Connect with us
Advertisement

PENJURU

Selama Pandemi, Israel Menggusur 389 Rumah Warga Palestina

Published

on

Selama Pandemi Israel Menggusur 389 Rumah Warga Palestina

detail.id/, Jakarta – Jumlah rumah milik warga Palestina di daerah Tepi Barat dan Jalur Gaza yang digusur oleh Israel meningkat tajam selama pandemi virus corona (Covid-19).

Menurut data dari Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dari Maret hingga Agustus 2020 setidaknya Israel menggusur 389 bangunan milik warga Palestina.

Melansir Al-Monitor, Jumat 18 September, data tersebut merupakan yang tertinggi dalam empat tahun terakhir.

OCHA pun mengungkapkan selama periode itu setidaknya 442 warga Palestina menjadi tunawisma. Lalu, pada Agustus lalu, 205 warga Palestina kehilangan rumah akibat digusur Israel.

Surat kabar Israel, Haaretz, melaporkan bahwa antara 2016 dan 2018 pemerintah Israel menyetujui hanya 21 persen dari 1.485 permohonan izin konstruksi pemukiman ilegal di Area C, bagian dari Tepi Barat yang diduduki Israel.

Pemerintah Israel mengatakan kepada media tersebut bahwa sebagian besar permohonan izin yang berlaku surut akan dibangun pada bangunan yang dipertimbangkan untuk dibongkar.

Dilanisr dari AFP, Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah Pendudukan (COGAT), badan yang dikelola militer Israel yang menangani masalah sipil di wilayah pendudukan Palestina, mereka mengatakan bahwa mereka memiliki kewajiban untuk menjaga ketertiban di sana.

Di masa lalu Israel mengatakan pembongkaran diperlukan karena bangunan tersebut menimbulkan risiko keamanan bagi tentara Israel yang beroperasi di sekitarnya.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina, Jamie McGoldrick, telah meminta Israel untuk menghentikan penghancuran.

Dia juga menyatakan penghancuran rumah-rumah warga Palestina oleh Israel bentuk pelanggaran hukum dan tidak berperikemanusaiaan.

“Penghancuran properti di wilayah pendudukan dilarang di bawah hukum humaniter internasional, kecuali benar-benar diperlukan untuk operasi militer,” ucapnya.

“Pandemi global telah meningkatkan kebutuhan dan kerentanan orang-orang Palestina yang sudah terjebak dalam ketidaknormalan pendudukan militer yang berkepanjangan,” ujarnya.

Virus corona telah memperburuk situasi ekonomi di wilayah Palestina. PBB memperkirakan pada pekan ini bantuan donor dari dunia kepada Palestina akan turun ke tingkat terendah dalam periode satu dasawarsa terakhir.

PENJURU

ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.

Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.

Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.

Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.

Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.

Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.

“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.

Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)

Continue Reading

PENJURU

ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.

Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.

“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.

Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.

Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.

Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.

Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)

Continue Reading

PENJURU

Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.

“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.

Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.

Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.

Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.

Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.

Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.

‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs