PERISTIWA
Sopir Wakil Rektor Terlihat Baku Hantam dengan Mahasiswa, Wakil Rektor III Unja: Kami Akan Tindaklanjuti Kasus Ini
detail.id/, Muarojambi – Setelah viral di berbagai sosial media aksi baku hantam antara sopir Wakil Rektor III (WR3) Universitas Jambi berinisial AY dengan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat, 19 November 2021 lalu, Wakil Rektor III Unja, Teja Kaswari angkat bicara.
Menurut Teja Kaswari, aksi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Universitas Jambi pada Jumat lalu merupakan ketidakmampuan Majelis Aspirasi Mahasiswa menjalankan fungsinya dalam membentuk undang-undang pemilu raya (UU Pemira).
Ia menyebut dalam lokakarya pembuatan UU Pemira pada 9 Agustus 2021 lalu hanya dihadiri oleh tiga fraksi dari enam fraksi dengan jumlah mahasiswa yang hadir 10 orang dari 25 anggota MAM.
“Sudah disampaikan bahwa UU ini cacat hukum karena tidak memenuhi kuorum. Tetapi Ketua MAM masih bersikeras bahwa UU ini harus dijalankan dengan membentuk KPU dan Bawaslu,” kata Teja Kaswari pada Minggu, 21 November 2021.
Seiring waktu berjalan masa jabatan Ketua BEM berakhir pada bulan September lalu, karena kekosongan tersebut rektor meminta semua fakultas untuk mengirimkan nama untuk mahasiswanya mendiskusikan hal tersebut.
“Jadi perlu ditegaskan bukan rektor menunjuk, rektor meminta perwakilan dari masing-masing fakultas untuk mengirimkan utusan sebanyak tiga orang untuk berembuk. Mereka memutuskan siapa yang jadi Ketua Pelaksana Tugas BEM menjelang perbaikan dari UU Pemira dan Pemira berlangsung,” katanya.
Sementara itu, salah satu Koordinator Aksi yaitu Ketua MAM Universitas Jambi, Agustia Gafar beserta rekannya Azril Habibi yang terlibat dalam aksi baku hantam dengan sang sopir Wakil Rektor 3 Universitas Jambi mengaku telah melaporkan tindakan sopir Wakil Rektor yang dinilai sebagai aksi premanisme kepada Polda Jambi, tak lama setelah aksi baku hantam usai Jumat kemarin.
“Sudah kita tunggu tapi pihak kampus tak ada memberi tanggapan. Kita sepakat bersama kawan-kawan membuat laporan, saya dan Azril telah melakukan visum dan kita telah laporkan ke Polda Jambi,” kata Agustia Gafar.
Menyikapi hal tersebut, Teja Kaswari mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini. Pihaknya akan memanggil koordinator aksi pada Jumat lalu.
“Hari Senin (besok) kami akan panggil korlapnya untuk mempertanggungjawabkan hal ini, apalagi mereka melakukan demonstrasi tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu,” ujar Teja Kaswari.
Reporter: Juan Ambarita
PERISTIWA
Kebakaran Gudang BBM Illegal PT ASR Petrolin Energi Punya Erwin Diduga Berasal dari Korsleting Genset
DETAIL.ID, Jambi – Kebakaran hebat melanda garasi/gudang illegal penyalur BBM non subsidi milik PT ASR Petrolin Energi di RT 19, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Jumat malam 15 Mei 2026.
Sedikitnya 5 unit kendaraan hangus terbakar dalam insiden tersebut. Informasi dihimpin gudang/garasi tersebut merupakan kepunyaan sosok tauke BBM bernama Erwin, warga setempat.
Beberapa saat setelah menerima laporan dari warga, 60 personil damkar beserta 7 armada pemadam tiba dilokasi pada pukul 19.13 WIB. Saat tiba TKP, api disebut sudah membesar di dalam area berpagar seng.
”Satgas Damkartan melakukan pembongkaran seng dan mendapati adanya truk yang telah dimodifikasi untuk menyimpan BBM dalam kondisi terbakar. Pipa penyalur pada truk tersebut terbuka sehingga BBM tumpah dan memperbesar kobaran api,” ujar Kadis Damkar, Mustari, dalam keterangan tertulis.
Api kemudian menyambar sejumlah kendaraan lain, yakni 2 unit mobil tangki BBM non subsidi merek PT ASR Petrolin Energi, 1 unit mobil truk, dan 1 unit mobil pick up. Api pun berhasil dipadamkan usai operasi sekitar 1 jam 30 menit, tepatnya pukul 21.02 WIB.
Analisa sementara pihak Damkar, kebakaran diduga berasal dari korsleting mesin genset yang berada dekat truk BBM modifikasi.
