ADVERTORIAL
Gubernur AL Haris Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Al Falah
detail.id/, Jambi – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris. S. Sos. M.H mengharapkan Aparatur Sipil Negara ASN sebagai agen perubahan harus kuat iman mampu mewujudkan aparatur yang bisa memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.
Harapan demikian disampaikannya saat, menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jambi di Masjid Agung Al Falah Jambi, Senin, 1 November 2021.
Kehadiran Gubernur Al Haris disambut Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani dan Sekda Provinsi Jambi H. Sudirman, Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Zoztafia, Ketua MUI Provinsi Jambi Hadri Hasan beserta pengurus Masjid Agung Al Falah Jambi.
Dalam sambutannya Gubernur Al Haris mengajak seluruh yang hadir untuk bersyukur kepada Allah SWT. “Sebab banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kita, terkadang kita lupa mensyukurinya. Untuk itu, mari kita bersyukur atas nikmat yang diberi sebab setiap napas kita hirup Allah mengetahuinya, mudah-mudahan Allah tambah nikmat-nikmat lainya,” ujar Al Haris.
“Kita dalam bekerja ini tidak hanya bisa berbicara soal visi dan misi. Kalau visi dan misi itu dokumennya sudah jelas ada pada RPJMD, dibahas dalam APBD, dikerjakan oleh subbagiannya tetapi yang lebih penting adalah para pelaku, para agen perubahan adalah PNS / ASN oleh karena itu terlebih dahulu yang perlu diperbaiki adalah keimanan para PNS/ASN, banyak fenomena yang ditemui saat ini adalah rumah tangga yang hancur karena terjadinya perceraian, dikarenakan tipisnya iman. Itu banyak terjadi di kalangan ASN kita saat ini, ” kata Al Haris.
Al Haris mengemukakan, akan ada pengajian di kalangan ASN di Provinsi Jambi. “Nantinya akan kita adakan pengajian di kalangan ASN setiap bulan 2 kali pertemuan. Akan ada ustaz yang mengajar tentang salat yang benar, gaji yang benar dan bagaimana rukun suami istri yang benar,” ucap Al Haris.
Ia berharap, dengan pengajian tersebut diharapkan dapat menambah ilmu agama bagi para ASN.
“Sebagai atasan sudah selayaknya saya mengajak dan menghimbau untuk mengerjakan yang baik-baik. Kalau tidak diajarkan yang baik-baik, saya juga ikut berdosa. Untuk itu marilah lihat diri kita. Kalau kita sudah melihat diri kita, banyak sekali kelemahan dan kekurangan yang ada pada kita,” katanya.
Selain itu Al Haris berharap kepada semua yang hadir untuk memperkuat iman. “Kalau kita dalam bekerja, kokoh fondasi bangunan itu pasti kuat, begitu juga sebagai ASN harus mempunyai iman yang kuat, pasti akan bisa bekerja sesuai harapan kita bersama,” ujarnya.
Pada kesempatan ini Gubernur Al Haris juga mengemukakan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi telah menganggarkan dana Rp 2 miliar untuk memperbaiki dan mempercantik bagian dalam Masjid Agung Al Falah Jambi. Selain itu juga akan dibangun gedung baru sekolah Al Falah.
ADVERTORIAL
Tekan Gejolak Harga LPG 3 Kg, Bupati Jember Minta Warga Laporkan Pangkalan Nakal
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melakukan langkah preventif guna menjaga stabilitas harga dan stok LPG 3 kilogram yang sempat memicu keresahan warga di berbagai titik.
Melalui koordinasi intensif dengan Pertamina Patra Niaga, Pemkab Jember memastikan akan mengawal distribusi gas melon tersebut agar tetap tepat sasaran dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa persoalan di lapangan saat ini didominasi oleh praktik penjualan di atas harga resmi yang dilakukan oleh oknum pangkalan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat kecil dirugikan oleh spekulasi harga yang tidak berdasar.
“Yang membuat resah bukan sekadar stok, tapi harga. Banyak pangkalan menjual di atas HET. Kalau hanya sanksi administratif, itu terlalu ringan,” tutur Gus Fawait.
Ia juga menginstruksikan masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan mandiri.
“Kalau ada pangkalan menjual di atas Rp18.000, tolong laporkan. Itu sudah melanggar aturan pemerintah. Kami ingin memastikan harga di pangkalan sesuai ketentuan. Maksimal Rp18.000, tidak boleh lebih,” katanya.
Pihak Pertamina Patra Niaga turut memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Pemerintah Kabupaten.
Pertamina memastikan tidak akan ragu untuk memutus rantai distribusi pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran berat demi menjaga integritas penyaluran subsidi energi.
