial masing-masing. Dengan begitu, jangkauan informasi positif tentang Jember akan semakin luas, yang diharapkan berimplikasi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor pariwisata,” katanya.

Terkait intensitas unggahan, Tulus menyebut komitmen mahasiswa berbeda-beda sesuai kesepakatan awal.

“Ada yang berkomitmen seminggu sekali, sebulan sekali, hingga enam bulan sekali. Namun, kami sangat menyarankan agar dilakukan sesering mungkin, minimal satu minggu sekali. Semakin sering mereka memposting, maka potensi Jember akan semakin dikenal publik,” tuturnya.

Reporter: Dyah Kusuma

Continue Reading
Advertisement Advertisement
Advertisement ads

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs