PENJURU
Biden Tarik Pasukan di Afghanistan, Al-Qaeda: Perang Belum Selesai
detail.id/, Jakarta – Kelompok milisi Al-Qaeda mengklaim perangnya dengan Amerika Serikat masih jauh dari kata selesai, meski Presiden AS Joe Biden secara resmi mulai menarik pasukannya dari Afghanistan pada Sabtu 1 Mei 2021.
“Perang melawan AS akan terus berlanjut di semua bidang lain kecuali mereka diusir dari seluruh dunia Islam,” kata dua anggota Al-Qaeda, seperti dikutip CNN.
Di masa lalu, Al Qaeda jarang menanggapi pertanyaan. Mereka memilih bersembunyi di balik propaganda sendiri. Tak jelas, mengapa kali ini, kelompok tersebut bersedia melakukannya. Analis terorisme Paul Cruickshank lantas meninjau jawaban Al-Qaeda.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]
“Mereka merasa didukung dengan keputusan pemerintah Biden untuk menarik pasukan dari Afghanistan, tapi mungkin mereka berusaha mengalihkan perhatian dari banyaknya kerugian baru-baru ini,” kata Cruickshank.
Pada Sabtu kemarin, Biden secara resmi mulai menarik pasukannya dari Afghanistan. Usai tindakan yang dilakukan AS, kelompok Al-Qaeda berencana kembali bermitra dengan Taliban.
“Terima kasih kepada warga Afghanistan atas perlindungan rekan seperjuangan, banyak front jihad seperti itu telah berhasil beroperasi di berbagai belahan dunia Islam untuk waktu yang lama,” kata juru bicara itu.
Pada 11 September tahun ini, perang terpanjang Amerika yang bertujuan untuk menetralkan kelompok teror secara resmi berakhir dengan keputusan Biden.
“Bin Laden telah mati dan Al-Qaeda terdegradasi, di Afghanistan. Dan inilah waktunya untuk mengakhiri perang selamanya,” katanya.
Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken senada dengan sikap pimpinannya itu.
“Kami pergi ke Afghanistan 20 tahun yang lalu, dan kami pergi karena kami diserang pada 9/11, dan kami pergi untuk menghadapi mereka yang telah menyerang kami pada 9/11,” kata Blinken.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]
Menurut Blinken, hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa Afghanistan tidak akan lagi menjadi surga bagi terorisme yang ditujukan ke Amerika Serikat atau sekutu dan mitra AS.
“Dan kami mencapai tujuan yang ingin kami capai,” tegasnya.
Keputusan itu merupakan kesepakatan antara AS dengan Taliban pada Februari 2020. Kelompok itu berjanji untuk memutus hubungan dengan Al-Qaeda yang membuat negeri Paman Sam itu menginvasi Afghanistan.
Setelah hampir 20 tahun bercokol di Afghanistan, Amerika Serikat berencana menarik seluruh tentaranya. Presiden AS Joe Biden menargetkan penarikan pasukan itu paling lambat pada 11 September 2021 atau tepat 20 tahun serangan teror pada menara kembar WTC di New York.
Serangan teror itu jadi pemicu perburuan besar-besaran pada anggota Al Qaidah di bawah komando Osama bin Laden yang dituding jadi dalang penyerangan.
Biden menyatakan Afghanistan bukan lagi jadi prioritas negaranya saat ini.
Di satu sisi, kelompok Taliban mengklaim seharusnya tentara AS ditarik semua pada 1 Mei ini sesuai dengan kesepakatan tahun lalu. Mereka juga memperingatkan akan ada ‘kekerasan yang jelas’ lagi bila para prajurit AS belum sepenuhnya ditarik.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]
“Pada prinsipnya ini membuka jalan bagi pejuang kami untuk mengambil tindakan yang tepat terhadap pasukan penyerang,” ujar juru bicara Taliban Mohammad Naeem.
Naeem mengatakan kelompok itu sendiri sedang menunggu perintah dari para pemimpinnya.
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