“Menjual di atas HET adalah pelanggaran berat. Sanksi terberatnya pemutusan hubungan usaha atau penutupan pangkalan,” ucap Ahad Rahedi dari Pertamina Patra Niaga.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Bidik Pengentaskan Kemiskinan di Kawasan Hutan dan Perkebunan Jember
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menetapkan kawasan hutan dan perkebunan sebagai titik kritis penanganan kemiskinan saat menjadi narasumber forum Kompas.com Talks di Universitas Jember, Senin, 13 April 2026.
Forum yang berlangsung di Gedung Soedjarwo itu dihadiri akademisi dan pemangku kepentingan.
Diskusi mengulas persoalan kemiskinan di wilayah lahan produktif yang belum tertangani optimal.
Gus Fawait menyebut kemiskinan di Jember masih menjadi persoalan dalam satu dekade terakhir meski angkanya menunjukkan tren penurunan.
Ia menguraikan, wilayah pinggir hutan dan perkebunan kini menjadi fokus utama intervensi.
“Kemiskinan di kawasan pinggir hutan dan kebun menjadi tantangan utama hari ini,” kata Fawait.
Ia menyampaikan target pengentasan kemiskinan ekstrem pada 2029 dengan mendorong keterlibatan berbagai pihak.
Menurutnya, keberadaan BUMN seperti PTPN dan Perhutani perlu diarahkan untuk mendukung upaya tersebut.
“Harapannya sama, zero kemiskinan ekstrem pada 2029, dan Jember sedang berikhtiar ke arah itu,” ucapnya.
Gus Fawait menilai potensi program hutan sosial dengan luasan puluhan ribu hektare dapat dimanfaatkan untuk menekan kemiskinan ekstrem.
“Jika dikelola tepat, hutan sosial bisa menekan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kategori miskin ekstrem merujuk pada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
Ia memperkirakan puluhan ribu kepala keluarga berpotensi keluar dari kategori tersebut melalui intervensi yang tepat.
Gus Fawait juga mengulas perlunya distribusi lahan dan kesempatan kerja di kawasan perkebunan agar berpihak pada masyarakat sekitar.
“Prioritas harus diberikan kepada warga miskin ekstrem di sekitar hutan dan kebun,” ucapnya.
Ia menilai lahan tidur milik perusahaan dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi sektor informal, namun pemerintah daerah belum sepenuhnya dilibatkan dalam program kehutanan sosial.
“Kami berharap ada koordinasi kuat agar program tepat sasaran dan berbasis data,” katanya.
Sementara itu, Guru Besar FEB Universitas Jember, Prof Muhammad Zainuri, menilai persoalan utama terletak pada kurangnya kolaborasi antar pihak.
“Program sudah ada, tapi berjalan sendiri-sendiri tanpa koneksi,” ujarnya.
Ia menguraikan pentingnya integrasi kebijakan, digitalisasi data, serta penerapan reward dan punishment agar program berjalan efektif.
Ia juga mengingatkan agar bantuan tidak bersifat karitatif semata, melainkan mendorong pemberdayaan berkelanjutan.
“Kolaborasi yang solid membuka peluang percepatan pengentasan kemiskinan di Jember dalam beberapa tahun ke depan,” tuturnya.
ADVERTORIAL
Bupati Fadhil Arief: Pemkab Batanghari Dukung Penuh Percepatan Pembangunan PSEL, Siap Kurangi Sampah dan Hasilkan Energi
Jambi – Bupati Batanghari, Fadhil Arief ikut melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang penyelenggaraan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Wilayah Jambi Raya, pada Sabtu, 11 April 2026 malam.
Penandatanganan kerja sama tersebut digelar di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi.
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq menyaksikan langsung penandatanganan tersebut.
Hadir juga Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris serta kepala daerah yang ikut dalam dalam penandatanganan perjanjian kerja sama itu, seperti Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, Bupati Muarojambi Bambang Bayu Suseno, Bupati Tanjungjabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, Wakil Bupati Tanjungjabung Timur Muslimin Tanja.
Fadhil Arief menyebutkan, Pemkab Batanghari sangat mendukung pembangunan Energi Listrik PSEL Waste-to-Energy, terutama persiapan lahan yang menjadi salah satu syarat utama pembangunan.
Dikatakannya, dengan adanya pembangunan PSEL ini bisa mengurangi volume sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) secara signifikan, dan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi.
Sementara, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq memastikan percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) wilayah Jambi Raya, Muarojambi, Batanghari, Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur dalam upaya menekan jumlah timbunan sampah.
Menurut Hanif, proyek strategis ini akan menggunakan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga membutuhkan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang hati-hati.
“Pasca penandatanganan, pemerintah pusat akan segera menindaklanjuti dengan proses lelang proyek. Namun, tahapan tersebut diperkirakan memakan waktu hingga tiga tahun,” ujarnya. (*)