”Diduga api berasal dari konsleting mesin genset yang berada dekat truk BBM yang dimodifikasi,” ujarnya.
Reporter: Juan Ambarita
PERISTIWA
Gudang BBM Ilegal PT ASR Petrolin Energi Hangus Terbakar di Belakang Kantor BPK Jambi
DETAIL.ID, Jambi – Kebakaran gudang BBM ilegal kembali terjadi Kota Jambi. Kali ini lokasi pengolahan BBM PT ASR Petrolin Energi hangus di daerah Pal VII, Kota Baru tepatnya di belakang Kantor BPK Provinsi Jambi pada Jumat, 15 Mei 2026.
Informasi dari sejumlah warga setempat menyebutkan api mulai muncul selepas Adzan Magrib atau sekitar pukul 18.45 WIB. Beberapa saat kemudian, tim Damkar lengkap dengan sejumlah armada turun ke TKP melakukan pemadaman.
”Abis magrib tadi, pertama meledak trus kebakar. Tinggi apinya,” ujar salah seorang warga di TKP.
Warga menyebut proses pemadaman berlangsung lebih kurang 1 jam. Sementara arus listrik di lokasi langsung mati, hingga api berhasil dijinakkan arus listrik masih padam.
Di lokasi, para warga tampak berkerumun menyaksikan tim kepolisian melakukan proses identifikasi atau olah TKP. Dalam insiden ini terpantau ada 5 kendaraan yang turut hangus di gudang BBM ilegal tersebut.
Salah satunga armada solar industri dengan merek PT ASR Petrolin Energi, 1 unit mobil double cabin, serta 3 unit truk PS Canter.
Warga setempat mengaku tidak kenal betul sosok pemilik atau bos dari tempat pengolahan BBM itu. Namun mereka mengakui, kendaraan diduga pelansir BBM sering lalu lalang masuk gudang itu.
Reporter: Juan Ambarita
PERISTIWA
51 HP Terjaring di Lapas Kelas IIA Jambi, Akademisi Unja: Ada Celah Pengamanan
DETAIL.ID, Jambi – Keberadaan atau penguasaan telepon genggam atau Hanphone (HP) oleh Warga Binaan dalam Lembaga Permasyarakatan, menunjukkan kelemahan serius dalam fungsi pengawasan dan pemeriksaan oleh petugas Lapas.
Hal tersebut disampaikan oleh Ahli Hukum Pidana Universitas Jambi, Dr. Erwin, menyikati terjaringnya 51 Hp di Lapas Kelas IIA Jambi, belum lama ini.
”Keberadaan HP di dalam sel mencerminkan belum maksimalnya komitmen melarang benda terlarang beredar di lapas tersebut,” ujar Dr Erwin, Rabu kemarin, 13 Mei 2026.
Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, HP adalah barang terlarang di dalam Lapas karena berpotensi digunakan untuk tindak kejahatan seperti penipuan atau peredaran narkoba dan mengganggu stabilitas keamanan.
Regulasinya jelas, Permenkumham No. 8 Tahun 2024, Pasal 26 huruf i, Mempertegas larangan narapidana dan tahanan memiliki, membawa atau menggunakan alat komunikasi.
Kemudian, Pasal 66 ayat 2 huruf a dan Pasal 75 huruf a. UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Mengatur kewenangan petugas untuk mengamankan barang terlarang demi keamanan dan tata tertib.
Jika ditemukan saat razia, berdasarkan Pasal 67 Ayat 1 UU 22/2022, petugas berwenang menyita dan memberikan sanksi tegas berupa pelanggaran disiplin berat.
Meski begitu, menurut Erwin dalam perspektif hukum pemasyarakatan dan hak asasi warga binaan, pendekatan persuasif oleh petugas Lapas dengan meminta narapidana menyerahkan handphone (HP) secara sukarela adalah tindakan yang dibenarkan dan sejalan dengan norma hukum yang berlaku, khususnya dalam konteks pembinaan dan menjaga keamanan.
”Narapidana tetap memiliki hak berkomunikasi dan informasi. Pendekatan persuasif memungkinkan petugas mengarahkan warga binaan untuk menggunakan fasilitas yang legal untuk mendapatkan informasi yang baik dan benar,” katanya.
Dr Erwin memandang pendekatan persuasif adalah metode pembinaan yang humanis, namun bukan solusi akhir. Kebijakan ini harus dibarengi dengan tindakan penegakan hukum disiplin yang tegas terhadap barang yang disita dan evaluasi ketat terhadap sistem pengawasan di pintu utama maupun pemeriksaan rutin kamar hunian untuk mencegah terulangnya penyelundupan.
Reporter: Juan Ambarita



