DAERAH
Petugas Kesehatan Puskesmas Panerokan WFH, Pasien Meronta dan Histeris
detail.id/, Batanghari – Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Batanghari, Jambi, dr. Elfi Yennie MARS mengatakan seluruh petugas kesehatan Puskesmas Panerokan telah ditetapkan work from home (WFH) selama masa isolasi.
“Total 50 tenaga kesehatan. Pustu Bajubang juga di tutup karena ada petugas yang terdampak,” kata Elfi kepada awak media dalam keterangan pers, Senin (29/6/2020).
Tak hanya petugas kesehatan Puskesmas Panerokan, Elfi bilang kalau Lima orang petugas kesehatan RSUD HAMBA Muara Bulian telah dilakukan swab. Petugas kesehatan di ruang isolasi dilakukan rapid test secara berkala.
“Petugas yang merawat pasien tidak langsung di isolasi. Karena ada prosesnya dan mereka memakai APD lengkap,” ucapnya.
Petugas kesehatan memakai APD lengkap tidak harus diliburkan. Tetapi, mereka di atur frekuensi kerjanya agar tidak begitu berat. Kemudian beban kerjanya dibagi. Paling penting adalah mereka memakai maupun melepas APD sesuai standar.
“Jadi kalau sesuai standar, sudah bisa kita katakan resikonya kecil. Dari video yang beredar dan menurut penjelasan bersangkutan, dia tidak sengaja memegang pasien. Karena waktu itu pasien meronta, histeris tidak mau di bawa ke ruang isolasi,” katanya.
Petugas berusaha menenangkan pasien tanpa disadari akhirnya tersentuh. Tapi setelah menyentuh pasien itu, kata Elfi, dia langsung melakukan pembersihan, langsung mandi dan ganti baju.
“Memang benar hal itu terjadi. Terpenting pada saat itu langsung dilakukan upaya pencegahan. Itulah gunanya kita diharuskan selalu cuci tangan menggunakan sabun,” ujarnya.
Elfi selalu menyampaikan kepada masyarakat kenapa cuci tangan harus dilakukan sesering mungkin. Tanpa sadar pada saat tangan tidak bersih, kemudian terpegang mata, hidung dan mulut, melalui itulah virus itu masuk.
“Jadi, virus itu tidak terbang-terbang di udara, tetapi virus akan masuk dalam tubuh manusia kalau dihantarkan. Tangan penghantar virus terbanyak. Makanya keberhasilan tangan harus betul-betul kita jaga,” ucapnya.
Menurut Elfi, COVID-19 adalah virus baru yang belum banyak diketahui tentang karakternya. Sehingga tampilan klinis atau akibatnya pada seseorang sangat bervariasi.
“Penularan COVID-19 sangat dipengaruhi dari orang lain. Contohnya kasus terakhir ini. Ada empat anggota keluarga dekat YM reaktif rapid test. Ternyata hanya tiga orang terkonfirmasi COVID-19 hasil uji swab dengan metode PCR,” ujarnya.
Satu pasien berisnial RD merupakan anak YM. Dia justru kontak paling dekat karena merawat orang tua (YM). Tapi ternyata hasil swab pertama negatif. Disitu bisa dilihat bahwa timbulnya suatu penyakit atau terinfeksi akan dipengaruhi oleh banyak hal.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” newsticker_animation=”vertical” number_post=”8″ post_offset=”2″]
“Ada beberapa hal yang harus kita ketahui bersama, bahwa kecemasan dan stres sangat mempengaruhi imunitas,” katanya.
DAERAH
Bupati M Syukur Canangkan Budaya Malu Datang Terlambat dan Buang Sampah Sembarangan
DETAIL.ID, Merangin – Hari Jumat, 29 Mei 2026 bukan hari libur, untuk itu seluruh pejabat dan pegawainya harus tetap masuk kantor mengikuti aktivitas Pemerintahan, kecuali yang melaksanakan Work From Home (WFH).
Hal tersebut sebagaimana ditegaskan Bupati Merangin H M Syukur, pada sambutan acara Senam Sehat yang dilanjutkan Jumat Bersih, di jalan jalur dua depan Kantor Dinas Kominfo Merangin, Jumat, 29 Mei 2026.
‘’Saya minta tolong telepon kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pejabatnya, yang belum hadir pada senam pagi ini. Kita undang pukul 06.30 WIB sekarang sudah pukul 08.02 WIB belum juga datang, bagaimana ini,’’ ujar Bupati.
Disiplin lanjut bupati harus terus ditegakan, tidak bisa di Pemerintahan para kepala OPD dan pejabatnya kerja semaunya saja. Untuk itu bupati minta surati kepala OPD dan pejabatnya yang sudah ditelepon tidak juga hadir.
Selain itu, bupati pada Senam Sehat yang diikuti ratusan pegawai di jajaran Pemkab Merangin tersebut juga menekankan, pentingnya mencanangkan ‘Budaya malu datang terlambat’ dan ‘Budaya malu buang sampah sembarangan’.
