PENJURU
Lembaga-lembaga PBB Puji Komitmen Indonesia Jalankan SDGs
DETAIL.ID, Jakarta – Lembaga-lembaga di bawah naungan PBB memuji komitmen Indonesia dalam menjalankan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Hal itu terungkap dalam pertemuan beberapa lembaga PBB seperti World Food Programme (WFP), UNFPA, UNWomen, UNHCR, UNOC, UNAIDS, FAO, UNOPS, UNIC, UNDP, UNICEF, Pulse Lab, IOM, ILO, UNOCHA, WHO, ASEAN-UN Liaison dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Rabu (24/4/2018) di Gedung Bina Graha, Jakarta.
Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi telah berkomitmen penuh di berbagai forum multilateral dan juga kesepakatan internasional. Karena itu, Moeldoko gembira dapat bertukar pikiran dengan perwakilan berbagai badan Perserikatan Bangsa Bangsa.
Pertemuan tersebut membahas opsi-opsi kolaborasi untuk mendorong capaian kesepakatan global yang menjadi fokus bersama sampai dengan 2030. Didampingi oleh Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan bahwa dalam implementasi SDGs, pemerintah memahami pentingnya partisipasi publik dan transparansi.
“Kami memandang Open Government Initiative (OGI) menjadi salah satu kunci dalam mencapai goals kita bersama,” kata Moeldoko dalam pertemuan yang dihadiri 18 lembaga di bawah naungan PBB di Indonesia tersebut.
Dalam diskusi itu juga ditegaskan, sebagai paru-paru dunia, pemerintah Indonesia menaruh perhatian khusus terhadap fenomena perubahan iklim. Indonesia sedang berupaya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, dan bahwa beberapa pihak berpendapat bahwa kedua hal tersebut bersifat antitesis.
“Namun pemerintah Indonesia berpandangan kedua hal tersebut tidak dapat dipisah, dan harus dicapai bersama-sama,” kata Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho.
Diskusi tersebut juga bertujuan untuk menekankan posisi Indonesia sebagai sebuah negara yang meletakkan perhatian khusus terhadap isu-isu global. Dalam hal ini Pemerintah Indonesia telah menandatangani Perpres no. 59 tahun 2017 mengenai Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada bulan Juli 2017. Perpres tersebut merupakan tulang punggung dari struktur dan mekanisme SDGs di Indonesia.
“Mulai tahun 2018, orientasi pembangunan oleh pemerintah diarahkan pada pembangunan manusia, namun tetap tidak meninggalkan pembangunan infrastruktur,” kata Moeldoko.
Beberapa keberhasilan Indonesia dalam melaksanakan ‘Tujuan Pembangunan Berkelanjutan’ atau SDGs antara lain, sukses melakukan banyak upaya dalam pengentasan kemiskinan dalam 10 tahun terakhir. Persentase penduduk yang hidup dalam kemiskinan berkurang dari 17,75 persen (2006) menjadi 10,12 persen (September 2017).
Selain itu, Indonesia aktif menjaga perdamaian dunia sebagai anggota United Nations Peacekeeping Forces dan United Nations Military Observations, melindungi hak anak dan perempuan, mendorong pencegahan stunting, dan menjamin kebebasan setiap warga untuk memeluk agama dan keyakinan.
Karena itu, tantangan besar yang saat ini dihadapi oleh Indonesia adalah mengurangi kemiskinan dan kesenjangan melalui pertumbuhan ekonomi, membangun kualitas sumber daya manusia, menjaga kelestarian lingkungan dan memperbaiki tata kelola pemerintahan agar lebih terbuka, efektif dan efisien.
“Ada komitmen internasional yang mana kantor ini terlibat aktif: SDG, OGP, dan Perubahan Iklim. Kami tidak akan dapat melakukan komitmen ini tanpa bantuan semua orang yang terlibat, termasuk badan-badan PBB,” ujar Moeldoko.
Apresiasi untuk Indonesia
Menanggapi telah berjalannya program-program dalam mencapai SDGs, UN Resident Coordinator Anita Nirody memberikan apresiasi yang tinggi bagi pencapaian Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Pemerintah Indonesia dalam menjalankan program-programnya, Indonesia sangat penting dan diakui sebagai pemimpin dalam mencapai agenda-agenda internasional, khususnya dalam SDGs Climate Change,” kata Anita.
Ia juga yakin bahwa Indonesia memiliki banyak pengalaman berharga yang dapat dibagikan kepada negara-negara lain dalam mencapai ‘Tujuan Pembangunan Berkelanjutan’.
Dalam diskusi ini disinggung juga isu mengenai kesejahteraan petani oleh Anthea Webb dari WFP, isu pemberdayaan anak muda sebagai pembaruan resolusi 2025 oleh Anette Robertson dari UNFPA, dan intervensi dalam menghadapi HIV AIDS oleh Krittayawan Bontoo dari UNAIDS.
“Tugas kami di KSP banyak bersinggungan dengan tugas-tugas yang diemban oleh PBB dan seluruh agen pelaksananya. Untuk itu, saya berterima kasih atas dukungan yang sudah dan akan diberikan kepada kami,” ucap Moeldoko.
Ia menegaskan agar para perwakilan badan internasional itu tak ragu untuk terus berkomunikasi dengan KSP apabila ada hal-hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut. (rilis)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


