PENJURU
Sidang Polisi yang Tewaskan George Floyd Akan Digelar Besok
detail.id/, Jakarta – Polisi yang menyebabkan George Floyd warga kulit hitam Amerika Serikat meninggal dunia yakni Derek Chauvin akan menjalani sidang pertamanya pada Senin 8 Maret waktu setempat.
Akibat kasus kematian George Floyd, sempat terjadi protes besar-besaran di berbagai negara di dunia dan mempopulerkan kampanye ‘Black Lives Matter’.
Sidang akan dilaksanakan di Pengadilan Minneapolis dan akan menampilkan video yang memperlihatkan bagaimana detik-detik Floyd menjemput ajal.
Dilansir dari CNN, Kasus yang menimpa Chauvin ini akan dikawal secara ketat dan disiarkan langsung. Kantor Jaksa Agung Minnesota pun meminta bantuan mantan pejabat mereka yaitu Neal Katyal untuk ikut membantu menuntut Chauvin.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]
Katyal menganggap persidangan perdana Chauvin adalah kasus kriminal penting dan salah satu kasus terpenting dalam sejarah AS, seperti dikutip AFP.
Sementara itu, tiga petugas polisi lain yang terlibat dalam penangkapan Floyd, Alexander Kueng, Thomas Lane dan Tou Thao akan menghadapi dakwaan yang lebih ringan dan akan diadili secara terpisah.
Sebelumnya, adik George Floyd, Philnoise Floyd sempat mendesak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) membentukkomisi independen untuk menyelidiki pembunuhan warga kulit hitam oleh polisi Amerika Serikat.
Philnoise berbicara di mimbar PBB pada Rabu 17 Juni 2020 setelah kematian sang kakak menjadi perhatian dunia dan memicu demonstrasi besar-besaran di AS dan sejumlah negara lainnya.
George tewas setelah kepolisian “mengunci” lehernya dengan lutut saat sedang dalam proses pemeriksaan.
Tindakan ini dikecam karena dalam video yang beredar, George terlihat sangat kooperatif dan berkata kepada polisi, “Saya tidak bisa bernapas.”
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]
“Saya adalah penjaga abang saya. Itu bisa saja terjadi pada saya. Anda sekalian di PBB, juga merupakan penjaga saudara-saudara kalian di Amerika, dan kalian punya kuasa untuk membantu kami mendapatkan keadilan bagi abang saya,” ucap Philnoise.
Philnoise mengaku putus asa karena banyak demonstran yang tergerak setelah kasus George terungkap malah mendapatkan perlakuan tak baik dari aparat.
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