Usai Senam Sehat yang berlangsung meriah tersebut, bupati minta ke Asisten I Setda Merangin Sukoso, untuk memisahkan antara barisan pegawai yang datang sebelum pukul 07.00 WIB dengan pegawai yang datang setelah Pukul 07.000 WIB.
‘’Saya beri reward dengan memberikan Tumbler kepada pegawai yang datang sebelum pukul 07.00 WIB. Tolong ini dalam menempatkan diri di barisan harus penuh kejujuran, jangan datang terlambat masuk ke barisan yang disiplin,’’ ucap Bupati.
Usai Senam Sehat, bupati bersama rombongan bergeser ke Taman Kota Bangko, untuk bergotong royong. Tidak hanya para kepala OPD dan pejabat yang turun langsung membersihkan taman itu, tapi bupati juga mencabuti rumput serta memunguti sampah. (*)
DAERAH
Sholat Id di Durian Lecah, Bupati M. Syukur Temukan Jembatan Rusak, Minta Dinas PU Segera Perbaiki
DETAIL.ID, Merangin — Bupati Merangin, M. Syukur melaksanakan sholat Iduladha 1447 Hijriah bersama masyarakat di Masjid Pondok Pesantren, Desa Durian Lecah, Kecamatan Sungai Manau, Rabu, 27 Mei 2026.
Sementara itu, Wakil Bupati A. Khafidh melaksanakan salat Id di Masjid Baitul Makmur kawasan Sungai Misang, Bangko.
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menyampaikan sejumlah komitmen penting terkait pembangunan infrastruktur, evaluasi kinerja pemerintahan, hingga sikap keterbukaannya dalam melayani masyarakat.
Hal paling menjadi sorotan adalah fasilitas publik. Dalam perjalanan menuju Masjid, Bupati M. Syukur melihat kondisi lantai jembatan gantung yang mulai rusak.
“Saya tadi lewat jembatan kita, saya lihat lantainya sudah agak sedikit rusak. Maka saya perintahkan Kadis PU untuk segera memperbaiki lantai jembatan demi keamanan masyarakat,” kata M. Syukur di hadapan jemaah.
Di hadapan para ulama, kiai, dan warga, Bupati yang telah menjabat selama satu tahun lebih ini secara berlapang dada menyampaikan permohonan maaf atas visi-misi pemerintahan yang belum terealisasi secara sempurna.
Ia mengajak pada momen Iduladha ini sebagai ajang untuk introspeksi diri dan saling berbagi. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Merangin juga menyerahkan bantuan hewan kurban.
“Ada enam ekor sapi yang kami serahkan, dan salah satunya ada di Desa Durian Lecah ini. Silakan panitia untuk membagikannya kepada masyarakat,” ujarnya.
Bupati M. Syukur juga menjamin tidak ada sekat birokrasi kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.
“Rumah dinas bupati selalu terbuka untuk masyarakat. Dan nomor handphone saya enggak pernah diganti. Silakan kalau ada persoalan-persoalan di tengah masyarakat, mohon kiranya bisa disampaikan,” ucapnya sembari meminta doa agar tetap istiqomah dan amanah dalam memimpin Kabupaten Merangin.
Bupati yang sengaja datang lebih awal sejak pukul 06.30 WIB ini mengajak seluruh jemaah untuk menyambut Iduladha dengan penuh kegembiraan yang bermakna, sekaligus bersama-sama memakmurkan masjid. (*)
DAERAH
Desa Empang Benao Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo Seberat 826 Kg
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten Merangin resmi menerima bantuan kemasyarakatan berupa satu ekor sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Prosesi serah terima bantuan ini dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting langsung dari Ruang Ruang MPC Bappeda Kabupaten Merangin.
Sapi kurban yang diberikan merupakan jenis Simental dengan bobot pakan mencapai 826 kilogram. Bantuan ini dialokasikan untuk masyarakat di Desa Empang Benao, Kecamatan Pamenang, dan akan disalurkan melalui pengurus Masjid Jami’ Nurul Falah.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Merangin, Daryanto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden atas perhatian yang diberikan kepada warga Merangin.
“Kami Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas pemberian sapi Bantuan Masyarakat (Banmas) ini. Sapi tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar masjid sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya,” ujar Daryanto.
Daryanto juga menambahkan bahwa sapi jenis Simental tersebut tidak didatangkan dari luar daerah, melainkan dibeli langsung dari peternak lokal Merangin, yaitu Irwanto, warga Desa Muara Delang, Kecamatan Tabir Selatan.
“Semoga dengan adanya kegiatan Banmas ini akan memacu para peternak lokal untuk terus mengembangkan peternakannya. Kami juga berharap di tahun-tahun mendatang Kabupaten Merangin bisa kembali mendapatkan program bantuan ini,” tuturnya. (*)



